Diana Dan Boneka Anabelle

Diana Dan Boneka Anabelle
Part 10


🥀Diana dan boneka Annabelle 🥀


"Aaaaaa"


( Teriak Diana yang memasuki lubang hitam itu.)


Tiba tiba brukk


Diana terjatuh di sebuah perumputan yang di duga itu taman sekolah.


"Aduh,gue di mana ni"


( Ucap Diana sambil berdiri)


"Ini taman sekolah"


( Ucap Annabelle)


"Eh kamu bisa bicara?"


( Tanya Diana)


"Bisa kok"


( Ucap Annabelle sambil tersenyum)


"Wah keren dong"


( Ucap Diana sambil memegang Annabelle)


"Terus kita kemana?"


( Tanya Diana)


"Ke kelas"


( Ucap Annabelle)


Diana pun pergi ke arah kelas di mana jika di zaman Diana,itu adalah gudang.


"Tapi gimana han?"


(Ucap seorang wanita)


"Aku ngk mau tau sekarang juga kamu harus gugurin."


( Teriak lelaki yang bernama Han itu.)


"Ngk kamu harus nikahin aku"


( Ucap wanita itu)


"Lia,kamu yang bener aja! Aku itu masih mau sekolah"


( Ucap Han dengan emosi)


"Aku ngk mau tau"


( Teriak Lia sambil keluar dari kls)


"Arkhhhhhhhh"


( Teriak han sambil mengacak-acak rambut nya frustasi.)


"Jadi Lia itu pacaran sama pak Han?"


( Ucap Diana)


"Yah seperti kamu lihat"


( Ucap Annabelle)


"Eh itu siapa?"


( Ucap Diana sambil menunjuk ke Seorang wanita yang sedang duduk di samping Lia.)


"Lia Luh hamil yah"


( Ucap wanita itu)


"Iyah, Gimana nih Sasa"


( Ucap Lia sambil menangis)


"Yang sabar yah"


( Ucap wanita bernama sasa itu sambil memeluk Lia)


"Bel,kok gue ngerasa sih Sasa itu punya rencana buruk terhadap Lia."


( Ucap Diana kepada Annabelle)


"Iyh kayaknya sih ana"


( Ucap Annabelle)


"Eh Sasa mau kemana tuh,ikutin yuk"


( Ucap Diana sambil berlari ke arah Sasa)


Ternyata Sasa pergi menuju ke arah gudang jika di zaman Diana itu adalah toilet.


"Hay Han"


( Ucap Sasa kepada Han)


"Hay sayang"


(Ucap Han sambil mencium tangan Sasa)


"Aku kangen!"


(Ucap Sasa manja)


"Aku juga"


( Ucap Han sambil tersenyum manis)


"Sih Lia hamil kan?"


( Tanya Sasa)


"Iyh aku takut dia ngelaporin ke orang."


( Ucap Han)


"Tenang aja kok,aku punya rencana"


( Ucap Sasa sambil tersenyum miring)


"Apa?"


( Tanya Han)


"Sini"


( Ucap Sasa menyuruh Han mendekat kan telinga nya.)


"Gimana"


( Ucap Sasa)


"Luh yakin?"


( Tanya Han memastikan)


"Iyh dong, emangnya Luh mau masuk penjara.


" Apa?"


( Ucap Sasa kepada Han)


"Ngk mau amit amit deh."


( Ucap Han)


"Makanya ikutin ha rencna gue"


( Ucap Sasa sambil tersenyum manis)


"Terserah kamu deh sayang"


( Ucap Sasa)


"Dasar teman makan teman"


( Teriak Diana karena kesal.)


"Kamu lucu deh"


( Ucap Annabelle)


"Gue serius"


( Ucap Diana malas)


"Heheh becanda kok"


( Ucap Annabelle sambil tersenyum manis)


Tiba tiba sebuah lingkaran hitam membawa mereka ke sebuah ruangan.


"Kita di mana nih?"


