
Seth terlihat melamun didepan jendela mengingat kembali ucapan ketua hari itu
"sedang apa disitu?"tanya Sienna keluar dari kamar membuat Seth tersadar.
"aaahh....aku-aku hanya melihat hujan,apa mau aku bikinkan kopi?"
Sienna menggeleng.
"jam berapa ini?"tanya sienna sambil melirik jam dinding.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam.
"besok aku akan ijin ga masuk kerja, kelihatannya aku butuh istirahat"
"BAGUS...."Seth berteriak reflek.
Sienna sontak melihat wajah seth"semangat sekali?"tanya Sienna heran.seth hanya tersenyum.
Sebenarnya itulah yang Seth harapkan agar Sienna tetap aman dari rencana busuk CEO.
"dimana ponselku?"Sienna mencari-cari ponselnya
"aku rasa di kamar,biar aku ambilkan"Seth segera masuk kedalam kamar dan mengambil ponsel Sienna yang tergeletak diatas bantal.lalu memberikannya
Sienna langsung menghubungi pihak kantor saat itu juga
"pak manager sepertinya aku kurang enak badan,jadi besok aku ijin ya"
"baiklah pak, terimakasih"
Sienna menutup teleponnya.
"gimana?"tanya Seth yang sedari tadi ada disamping Sienna menguping pembicaraan mereka
Sienna mengangguk sambil tersenyum.
"baguslah"Seth benar-benar tenang mendengarnya.
Tiba-tiba senior kampus Sienna menghubungi Sienna.
"hallo...senior"Sienna sedikit menjauh dari Seth.cukup lama mereka bicara di telepon,Seth hanya melihat Sienna angguk-anggukan kepalanya lalu menutup teleponnya.
"ada malam-malam begini dia menelepon?"
"besok aku harus ke kampus karena CEO perusahaanku akan datang ke kampus"
"ke kampus?ada apa?"
"entahlah,katanya sih penting"
"sialan....dia benar-benar sudah mengaturnya dengan baik"bisik Seth geram.
"sudahlah,aku mau istirahat,besok harus bangun pagi sekali"
"apa ga makan dulu?"
Tanpa menjawab Sienna langsung masuk kedalam kamar dan memutuskan untuk kembali tidur.
"baru bangun udah tidur lagi?apa ga sakit mata?dari siang juga ga makan,apa dia ga lapar?"gumam Seth melihat Sienna yang sudah berselimut.
Seperti biasa Seth berjaga di kamar Sienna dan duduk disamping tempat tidur.
"haaahh...."terdengar nafas berat Seth sambil menenggelamkan wajahnya.
"kenapa?"tiba-tiba Sienna membuka matanya.
"si-sienna...?"Seth terlihat terkejut"bukannya kamu udah tidur?"
"tadi siang aku tidur cukup lama,jadinya sekarang ga bisa tidur"ucap Sienna sambil duduk"apa ada masalah?"tanya Sienna.
Seth menjawab dengan menggeleng.
"kamu yakin?"
"aku baik-baik aja"jawab Seth sambil berdiri.
GREEEBBB
Sienna menahan tangan Seth.
"selama ini kamu selalu membantu aku dan kamu adalah tempat ternyaman buat aku,apakah aku ga bisa jadi tempat ternyaman juga buat kamu?"
"bukan begitu"
"apa masalahnya sangat berat?"Sienna penasaran
"ga ada apa-apa kok,kamu tenang aja"Seth menepuk pelan punggung tangan Sienna yang masih memegang tangannya.
"duduklah"pinta Sienna.
Dengan menurut Seth pun kembali duduk.
"katakan ada apa?apa terjadi sesuatu?"desak Sienna.
Seth terdiam sejenak lalu menunduk.
"apa aku segila itu hingga harus menceritakan apa yang ketua katakan pada cucunya sendiri?"bisik Seth masih menunduk
"jangan-jangan..."
"jangan-jangan apa?"Seth menatap Sienna dengan mata melototnya.
"jangan-jangan kamu menghamili anak orang?"tanya Sienna tiba-tiba
"APA??"sontak Seth terkejut mendengar pertanyaan Sienna yang ga masuk akal"bagaimana mungkin? memangnya kapan aku pernah dekat dengan wanita lain selain kamu?"jawaban Seth membuat Sienna sedikit tenang.
"haaahh...untunglah"bisik Sienna dalam hati.
