
Telapak tangan membentur asap api membuat She Wang terpental sejauh lima puluh meter dari tempat awal ia berada.
"Sangat cepat dan kuat!" Puji She Wang terkejut.
Meskipun sedikit ragu untuk kembali bertempur melihat kecepatan yang ditunjukan oleh Lasmana Pandya. She Wang akhirnya melepaskan seluruh energi api hitamnya sehingga tubuhnya benar benar terlalap oleh api merah kehitaman.
"Energi Iblis! Langit Bersatu Untuk Menghancurkan Seluruh Alam! Api Tak Terbentuk!" Teriak She Wang kemudian tubuhnya benar benar menjadi bola api yang mengambang.
Pancaran kuat energi api milik She Wang membuat Lasmana Pandya meningkatkan kewaspadaannya lebih tinggi. Cuaca malam yang sejuk gini berubah seratus delapan puluh derajat menjadi panas yang tak terkira.
"Pedang Bayangan Darah!"
Swuuuuuush!
Lasmana Pandya melesat dan kemudian menebas bola api yang tak lain perwujudan dari She Wang.
Slaaaaaash!
Sayangnya, tebasannya tidak terjadi apa apa melainkan Lasmana Pandya seperti menebas celah kosong pada udara didepannya.
"Bocah kau terlalu naif! Mati!" Teriak She Wang melesat.
Bola api merah kehitaman melesat deras kearah Lasmana Pandya yang kini menjauh dari kejaran She Wang.
Swuuuuuush!
Dua cahaya merah kehitaman dan merah keemasan terlihat terbang kesana kemari dengan kecepatan tinggi saling mengejar satu sama lain.
Dibalik pertempuran.
She Pian, She Yu, She Wei, dan She Kong menatap pertempuran kakak mereka dengan teliti.
"She Pian benarkah bocah itu dapat tumbuh secepat ini," ucap She Yu yang tidak mempercayai Lasmana Pandya kini menjadi sangat kuat.
"Kakak kedua aku juga tidak mempercayainya, bahkan ku lihat baj*ngan cilik ini masih menyembunyikan kekuatannya," ucap She Pian.
"Jadi kita harus berbuat apa?" Timpal She Kong yang di setujui She Wei.
"Jika aku membantu kakak pertama saat ini mungkin akan merubah kondisi pertempuran untuk sementara. Tapi tidak untuk seterusnya. Karena bagaimanapun bocah itu masih belum mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya," ucap She Yu tersenyum misterius.
"Kakak kedua benar," balas She Pian masih mengamati.
Lasmana Pandya yang sebenarnya sejak awal juga merasakan kehadiran aura lain tidak terlalu mengkhawatirkannya meskipun salah satunya kekuatannya sama dengan She Wang.
Swuuuuush! Dhuuuuuuuuaar!
Melihat She Wang lalai karena terus mengejarnya, Lasmana Pandya seketika memutsrkan tubuhnya dan melesat melawan arah dibarengi dengan melepaskan tapak apinya kearah She Wang sehingga ledakan kembali terjadi diatas langit membuat fenomena alam yang tadinya gelap menjadi sangat terang.
***
Disisi lain Utara tanah Jawa.
"Kakak, siapa yang melakukan pertempuran puncak?" Tanya khawatir Dewi Nyi Wulandari.
"Itu pasti dia," balas Prabu Rojo Boyo memantau dari jauh dua cahaya yang saling kejar kejaran.
"Adik sekarang kumpulkan pasukan, aku takut dia membutuhkan bantuan kita," ucap Prabu Rojo Boyo.
***
She Wang yang masih menggunakan wujud apinya tertawa kesetanan melihat serangan Lasmana Pandya yang tidak terlalu berarti baginya.
"Bocah lebih baik kau menyerah saja!" Ucap She Wang.
Lasmana Pandya menaikan alisnya melihat rasa percaya diri yang sangat tinggi pada She Wang untuk membunuhnya.
"Menyerah? Hehehehe dalam prinsip hidupku tidak ada kata menyerah dalam suatu usaha! Raja iblis, tidakah kamu merasa bahwa aku belum menggunakan seluruh kekuatanku? Lebih baik sebelum kau mati panggil adik adikmu sekalian untuk menghadapi ku saat ini," jawab tenang Lasmana Pandya sambil menatap kearah sudut selatan dimana She Pian dan yang lain bersembunyi.
"Ka-kau meremehkan ku!"
Swuuuuuuush!
Dari kehampaan muncul ribuan bola api yang sama seperti wujud She Wang. Hal itu membuat Lasmana Pandya menyunggingkan senyum misteriusnya.
"Jika kau masih keras kepala kau bisa mencobanya!" Ucap Lasmana Pandya kemudian mengaktifkan armor Geni Danyang dan pedang Sangka Geni secara bersamaan.
Kekuatannya naik drastis, tidak ada aura yang mengerikan, aura yang terpancar dari tubuh Lasmana Pandya juga sangat tenang. Karena saat ini ia tidak mengeluarkan sama sekali aura pembunuhnya.
"Gawat, aku tidak bisa mengukur kekuatan alamnya," gumam She Wang mulai menunjukan kekhawatirannya.
"Mati!" Pada akhirnya She Wang tetap melanjutkan pertarungan dengan melepaskan ribuan bola api merah kehitaman kearah Lasmana Pandya.
Swuuuush! Dhuuuuuuaar! Dhuuuuuaar!
Lasmana Pandya bergerak sangat cepat sambil mengayunkan pedangnya dan membelah bola bola api yang menyebabkan ledakan maha dahsyat terjadi beruntun diatas langit.
***
Disisi selatan pulau Jawa, jutaan pasukan siluman yang dipimpin oleh ratu laut berkumpul membawa seluruh pasukannya.
"Kematian adikku harus dibalas dengan nyawa oleh bocah itu! Tidak penting apa latar belakangnya! Semua keluarganya harus musnah tak bersisa! Sekarang kalian cari dan kabarkan padaku dimana keberadaannya!"
"Baik!"
Swuuuuush! Swuuuush!
****
Ledakan terus beruntun disaat pedang Sangka Geni terus membelah bola api merah kehitaman milik She Wang. Hingga She Wang sendiri terkejut melihat kebenaran yang dikatakan oleh Lasmana Pandya.
"She Yu bantu aku!" Teriak She Wang melihat Lasmana Pandya semakin dekat menuju kearahnya.
"Hhhmmmppp!"
She Yu muncul tepat dihadapan Lasmana Pandya dan memberikan serangan tapak api yang hanya mengenai armor Geni Danyang.
Dhuuuuuuuuaar!
Ledakan terjadi, namun Lasmana Pandya hanya terhuyung lima langkah kebelakang sambil meningkatkan kewaspadaannya menatap She Yu yang nyatanya lebih kuat dari She Wang.