( Tanya Diana)


"Lihat itu"


( Ucap Annabelle sambil menunjukkan seorang wanita sedang duduk di kursi belajar nya.)


"Lia"


( Ucap Diana)


Titttttt


Seketika hp Lia berbunyi.


"Via telepon"


"Hallo Han?"


( Ucap Lia)


"Hallo sayang,kita ketemuan di taman yuk"


( Ucap Han dari seberang sana)


"Buat apa?"


( Tanya Lia heran)


"Aku mau ngelamar kamu"


( Ucap Han berbohong)


"Apa? Yaudah aku kesana"


( Ucap Lia sambil mematikan hpnya)


"Lia Jangan kesana"


( Teriak Diana sebelum dia di bawah oleh lingkaran hitam itu.)


Tiba tiba Diana Sudah berdiri di sebuah taman,


"Ketipu juga sih Lia"


( Ucap Han sambil tersenyum licik)


"Ckk dasar laki laki sialan".


( Umpat Diana)


Sedangkan Annabelle tertawa melihat tingkah Diana.


Tiba tiba sebuah mobil putih berhenti di samping taman itu.


"Sayang,kamu nunggu lama yah?"


( Ucap Lia sambil duduk di samping Han)


"Enggak kok sayang"


( Ucap Han sambil tersenyum manis)


"Sayang jadi gimana?"


( Tanya Lia)


"Jadi aku memutuskan untuk menikah sama kamu."


( Ucap Han yang mulai bersandiwara.)


"Makasih aku makin sayang deh sam kamu"


( Ucap Lia sambil memeluk Han)


"Aku lebih sayang melebihi kamu"


( Ucap Han sambil mengeratkan pelukannya.)


"Ya Allah gue pengen muntah deh"


( Ucap Diana yang mendengar ucapan dua kekasih itu.)


"Kasihn yang jomblo nyimak yah Bund"


( Ucap Annabelle sambil cekikikan.)


"Apa? Gue jomblo bahagia yh"


( Ucap Diana sinis)


Sedangkan Annabelle hanya menggeleng kan kepalanya,


"Eh ana lihat itu"


( Ucap Annabelle sambil menunjuk ke belakang Lia)


"Siapa itu?"


( Tanya diana yang melihat seorang memakai topeng badut.)


Sih topeng itu membawa balok kayu,lalu mendekati Lia.


"Lia awas...."


( Teriak Diana)


Bukkkkkkk


Seketika Lia pingsan, dengan cepat Han menangkap tubuh Lia.


Sih topeng badut itu pun membuka topengnya,


"Sasa"


( Ucap Diana)


"Sudah ku duga"


( Ucap Annabelle)


"Bawah masuk dia ke dalam mobil."


( Ucap Sasa yang di anguki oleh Han)


"Udh,terus mau di bawah kemana?"


( Tanya Han)


"Ke sekolah"


( Ucap Sasa santai sambil menyetir mobil.)


"Mau ngapain?"


( Tanya Han polos)


"Mau nikahin loh di sana"


( Ucap Sasa sambil memutar bola matanya malas.)


"Ih kamu mah"


( Ucap Han cemberut)


"Gue mau buat sesuatu sama sih cewek ini"


( Ucap Sasa menyeringai)


( Ucap Han sambil tersenyum manis)


Sedangkan Diana Annabelle duduk di kursi belakang mobil Sasa.


"Lia bangun Luh harus lari dari sini"


( Ucap Diana yang menguncangkan tubuh Lia.)


"Dia ngak akan bangun"


( Ucap Annabell santai)


"Lah kenapa?"


( Tanya Diana)


"Kan sih sasa.mukul nya kuat banget tadi,"


( Ucap Annabelle)


"Iyh juga yah"


( Ucap Diana sambil cengengesan)


"Dasar)


( Ucap Annabelle)


Setelah perjalanan sedikit jauh, akhirnya sampai juga mereka di sekolah.dulu sekolah ini belum ada pak satpam jadi dengan mudah mereka bisa membuka borgol gerbang sekolah.


