
Asep Sumarta adalah Menantu nenek sari. Dia menikah dengan Bu Ida dan di karuniai putri yang cantik bernama Airin setyoastuti. Airin sudah berumur 4th kala itu sedang lucu-lucunya bertumbuh besar. Pekerjaan Asep adalah petani. Dia mempunyai sebidang sawah yang jadi tempat bergantung nafkah untuk keluarganya.
Saat itu musim kemarau. Sawah-sawah banyak yang mengering karena tidak ada hujan sama sekali. Air di irigasi pun sudah mulai mengering. Dan pada akhirnya banyak petani yang harus membeli air agar sawah mereka tetap menghasilkan padi terbaik. Namun mengairi sawah tak semudah itu. para petani harus menunggu giliran. Tak cukup sampe di situ,karena banyak kecurangan setiap malam untuk pengairan sawah terpaksa para petani harus berjaga di sawah agar air benar-benar mengalir di area sawahnya.
Di Suatu malam terdengar suara pintu di ketuk dengan sangat keras "tok..tok..tok..kang Asep..kang..buka pintunya kang" seru seseorang di luar sana.
tergopoh-gopoh Asep membukakan pintu, "lho kang Kardi,ada apa kang??" tanya Asep kepada Kardi. Kardi terengah-engah dan berkata "cepat ke sawah kang...tolong kang karto,cepat kang."
"ada apa dengan dia?? jawab kang?" tanya Asep bingung. "aku tak bisa menjelaskan kang,tolong kang karto sekarang. Genting sekali kang." ucap Kardi.
"itu dia pemb*nuhnya pak lurah." kata pak Kardi. "tolong bawa dia ke kantor polisi." ucap pak lurah kepada anak buahnya. Seketika Asep bingung,kenapa jadi dia yang di tangkap. Padahal dia sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. "Bukan saya yang melakukan ini,Kardi yang ngajak saya kesini,. Kardi jelaskan ke mereka Kardi!!!" Teriak Asep saat akan tangkap. "Diam kau Asep..jelaskan di kantor polisi." bentak pak lurah.
Malam semakin larut. Saat itu Ida belum juga tidur. Ada apa dengan kang Asep?bahkan sampai jam segini pun belum juga ada kabar. Hatinya gelisah,ingin rasanya ke sawah saat itu juga. Namun waktu itu anaknya baru saja tertidur. Sejak tau ayahnya di jemput pak Kardi tadi Airin terus merengek untuk ikut ayahnya. Airin berusia 4th yang selalu tidur dalam pelukan ayahnya ikut gusar saat pak Asep pergi.
Namun pagi-pagi buta Ida terkaget saat mobil polisi mendatangi rumahnya. Terlihat ada beberapa polisi turun dari mobil dan bertanya " Selamat pagi..benar ini rumah pak Asep Sumarta? Kami dapat laporan kalau suami ibu terlibat dalam kasus pemb*nuhan, dimana pak Asep sekarang Bu?." tanya salah satu polisi itu. " Maaf pak, maksud bapak apa ya? pembunuhan?pembunuhan apa yang bapak maksud? Bahkan sampai sekarang suami saya belum pulang." kata Ida gemetar.
<