
Louis tersenyum tipis, sangat tipis hingga tak ada yang bisa melihat senyuman milik nya.
"Ck, ayo minum." Ajak Bryan dengan mata antusius.
Bryan mengambil satu botol bir, tangan nya dengan cekaten membuka segel yang melingkari bibir bir sebagai pelindung. Dareen berdiri dia mengambil dua gelas lalu segera menaruh di hadapan Bryan.
"Sekalian, aku malas." Pinta Dareen pada Bryan.
"Dasar pemalas pantas saja tidak ada wanita yang mau dengan mu." Sindir Bryan tanpa menatap Dareen,dia menuangkan bir itu pada kedua gelas yang ada di hadapan nya.
"Cih, kau saja juga belum mendapatkan seorang kekasih, ingin mengejek ku?" Jawab Dareen sinis.
Jika di ingat memang mereka berlima masih lajang tak memiliki kekasih.
Mereka bertiga yang tak lain, Louis, Zico, dan Kendrick menuangkan bir mereka masing-masing.
"Bersulang." Ujar Kendrick ketika ia rasa keempat lelaki itu sudah mengisi gelas dengan bir.
Mereka memajukan gelas lalu bersulang, hingga terdengar gelas bergesekan seperti terbentur kecil sebagai tanda sulang, lalu mereka secara kembali duduk, lalu meminum bir dengan nikmat.
"Aku ingin menikah." Tiba-tiba Kendrick berucap saat ia sudah meminum sedikit bir, menikmati minuman laknat itu tatkala masuk dalam kerongkongan ny.
Tak mungkin Kendrick harus menyembunyikan, jika akan segera melangsungkan pernikahan, apalagi waktu yang di tentukan sangat tak wajar.
Dengan gelas yang masih menampung bir, hentakan kasar pada gelas itu membuat bir bergelombang, Kendrick menyentak gelas di meja dengan kasar.
Bryan yang sedang asik meneguk bir tiba-tiba mata nya melotot menatap Kendrick.
"Uhukkk... " Terdengar jika Bryan terbatuk-batuk, seperti nya bir yang dia minum salah masuk saluran ke tenggorokan hingga tersedak
Dareen terkejut, namun ia kembali berdiri dari duduk nya, lalu memukul leher belakang Bryan,"Bocah!" Ujar nya dengan intonasi tinggi.
"Diam, jangan kau pukul terlalu keras bodoh!" Pekik Bryan di imbangi dengan suara terbatuk.
Bryan mana tau jika dia akan tersedak, salahkan Kendrick yang langsung berbicara tentang pernikahan hingga membuat nya seperti ini.
"Aku ini membantu mu sialan." Jawab Dareen dengan santai dan terus memukuli belakang leher Bryan.
Niat nya adalah membantu. Tak salah bukan?
"Membantu kepala mu, uhukkk...." Seru Bryan sambil memegang dada nya yang sedikit terasa nyeri.
"Kau mau menikah? What the fuck? Jangan bercanda Ken!" Zico sedikit tak mempercayai ucapan Kendrick, bukan kah Kendrick tak pernah dekat dengan wanita mana pun, apa-apaan ini, Zico merasa ini semua hanya khalayan milik lelaki itu.
"Yang benar saja, aku tak pernah melihat mu dekat dengan wanita. Kau ingin menikahi lelaki hah?" Celetuk Bryan cepat, menggelengkan kepala tak percaya.
Kendrick menggembung kan hidung nya kesal setelah mendengar ucapan Bryan yang seperti tengah mengejek nya, "Ya, aku akan menikahi seseorang berbatang, ingin bergabung?"
"Tidak waras, lebih baik kita bawa Kendrick ke orang pintar!" Seru Dareen histeris. Dia menatap wajah Kendrick memelas, kasian, ya itu lah yang Dareen rasakan karena Kendrick tertarik dengan sesama jenis bukan lawan jenis.
