
Hari berikutnya di bazar kampus.
Axel dan Sienna berteduh dibawah pohon Cemara yang rindang dibelakang stand.lapang yang ditumbuhi rumput hijau disanalah mereka berdua duduk tanpa alas ataupun tikar.
"kalian kemarin membicarakan apa sampai ga menyadari kehadiranku"
"urusan perempuan"
"pasti soal pria,siapa pria yang beruntung itu sampai membuat kamu bisa terlihat bahagia?"
"bukankah kalian juga kaum pria kalau sudah berkumpul pasti membicarakan wanita?"
"iya juga sih"Axel merebahkan tubuhnya diatas rerumputan"sudah jam makan siang.apa kamu lapar?mau aku belikan sesuatu?"
"boleh"jawaban Sienna yang begitu sangat sederhana.
Axel segera bangun dan berdiri"mau makan apa?"
"apa saja terserah kak Axel"
"baiklah tunggu sebentar aku belikan dulu"Axel bergegas pergi membeli makan siang di sebuah kedai yang tidak jauh dari bazar.
Sienna kembali memeluk lututnya.hari ini rasa rindu Sienna benar-benar tidak bisa di bendung lagi"apa aku harus ke dunia atas lagi?"pikiran itu terlintas seketika,jalan satu-satunya untuk bertemu Seth memang menghampirinya"tapi bagaimana kalau Seth tetap ga mau bertemu.haaah.....aku harus bagaimana?"Sienna meraih sebatang ranting pohon Cemara yang tergeletak disampingnya lalu menulis nama"Seth "diatas rumput dengan ranting pohon yang ada di tangannya.
"Sienna"Axel tiba-tiba berdiri di depannya. mengejutkan Sienna yang sedang termenung.
"cepat sekali,dimana makanannya?"Sienna tangannya kosong tanpa membawa apapun.
"rektor menyuruh kita ke ruangannya,ayo...."Axel mengulurkan tangan.
"baiklah,ayo"Sienna menyambut uluran tangan itu lalu mereka berdua meninggalkan bazar dan menuju lahan kosong yang di pakai untuk parkir kendaraan para pengunjung bazar.
WOSH
Angin dingin tiba-tiba menerpa wajah Sienna,rasanya seperti angin yang di kirim dari syurga begitu sejuk melewati kulit wajah sienna.tercium wangi bunga burundanga yang terbawa hembusan angin dingin itu sampai menyengat menusuk hidungnya"i-ini...."jarak pandang Sienna tiba-tiba melemah semua yang dia lihat mendadak buram"k-kak...."Sienna balik badan berharap Axel dapat membantu meniup matanya yang bermasalah,tapi Sienna terkejut melihat pria yang ada di belakangnya bukanlah axel wajah ini terasa familiar tapi tidak begitu jelas karena mata Sienna berkabut.Sienna menggosok-gosok kedua matanya "ka-kamu..."tiba-tiba kaki Sienna terasa lemas seakan tidak bertulang di susul dengan kelunya lidah Sienna.lalu....
BRUUG
Tubuh Sienna terkulai lemah, pandangannya semakin kabur dan perlahan menggelap.sebelum semuanya menjadi sangat gelap Sienna melihat sekilas pria itu berjalan mendekatinya "kita bertemu lagi Sienna"suara itu terdengar samar-samar ditelinganya hingga akhirnya semua menjadi gelap seketika.
Axel yang saat itu sudah kembali dari membeli makanan terkejut karena dia tidak mendapati Sienna di tempatnya.axel berkeliling disekitar tapi tidak ada.dia lalu berputar-putar disekitar bazar dan mencoba bertanya pada mahasiswi kampusnya yang dia temui"aku ga lihat Sienna hari ini"jawaban itu yang keluar dari mulut mereka,bahkan ada juga yang mengatakan "bukankah dari tadi kalian bersama?"haah....ya tadi memang mereka masih bersama sebelum Sienna menghilang.axel akhirnya memutuskan untuk pergi ke stand Amber tempat yang biasa Sienna kunjungi,saat Axel tiba di stand Amber Axel juga tidak melihat adanya Sienna disitu,hanya ada Amber seorang diri yang tengah sibuk memakaikan rancangannya di manekin"apa kamu melihat Sienna?"
