Diana Dan Boneka Anabelle

Diana Dan Boneka Anabelle
Part 6


πŸ₯€Diana dan boneka Annabelle πŸ₯€


Rahel pun melajukan motornya menuju ke rumah Diana.


Skipp 🏠 Diana.


" Thanks yh buat hari ini"


( Ucap Diana)


" Eh kan gue yg bilang,kalau dalam sahabat ngak ada namanya terimakasih dan kata maaf."


( Ucap Rahel cemberut.)


" Heheh ngk usah cemberut kales,muka loh kayak monyet"


( Ucap Diana sambil lari ke dalam.)


" Apaa?"


( Teriak Rahel)


Tiba tiba tukang bakso lewat di hadapan Rahel


" Eh mas tunggu"


( Pangil rahel.)


" Iyh kenpaa neng"


( Ucap bapak tukangbakso)


" Menurut bapak muka saya kayak monyet yah?"


( Ucap Rahel sambil membuka helemnya.)


" Omg cantik nya"


( Ucap bapak itu)


Dan seketika bapak tukang bakso itu pingsan.


" Eh kok pingsan."


( Ucap Rahel.)


" Kabur aja deh"


( Ucapnya lagi sambil melajukan motornya.)


Diana pun masuk ke dalam rumah dengan hati hati dan ..


Pok pok pok πŸ‘ πŸ‘πŸ‘


" Anak ngk berguna baru pulang"


( Ucap ibunya Diana)


" Pasti habis open bo"


( Balas Dian sinis)


Diana hanya diam tak bergeming.


" Hey anak tak berguna dari mana saja hah?"


( Bentak ibunya)


" A a a nu, Bu"


( Ucap Diana gugup)


" Anu,anu palak kau"


( Teriak Dian)


" Malah diam jawab pertanyaan ku?"


( Teriak ibunya)


" Udah mendingan kita kasih dia kejutan mih"


( Ucap Dian sambil mengedipkan matanya.)


" Anak pintar"


( Ucap maminya)


Mereka berdua pun mendekati Diana dan.


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Mereka berdua menampar Diana berulang ulang kali, membuat pipi Diana membiru.dan sudut bibirnya robek dan mengeluarkan darah segar.


" Hiks hiks hiks kalian berdua ngak punya hati."


( Umpat Diana)


" Ckk dasar ja**ng


( Teriak Dian)


" Ayok mih qt bawah dia ke gudang."


( Ucap dian sambil menarik rambut Diana menuju ke gudang.)


Skipp gudang


Dian dengan kasar menghempaskan tubuh Diana ke perabotan rumah yang sudah tua.


" Awww"


( Teriak Diana)


" Ayok sayang kita mulai"


( Ucap ibunya sambil tersenyum miring.)


Dian pun mengambil cambuk dan memberikan kepada ibunya.


Tampa rasa kasihn mereka berdua terus mencambuk Diana,tanpa belas kasihan.


" Dian ambil air,"


( Perintah ibunya)


" Siap mih"


( Ucap Dian sambil pergi mengambil seember air)


Beberapa menit Dian kembali dengan seember air dingin.


" Ini mih,"


( Ucap Dian sambil memberikan air yang dia bawah tadi.)


Dengan cepat maminya menyirami tubuh Diana.


Byurrrrr


" Hahahahahaahah"


( Tawa kedua wanita tanpa hati itu.)


" Dingin buuu"


( Ucap Diana menggigil)


" Ckk bukan urusan kami."


( Ucap Dian sambil memukuli kepala Diana dengan ember.)


Diana pun tidak kuat dengan semua ini akhirnya dia angkat bicara.


" Kenapa sih,kalian benci banget sama aku."


( Teriak Diana sambil mengigil.)


" Karena gara2 kamu suami saya meninggal."


( Teriak ibunya)


" Gue sebenernya juga sayang sama loh Din,tapi loh udah bunuh ayah gue.loh itu adik pembawa sial."


( Bentak dian lalu mengajak ibunya pergi dari gudang.)


Perkataan Kaka dan ibunya seperti belati yang menusuk hatinya.


" Hiks hiks hiks ayah apa Diana yang udah buat ayah mati."


( Ucap Diana sambil mengacak rambutnya frustasi.)


Dengan cepat Diana mengingat massa lalu di mana ayahnya mati.


🍁 Flksonn 🍁


Keluarga Diana dlu sangat harmonis dan bahagia.


