Diana Dan Boneka Anabelle

Diana Dan Boneka Anabelle
Part 18


🥀Diana dan boneka Annabelle 🥀


Sinar matahari mesuk ke dalam kamar milik Diana.


"Uwahhhh"


(Nguap Diana)


"Eh tumben jam aku ngk berdering?"


(Gumgam Diana)


Tampa basa basi Diana langsung menuju ke dapur.seperti biasanya Diana langsung memasak sarapan tidak lupa menaruh sarapan nya di kotak makan.


"Ini hari apa yah?"


(Gumgam Diana)


Dengan cepat Diana berlari ke kamar nya lalu melihat ke kalender.


"Oh hari Sabtu"


(Ucap Diana)


"Yah ampun gue hampir terlambat!"


(Ucap Diana sambil berlari ke kamar mandi.)


Setelah selesai dengan ritual mandinya.kini Diana telah siap dengan baju Pramuka.


"Waktunya berangkat,"


(Ucap Diana)


Tidak lupa Diana membawa Annabelle ke sekolah.


"Awwww"


(Ucap Dian sambil bangun dari tempat tidur.)


"Tangan gue Kenapa?"


(Gumgam Dian)


"Yah ampun gue telat"


(Ucap Dian sambil berlari ke kamar mandi.


Setelah selesai Dian kebawah lalu memakan sarapannya.


"Dasar sial,kenpa tuh anak ngk bangunin gue? Awas ja nanti."


(Ucap Dian sambil memakan sarapannya.)


Di sisi lain


"Aduh gue telat lagi"


(Ucap Rahel)


Tiba tiba sebuah mobil hitam datang menghampiri nya,


"Ayok naik"


(Ucap seseorang)


"Rayhan?"


(Gumgam Rahel)


"Kok melamun mau gue cium!"


(Ucap Rayhan)


Seketika pipi Rahel menjadi merah karena malu.


"Tuh pipi kenapa?"


(Ucap Rayhan merayu.)


"Eh apasih,"


(Ucap Rahel yang salting)


"Ciee salting"


(Ucap Rayhan)


"Udah ayok ke sekolah aku udah terlambat"


(Ucap Rahel.)


Skip sekolah


Diana memasuki sekolah yang megah tapi seperti neraka itu,di sana semua siswa siswi menatap jijik kepadanya,


"Diana,apa aku harus mencongkel mata mereka?"


(Bisik Annabelle)


"Eh jangan!!"


(Ucap Diana)


Ucapn Dian sontak membuat mereka semua menatap heran ke arah nya.


"Dasar gila"


"Ckk pasti udh stres"


"ngomong sama palaknya kali!!"


(Begitulah ucapan mereka yang melihat Diana berbicara sendiri.)


Tiba tiba seseorang menarik tangan Diana,


"Lepasin!!"


(Bentak Diana)


"Ikut gue"


(Ucap Rafa?


"Luh gila hah?"


(Teriak Diana)


Tapi Rafa hanya menatap sekilas lalu kembali menarik tangan Diana ke belakang sekolah.


"Makasih"


(Ucap rahel)


"Nanti pulang gue jemput"


(Ucap Rayhan)


"Okey bos"


(Ucap Rahel sambil memberi hormat)


Rayhan pun hanya mengelus lembut rambut rahel lalu pergi dari sekolah itu.


(Yah Rayhan dan Rahel berbeda sekolah,Rahel kls 2 SMA sedangkan Rayhan kls 3 SMA.)


Mereka tidak mengetahui ada seseorang yang sangat emosi melihat kemesraan mereka,


"Gue akan milikin loh seutuhnya."


(Ucap pria itu sambil melajukan mobilnya.)


Rahel pun masuk ke dalam sekolah dengan hati yanh berbunga bunga.


"Yah ampun gawat!!"


(Ucap Rahel sambil bersembunyi di balik mobil.)


"Sial, bodigar Andre ada di sini lagi."


(Ucap Rahel pelan.)


"Gue harus cari cara agar bisa sampai ke kelas."


(Sambung Rahel.)


Tak sengaja tatapan Rahel menatap ke Seorang cowok,


"Hay"


(Ucap rahel)


"Siapa Luh?"


(Tanya cowok itu ketus)


"Alhamdulilah saya manusia"


(Ucap Rahel sinis)


"Oh bagus deh"


(Ucap cowok itu dingin).


"Dasar kutub Utara."


(Gumgam Rahel)


Saat pria itu pergi dengan cepat Rahel menahan tangan nya.


"Luh mau apa hah!!"