"hari ini sienna belum datang ke standku,apa terjadi sesuatu pada Sienna?"amber melihat ada sedikit kekhawatiran di wajah axel.
"aku ga tau,tadi aku tinggal Sienna sebentar untuk membeli makan siang,tapi ketika kembali Sienna sudah ga ada di tempat dan aku juga sudah berusaha mencari sekitar bazar bahkan bertanya sama mahasiswa kampus kita tapi mereka juga ga melihat sienna"Axel berusaha menjelaskan pada Amber,dua kantong makanan itu masih ada di tangannya.
"apa sudah coba menelepon?siapa tau dia mendadak ada kepentingan"
(nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan) terdengar pesan suara dari operator.berkali-kali Axel menghubungi nomor Sienna dan barkali-kali itu juga Axel mendapat pesan suara.
"ga aktif"
"aku akan tutup stand dulu kita cari Sienna sama-sama"amber segera menutup standnya dan membantu Axel mencari Sienna di sekitar bazar sekali lagi.
Hingga petang tiba mereka tidak menemukan Sienna dimana pun.kegelisahan Axel semakin terlihat jelas membuat Amber bersedih.
"aku akan coba cari Sienna di rumahnya"Axel meraih tangan amber dan menggenggamnya erat"amber terimakasih untuk bantuannya hari ini"
Pipi amber merona.hatinya berdebar sangat kencang.perasaan bahagia menyelimuti hatinya menutupi kesedihan yang baru saja dia rasakan.
Sebuah motor BMW HP4 Race melaju dengan kecepatan tinggi,menembus diantara keramaian kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya dan berhenti di depan sebuah rumah bercat putih.axel melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam rumah karena tidak ada satu lampupun yang menyala.untuk menghilangkan rasa penasaran Axel mencoba mengetuk pintu siapa tau Sienna tertidur dan lupa menyalakan lampu.
TOK TOK TOK
"SIENNA....SIENNA...."berkali-kali Axel mengetuk pintu dan memanggil nama Sienna tapi tidak ada jawaban sama sekali.hening dan tenang.
Axel mencoba menghubungi ponsel Sienna kembali tapi lagi-lagi suara operator yang menjawab.
"Sienna kamu dimana?"gumam axel.hatinya benar-benar gelisah dan khawatir,pikirannya di bayangi dengan hal buruk yang terjadi pada Sienna.
**
Di dunia langit.
BRAAAK
"BAGAIMANA BISA MENGHILANG?BUKANKAH AKU SUDAH BILANG KAMU HARUS TERUS BERADA DI SAMPINGNYA,DASAR PRAJURIT TIDAK BECUS...."
"ma-maafkan hamba ketua,hamba sudah bersalah"wajah prajurit Zhao tertunduk,tangannya mengepal gemetar, keringat dingin mengucur dari balik baju zirahnya.
"apa yang terjadi pada Sienna?"Seth muncul dari balik pintu,lalu menghampiri prajurit Zhao"KATAKAN APA YANG TERJADI?"di raihnya pundak prajurit Zhao dan menatapnya tajam sementara prajurit Zhao semakin menundukan kepalanya.rasa bersalah menyelimuti hatinya.
"hamba berani bersumpah bahwa hamba selalu ada di samping nona seperti yang ketua dan tuan Seth perintahkan.waktu itu hamba hanya melirik seorang anak perempuan yang mengejar balon lalu ketika hamba melihat nona kembali tiba-tiba nona menghilang,hamba tidak mengerti apa yang terjadi dalam beberapa detik itu?"
Seth terdiam menatap wajah yang tertunduk itu.dia mengerti perasaan prajurit Zhao.
"apa kamu melihat ada seorang pria waktu itu?"
"hamba tidak melihat siapa-siapa tuan Seth"suara prajurit Zhao terdengar bergetar dan semakin menekuk.
Seth dan ketua terdiam dan saling pandang,mereka berdua sudah bisa menebak apa yang terjadi pada Sienna dan siapa pelakunya.