
Celia sedikit menggeser tubuh nya gusar, ia menatap kedua mata Mommy Tera dengan tatapan membusung tak betah.
"Damn, tuhan memberkati ku, namun juga membawa ku kedalam masalah!" Gumam nya kecil dengan gerutuan tak suka, hidung nya kempas-kempis merah.
"Permisi, aku ingin kembali ke kamar ku." Seru Celia sambil membalikan badan nya cepat lalu melangkahkan kaki nya pelan-pelan sembari mendongokan kepala kecil, menatap interior plafon ukiran huruf di atas nya.
Kini ia tundukan kepala nya, menutup mata pasrah, rasa nya Celia ingin marah, namun pada siapa?
Rasa kesal yang ia rasakan benar-benar membuat nya muak, ingin sekali Celia berteriak bahwa lelaki pilihan Mommy Tera sangat buruk!
Tak mengerti keinginan nya, Celia menginginkan lelaki hot dan bermulut manis memabukan bagai gulali, bukan lelaki jadi-jadian seperti Kendrick.
"Nona, mengapa raut wajah anda begitu buruk?" Ujar seorang wanita muda berambut hitam legam yang tak lain adalah salah satu maid di rumah Celia.
Dia adalah Angelian, gadis berusia 19 tahun yang memiliki wajah mungil lucu. Mereka bagai teman dekat, sekalipun Angelian maid namun menurut Celia, Angelian adalah teman dekat nya.
Spontan Celia menghentikan langkah nya, menoleh secara perlahan menatap Angelian yang tengah menundukkan kepala nya, menatap bawah.
"Sungguh, aku tak menyangka, lelaki yang mommy pilih, sangat buruk, Li! Rasa nya aku ingin kabur."
Angelian mangut-mangut, ia masih menundukkan kepala nya,"Mengapa Nona, bukanya anda begitu ingin memiliki pasangan serius?" Tanya nya heran.
Karena semenjak deket dengan nona muda, Angelian begitu yakin bahwa nona nya begitu ingin menikah, memiliki pasangan.
"Jangan menundukkan kepala mu begitu, aku tidak suka." Tegas Celia memberikan titah.
Jika Angelian menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan. Sungguh Celia sudah menggangap Angelian sebagai sosok teman, ia merasa risih apabila gadis yang ada di hadapan nya ini menunduk bagai budak.
"Hari ku ini sangat sial, bagaimana bisa pilihan mommy sangat buruk, lelaki itu berfisik tampan, bahkan sangat tampan, namun dari sifat lelaki itu sangat egois, bahkan tak sudi untuk mengalah, di awal pertemuan saja sudah membuat ku hampir gila, bagaimana jika aku menjalani kehidupan ku dengan nya? Aku akan mati muda!" Ucap Celia panjang lebar dengan perasaan menggebu-gebu, nada bicara kesal apalagi jika mengingat kejadian di mana ia bertemu dengan Kendrick.
"Aku tau, aku memang tampan." Celetuk seorang lelaki dengan kerutan pada dahi nya, lelaki itu berdiri kokoh di samping tubuh Celia, lalu di tatap nya wajah gadis itu yang tengah memerah padam, bukan malu tapi geram.
MENGAPA LELAKI SINTING ITU ADA DI SINI?!
"Astaga, mengapa kau menampakan wajah mu di depan ku!" Ketus Celia dengan intonasi tinggi saat mata nya bertemu dengan tatapan dari mata Kendrick.
"Hm? Maaf jika mambuat mu marah," Sesal Kendrick dengan intonasi rendah mengalihkan pandangan nya dari mata Celia.
Hembusan nafas terdengar begitu keras, "Semudah itu kau mengucapkan kata maaf, sesudah membuat ku hampir hipertensi, ingin ku bantai ya?" Ancam Celia melotot kan mata nya geram.
"Bantai di mana? Di ranjang?" Kendrick berseru dengan intonasi berat, memberikan tatapan menggoda.
Celia hampir tersedak nafas nya sendiri, hah? Apakah ini hanya halusinasi? Lelaki yang berada di hadapan tubuh nya menggoda diri nya? Tidak mungkin! Apakah kewarasan Kendrick benar-benarĀ sudah menurun?
"Kau gila?" Celia menatap was-was Kendrick.
Bola mata Kendrick berputar malas,"Yayaya aku gila karena akan menikah dengan mu." Ujar Kendrick tersenyum misterius, menyinggungkan bibir nya.
Hampir saja Celia terhipnotis oleh senyuman Kendrick, segera ua menggelengkan kepala nya kuat, "Bagus jika kau sudah menyadari nya! Seharusnya kau bersyukur!" Seru Celia dengan bangga.
Tentu saja dengan dada membusung bangga.