
Hidup ku sangat hancur,di sekolah atau di rumah sama saja. Aku tidak pernah di hargai
🍁Diana🍁
Hay namaku Diana,aku tinggal bersama ibu dan Kaka perempuan ku. Ibu slalu pilih kasih,dia lebih menyayangi Kaka perempuan ku dari pada diriku.kadang aku di pukuli atau di omelin.
Aku sekarang duduk di kelas dua SMA di sklh itu aku slalu di bully dan inilah awal kisah ku bertemu dengan Annabelle.
06:23
Byurrrr
" Hey dasar pemalas,ayok bangun."
( Ucap ibuku sambil menyirami aku dengan air dingin.)
" Dingin Bu"
( Ucap ku gemetaran)
" Apa?"kau menyahut hah?"
( Tanya ibu Diana)
" Ti i idak Buu"
( Ucap Diana ketakutan)
Plakkkk
Satu tamparan keras mendarat di pipi Diana.
" Pagi ini kamu ngk bleh sarapan dan ngak dapet uang jajan"
( Ucap ibu Diana sambil pergi dari kamar Diana .)
" Hiks hiks hiks ibu jahat..."
( Ucap Diana sambil pergi ke kamar mandi)
Setelah selesai Diana langsung turun ke bawah untuk sarapan.
" Hey sampah ngapain duduk di sini,sana kamu ngk bleh sarapan."
( Ucap Dian sinis).
" Tapi kak aku belum makan dari semalam"
( Ucap Diana menunduk)
" Makanya mati aja.biar ngak susahin hidup mami"
( Ucap Dian)
Perkataan Dian bagai di sambar petir hati Diana seperti di iris iris dengan belati.
Dengan linangan air mata Diana pergi keluar dari rumahnya yang seperti neraka itu.diana pun berjalan kaki menuju sekolah, padahal keluarga Diana keluarga terkaya di kota itu.tapi Dian menyuruh nya untuk tidak memberitahukan bahwa Diana itu adiknya.
Skipp sekolah
Diana berjalan dengan wajah datar tampa senyum.tiba tiba geng buly datang siapa lagi dengan ketua sih cwok cool tampan dialah Rafa Baskara cwok tertampan di sekolah itu.
Rafa memiliki kulit putih alis tebal bulu mata lentik Dan memiliki ginsul.dia juga seorang kapten basket . semua cewek di sekolah itu tergila gila kepada Rafa termaksud Dian.
Hanya satu cewek saja yang sangat tidak suka Bahkan benci kepada Rafa siapa lagi kalau bukan Diana.
" Hey guys ada cupu"
( Ucap Rafa)
"Ya Tuhan cobaan apa ini"
( Gumgam Diana)
Padahal Diana tidak cupu sama skli dia berpenampilan sederhana saja.bahkan banyak cowok yang mengatakan Diana itu sangat manis dan cantik.
" Hey cupu mana pr gue?"
( Tanya Rafa sinis)
" Gu u ue belum buat"
( Ucap Diana menunduk)
" Apa? Luh harus di kasih pelajaran biar nurut"
( Ucap Rafa sambil tersenyum licik ke tiga sahabat nya itu.)
" Ampun Rafa gue bakalan kerjain sekarang."
( Ucap Diana memohon)
" Ckk pangil gue tuan Rafa paham loh".
( Teriak Rafa mengertak Diana)
Dengan cepat Diana di tarik oleh ke tiga sahabat Rafa menuju ke belakang gudang sekolah.
Mereka menarik rambut Diana lalu menampar pipi Diana dengan keras.
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Plakkk
Empat tamparan membuat sudut bibir Diana robek dan mengeluarkan darah segar.
" Sakit hah?"
( Tanya Rafa sambil tersenyum miring)
" Hiks hiks hiks"
( Tangis Diana sambil memegang kepalanya yang sudah pusing.)
"Apalgi yang harus kita lakukan bro?"
( Tanya Fikar)
" Di siram pake air dingin aja"
( Ucap Riko)
" Mendingan kita pukul dia aja"
( Ucap Rendi)
" Let's go"
Mereka pun menyirami Diana dengan air kotor cucian,lalu memukuli Diana dengan brutal membuat dahi Diana berdarah.
Setelah selesai membuly Diana mereka kembali ke kelas.
" Gue benci sama kalian semua gue benci..."
