Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Lasmana Pandya Vs She Long


Dhuuuuuaaar!


Kecepatan api yang merambat tidak bisa diikuti oleh mata mereka, sehingga mereka harus terpental menabrak tanah dan memuntahkan darah merah keduanya.


"Sangat kuat," ucapnya menatap She Long yang kini sedang memutarkan kedua selendang milik mereka.


Lasmana Pandya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kenaifan kedua bidadari itu. Ia sendiri sangat bersyukur akibat tipe tubuh Keabadiannya, ia memiliki kekuatan untuk mengalahkan tiga hingga empat ranah diatasnya, sehingga ia tidak terlalu khawatir terhadap She Long.


"Saudari lihatlah Xiao, dia terlihat sangat tenang sepertinya dia benar benar akan menyerahkan dirinya," ucap Yong Rong.


Ying Lung mengangguk.


"Tapi bagaimanapun kita harus membawa Xiao ke Xie Bai. Sekarang kita harus memukul mundur She Long dan setelah itu kita akan kabur membawa Xiao," ucap Ying Lung memberikan rencananya.


"Baik saudari."


Swuuushh!


Yong Rong dan Ying Lin kembali melesat sambil mengarahkan tapak tangan mereka kearah She Long yang menahan tawanya melihat kenaifan kedua bidadari itu.


"Bidadari yang cantik, tapi sayang sekali otaknya sungguh dangkal!" Ucapnya kemudian mengibaskan tangannya.


Swuuuuuush!


Sekali kibasan tangan, membuat kedua bidadari Kematian terpental kearah Lasmana Pandya yang hanya menonton pertiakaian mereka.


Haaaaap!


Kedua tangannya meraih tubuh kedua bidadari kematian, yang membuat kedua wanita itu wajahnya memerah karena tiba dipelukan Lasmana Pandya.


"Ka-kau me-mesum!" Ucapnya panik.


Lasmana Pandya menaikan kedua alisnya, namun setelah itu daya hisap yang kuat menghisap kearah kedua wanita itu kehadapan She Long. Lasmana Pandya membiarkan mereka begitu saja, ia sendiri penasaran apa yang akan dilakukan oleh She Long.


Setiba dicengkeraman tangan She Long. She Long mengikat keduanya dengan selendang mereka masing masing. Tanpa bisa bergerak, mereka hanya diam dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh She Long.


"Heeem jika kalian tidak terluka aku pasti akan kewalahan menerima penolakan kalian, karena itu kalian harus aku buat diam dan hanya bisa menurut!"


Wajah keduanya memucat mendengar ucapan She Long. Bahkan mereka ingin rasanya bunuh diri dari pada menjadi budak nafsu seorang iblis.


"Arrrgghh! Lepaskan kami!" Ucap Yong Rong.


"Uluh uluhhh.... Ingin lepaskan? Minta tolong kepada siapa? Lihatlah sampah itu saja hanya diam karena tinggal nunggu waktu kematiannya saja!" Ucap She Long tersenyum.


Swuuuuush!


Tapak api muncul dari atas kepala She Long melesat kearah keduanya. Kedua bidadari Kematian memejamkan mata mereka.


Dhuuuuuuaar!


Kedua bidadari Kematian dibuat terbang kearah tanah dan membuat kawah besar akibat daya tabrak tubuh mereka. Lasmana Pandya yang melihat itu juga memejamkan matanya. Kedua bidadari itu kini mencoba bangkit dengan tubuh yang terikat. Darah merahnya keluar dari mulut mereka, namun keduanya terlihat tidak perduli.


"Iblis jelek! Jika kau berani jangan mengikat kami!" Ucap Yong Rong kesal.


"Hahahaha! Kalian berdua sungguh terburu buru, sabar ya sayang setelah membunuh Xiao keparat ini, kupastikan kalian akan menikmati rasa yang tidak akan pernah kalian rasakan," ucap She Long menjilati bibirnya.


She Long seketika menatap kearah Lasmana Pandya. Namun ia kembali dialihkan akibat ucapan Ying Lung yang termasuk menyakitkan baginya.


"Iblis jelek bodoh tidak punya otak! Lebih baik kamu mati dengan menggigit jari kami dengan gigi kami, dan yang harus kau tahu bangsa iblis sangatlah rendah!" Ucapnya menggema.


Swuuuuuung!


Api merah kehitaman berkobar di seluruh tubuh She Long akibat ucapan Ying Lung. Karena bagaimanapun Ying Lung telah merendahkan bangsanya.