"Kau akan menikahi putri keluarga Fishanbray?" Akhirnya Louis berucap sekian lama dia terdiam mendengar dan melihat keributan yang terjadi.
"Waw, kau tau bung?" Seru Kendrick dengan tampang wajah terkejut, ia mengalihkan pandangan nya dari Zico lalu menatap Louis.
"Ya."
"Jadi, kau akan menikah wanita atau lelaki? Jika memang benar kau akan menikahi lelaki, aku lebih baik tak akan datang ke acara mu, memalukan." Ucap Dareen bergidik ngeri, membayangkan jika Kendrick dengan bangga nya memperkenalkan seorang lelaki sebagai pengantin nya.
"Besok akan ku pastikan untuk terakhir kali nya kau bernafas Dar." Ancam Kendrick pada Dareen.
"Oh mau adu senjata api bersama ku ya?" Jawab Dareen percaya diri, tanpa ada nya rasa takut pada ancaman Kendrick.
Kendrick tersenyum kecil, ia kembali meneguk bir nya, "Aku akan menikahi anak semata wayang keluarga Fishanbray, pernikahan akan di adakan minggu ini." Ucap Kendrick sembari menyenderkan tubuh pada kursi.
Bryan mengerutkan dahi nya heran,"Celia?" Tanya nya pada Kendrick.
Kendrick menganggukan kepala nya sebagai jawaban,"Aku tak menyangka, calon ku begitu famous, hingga bajingan seperti mu mengenal nya."
"Shitt! Mengapa harus Celia! Dia wanita incaran ku."
"Ambil saja jika kau mau." Jawab Kendrick dengan mata memutar, lagi pula ia juga tak menyukai Celia.
"Bodoh, bagaimana bisa kau mengatakan itu?" Ucap Dareen kesal setengah mati.
"Cih, aku tidak menyukai nya, jika ingin mengambil nya, ambil saja, aku tak peduli." Ujar Kendrick memutar bola mata nya malas.
"Menikah lalu bercerai." Celetuk Louis dengan pandangan mata santai, bibir nya sedikit tertarik hingga menimbulkan senyuman miring.
"Aku seperti nya tidak bisa datang." Sela Bryan untuk menghentikan perdebatan yang terjadi.
"Kenapa? Jika menginginkan Celia aku akan membawa nya untuk mu saat malam pertama." Ucap Kendrick pelan, terbesit di pikiran nya, jika Bryan merasa cemburu.
"Cih, jika kau sudah mencintai, aku hanya bisa menertawai mu Ken." Ketus Dareen tanpa menatap Kendrick.
"Sudah lah, lagi pula aku memiliki banyak wanita, aku hanya memiliki ketertarikan belaka untuk Celia, dan lagi, aku tidak mempunyai niatan untuk merebut wanita sahabat sendiri." Tegas Bryan sambil menuangkan bir kedalam gelas, lalu meminum bir yang berada di gelas itu.
Kendrick tersenyum,"Aku bukan lelaki bodoh, aku tau kepribadian mu."
"Hahahha, ngomong-ngomong aku besok akan kembali ke perkerjaan, mungkin aku tidak bisa datang Ken." Seru Bryan dengan serius, dia mencoba memberikan alasan.
"Jangan becanda, ini adalah pernikahan ku, come on bung, jangan begini." Jawab Kendrick lesu, ia tentu nya berharap akan kedatangan sahabat-sahabat nya, walaupun terbesit bahwa pernikahan nya dengan Celia atas paksaan.
"Baik-baik, akan aku pertimbangan, namun sebelum itu berikan aku sesuatu dulu." Seru Bryan dengan kedipan mata menggoda.
Kendrick terkekeh pelan, ia lalu menggelegkan kepala, tentu saja ia sudah paham apa yang Bryan ingin kan, dengan senang hati pula Kendrick akan memberikan si mesum Bryan agar mendapatkan kepuasan hasrat pribadi nya.