"Ayok angkat dia "


( Ucap Sasa)


"Iyh bawel"


( Ucap Han sambil mengangkat tubuh Lia)


"Mau bawah ke mana nih?"


( Tanya Han)


"Ke kelas"


( Ucap Sasa santai)


Dengan mereka pun sampai ke kelas,Diana pun tidak tinggal diam dia mengikuti mereka dari belakang.


"Mau ngapain mereka ke kelas?"


( Gumgam Diana)


Skipp kelas


Di sana Han mendudukkan Lia di meja yang di susun oleh Sasa.


"Sekarang Luh tunggu di luar"


( Ucap Sasa kepada Han)


"Emangnya Luh mau ngapain?"


( Tanya Han)


"Gue mau ngeluarin anak di dalam rahimnya"


( Ucap Sasa santai)


"Apa?"


( Teriak han)


"Emangnya Luh mau di penjara"


(Ucap Sasa sinis)


"Ngk sih,tapi ngk ada cara lain apa?"


( Ucap Han)


"Ngk"


( Terik Sasa)


Saat sedang dalam pertengkaran tiba tiba Lia terbangun dari pingsannya,


"Gue di mana?"


( Ucap Lia sambil memegang kepalanya.)


"Eh Luh berdua Ngapain bawah gue ke sekolah?"


( Ucap Lia)


Seketika Han dan Sasa terkejut.


"Eh udh bangun"


( Ucap Sasa menyeringai)


"Luh mau ngapain Han?"


( Ucap Lia ketakutan)


Dengan cepat Sasa mengikat kedua tangan dan kaki Lia mengunah kn tali yang sudah dia bawah.


"Hey lepaskan"


( Teriak Lia memberontak)


"Han kamu di luar aja,atau mau nonton?"


( Ucap Sasa sinis)


"Aku di luar aja"


( Ucap Han sambil pergi ke luar)


Diana pergi mengikuti han.di sana Han duduk di toilet sambil merokok,


"Dasar cowok sialan"


( Umpat Diana sambil berlari ke kelas)


Di sana Diana melihat Lia sangat ketakutan karena melihat Sasa membawa gunting dan sebuah alat panjang dan tajam yang melengkung di depannya.


"Mau apa kamu"


( Teriak Lia)


"Mau bebasin Dede bayi"


( Ucap sasa sambil tersenyum miring)


"Jangan"


( Teriak Lia ketakutan)


"Sebelum itu gue mau bilang,kalau gue sama Han udah pacaran sebelum Luh pacaran sama dia."


( Ucap Sasa sinis)


"Sa Luh kenapa tega sama gue sa,klau Luh udh pacaran sama dia Kenap ngak bilang ke gue.gue rela kok yang penting jangan bunuh anak ini sa."


( Ucap Lia memohon)


"Ngk anak ini harus mati"


( Ucap Sasa)


Dengan cepat Sasa membuka rok Lia lalu men******ni Lia dan memasukkan alat itu ke dalam kem****n Lia.


"Arkhhhhhhhh"


( Teriak Lia kesakitan)


Sedangkan Sasa tertawa puas mendengar rintihan Lia,


Dengan cepat Sasa menarik keluar janin yang masih dalam tahap pertumbuhan itu keluar.


"Hahahahahah"


( Tawa sasa pecah)


"Dasar wanita ngak ada hati"


( Teriak Lia sambil menangis)


"Nih ambil Dede bayi loh"


( Ucap Sasa sambil melempar kan janin itu ke Perut Lia)


"Tidakkkk"


( Teriak Lia sambil menangis)


"Langkah terakhir"


( Dengan cepat Sasa mengambil gunting dan menikam perut lia)


"Luh akan gue balas Sasa"


( Ucap Lia hingga akhirnya mati.)


" Missi selesai"


( Ucap Sasa)


Sasa pun pergi memangil Han di toilet,


"Aaaaaaa"


( Teriak han ketika masuk ke kelas)


"Kenapa?"


