
π₯Diana dan boneka Annabelle π₯
Dengan cepat Diana berjalan keluar sekolah dengan wajah bahagia,
Tiba tiba mobil hitam datang dan langsung berhenti di hadapan diana.
"Akhirnya datang juga"
(Ucap Diana)
Diana tidak berlari dia sedang tersenyum manis sambil berkacak pinggang.
Dengan cepat keluar lah ke dua pria bertubuh kekar dengan topeng hitam menangkap Diana.
"Stopp"
(Teriak Diana)
Seketika mereka berdua berhenti,dan merasa heran.
"Kenapa"
(Ucap salah satu penculik itu)
"Ngk usah tarik segala, gue bisa masuk sendiri"
(Ucap diana sambil masuk ke dalam mobil dan duduk santai.)
Seketika penculik itu saling bertatapan.
"Yang gomblok siapa sih?"
(Ucap temanya)
"Iyh nih anak sebenarnya tau ngk kalau kita mau nyulik dia!"
(Ucap bosnya)
"Hey ayok cepat nanti nyonya Sasa marah"
(Ucap Diana yang di anguki ke duanya.)
"Ayok bener kata dia"
(Ucap mereka sambil masuk kedalam)
Skipp dalam mobil
"Kamu harus kami ikat"
(Ucapnya membentak)
"Om pikir saya kambing apa!"
(Ucap Diana sambil tersenyum sinis)
"Hey kau itu akan kami culik"
(Ucap preman itu lagi)
"Terus ana harus bilang wow gitu"
(Ucap Diana sambil menatap sinis ke arah preman itu.)
"Kok gue kayak lagi berdebat sama anak kecil yah?"
(Ucap preman itu)
Dalam perjalanan hanya ada keheningan,tiba tiba Diana berteriak.
"Stopppp"
(Teriak Diana)
Dengan bos mereka memberhentikan mobilnya.
"Hey bocah,kau kenapa berteriak hah?"
(Bentak nya)
"Om jengot santai aja,ana mau es krim itu"
(Ucap Diana sambil menunjuk ke tukang jualan es krim.)
"Kamu pikir sama bapak kamu apa!"
(Bentak nya)
"Hiks hiks hiks hiks hiks"
(Tangis Diana pecah )
"Okey kamu pergi beliin dia eskrim"
(Ucap bos nya kepada anak buahnya.)
"Siap bos"
(Ucapnya sambil keluar)
"Eh paman tunggu"
(Teriak Diana)
"Gue paman Luh"
(Ucap nya dengan kesel)
"Paman beliin es krim coklat 5,es krim strawberry 5,dan es krim Magnum 5,"
(Ucap Diana sambil tersenyum.)
"Bisa bangkrut gue klau kek gini"
(Ucap pria bertopeng itu.)
"Cepatan paman"
(Teriak Diana)
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya datang juga es krim yang Diana mau.
"Maksih paman "
(Ucap Diana sambil merampas kertas hitam dari tangan preman itu.)
"Sejak kapan gue punya ponakan?"
(Ucap preman itu sambil masuk ke dalam mobil.)
Dalam perjalanan Diana memakan es krim sambil bernyanyi,
"Bos kita ngk salah nangkep kan!"
(Tanya anak buahnya.)
"Ngk wajahnya sama"
(Ucap bosnya)
"Kok ke tangkap anak kecil yah,"
(Ucap anak buahnya lagi)
"Udh yang penting kerja selesai,duit pun dapet."
(Ucap bosnya)
"Emangnya om miskin yah?"
(Tanya Diana polos)
"Eh om kaya yah"
(Ucap bosnya sinis)
"Oh emngnya di bayar berapa?"
(Tanya Diana)
"100 juta klau gue bisa ngebunuh loh"
(Ucap preman itu sombong)
"Ckk Mura banget"
(Ucap Dian sambil memakan es krim coklatnya.)
"Murah palak loh"
(Ucap anak buahy)
"Hiasan klau Diana kasih 2 m"
(Ucap Diana santai)
Seketika mereka semua terdiam,lalu menatap ke arah Diana..
"Jangan main-main yh"
(Ucap bos mereka)
"Ana serius"
( Ucap Diana )
"Mana buktinya"
(Tanya mereka)
"Nih di tas ana"
(Ucap Diana sambil memberikan tasnya)
Dengan cepat mereka mengecek tas diana,dan betul saja ada uang sebesar 1m di dalamnya,
"Gila loh lebih kaya dari nyonya kami"
(Ucap mereka)
"Mau lagi ngk?"