(Bentak cwok itu)


"Pliss bantuin gue yah"


(Ucap Rahel memohon)


"Bantuin apa"


(Tanya cowok itu malas)


"Boleh pinjam switer kamu ngk?"


(Ucap Rahel sambil memohon.)


"Buat apaan.?"


(Tanya cowok itu lagi)


"Gila nih cowok kayak Najwa Shihab aja."


(Umpat rahel dalam hatinya.)


"Kok diam?"


(Ucap cowok itu.)


"Nanti gue jelasin,tapi plis pinjam yah"


(Mohon Rahel lagi.)


Dengan malas cowok itu memberikan switer hitam nya kepada Rahel.


"Udah kan?"


(Ucap cowok itu sambil pergi.)


Saat beberapa langkah dia di tarik lagi oleh rahel.


"Apalgi sih!!"


(Ucapnya sinis)


"Belum selesai"


(Ucap Rahel)


Seketika cowok itu menatap gemes ke arah Rahel yang memakai Switer hitam nya yang kebesaran,itu nampak membuat dia sangat lucu.


"Apalagi sih?"


(Tanyanya malas)


"Kita sama sama masuk ke dalam yah"


(Ucap Rahel memohon.).


"Terserah"


(Ucap cowok itu.)


Dengan cepat Rahel mengandeng tangan cowok itu lalu menunduk dan melewati para bodigar Andre.


Setelah melewati koridor akhirnya Rahel melepaskan tangannya dari cowok itu.


"Makasih yah".


(Ucap Rahel sambil melepaskan Switer nya.)


"Hmm"


(Ucap cowok itu dingin.)


"Nih switer nya."


(Ucap Rahel sambil memberikan kembali switer cowok itu.)


"Ok"


(Ucapnya)


"Anjirr gue kek bicara sama tembok."


(Ucap Rahel dalam hatinya.)


"Yaudh gue duluan dan makasih ya"


(Ucap Rahel sambil tersenyum manis lalu pergi meninggalkan cowok itu.)


"Manis"


(Ucapnya.)


"Sial kok gue ngk nanya di mana ruangan kepala sekolah sih!"


(Umpat nya )


Dengan malas cowok itu mencari Ruangan kepala sekolah.


Di sisi lain Rafa telah sampai di belakang sekolah,


"Mau apsih!!"


(Bentak Diana)


"Luh stop dekatin gue"


(Ucap Rafa)


"Hah? Siapa juga yang dekatin"


(Ucap Diana)


"Cewek miskin kayak loh ngk pantes buat gue."


(Bentak Rafa)


Entah mengapa perkataan Rafa membuat hati Diana seakan sakit bagai di tusuk belati.


"Luh denger kan!!"


(Bentak Rafa)


"Okey gue Diana, bersumpah ngk akan pernah dekatin loh!"


(Ucap Diana sambil pergi dari hadapan Rafa.)


Entah mengapa juga Rafa merasakan sakit di dadanya.


"Bagu klau Luh sadar diri."


(Teriak Rafa yang masih di dengar oleh Diana.)


Dengan cepat Diana berlari menuju ke kelas tiba tiba,


Brukkk


"Eh maaf yah"


(Ucap Diana sambil membantu cowok yang dia tabrak itu.)


"Eh ngk ppa kok"


(Ucap cowok itu)


"Kamu anak baru yah?"


(Tanya Diana)


"Hm".


(Ucapnya)


"Anjir kok Luh dingin banget?"


(Ucap Diana sambil menahan tawanya.)


"Ngk lucu"


(Jawabnya ketus)


"Hahaha becanda kok"


(Ucap Diana)


"Bdw lagi nyari ruangan kepala sekolah yah?"


(Tanya Diana)


"Iyh"


(Ucapnya datar)


"Yuk gue antarin"


(Ucap dimana sambil menarik tangan cowok itu.)


"Kok gue deg degan yah di dekat cewek ini?"


(Ucap cowok itu dalam hatinya.)


Sedangkan Diana hanya tersenyum manis ke arah cowok itu.


🌷 Ruangan kepala sekolah 🌷


"Assalamualaikum pak"


(Ucap Diana)


"Waalaikumslm"


(Ucap ibu kepala sekolah)


"Bu ini ada anak baru"


(Ucap diana sambil menarik tangan cowok itu.)


"Oh anak baru,baik Alex Sekarangg kamu masuk ke kelas XI IPA1"


(Ucap ibu kepala sekolah.)


"Baik Bu"


"Diana antarkan dia,dia sekelas sama kamu."


