Dewa Pembunuh

Dewa Pembunuh
Sena Vs Naga Bumi.


Aura pembunuh menyebar cepat seketika Lasmana Pandya melepaskan jurus Pemusnah Nirwana, sehingga pergerakan para Hewan Iblis terhenti dari langkah mereka.


Swuuuuush!


Seulieet lesatan energi Qi besar yang terbalut api merah kebiruan meluncur deras kearah ribuan hewan iblis didepannya.


Dhuuuuuaaar!


Ledakan dahsyat ketika energi tebasan pedang milik Lasmana Pandya membentur tubuh para Hewan Iblis, lesatan energi pedang terus bergerak menembus tubuh para hewan iblis dibelakangnya. Sehingga satu persatu dari mereka meledak menjadi kabut darah.


Ledakan yang cukup menggetarkan area hutan membuat sosok Naga Bumi yang bersemayam dipuncak gunung Kidul membuka matanya, aura iblis yang sangat kental muncul dititik puncak gunung, lalu menyebar kearah pertempuran Lasmana Pandya.


Seketika para hewan iblis mundur dari tempat mereka dan berlutut dengan cara duduk kearah gunung Kidul. Merasakan aura iblis yang mengerikan, disertai pergerakan dipuncak Gunung Kidul membuat pandangan Lasmana Pandya terarah keatas puncak.


Rooooooaaarh!


Benar saja, sesaat setelah aura iblis menyebar, sosok Naga Bumi penguasa Gunung Kidul mengaum menggetarkan seluruh area hutan, dibarengi dengan munculnya perisai menutup seluruh kawasan hutan lebat itu.


"Siapa yang berani ikut campur urusan hewan iblisku!" Suara tersebut sangat berat, dan cukup membuat gempa bumi disekitar pijakan Lasmana Pandya.


Seketika wajah Lasmana Pandya berubah menjadi pucat pasi, karena sosok Naga Bumi perlahan terbang kearahnya. Ukurannya yang besar, serta matanya yang kemerahan membuat sosok Naga Bumi terlihat sangat mengerikan.


"Tuan muda, kini giliran ku!" Ucap Sena dipikiran Lasmana Pandya.


Tanpa ingin menunda lagi, Lasmana Pandya segera bertukar tempat dengan Sena. Armor Geni Danyang aktif sepenuhnya, terlihat nyata.


Swuuuush!


Saat Naga Bumi melayang diatas langit tepat di atas para hewan iblis darat, sosok Naga Bumi yang terlihat mengerikan tersebut menatap tajam Lasmana Pandya, matanya yang besar serta ranah Kultivasi tingkat Surgawi Tiga mengedar dari tubuhnya, membuat sosok Naga Bumi menjadi penguasa Gunung Kidul.


"Kadal buntung jelek! Kau sungguh benar benar menakuti juniorku," ucap Sena kemudian menggelengkan kepalanya.


Naga Bumi hanya diam, namun matanya melebar mendengar ejekan bocah didepannya. Selama ribuan tahun hidupnya, baru kali ini ia merasa terhina, apalagi oleh bocah yang tiba tiba mengacaukan perebutan kekuasaan Gunung Kidul.


"Bocah! Apa kamu tidak tahu konsekuensi apa yang kamu dapatkan ketika menghinaku?" Tanya Naga Bumi masih melayang diatas langit.


"Jika kau mengatakan membunuhku ini, maka kamu salah besar."


Swooooosh!


Seketika tubuh Naga Bumi mengecil, dan berubah menjadi seorang manusia berwajah tua, kurus tak terawat. Melihat hal itu, Sena yang merasuki tubuh Lasmana Pandya menaikan kedua alisnya.


"Telah berovulusi menjadi manusia? Dia bukan Naga sederhana seperti yang aku pikirkan," ucap Sena.


"Tapi bukankah dipulau Jawa sosok Naga telah menghilang sejak jamanku," gumam Lasmana Pandya terheran heran.


"Bocah kenapa kau hanya diam saja? Apakah kini kau takut melihat sosok Naga yang agung berubah menjadi manusia?" Wajah tua itu menampilkan ekspresi mengejek.


"Hah takut! Apa aku salah dengar, atau telingaku yang banyak kotoran sehingga aku mendengar ucapanmu aku takut denganmu?" Sifat asli Sena mulai diperlihatkan.


"Bocah tak tahu diri!"


Swuuuuush!