"Ternyata kalian ingin mati...," Ucapnya dingin.


Swuuuuush!


She Long melesat kearah kedua bidadari itu dan melepaskan serangan tinjunya. Melihat hal itu, Lasmana Pandya segera melesat dan segera menyambut She Long dengan tinjunya juga.


She Long terkejut karena merasakan adanya sosok yang menyambut serangan tinjunya, dan hal itu membuatnya harus terpental jauh kebelakang. Asap akibat pertukaran tinju yang dialiri kedua api mereka membuat ia sendiri tidak mengetahui bahwa yang menghadangnya adalah Hong Xiao. Sedangkan kedua bidadari terlihat terkejut saat melihat Hong Xiao menerima serangan She Long.


"Jendral Xiao anda?" Ucap mereka kompak sambil melebarkan mata mereka.


Lasmana Pandya hanya tersenyum, dan setelah itu asap menghilang. Kedua pasang mata mereka bertemu. Hal yang pertama dikejutkan oleh She Long adalah Hong Xiao yang ternyata menerima serangan tinjunya tanpa menggunakan senjata ataupun artefak lainnya.


"Ka-kau..." Ucapnya terkejut.


"Kenapa? Jujur saja urusanmu adalah aku bukan mereka," ucap tenang Lasmana Pandya.


Swuuuuuung!


Lasmana Pandya melepaskan aura pembunuh yang sangat pekat. Bahkan membuat Ying Lung, dan Yong Rong hampir tidak bisa mempertahankan kesadaran mereka.


"A-aura ini..." Ucap She Long terkejut, karena aura iblisnya seketika tidak terasa sekali.


Swuuuuush!


Lasmana Pandya menghilang, lalu ia muncul dibelakang She Long sambil melepaskan tinju yang telah ia aliri Geni Danyang.


Dhuuuaaaar!


She Long memblokir tinju Lasmana Pandya dengan kedua tangannya. Hal itu membuat She Long sendiri mundur lima langkah dari pijakannya.


Swoooooosh!


Api merah kehitaman berkobar lebih besar. Wajah She Long kini terlihat datar tanpa ekspresi.


"Ternyata apa yang dikatakan adik She Pian benar adanya," ucapnya tersenyum.


Swoooooooosh!


Bola api muncul dari kehampaan dan melesat kearah Lasmana Pandya. Lasmana Pandya sendiri tak kalah sengitnya, ia segera mengeluarkan Geni Danyang untuk menyambut bola api milik She Long.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Ledakan beruntun terjadi saat Lasmana Pandya memblokir serangan bola api milik She Long dengan kedua tangannya. She Long menyipitkan matanya.


"Kekuatannya setidaknya sama denganku, tapi ranah Kultivasinya..." Ucapnya kebingungan.


"Apakah ini sifat bangsa iblis ketika melakukan pertarungan?" Tanya Lasmana Pandya yang tiba tiba ada disamping She Long dan melancarkan tinjunya.


Dhuuuuuuaar!


She Long terpental sejauh dua puluh meter, ia segera menyeimbangkan tubuhnya dan wajahnya terlihat sangat kesal.


"Baiklah kita akan mengetahui pemenang dari pertempuran ini!" She Long tiba tiba merobek punggungnya sendiri dan menarik tulang belakangnya secara paksa.


Sraaaaaaack!


Suara tulang belakang yang berhasil ditarik oleh She Long. Meskipun sudah tidak ada tulang belakangnya, She Long terlihat biasa saja, tidak ada perbedaan yang jelas ditubuhnya.


Hal yang baru pertama kali dilihat oleh Lasmana Pandya membuatnya mengagumi sosok She Long yang menurutnya langka. Dan ia menebak tulang punggung She Long dijadikan sebuah senjata.


"Xiao keluarkan pedangmu atau kau akan mati...," Ucap dingin She Long.


Kraaaaack! Kraaaack! Swuuuuuuush!


Lasmana Pandya memiringkan kepalanya, terdengar suara tulang lehernya. Dan setelah itu muncul pedang emas ditangan kanannya.


Dibawah.


Kedua bidadari kematian wajah mereka menegang melihat sosok Hong Xiao ternyata lebih kuat dari mereka. Bahkan banyak rumor mengatakan Hong Xiao hanya berada di Glory Lima. Karena itu sampai saat ini mereka masih belum percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Saudari apakah dia benar Jendral Xiao," ucap Yong Rong.