" Yah,kapan Dian punya adek."


( Ucap Dian kepada ayahnya.)


" Bentar lagi kok"


( Ucap ayahnya dian.)


" Ihh lama,mami sih pake naruh adek di dalam perut segala lagi."


( Ucap Dian polos)


" Hahaha"


( Tawa mereka berdua.)


" Kok mami yang di salahin?"


( Ucap maminya cemberut.)


" Makanya mami cepet ngeluarin adik aku,bosen Dian main sendiri."


( Ucap Dian cemberut)


" Sabar yah sayang."


( Ucap maminya.)


Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba, maminya Dian telah melahirkan anak perempuan yang cantik.


🌺Skipp rumah sakit 🌺


" Ihh cantik yah mih,tapi masih kecantikan Dian dong"


( Ucap Dian cengesan)


" Mau di kasih nama siapa yah?"


( Tanya dian)


"Nama kakanya kan Dian,jadi nama adek kamu Diana."


( Ucap ayahnya)


" Wah huruf depannya D dong."


( Ucap Dian senang)


" Iyh kan cantiknya sama kayak kamu."


( Goda maminya)


" Heheh mami bisa aja"


( Ucap Dian)


Mereka pun pulang dari rumah sakit dan hidup lengkap dengan kehadiran Diana.


Hari berganti tahun kini Diana berumur 5 tahun.dan hari itu mereka merayakan tahun Diana.


" Heppy birthday adik ku sayang."


( Ucap Dian sambil mencium pipi Diana)


" Makasih kak"


( Ucap Diana)


" Buka dong kadonya."


( Ucap Dian)


" Iyh Diana buka yah"


( Ucap Diana sambil merobek kertas kadonya.)


Di sana terdapat sebuah buku diary indah berwarna hitam putih kesukaan Diana.


" Wah cantik banget ka"


( Ucap Diana sambil melihat buku itu )


" Buku ini di simpan yah,nanti klau kamu ada masalah atau sedih dan senang tulis aja kisah kamu di sini"


( Ucap Dian sambil tersenyum manis.)


" Makasih kak"


( Ucap Diana sambil memeluk kaknya itu.)


Setelah pemberian kado telah selesai Diana dan keluarga nya pergi untuk makan malam.


"Yah Diana mau beli coklat"


( Bujuk Diana)


" Besok aja udh malem"


( Ucap maminya)


" Tapi kan mih"


( Cemberut Diana)


"Nanti ayah beliin"


( Ucap ayahnya.)


" Yey maksih yah"


( Ucap Diana sambil memeluk ayahnya.)


Dian pun hanya menggeleng sungguh adiknya sangat keras kepala.


" Kamu yakin mau pergi"


( Tanya ibunya Diana)


" Iyah sayang"


( Ucap suaminya.)


" Hati hati yah"


( Ucap ibu Diana)


" Iyh aku pergi"


( Ucap ayah Diana sambil pergi dengan mobil )


Mereka tidak tau bahwa ada seseorang berbaju hitam sedang tersenyum miring kepada mereka.


" Selamat tinggal dermawan"


( Ucap pria misterius itu.)


Saat dalam perjalanan menuju ke minimarket.dermawan sangat panik karena rem mobil nya tidak berfungsi.


" Sial"


( Umpatnya)


Dengan cepat sebuah truk dari arahnya depan menyambar mobilnya dan.


Brukkkkk


Tubuh ayahnya Diana tergeletak dengan badan yang sudah tak utuh.


" Kecelakaan"


( Ucap seorang bapak bapak.)


Dengan cepat mereka menelfon polisi.


Di sisi lain di rumah Diana, telpon rumah mereka berdering.


Tringgggggg


" Mih telponnya berdering, mungkin papi telepon"


( Ucap Dian)


" Iyh bentar yah sayang"


( Ucap maminya sambil pergi untuk mengangkat telponnya.)


"Via telepon"


" Hallo siapa yah"


( Tanya ibunya Diana.)


"Apa betul ini dengan keluarga bapak dermawan."


( Tany seorang Pria)


" Iyh saya istrinya, mohon maaf ada pada yah pak."


( Tanya ibunya Diana)


( Ucap pak polisi itu)


Bagai di sambar petir hati melati seperti di tusuk pisau.


" Ngk mas dermawannnn"


( Teriaknya histeris.)


" Mami Kenap mih"


( Tanya dian)


" Ini semua gara gara kamu Diana."