(Tanya Diana)
"Mau banget"
(Ucap mereka semua)
"Tapi ada syaratnya"
(Ucap Dian sambil tersenyum miring)
"Apa?"
(Tanya mereka)
Diana pun mengatakan rencananya yang di anguki oleh mereka semua.
π Rencana Diana di mulai π
Seketika tubuh Diana bergetar hebat seperti sesuatu keluar dari raganya.
"Awww gue di mana ini?"
(Ucap Diana)
Kini Diana sudah berada di sebuah ruangan.
"Ana,kamu ngk perlu takut"
(Ucap Annabelle yang seketika muncul)
"Aku di mna?"
(tanya Diana)
Dengan cepat Annabelle menceritakan semua kejadian dan rencananya kepada Diana, sedangkan Diana hanya mengangguk.diana jug tidak marah kepada Annabell dia bahkan memuji kepintaran Annabelle.
Tiba tiba datang seorang wanita cantik dengan elegan berjalan ke arah diana.
"Hay bocah ingusan"
(Ucap Sasa sambil duduk di hadapan Diana.)
"Hay Tante pembunuh"
(Ucap Diana sinis)
"Hey jaga mulut mu itu"
(Ucap Sasa emosi)
"Whahahha apa Tante takut"
(Ucap Diana sinis)
"Hey aku bukan Tante mu"
(Teriak Sasa)
"Tapi wajah mu seperti Tante girang,"
(Ucap Diana sambil tertawa terbahak-bahak.)
Semua Anka nih Sasa juga tertawa terbahak-bahak.
"Diam"
(Teriak Sasa)
Seketika mereka semua terdiam.
"Kau bocah ingusan, Jangan sok soan menjadi pahlawan."
(Ucap sasa sambil tersenyum miring.)
"Hah? Orang kayak Tante harusnya di penjara."
(Ucap diana)
Plakkkk
Satu tamparan keras mendarat di pipi Diana.
"Jaga omongan Luh bocah ingusan,"
(Bentak Sasa)
"Kau harus mempertangung jawab kan atas perbuatan mu "
(Ucap diana)
"Whahahahah sih Lia itu pantas mati"
(Ucap Sasa)
"Dan kau pantas di penjara"
(Sambung Diana)
Seketika ikatan Diana terlepas sendiri,
"Hah bagaimana mungkin?"
(Ucap Sasa)
"Surprise"
(Ucap Diana sambil tersenyum licik.)
"Hey kalian ayok tangkap dia"
(Ucap Sasa)
Tapi nihil para bodigar dan suruhannya tidak ada yang bergerak.
"Hey Kenapa Kalian diam aja?"
(Teriak Sasa)
"Karena dia adalah bos kami"
(Ucap mereka semua)
"Sialan,gue yang bayar kalian"
(Ucap sasa emosi)
"Maaf nona bayaran kamu ngk semahal bayaran dia."
(Ucap mereka sambil menuju ke arah Diana.)
"Kau"
(Umpat Sasa)
"Bodigar tangkap dia"
(Ucap Diana)
"Siap bos"
(Ucap mereka langsung menangkap Sasa.)
"Lepasin"
(Terik Sasa)
"Ets kita ke kantor polisi sekarang"
(Ucap Diana)
"Ku mohon jangan tangkap aku"
(Ucap Sasa sambil menangis)
"Kau harus bertanggung jawab Sasa"
(Ucap Diana sambil tersenyum licik.)
Diana dan bodigar nya melaporkan ke kantor polisi.
"Baik dek, apakah kami bisa pergi ke sekolah untuk mengecek mayat yang adek bilang tadi?"
(Tanya pak polisi)
"Bisa pak,tapi msih ada tersangka lainnya,saya mau menangkap nya,saya ingin bapak menahan wanita ini sementara."
"Baik saya akan mengatur kasus ini,"
(Ucap pak polisi.)
Setelah keluar dari kantor polisi Diana membayar para bodigar nya,
"Ngk ppa yang penting uang kak Dian yang habis."
(Ucap dimana sambil tersenyum licik.)
"Sekarang giliran loh pak Han"
(Ucap Diana sambil pergi ke rumahnya.)
Malam pun tiba Diana tak langsung pulang ke rumah dia harus menuntaskan kasus ini.
Diana pun pergi ke hutan untuk mencari arwahnya Lia
"Lia loh Di mana?"