( Teriak Diana lalu berusaha beridiri)
Diana pun pergi ke UKS untuk membersihkan lukanya.setelah itu dia kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
Diana memiliki indra ke enam hingga membuat dia di juluki siswi jenius di sekolah nya, makanya Rafa slalu menyuruh Diana mengerjakan tugas sekolah nya setiap hari..
🍁Kelas🍁
"Dari mana kamu Diana?"
( Tanya pak Anton selaku guru kimia)
" Ah dari toilet pak"
( Ucap Diana berbohong)
" Terus kenapa muka kamu itu lebam semua?"
( Tanya pak Anton yang mengintrogasi Diana)
Seketika empat sekawan itu memberikan kode keras kepada Diana.)
" Lantai toilet licin pak,jadi saya kepeleset makanya luka,jadi saya kelamaan karena ke UKS dlu pak."
( Ucap Diana yang merangkai cerita)
Rafa pun hanya tersenyum licik ke arah Diana.
" Yasudah duduk sana.lain kali hati hati yah,"
( Ucap pak Anton)
" Iyh pak makasih"
( Ucap Diana sambil pergi ke tempat duduknya paling belakang.)
Setelah pelajaran selesai Diana langsung menunju ke kantin karena dia sangat lapar.
" Uang ku tinggal sepuluh ribu lagi"
( Ucap Diana sedih)
Diana langsung memesan gorengan saja
Brakkkkk
" Hey guys sih cupu makan gorengan"
( Ucap Rendi)
" Dasar miskin"
( Teriak Rafa)
" Whahahahhahahahh"
( Tawa seisi kantin)
Sedangkan Diana hanya menunduk dengan linangan air mata.
" Sini gorengnya"
( Ucap Bimo sambil merampas makanan Diana)
" Hey itu makanan ku?"
( Ucap Diana)
( Teriak Bimo)
Diana sangat emosi apalagi waktu dia melihat Bimo menginjak injak makannya.
" Bimo sini makanya gue bakalan ksih makan nih cupu"
( Ucap Rafa sambil mengambil makanan kotor dan memaksakan Diana memakannya.)
Uwekkkkkk
Seketika Diana muntah.
" Whahahhaah kasihan yh sih cupu"
( Ucap mereka semua)
Sedangkan Dian hanya tersenyum miring melihat adiknya di siksa.
Rafa dan sahabat nya pun hanya tertawa terbahak-bahak.
Sungguh emosi Diana sudah sangat memuncak kelakuan Rafa sudah melewati batas.
Plakkkkkk satu tamparan keras mendarat di pipi Rafa membuat seisi kantin menatap tajam ke arah Diana.
" Gue tau Luh kaya Rafa,tapi Luh cowok yang ngak punya hati. Di dalamnya itu hanya ada batu,loh tau itu makanan dari uang terakhir gue,gue bahkan semalaman ngak makan sampai sekarang Luh enak bisa makan di hotel atau di lestoran. Klau Luh benci sama gue bunuh aja nih pisau tikam sekarang juga,gue udah bosan hidup.kalian tiap hari ke sekolah dengan ceria penuh senyuman,apa ada yang bertanya kenapa gue ke sekolah selalu murung.hah ada yang nanya? Ngk ada kan Luh buly gue Luh hancurin mental gue,gue hanya diam tapi ingat yah Rafa eh mksdnya tuan Rafa kesabaran seseorang ada batasnya sekarang Luh mau ngapain lagi ksih makan gue kotoran.atau mau pukuli gue sampe koma,klau mau pukul aja sekarang karena percuma di rumah sama sekolah sama sama neraka dalam hidup gue,"
( Ucap Diana panjang lebar dia terlalu emosi sambil mengeluarkan semua unek unek di dalam hatinya itu.)
Diana pun langsung keluar dari kantin saat beberapa langkah Diana kembali berbalik.
" Dan gue yakin Luh ngk pernah di anjarin sama ibu loh tentang pentingnya menghargai perasaan orang."
( Ucap Diana sinis sambil pergi ke kelas)
Seketika semua orang terdiam mendengar ucapan Diana, setelah dua tahun akhirnya Diana mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya.
" Broo Luh ngk ppa kan?"
( Tanya Bimo)
Rafa hanya terdiam dan kembali ke kelas di ikuti ke tiga sahabat itu.
" Awas Luh Diana"
( Ucap Dian sambil mengepalkan tangannya.)