Dua keturunan ini lama-lama bisa membuat Seth gila.
"aku janji akan menceritakan semuanya ketika saatnya tiba, sekarang pergilah tidur atau mau aku buatkan sesuatu?"Seth berdiri kembali dari duduknya
Sienna terlihat berpikir.
"sepertinya makan mie pedas enak?"
"siaaapp laksanakan...."Seth memberi hormat dan bergegas menuju dapur.
Ga butuh waktu lama untuk membuatnya,apalagi dengan tangan terampil Seth.
Dua mangkuk mie pedas sudah tersedia diatas meja.
"eemmm....wanginya...."Sienna beranjak dari tempat tidurnya mengikuti aroma dari mie yang menembus hidungnya membuat perutnya yang dari siang ga terisi apa-apa berbunyi.
"selamat makan"Sienna segera melahap mie pedas sampai habis ga bersisa.
Waktu menunjukkan pukul sebelas malam.
Sienna yang kekenyangan duduk manis di sofa sambil menonton televisi.
"masih belum ngantuk?"
"heemm"Sienna menggeleng sambil memanyunkan bibirnya.
"jangan sampai besok kesiangan loh"Ucap Seth seraya duduk disamping Sienna.
Tanpa ragu Sienna merebahkan tubuhnya dan membiarkan kepalanya dipangkuan Seth.
Seth membiarkan Sienna senyaman mungkin berada dipangkuannya.
Dan beberapa saat kemudian Siennapun terlelap.
Mulanya Seth hanya ingin memastikan apakah Sienna benar-benar sudah tidur atau hanya pura-pura seperti tadi.
"baguslah kalau sudah tidur".
Pandangan Seth teralihkan seketika, Seth memperhatikan Sienna dari atas sampai ujung kaki melihat lekuk pinggul Sienna yang ramping,dan....
"sial..."seth segera menutup matanya dengan kedua tangan"jangan gila....walaupun ini tugas tapi aku ga boleh melakukan itu,ga boleh pokoknya.titik"
Seth menyandarkan kepalanya menghadap keatas,berusaha memejamkan matanya agar pikiran kotor yang ada didalam benaknya cepat hilang,tapi semakin Seth berusaha mengusirnya Seth malah tenggelam dalam pikirannya itu sendiri.
Terlintas kembali kejadian malam itu ketika Sienna dalam pengaruh obat.
"haaiiiss....cukup...."Seth segera membuyarkan bayangan yang ada dipikirannya dengan menepis-nepis kedua tangannya di udara.
Kembali Seth menatap wajah cantik wanita yang tengah tidur dipangkuannya.
Tanpa sadar tangan Seth terangkat dan mulai membelai bibir sienna yang mungil dan memain-mainkannya.sesekali Seth menggigit bibir bawahnya sambil memegang tongkat panjang miliknya yang mulai menegang.
Saat itu Seth berperang dengan pikirannya yang terus mendorong dirinya untuk berbuat lebih.
"walaupun sudah ada ijin tapi aki ga bisa melakukannya,bukankah kedua belah pihak harus dengan sukarela menyerahkan diri dan harus didasari suka sama suka,kalau hanya sepihak akan ada yang merasa dirugikan"Seth menutup matanya,dirinya benar-benar bingung...
"aaamm...."Sienna yang tersadar karena tangan Seth yang terus bermain di bibirnya langsung memasukan bibir Seth kedalam mulutnya dan....
KREEEKKK
"AAAHHH......"Seth berteriak sekencang-kencangnya ketika Sienna menggigit jarinya kencang,Seth lalu menarik tangannya.
"kamu....kamu....."ucap Seth meringis
"apa??"
"sakit tau"Seth menaruh tangannya didada sesekali meniup tangannya,bekas gigi Sienna masih jelas terlihat di jari Seth
"lagian ngapain kamu ngobok-ngobok bibir aku?"
"tadi...tadi ada nyamuk"
"nyamuk genit"
"aku serius kok"
"mengganggu saja"Sienna bangun dari sofa dan masuk kedalam kamar untuk melanjutkan tidurnya.
Bukannya tidur,Sienna malah memegang bibirnya dan membayangkan kembali ketika Seth membelai bibirnya lembut.rasanya seperti ada aliran listrik yang mengalir keseluruh tubuhnya yang mencoba membangkitkan hasrat yang terpendam dalam diri Sienna.
Pipi Sienna merona,seutas senyum tersungging dibibir cantiknya.