(Teriak Diana)
Tiba tiba angin kencang datang dan muncul lah arwah Lia)
"Diana"
(Ucap Lia sambil memeluk Diana dengan erat.)
"Luh kemana aja!"
(Tanya Diana)
"Gue di kurung sama dukun,yang di sruh oleh Han"
(Ucap Lia dengan emosi)
"Sialan,apa Luh tau Sasa udh gue. Tangkap."
(Ucap Diana)
"Apa? Mksih yah"
(Ucap Lia sambil memeluk Diana)
"Iyh sekarang kita harus nangkap pak Han"
(Ucap Diana)
"Tapi gimana caranya?"
(Tanya Lia)
"Gini rencna nya"
(Bisik Diana)
"Gila rencana loh bagus bnget."
(Ucap Lia)
"Diana gitu loh"
(Ucap Diana)
Seketika Lia pun menghilang untuk menjalankan rencananya.
Sedangkan Diana pergi ke kantor polisi untuk menunggu pak Han.
"Dek Diana, apakah pelaku berikut nya sudah di tangkap?"
(Tanya pak polisi)
"Belum"
(Ucap Diana)
"Bilang saja alamatnya,nanti kami akan pergi menangkap pelaku itu."
(Ucap pak polisi)
"Bapak tak perlu repot-repot dia yang akan datang sendiri dan mengakui semua nya."
(Ucap Diana sambil tersenyum manis.)
"Hah?"
(Ucap pak Polisi)
"Kita tunggu saja"
(Ucap Diana sambil tersenyum manis.)
Skipp rumah pak Han
Ting tong
Suara bel rumah pak Han di tekn oleh seseorang.
"Siapa yang bertamu malam2 begini?"
(Ucap pak han smbil keluar dari kamarnya dan pergi menuju ke pintu depan.)
"Sayang,kamu ke sini!"
(Tanya pak Han)
"Iyh aku kangen sama kamu"
(Ucap Sasa)
Dengan cepat pak han memasukkan kekasihnya itu ke dalam.
"Sayang aku pengen makan"
(Ucap Sasa)
"Kamu tunggu di sini yah,aku buat makanan"
(Ucap pak Han sambil pergi ke dapur.)
π· Dapur π·
Pak Han mengambil minuman di kulkas tiba tiba dia merasa ada sebuah kepala di dalamnya.
Dia pun mengecek sekali lagi,
"Huh mungkin aku berhalusinasi,"
(Ucap nya sambil kembali menutup kulkas tersebut.)
Saat pintu kulkas mau tertutup rapat tiba tiba sebuah tangan menahannya.
Pak Han pergi mengambil makanan lalu memasukkan nya ke dalam oven.
"Sayangggg aku kesakitan."
(Ucap seseorang)
Seketika pak Han mencari cari siapa.yang sedang berbicara.
"Sayang Panassss"
(Ucap nya lagi)
"Siapa itu?"
(Teriak pak Han)
"Sayang kulit ku terbakar."
(Bunyi suara itu lagi)
Tiba tiba pak Han menatap ke arah makanan di dalam oven itu.
Dan berganti lah sebuah kepala Seorang wanita.
"Li i i ia"
(Ucap pak Han gugup)
"Sayang aku kepanasan,kulit ku terbakar, arkhhhhhhhh"
(Teriak Lia)
Seketika kepala Lia meledak dan muncrat semua darah dan nanah ke wajah pak Han.
"Aaaaaaaaa"
(Teriak pak Han)
Saat pak Han melihat kembali, ternyata makananya sudah matang.
"Huh kenapa dengan ku?"
(Ucap pak Han sambil mengambil makanan itu,dan pergi ke kamarnya dengan ketakutan.)
Skipp kamar.
Di sana dia melihat Sasa sedang duduk menonton TV,
"Syang kamu kenapa?"
(Tanya Sasa)
"Tadi ku lihat kepala Lia di oven,terus kepalanya meledak."
(Ucap pak Han ngos ngos-ngosan.)
"Dia kan udah mati"
(Ucap Sasa sambil memakan makanan yang di bawah pak Han.)
"Aku serius wajahnya sangat menyeramkan."
(Ucap pak Han)
Sedangkan Sasa sibuk menonton tv.
"Kau tau darah dan seluruh organ kepalanya meledak dan mengenai ku."
(Sambung pak Han.)
"Oh yah apa seperti ini?"
(Tny Sasa sambil memutar kepalanya ke belakang.)
Seketika wajah Sasa berubah menjadi Lia,dan wajahnya mulai melepuh dan mengelupas.