(Ucap ibu kepala sekolah.)


"Baik Bu".


(Ucap Diana)


Diana pun segera pamit dan membawa anak baru itu ke kelas nya.


"Sebelum ke kelas, perkenalkan gue Diana."


(Ucap Diana sambil menjulurkan tangannya.)


"Alex".


(Ucap Alex sambil memegang tangan Diana.)


"Yaudh yuk masuk"


(Ucap Diana sambil menarik tangan Alex.)


Sedangkan Alex hanya mematung karena saat ini jantung nya berdetak kencang.


Skipp kelas


"Assalamualaikum Bu"


(Ucap Diana)


Seketika semua mata menatap ke arah Diana dan cowok yang berpegangan tangan dengan nya.


"Waalaikumslm ada apa Diana,dan kenapa baru masuk."


(Tanya ibu Mirna)


"Ini Bu saya tadi antarin anak baru ini ke ruangan kepala sekolah."


(Ucap dimana menjelaskan.)


"Baiklah,kamu duduk di tempat Dan kamu nak baru perkenalkan nama kamu?"


(Ucap ibu Marni)


"Baik perkenalkan nama saya Alex saya pindahan dari Bogor."


(Ucap Alex)


"Baik Alex kamu duduk di samping Diana."


(Ucap ibu Mirna)


Seketika semua siswa siswi menatap tajam ke arah Diana,


"Ih kok Diana bisa duduk sama cowok tampan itu sih?"


"Iyh padahal dia ngk cantik"


"Dasar sialan "


"Dasar miskin"


"Diam!!"


(Teriak ibu Mirna)


Seketika kelas menjadi hening,Diana merasa aneh karena Rafa menatap tajam ke arah nya.tapi Diana tak menghiraukan tatapan Rafa.


"Baik Alex silahkan duduk"


(Ucap ibu Mirna)


Yah Rahel marah kepada Diana makanya dia pindah ke belakang samping susi.


"Bukanya dia cowok yang bantuin gue tadi? Jadi namanya Alex"


(Gumgam Rahel)


Seketika mata Alex tertuju ke Rahel.


"Dia kan cewek yang gue bantuin tadi? Jadi dia sekelas sama gue"


(Ucap Alex dalam hatinya.)


Pelajaran pun telah selesai kini berganti dengan jam istirahat.


"Ke kantin yuk?"


(Ajak Alex)


"Luh ajakin gue?"


(Tanya Diana)


"Ngk ajakin setan"


(Ucap Alex malas)


Seketika Diana melihat semua arwah di kelasnya menatap tajam ke arah Alex.


"Syuttt"


(Ucap diana sambil menutup mulut Alex dengan tangannya.)


Kini wajah mereka sangat dekat membuat jantung Alex mau copot,


"Ke enapa?"


(Tanya Alex)


"Ngk ppa,yuk ke kantin".


(Ucap Diana sambil pergi.)


"Gue kan fens sama cowok itu,kok Diana malah lebih dekat sama dia?"


(Ucap Rahel yang cemburu.)


Jujur sama sebenarnya Rahel tidak menyukai Rayhan sama sekali,tapi Rahel tau Rayhan seorang pesikopat.apalgi waktu itu mereka hanya di rumah tu sendirian.jika dia mengatakan tidak menyukai Rayhan bisa bisa dia bakalan di bunuh sma Rayhan,dan janji yang Rahel buat agar Rayhan tidak membunuh sahabat nya dulu makanya Rahel membuat jadi.itulah alasnya mengapa Rahel pindah ke Jerman, alasnya agar dia jauh dari Rayhan.


Skipp kantin


"Mau pesan apa?"


(Tany Alex)


"Mie ayam aja"


(Ucap Diana)


Alex pun pergi memesan makanan untuk mereka berdua.


Tiba tiba Diana mendengar suara Rafa.


"Guys ada ja***g"


(Ucap Rafa dengan keras)


"Mana"


(Tanya Fikri)


"Tuh"


(Ucap rafa sambil menunjuk ke arah Diana.)


"Diana ko gitu"


"Ih jijik"


"Cewek matre"


"Dasar miskin"


(Begitulah ucapan mereka semua terhadap Diana.)


"Diana,aku cekik mereka sampai mati yah?"


(Mohon Annabelle sambil menahan amarahnya.)


"Eh jangan!"


(Ucap Diana pelan)


"Iyadeh".


(Ucap Annabelle sambil merubah wujudnya menjadi boneka.)


Diana Hanya tersenyum manis ke arah mereka semua,Diana bahkan tak melawan atau pun membantah dia bahkan tak menangis,jl ini membuat semua orang heran dengan Diana.