Sosok pria paruh baya itu tiba tiba muncul tepat didepan Sena sambil melepaskan tinjunya. Senyum kecil diperlihatkan oleh Sena saat tinju tersebut hampir tiba didepan wajahnya.


Baaaaaamss! Dhuuuuaar!


Ledakan dahsyat membuat luapan energi Qi mereka berdua menyebar hebat, guncangan didalam hutan tersebut semakin menggila saat kedua tinju bertemu. Naga Bumi yang terpental sejauh seratus meter terbenam di dalam kaki gunung Kidul menampilkan wajah keterkejutan luar biasanya.


"Dasar kadal jelek, tua tak tahu diri! Kau kira aku takut dengan sosok sepertimu yang baru saja berovolusi!" Ucap penuh ejekan Sena.


"Mati!"


Swuuuush!


Naga Bumi kembali melesat kearah Lasmana Pandya, Naga Bumi pengendali tanah dan bebatuan itu kemudian mengibaskan tangannya, sehingga tanah serta bebatuan dibawahnya melayang lalu melesat kearah Sena dengan kecepatan diluar nalar dimata Lasmana Pandya sendiri.


Swuuuush!


Tak tinggal diam, Sena melesat kearah berlawanan dengan Naga Bumi sambil bergerak zig zag menghindari ribuan bebatuan, serta tanah yang mengeras kearahnya.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Ledakan mengguncang tanah, serta membuat banyak lubang kawah disaat batu serta tanah keras milik Naga Bumi menghantam permukaan tanah.


Sedetik setelah ledakan berturut turut terdengar, mereka berdua segera bertukar serangan dengan menggunakan tinju mereka berdua.


Setiap benturan tinju, ledakan, serta daya kejut terus menyebar kesegala penjuru hutan tersebut. Sena yang hanya bermain main, akhirnya membuka topik pembicaraan disela sela bertarungnya.


"Naga bodoh! Apakah kamu tahu perbedaan kekuatan kita!"


Naga Bumi menaikan kedua alisnya, karena fisik nyatanya adalah seorang hewan iblis yang tidak memiliki akal pikiran seluas manusia, Hewan Iblis kini tetap memfokuskan serangannya


"Mungkin akunya yang bodoh mengajak berbicara tentang akal denganmu!" Ejek Sena kemudian menampar sang Naga Bumi.


Plaaaaak! Dhuuuuaar!


Hanya sekali gerakan, Naga Bumi dibuat terbang kearah gunung Kidul dan membuat lubang kawah dibekas tubuhnya bersarang.


Swooooosh!


Hanya merenggangkan tangannya, daya hisap yang sangat kuat menyeret Naga Bumi kembali dihadapan Sena.


Plaaaaaaak! Dhuuuuuar!


Kembali Sena menampar wajah Naga Bumi sehingga Naga Bumi kembali dibuat terbang, namun sebelum menabrak kaki gunung Kidul, Naga Bumi merubah bentuknya kewujud aslinya, yaitu seekor Naga Bumi yang terkenal akan kekerasan tubuhnya.


"Bocah kau akan mati hari ini!" Suara berat Naga Bumi.


"Huh, sebenarnya jika kamu lebih kuat lagi mungkin aku akan terhibur."


Swuuuush! Baaaaamss! Dhuuuuaar!


Sena menghilang dari tempatnya, setelah itu muncul tepat didepan kepala besar Naga Bumi sambil mengayunkan tinjunya. Sehingga ledakan sangat dahsyat yang kembali menggetarkan seluruh isi hutan beserta gunung Kidul kembali menggelegar.


"Uuuuu keras sekali!" Ucap Sena terkejut sambil mengibaskan tangannya yang merasa kebas.


Bukannya serius, Sena malah menampilkan raut wajah kegembiraannya mengetahui daya tahan tubuh Naga Bumi itu.


"Tuan muda, sepertinya dia benar benar cocok digunakan sebagai tunggangan dan hewan pelindungmu!" Ucap Sena penuh semangat dipikirannya Lasmana Pandya.


Sedangkan Lasmana Pandya yang masih terpukau dengan pertempuran tingkat tinggi itu hanya bisa terdiam mematung.


Swuuuuush! Baaaams!


Saat sang Naga Bumi berhasil menyeimbangkan tubuhnya dari tinjuan Sena, ia segera mengibaskan ekornya kearah tubuh Sena. Namun tiba tiba wajahnya yang mengerikan menegang disaat tangan Sena menepis ekornya dengan mudah lalu membanting tubuhnya yang besar kearah tanah dibawah pertempuran mereka.


Baaaams! Dhuuuaar!