Jam pulang telah berbunyi semua siswa siswi berhamburan keluar dari sekolah untuk pulang.
Sedangkan Diana hanya duduk diam di halte sekolah wajah yang datar slalu setia menemani nya seketika hujan deras turun tanpa di minta.
"Hidup ku sangat hancur di sekolah atau di rumah saya saja neraka"
( Gumgam Diana)
Hujan deras tidak berhenti-henti membuat Diana kedinginan seketika Diana teringat oleh perkataan almarhum ayahnya itu
🍁 Flksonn 🍁
" Diana sayang kamu kenapa?"
( Tanya ayahnya Diana sambil mengelus rambut Diana)
" Diana takut hujan yah"
( Ucap Diana kecil)
" Hujan kok takut sih"
( Tawa ayahnya Diana)
" Iyh suara hujannya ngak enak yah di denger"
( Ucap Diana sambil menutup ke dua telinga nya)
" Heheh kamu tau ngk ayah suka banget sama hujan"
( Ucap ayahnya Diana)
" kenapa yah?"
( Tanya Diana penasaran)
" Jadi klau kamu sangat sedih bahkan emosi atau sedang dalam masalah, tiba tiba hujan turun mendingan kamu main hujan"
( Ucap ayahnya Diana)
" Emangnya kenapa yah"
( Tanya Diana)
" Karena setiap tetesannya membawa suatu ketenangan"
( Ucap ayahnya Diana)
" Diana ngak ngerti yah?"
( Ucap Diana)
" Sini ikut ayah keluar"
( Ucap ayah Diana sambil menarik tangan putrinya itu)
" Tapi udh malam yh".
( Ucap Diana ketakutan)
" Udh ikut aja"
( Ucap ayah Diana menenangkan putrinya itu)
Mereka berdua pun langsung keluar rumah untuk bermain hujan
" Yah Diana takut"
( Ucap Diana)
" Ayok sini ngk ppa"
( Pangil ayah Diana)
Diana pun hanya mengangguk dan berlari di derasnya hujan.diana dan ayahnya berdansa tertawa bahkan bermain air hingga mereka berdua basah kuyup.diana merasakan semua ketakutan dan masalahnya hilang saat bermain hujan dengan ayahnya.
(Ayok siapa di sini yang masih main hujan)
" Ayah Diana rindu"
( Ucap Diana sambil menatap ke arah tetesan hujan)
Di sisi lain Rafa sedang memakai jas hujan lalu Menaiki motor kesayangan nya itu.
Tidak sengaja dia melihat Diana sedang duduk terdiam di halte.
" Ngapain sih cupu di situ?"
( Ucap Rafa sambil memperhatikan Diana)
Rafa pun pergi menghampiri Diana
" Woy cupu Luh ngapain di sini"
( Tanya Rafa)
Diana hanya menatap datar ke arah Rafa lalu kembali menatap ke arah tetesan hujan.
" Luh budek"
( Teriak Rafa )
Diana tidak menghiraukan ocehan Rafa.
" Nih anak di bilangin"
( Geram Rafa)
" Pergi "
( Hanya satu kata yang keluar dari mulut Diana)
" Emangnya halte ini punya orang tua loh?"
( Ucap Rafa sinis)
" Gue tau punya orang tua loh"
( Ucap Diana sedatar mungkin)
" Akhirnya sadar juga loh"
( Sinis Rafa)
" Udh selesai pamernya mendingan Luh pergi dari hadapan gue."
( Ucap Diana dingin)
" Gue kesini mau ngasih Luh jas hujan"
( Ucap Rafa sambil memberikan jas hujan ke Diana)
Seketika Diana tersenyum miring
" Ngapain senyum ngeri ke arah gue"
( Ucap Rafa)
" Ternyata hati batu loh masih berfungsi yh"
( Ucap Diana sinis)
" Apa?"
( Teriak Rafa)
" Ckk sih hati batu"
( Ucap Diana sambil pergi dari hadapan Rafa)
Rafa hanya terdiam.)
Rafa pun hanya memperhatikan Diana yang sedang memandang hujan dari kejauhan.
Tiba tiba Diana langsung berlari di derasnya hujan Diana berteriak sekeras mungkin dia menari seperti seorang anak kecil.
Rafa Hanya tersenyum melihat kelakuan Diana yang suka dengan hujan.