Setelah beberapa menit akhirnya Alex membawa makanan untuk Diana.


"Sory lama"


(Ucap Alex dingin)


"Its okay"


(Ucap Diana)


Dengan lahap mereka berdua makan Tampa suara.


"Din,loh pulang nya sama siapa?"


(Tanya Alex).


"Jalan kaki"


(Ucap Diana santai)


"Pulang bareng gue yah"


(Ajak Alex)


"Ngk usah,gue ngak mau di repotin"


(Ucap Diana).


"Ngk kok".


(Ucap Alex)


Sedangkan dari tadi Rafa terus menatap ke arah Diana seolah olah tidak mau Diana pergi dengan Alex.


"Iyh gue mau"


(Ucap Diana sambil tersenyum licik ke arah Rafa.)


"Okey".


(Ucap Alex sambil tersenyum manis kearah Diana.)


Jam pulang pun telah selesai kini Diana telah pulang bersama Alex,


"Huh Rayhan mana sih?"


(Ucap Rahel sebel)


Tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti lalu menculik Rahel dan langsung membius nya.


Via telepon


"Bos kami udah menculik Putri"


(Ucap seseorang pria bertopeng.)


"Bagus bawah dia ke sini"


(Ucap seseorang)


"Baik bos"


Titttt .


Panggilan pun langsung di matikan,kini para pria bertopeng membawa rahel menuju ke sebuah mension indah.


Di sisi lai Rayhan baru sampai di gerbang sekolah.


"Rahel ke mana?"


(Gumgam Rayhan.)


Rayhan pun menanyakan kepada pak satpam.


"Pak lihat Rahel ngk?"


(Tanya Rayhan)


"Tadi saya lihat non Rahel sudah pergi dengan mobil hitam "


(Ucap pak satpam.).


"Mmm makasih pak."


(Ucap Rayhan.).


Tiba tiba Rayhan menelpon mata matanya,dan mata matanya mengatakan bahwa Rahel telah di culik.


"Via telepon"


"Kirim rekaman cctv".


(Ucap Rayhan dengan geram.)


"Baik bos"


(Ucap mata matanya.)


Rekaman cctv pun telah di lihat oleh Rayhan,kini Rayhan sangat emosi dengan apa yang dia lihat.


"Adrian bang**t!!"


(Teriak Rayhan)


🍁 Rencana menyelamatkan Rahel🍁


Malam pun telah tiba kini Rahel telah siap dengan gaun merah yang telah di siapkan oleh Adrian


"Awwww".


(Ucap Rahel sambil memegang kepalanya.)


"Aku di mana ini?"


(Ucap rahel sambil melihat ke sekeliling nya.)


"Kau sudah bangun?"


(Ucap seorang)


"Siapa kau?"


(Tanya Rahel)


"Aku calon suami mu"


(Ucap pria itu)


"Kau sudah gila?"


(Bentak Rahel )


"Yah aku gila karena mu"


(Ucapnya)


"Siapa kau sebenarnya?"


(Bentak Rahel)


"Aku Adrian"


(Ucapnya sambil mendekat ke arah Rahel.)


"Adrian?"


(Ucap Rahel kebingungan)


"Kau melupakan ku"


(Ucap Adrian)


"Kau seorang mafia"


(Ucap Rahel keyakinan)


"Akhirnya kau mengingatku juga."


(Ucap Adrian sambil tersenyum miring)


"Rayhan tolonggg".


(Teriak Rahel).


"Percuma sayang, Rayhan mu ngk ada di sini"


(Ucap Adrian sambil tersenyum licik.)


"Gaun apa ini"


(Ucap Rahel yang baru sadar)


"Itu gaun pengantin,dan malam ini kita akan menikah"


(Ucap Adrian sambil berbisik)


"Kau gila"


(Bentak rahel).


"Diam!! Tunggu di sini sayang,aku akan segera kembali."


(Ucap Adrian sambil keluar dari kamar megahnya itu.)


"Rayhan aku takut"


(Ucap Rahel sambil menangis.)


"Diana bangun"


(Ucap Annabelle)


"Kenap bel?"


(Tanya Diana)


"Rahel di culik"


(Ucap Annabelle)


"Apa?"


(Teriak Diana)


"Syuttt Jangan berisik"


(Ucap Annabelle)


"Terus gimana.?"


(Tanya Diana)


"Kita harus buat ritualnya"


(Ucap Annabelle)


"Baiklah"


(Ucap Diana yang sudah siap)