( Teriak melati)


" Hiks hiks Diana Kenap mih"


( Tany Diana)


" Gara gara anak pembawa sial suami ku meningal."


( Bentak melati)


" Ngk ayah ngak mungkin mati."


( Teriak Dian histeris.)


" Mami pasti bohong kan"


( Teriak Diana)


" Arkhhhhhhhh sial anak pembawa sial,andai saja kamu tak menyuruh ayahmu membelikan coklat di malah hari,ini semua ngak akan terjadi."


( Bentak melati sambil memukuli Diana)


" Ampun mih"


( Teriak Diana kesakitan.)


Melati pun mengambil kunci mobil dan pergi membawa Dian ke rumah sakit.


Sedangkan Diana di tinggalkan sendiri di rumah besar itu.


Karena terlalu banyak kenangan manis di rumah itu.akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah dari rumah itu.


Sebelum mereka pindah Diana berteman dengan seorang anak gadis cantik seumuran nya.


Skipp taman.


" Ana yuk main ayunan."


( Ajak Rahel)


" Ayok"


( Ucap Diana)


" Ana,aku turut berduka yah atas kematian ayahnya kamu."


( Ucap Rahel)


" Iyh maksih"


( Ucap ana sambil tersenyum tipis)


" Eh aku punya sesuatu buat kamu, karena waktu kamu ultah aku belum kasih Hadiah."


( Ucap Rahel sambil memberikan sebuah kalung berliontin huruf .R. dan .D.)


" Wah cantik banget."


( Ucap Diana)


" Iyh dong ini gue sruh Dedi gue desain khusus dari Jerman buat kita berdua,jadi Kalung ini cuman ada dua di dunia.nah kalau di jual harganya bisa 3 miliyar."


( Ucap Rahel sambil menjelaskan semua unsur Kalung berliontin itu.)


" Mahal banget Rahel?"


( Ucap Diana)


" Itu murah anak sultan mah bebas"


( Ucap Rahel sambil memainkan matanya sebelah.)


" Sombong nya"


( Bisik diana)


" Iri bilang karyawan"


( Ucap Rahel sambil tertawa terbahak-bahak)


" Ih yauddh yuk saling pakein"


( Ucap Diana yang di anguki oleh rahel)


" Ets,tapi kalung nya gue pakai liontin huruf.D. Luh huruf.R."


( Ucap Rahel)


" Lah kenapa"


( Tanya Diana)


"Supaya kalau kita berpisah terus ketemu tinggal lihat Kalung berliontin ini."


( Ucap Rahel panjang lebar.)


" Iydeh"


( Ucap Diana sambil memasangkan kalung itu ke leher Rahel,Rahel pun melakukan hal yang sama.)


Mereka pun saling berpelukan,Rahel tidak tau kalau itu adalah hati terakhir mereka bertemu.


" Apa nih kita pindah?"


( Tanya Diana)


" Hey masih Untung saya masih membawa mu,kalau mau saya pasti membuang anak pembawa sial kayak kamu "


( Ucap melati sambil memasukkan semua barang nya kedalam mobil.)


Satu tahun pun di awali Diana dengan lingkungan barunya.disana dia di siks,di pukuli,di marahi,dan tak pernah di kasih kasih sayang.


Setelah Rahel pulang dari liburan nya di Amerika dia berniat mengunjungi Diana.


" Diana"


( Teriak Rahel"


" Lah kok ngak ada orang?"


( Gumgam rahel)


Tiba tiba datang ibu tetangga Diana.


" Non Rahel cari siapa?"


( Tanya Bu Ina)


"Cari diana bu"


( Ucap Rahel)


" Lah non Diana udh pindah satu tahun yang lalu."


( Ucap ibu Ina)


" Apa?maksih yah Bu informasi nya."


( Ucap Diana)


" Iyh sama sama"


( Ucap ibu Ina sambil pergi.)


.


Rahel pun menangis dan duduk di kursi taman.


" Arkhhhhhhhh Diana Luh kenapa ningalin gue,kalau Luh pergi massa gue main sama bodigar gue yang serem itu."


( Teriak Rahel histeris)


" Pasti gara gara sih Mak lampir dan kaknya yang jelek itu."


( Umpat rahel.)


Rahel sebenarnya tau bahwa Diana sering di siksa,Rahel sering menanyakan masalah itu kepada Diana tapi Diana selalu mengatakan tidak apa apa.


