Crazy Wife

Crazy Wife
bab 8


Celia percaya bahwa memang lelaki yang bisa menikahi nya harus bersyukur, karena ia adalah wanita penuh kesempurnaan, tak ada lecet dalam diri nya!


Kedua alis Kendrick saling bertautan, ekor mata nya melirik Celia, "Bersyukur?"


"Bersyukur atas ketidakwarasan ku? Oh skakmat! mengapa ada manusia sepercaya diri seperti mu?" Kendrick menanggapi  dengan tawaan garing tak suka, tak lupa memberikan sorot mata sinis.


Mata Celia membelak kecil, "Kau mengatakan apa?" Teriak Celia sambil menarik kerah kemeja yang Kendrick pakai.


Darah Celia sekarang sudah mencapai titik didih, ingin sekali menghajar lelaki bernama Kendrick itu. Demi Tuhan, ini mengesalkan bagi nya.


Kepala Kendrick mundur, "Calm down girl, simpel saja aku hanya ingin mati bersama mu, hingga ajal menjemput." Ujar Kendrick pelan, ia sedikit merasa panas dingin apalagi ketika Celia menempelkan tubuh nya, pada tubuh Kendrick.


"Oh ingin mengoda ku lagi kau bajingan?! Ingin mati ya?" Ancam Celia dengan kejam, mata nya benar-benar menyorot pada ketidaksukaan, kesal bukan main.


Tubuh Kendrick mundur, hingga tangan Celia terhempaskan, "Memang nya aku tengah menggoda mu?" Tanya nya mengerutkam dahi heran.


Kendrick merapikan kemeja nya dengan kesal, membuka dua kancing atas, lantas memasukan tangan pada saku celana hitam yang tengah ia kenakan.


"Kau pikir telinga ku sudah tak berfungsi?"


"Oh...kau terlalu percaya diri nona, aku tengah menggoda wanita di samping mu." Seru Kendrick dengan senyuman mengejek, memberikan tatapan tak percaya.


Bibir Celia berkedut, ia spontan menolah, menatap Angelian yang terdiam menyaksikan pertengkaran antara kedua sejoli Kendrick dan Celia.


"Tidak...Nona, aku sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan calon suami anda." Ujar Angelian panik, ia meremas baju bawah nya karena takut akan tatapan yang Celia berikan.


"Dan siapa yang mengatakan bahwa aku memiliki hubungan dengan mu?"


"A-ku-" Terdengar jika ucapan Angelian terbata-bata, meruntuki kebodohan nya sendiri bagaimana bisa dia dengan percaya diri berkata demikian.


"Aisss, Ku panjatkan rasa syukur pada Tuhan jika kau yang menikah dengan lelaki sialan ini Li, bukan aku!" Ujar Celia sambil menekuk kedua tangan nya lalu menyatukan seperti tengah berdoa.


Angelian malu setengah mati.


"Besok pukul delapan pagi, aku akan kemari."Celetuk Kendrick, ketika ia sudah tidak melihat punggung Angelian yang sudah menghilang meninggalkan mereka berdua.


Kening Celia mengerut heran bercampur binggung, "aku sibuk, tidak bisa." Ketus Celia tanpa menatap Kendrick.


Seharus nya dia pergi jauh-jauh dari hidup ku!


"Ayolah, aku ingin mengajak mu berkunjung ke apartemen ku, tidak ingin?"


Celia hampir tersedak nafas nya sendiri, ia menolah menatap Kendrick sengit, "Apa yang akan kau lakukan?" Tanya nya dengan perasaan merinding sensual.


Bibir Kendrick tertarik senyum miring,"Menurut mu apa yang akan di lakukan pasangan jika berada di apartemen, hanya berdua?" Ucap Kendrick pelan.


Seketika mata Celia membulat, ia menggeser tubuh nya,"Kau ternyata mesum yaa! Not bad, anything for u."


Ekspresi Kendrick seketika berubah, padahal yang ia inginkan adalah wanita yang berbicara dengan nya ini akan menganggap jika Kendrick adalah lelaki mesum, lalu membatalkan perjodohan konyol ini.


Tapi apa-apaan ini? Kenapa malah Kendrick rasa ia yang di goda.


Celia memajukan tubuh nya, bibir nya mendekat pada telinga kanan Kendrick, tapi sebelum membisikkan kalimat, ia harus berjinjit terlebih dahulu untuk mencapai telinga Kendrick.


"Besok akan ku tunggu, jangan terlambat." Bisik Celia pelan.


"Hahahha, persiapan diri mu besok ya!" Lanjut Celia di iringi dengan mencium pipi kanan Kendrick.


Lalu Celia segara melangkahkan kaki nya pergi dari hadapan Kendrick dengan perasaan yang sangat ia sesali, karena telah memcium pipi lelaki itu tanpa aba-aba.