( Tanya Sasa santai)


"Luh udh gila,Luh apain sih Lia?"


( Tanya Han)


"Udh mendingan Luh bantuin gue untuk angkat mayat ibu dan janin ini ke dalam tembok itu."


( Ucap Sasa)


Han pun hanya mengangguk dan memasukkan tubuh Lia kedalam tembok kelas yang akan di renovasi itu.


Dengan cepat Sasa dan Han mengubur Lia dan janinnya itu di dalam tembok.lalu membersihkan semua darah yang berceceran di lantai kelas.


"Yuk pulang"


( Ucap Sasa yang di anguki oleh Han)


Setelah kejadian itu Lia selalu meneror semua siswa siswi di kelas itu, akhirnya kepala sekolah memutuskan untuk menjadikan kelas itu gudang.karena sudah ada korban jiwa,


Di sisi lain Diana masih syok dengan kejadian yang baru dia lihat itu.


"Hah gue ngk salah lihat kan"


( Ucap Diana dengan wajah was was)


"Itu kebenaran nya ana"


( Ucap Annabelle)


Diana pun kini sudah mengerti semua kehidupan massa lalu Lia. Seketika sebuah lingkaran hitam membawa mereka kembali.


Diana pun membuka matanya dari meditasi lamanya itu,


"Jadi di balik lukisan ini ada mayat Lia"


( Gumgam Diana)


Dengan cepat Diana membereskan semua peralatan yang dia bawa itu dia kembali memasukkan ke dalam tas.


"Hah? Udh jam 03 45"


( Gumgam Diana)


Dengan cepat Diana berlari keluar sekolah dan memanjat pagar lalu keluar dari sekolah.


Di tempat lain Dian terbangun karena mendengar suara bising,


"Pasti kerjan sih anak sial itu"


( Gumgam Dian sambil berjalan ke arah kamar Diana)


Di sana Dian melihat Diana sedang tertidur pulas di kasurnya.


"Aneh suara apa itu?"


( Ucap Dian)


Tiba tiba sebuah bola terguling ke kaki dian,


"Bola?"


( Gumgam dian)


Seketika suara langkah seseorang dari arah lorong rumahnya.


"Jangan jangan maling?"


( Ucap Dian sambil pergi ke lorong yang gelap itu)


"Diannnnn "


( Ucap suara serak)


"Siapa yang mangil"


( Ucap Dian)


Seketika sebuah bayangan sedang berdiri beberapa meter dari Dian,


Saat Dian memperhatikan lebih jelas ternyata itu seorang wanita dengan rambut panjang sampai ke lantai, wajah hancur yang mengeluarkan belatung dan darah,bola mata yang hampir keluar dan bau amis menyebar di Indra penciuman Dian.


Seketika tubuh Dian memebku kakinya kini melemas dengan cepat wanita itu merayap ke dinding lalu mengejar Dian dengan cepat Dian berlari menuju ke kamar maminya.


"Aaaaaaa"


( Teriak Dian ketakutan)


"Sayang kamu kenapa?"


( Tanya maminya)


"Itu mih,ada wanita wajahnya hancur rambut dia panjang pokonya serem deh"


(Ucap Dian sambil memeluk maminya)


"Maksud kamu seperti ini"


( Ucap maminya Dian)


Dengan cepat maminya Dian berubah menjadi wanita yang menyeramkan wajah yang hancur dan bola.mata yang keluar.


"Aaaaaa"


Brukkkk


Seketika Dian langsung pingsan.


"Hihihihih"


( Tawa wanita itu)


"Kak Dian"


( Ucap Diana yang baru sampai)


Dengan perlahan Diana mengangkat tubuh kakanya itu ke kamar.)


"Huh pasti dia mimpi"


( Ucap Diana sambil pergi ke kamar nya)


"Pokonya besok aku harus buat perhitungan sama pak Han dan Sasa"


( Ucap Diana sambil tidur)


Sedangkan Annabelle tertawa karena sudah menjahili Dian.