Rahel pun pulang ke rumah mewah nya.


" Assalamualaikum Rahel si tuan putri pulang."


( Teriak Rahel dengan suara cemprengnya.)


" Bisa diam ngk sih"


( Teriak seorang pria yang sedang duduk di kursi sofa.)


" Siapa tuh?"


( Tanya Rahel)


" Surprise"


( Teriaknya)


"Bang Angga"


( Ucap Rahel sambil memeluk spupu nya itu)


"Eh Luh udh besar yah? Udh bisa jadi istri gue nih"


( rayu Angga)


" Ogah mendingan gue kawin Ama bunglon"


( Ucap rahel cekikan)


" Rahelllll"


( Teriak Angga yang mengema di seluruh penjuru ruangan.)


" Diam suara loh kayak toa,"


( Ucap Rahel malas)


" Idih ogah"


( Ucap angga)


"Whahahhah"


( Tawa Rahel pecah)


" Ih gelayy Luh"


( Ucap Angga)


" Bdw ngapain Abang ke sini,? mencurigakan."


( Tanya Rahel mengintrogasi)


" Gue mau bawah Luh ke Jerman"


( Ucap Angga santai sambil memakan cemilan.)


" Apa?"


( Teriak Rahel tidak percaya.)


" Ayok cepet mandi terus siapin semua barang barang loh.kita berangkat malam ini"


( Ucap Angga sambil menarik tangan Rahel ke kamar nya.)


" Eh ngk mau,gue ngak mau pindah."


( Teriak Rahel sambil melepaskan tangan Angga.)


" Ih rese banget sih"


( Teriak Angga)


" Habisnya datang kemari ajak pergi lagi"


( Omel Rahel)


" Dedi loh yang nyuruh"


( Teriak Angga)


"Apa? bentar gue telpon Dedi dulu"


( Ucap Rahel sambil menatap sinis ke arah Angga)


"Via telepon"


" Hallo"


".............."


"Tapi kan ded"


"............."


" Iyah deh"


"..............."


" Bye"


Tittttttttttt


" Gimana hmm?"


( Tanya Angga sambil tersenyum licik)


" Iyh gue siap siap sekarang"


( Ucap rahel sambil ke kamarnya.)


" Hahah dasar ngk waras"


( Ucap Angga sambil memakan cemilan)


Setelah Rahel menyiapkan semua perlengkapan nya.dia dan Angga Menaiki pesawat pribadi ayahnya.)


Setelah sampai di sana mereka telah di sambut hangat oleh keluarga Angga dan Rahel.


Setelah bersekolah hingga SMA kls 1 Rahel memutuskan kabur ke Indonesia.


" Malas Banget gue sekolah di sini, mendingan gue ke Indonesia nemuin ana."


( Ucap Rahel sambil melarikan diri dengan mengunakan masker lalu Menaiki pesawat ke Indonesia.)


" Apa jadi Putri sya melarikan diri?"


( Bentak dediny Rahel."


"Iyah tuan."


( Ucap bodigar nya.)


" Temukan dia sekarang"


( Bentak dediny)


" Dasar anak keras kepala"


( Gumgam Angga)


Di sisi lain Rahel telah sampai di Indonesia dia telah menyuruh bodigar pribadi nya untuk menyiapkan rumah beserta perpindahan nya ke sekolah barunya.tampa sepengatahuan dedinya.


🍁 Flksonn 🍁


Diana pun terbangun dari lamunannya, karena mendengar suara anak kecil memangilnya.


" Anaaaaaa"


( Pangil anak kecil itu.)


" Si i i apa"


( Teriak Diana)


Diana pun melihat jam sudah pukul 01:00


" Udh jam 1"


( Ucap Diana sambil berusaha duduk)


Tik tik tik


Suara air hujan yang menetes di genteng rumah Diana.


Krekk krekk krekk


Suara ranting pohon yang seperti di injak seseorang.


" Anaaaahh"


( Pangil suara itu)


" Siapa itu"


( Teriak Diana ketakutan)


Seketika tas Diana melayang dan menjatuhkan sebuah kado ulang tahun.


Diana pun mengambil kado itu,dan melihat ternyata kado itu tidak basah.padahal waktu di siram oleh ibunya tadi.semua tasnya basah.


" Aneh"


Ucap Diana sambil memperhatikan kado itu)


Di buka aja deh,ucap Diana sambil perlahan lahan membuka kertas kadonya dan.....