"Ap seperti ini"
(Tanya Lia sambil tertawa)
"Aaaaaaaa"
(Teriak pak Han dan lari ke ruangan tengah.)
Di sana dia duduk di kursi sofa Dengan ketakutan,tiba tiba dia merasa ada sesuatu di samping kursi nya.
"Aaaaaa jangan"
(Tariak pak Han yang melihat anak bayi merayap ke arah nya.)
Dengan cepat dia berlari,saat melewati lorong rumahnya dia melihat banyak bayi yang merayap di dinding lorong rumahnya itu.
"Pergiiii"
(Teriak pak Han)
Saat pak Han hendak lari kini dia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Sayangggg bukanya kau mencintaiku kn,ini anak kita"
(Ucap Lia yang muncul dengan wajah hancur dan leher yang sangat panjang.)
Semakin mendekat semakin mendekat.
"Aaaaaaa"
(Terik pak Han yang langsung lari keluar dari rumahnya itu.)
Dengan cepat pak Han langsung menuju ke kantor polisi,dia sudah tak peduli dengan pakaian nya yang hanya memakai celana pendek dan kaos dalam saja.
"Pak tangkap saya"
(Ucap pak Han sambil memberikan ke dua tangan.)
"Nah kan sudah saya bilang,dia pasti akan datang."
(Ucap Diana sambil tersenyum miring.)
"Iyh tangkap.saya pak,saya dan kekasih saya Sasa uang yang membunuh lia,dan kami mengubur nya di gudang sekolah yang di adalah kelas.kami mengubur nya di tembok pak."
(Ucap pak Han mengakui semua perbuatannya.)
Sedangkan Sasa hanya menunduk,
"Baik anda kami tahan"
(Ucap pak polisi lalu memborgol ke dua tersangka itu .)
Diana pun tersenyum puas, karena melihat pak Han sas tertangkap.
Dengan cepat Diana kembali ke rumah nya tapi di sana kini rumah itu menjadi sunyi,
"Kemana Kaka dan ibu?"
(Ucap Diana sambil masuk ke dalam.)
"Mereka di rumah sakit"
(Ucap Annabelle yang sedang melukis di kamar Diana )
"Eh iyh lupa"
(Ucap Diana sambil duduk di samping Annabelle.)
"Kita main yuk"
(Ajak Diana)
"Yuk,main apa?"
(Tanya Annabelle)
"Kita main petak umpet Ding dong"
(Ucap Diana)
"Klau bgitu aku panggil hantu dong dong yah"
(Ucap Annabelle)
"Pangil aja sekalian pangil boneka Taki"
(Ucap Diana sambil tersenyum manis.)
"Wah makin seru dong"
(Ucap Annabelle)
Seketika Annabelle memangil hantu dong dan boneka Taki.
(Mereka pun datang, tapi Diana tidak merasa ketakutan dia malah senang.)
"Hay dong dong,Hay Taki"
(Ucap Diana)
Mereka pun berkenalan dengan Dina lalu memulai permainan nya.
"Aku jaga kalian sembunyi"
(Ucap hantu dong dong)
"Okey"
ucap mereka bertiga,lalu berlari untuk bersembunyi.
"1...2..3...4....5....6...7...8...9...10..."
(Ucap hantu dong dong.
Diana bersembunyi di lemari pakaian kakany, Annabelle bersembunyi di gudang dalam kardus, sedangkan boneka Taki bersembunyi di bawah kolong kasur di kamar ibunya Diana.
Dingg donggg ku datang padamu bukalah pintu......
Tak mungkin sembunyi dari ku.....
Ding dong ku datang padamu....
Bukalah pintu kau tak bisa lari dari ku...
(Begitulah nyanyi hantu dong dong yang mencari ke tiga orang yang sedang bersembunyi.)
Saat asyik asyiknya bermain Dian dan ibunya baru saja pulang.
"Nanti ibu urus anak sialan itu"
(Ucap ibunya Diana)
"Iyh hajar dia mih"
(Ucap Dian dengan emosi)
Tiba tiba mereka mendengar suara benda jatuh dari arah kamarnya Dian.
Brukkkk
"Suara apa itu mih?"
(Tanya dian)
"Pasti itu ulah diana"
(Ucap maminya)
Mereka pun ke atas dan masuk ke dalam kamar Dian.
Tiba tiba Dian melihat seorang di dalam lemari pakaian nya dan.
"Aaaaaaa"
(Teriak Dian)