
Mata Kendrick sedikit melirik jam tangan yang ia gunakan, lantas mata nya bergerak menatap tirai yang Celia gunakan untuk mengenakan gaun nya. Apa nya dia lakukan? Konser? Lama!
"Kenapa Celia tidak keluar untuk menunjukkan gaun yang dia akan gunakan?" Seru nya dalam batin resah.
Kaki jenjang milik Kendrick berdiri dari duduk manis nya, mata nya bergerak liar terus menatap sekitar, pikiran nya malah kemana-mana, spontan mata nya menemukan satu titik di mana seorang pelayan yang sedang membawa beberapa gaun di tangan nya sembari terlihat menunggu seseorang.
Kendrick memasukan tangan nya di saku, lalu melangkahkan kaki nya mendekat pada pelayan itu, "Attention please." Kendrick berseru dengan senyuman manis.
Pelayan itu tersentak, kepala nya langsung tertoleh menatap Kendrick dengan ramah, diam beberapa saat tatkala mata nya melihat seorang lelaki yang begitu tampan sedang mengajak nya berbicara.
"Yes sir? How we help you?"
"Di balik tirai ini?" Kendrick menggantung kalimat nya, menunjuk salah satu tirai.
Pelayan tersebut langsung mengangguk kepala mengerti, "Atas nama Nona Celia?" Pelayan itu bertanya balik.
Kepala Kendrick mengangguk pelan, "Iya, kemana pergi nya wanita itu?"
'Ataukan Celia ingin membuat surprise?' BAHKAN SEKARANG KENDRICK DENGAN POLOS TETAP POSITIF THINGKING.
Pelayan itu mengerutkan dahi nya terkejut, "Sekira nya Nona Celia sudah mencoba lima gaun, mungkin kali ini sudah gaun keenam." Jelas pelayan itu tersenyum ramah.
Kendrick mengelus belakang leher nya dengan pelan, lantas kaki nya berjalan mendekat pada tirai itu, tanpa pikir panjang Kendrick membuka tirai tersebut dengan kasar hingga menampilkan Celia yang sedang mengunakan gaun pengantin dan memfoto diri nya sendiri.
Terkejut sesaat ketika bola mata Celia melihat Kendrick yang sedang menatap nya melewati kaca, "Kendrick?" Celia bergumam kecil, nada bicara nya terdengar sedikit bergetar.
Dengan perlahan Celia membalikan tubuh nya."Dasar mesum!" Teriak nya dengan mata yang melotot.
Kendrick mengubah ekspresi nya, ia menyipitkan mata nya kaget saat telinga nya terasa berdengung, "Jangan berteriak Celia."
"Dasar lelaki mesum! Ingin mengintip ku ya?" Seru Celia yang sudah berfikir aneh-aneh. Bayangkan saja Kendrick tiba-tiba membuka tirai dengan tiba-tiba, hampir membuat jantung nya keluar melalui mulut.
Namun untung nya saat itu Celia sudah memakai gaun nya, jika tidak? Entah lah mungkin Celia akan memukul dengan kasar lantas mengcakar-cakar wajah Kendrick.
Kendrick kembali menutup tirai itu kasar, merasa amat kesal tatkala Celia menggiring opini tanpa tau kenyataan nya.
Langkah Kendrick berhenti, ia membalikan tubuh nya, kembali berjalan membuka tirai itu dan membuat Celia kembali berteriak untung saja ia langsung membekap mulut Celia dengan cepat.
Pelayan yang menyaksikan interaksi Kendrick dan Celia hanya mampu tersenyum tipis, jika boleh di ungkapan pelayan itu cemburu karena Celia bisa mendapatkan seorang lelaki tampan seperti Kendrick.
Kendrick melepaskan bekapan tangan nya setelah beberapa detik.
"Kau mau membunuh ku ya, JANGAN HARAP JADI DUDA!" Teriak Celia dengan mata yang begitu tajam.
Kendrick menatap sebentar Celia, lalu mata nya tertuju pada headphone yang sedang wanita itu genggam begitu erat.
Sedikit menggeser tubuh nya Kendrick dengan sengaja mengambil headphone milik Celia, dan di situ lah Kendrick paham mengapa Celia tak keluar dari balik tirai sedari tadi untuk menemui nya dan menanyakan gaun yang sedang Celia gunakan.
"Bryan?" Kendrick bergumam kecil.
Mata Celia membulat seketika, ia menarik headphone itu secara kasar namun nyata nya kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan Kendrick.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Celia kembali mencoba mengambil headphone nya.
Bola mata Kendrick sedikit membesar, lalu tangan nya menyodorkan headphone milik Celia agar kembali. Tanpa berbicara apa-apa Kendrick segera keluar namun dengan sedikit mendorong tubuh Celia pelan.
Kendrick menghampiri pelayan yang melayani Celia. Kendrick mengambil dompet yang berada di saku milik nya lalu, memberikan kartu hitam sebagai alat transaksi.
"Pakai ini untuk membayar apa yang wanita itu beli, dan bilang pada nya setelah membeli gaun agar segera membeli cincin pengantin!" Tegas Kendrick lalu segera berlalu pergi saat kartu hitam itu di terima oleh palayan dengan binggung.
Bahkan Kendrick pergi tanpa pamit, mungkin saja Celia akan marah-marah nanti, namun siapa yang peduli? Kendrick hanya ingin segera pulang agar otak nya bisa kembali waras.
Jika kalian berfikir bahwa ia cemburu, salah besar, ia hanya kasian pada nasib buruk yang terus mengejar nya.