
Pagi sekali Sienna menerima telepon dari Axel.
"sien...hari ini Tere akan dioperasi untuk pemasangan ring di jantungnya.apa kamu bisa hadir?"
"aku akan datang kak,tapi setelah selesai kelas"
"baiklah, terimakasih sein"
Percakapanpun terputus.
"telepon dari siapa?"tanya Seth menata sarapan dimeja.
"kak Axel"
"apa ada sesuatu?"
"hari ini Tere akan melakukan operasi,habis dari kampus aku mungkin akan ke rumah sakit jadi sepertinya aku akan pulang terlambat"
"apa perlu aku temani?"
"ga perlu, sekarang kan hubungan aku dan Tere sudah lebih baik.kamu di rumah aja ya"
Seth hanya mengangguk.
Hari yang cukup melelahkan buat Sienna,selain harus menyelesaikan pekerjaan kantornya dengan cepat karena harus ke kampus,Sienna juga harus mengerjakan tugas kampus lebih awal karena harus ke rumah sakit untuk menemani Tere operasi.
"Sienna..."
Panggil seseorang ketika Sienna baru keluar dari kampus
"kak Axel?sedang apa disini?"tanya sienna heran"bukannya kakak seharusnya ada di rumah sakit?"
"aku sengaja datang kesini untuk menjemput kamu"
"ga perlu,aku bisa sendiri kok"
"please jangan nolak sien,dengan begini kita bisa lebih cepat sampai ke rumah sakit,ayo naik"
Sienna yang enggan berdebat akhirnya menyetujui lalu mereka pergi bersama.
Motor yang mereka tumpangipun pergi dari halaman kampus menuju rumah sakit.
**
"darimana mana saja?"tanya seorang dokter yang sudah mengenakan scrub suits lengkap"dari tadi pasien memanggil nama anda"
"benarkah,apa semua baik-baik saja?"
"pasien sudah di anastesi"jawab dokter"kami pergi dulu"dokter menepuk pundak Axel lalu pergi menyusul beberapa perawat menuju OK.
Dengan sabar Axel dan Sienna menunggu didepan ruang operasi.sesekali melihat lampu indikator.
Disini Axel terlihat sangat gelisah,dia terus mondar-mandir didepan pintu.
"semoga operasinya lancar"doa Sienna dalam hati.
Empat jam berlalu,lampu indikator masih tetap menyala.
"kenapa lama sekali?"gumam Axel.
"duduklah kak,kita berdoa semoga semuanya lancar"Sienna mencoba menenangkan Axel.
"hhaaahh...."
Terdengar nafas Axel yang berat.
Lima jam berlalu, akhirnya lampu indikator menyala.
Dokter dan para perawat keluar dari ruang operasi bersama dengan Tere yang dalam keadaan ga sadarkan diri karena anastesi.
"bagaimana dok?"Axel langsung menghadang dokter.
"kami belum bisa memastikan pasien baik-baik saja sebelum pasien sadarkan diri"ucap dokter sambil berlalu mengikuti perawat menuju ruang ICU.
**
Kami berdua hanya bisa diam mematung didepan ICU,doa demi doa selalu Sienna panjatkan dan berharap ada keajaiban yang datang untuk kesembuhan Tere.
"DOKTER....DOKTER...."teriak seorang perawat berlari keluar dari ruang ICU tempat dimana Tere dirawat.
Kami mengintip dari pintu yang sedikit terbuka, terlihat beberapa perawat memeriksa denyut nadi Tere dan perawat lainnya memeriksa monitor detak jantung.
Dokter berlari dari ruangan menuju ruangan Tere
Sienna,axel dan dokter tersebut langsung masuk kedalam ruangan
Dokter langsung memeriksa denyut nadi dan melihat monitor jantung Tere yang bergerak cepat dan bergelombang.
BIP..BIP..BIP..
"dokter apa yang terjadi?"tanya Axel khawatir.
Dokter meletakan kedua tangannya diatas dada Tere lalu menekan beberapa kali.
Semua perawat terlihat sibuk seakan ga menyadari keberadaan kami disini.
"SIAPA SAJA TOLONG JAWAB AKU..."teriak Axel, menyadarkan dokter dan perawat yang tengah sibuk.
Kemudian seorang perawat menghampiri Axel dan berkata "pasien mengalami palpitasi,kami harap anda tenang"
Tanpa berlama-lama dokter langsung menekan dada Tere dengan alat tersebut.
BRRUUGG
Tubuh Tere terangkat sedikit.
Dokter kembali melihat monitor,detak jantung Tere masih ga beraturan.bahkan bunyinya terdengar lebih cepat.
Kembali dokter menekan dada tere dengan defibrillator.
Monitor masih menunjukkan garis yang sama yaitu naik turun yang cepat.
Seinna menutup mulutnya dengan kedua tangan,jantung Sienna berdegup kencang,tangan Sienna gemetar hebat.
Semua yang ada di ruangan itu terlihat tegang dan cemas.
Sebanyak tiga kali dokter menekan dada Tere dengan alat itu dan.....
BIIIIIPPPP......
Garis lurus panjang terlihat di layar monitor.
"TEREEEEE......"Axel berteriak kencang dan berlari mendekati tubuh Tere yang sudah ga bernyawa.sesekali mengguncang-guncangnya dan berkali-kali memanggil namanya.
"AAAHHHH.....BANGUN RE....BANGUN.....AKU MOHON BANGUN.....JANGAN TINGGALKAN AKU RE....TEREEEE......"tangis Axel pecah,wajahnya tersungkur didada Tere yang sudah ga bergerak.
Dokter dan semua perawat terdiam menunduk.
Sienna mendekati dokter dan mencoba bertanya.berharap apa yang Sienna pikirkan adalah salah.
"dok-dokter....ap-apa te-re...."tanya Sienna
"kami benar-benar minta maaf,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan mungkin lebih sayang padanya"ucap dokter pelan.
Tiba-tiba Axel datang dan menarik kerah baju dokter.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA TERE?KENAPA.....KENAPA....?"teriak Axel seakan ga bisa menerima kenyataan yang lalu terduduk lemah.
"kak...."Sienna mendekati dan berusaha menenangkan Axel yang tersungkur lemah dilantai.
"Tere...Tere...."Axel menunjuk ke arah Tere.
Sienna hanya mengangguk pelan.air mata menetes di pipi Sienna.
"TEREEE....."kembali Axel berteriak
"kak,kamu...harus... kuat..."ucapan Sienna lirih.
"ya tuhan,kenapa....kenapa Tere harus pergi? kenapa kau rampas Tere dariku?kenapa ga kau berikan kembali hidup Tere dan biarkan kami bersama seperti dulu?aku masih ingin bersama Tere dan memperbaiki hubungan kami,aku masih ingin....."air mata Sienna semakin ga terbendung lagi"ma-maafkan aku re....maafkan aku..."bisik Tere dalam hati.
Sienna melihat Seth berlari di lorong rumah sakit dan tanpa sadar Sienna langsung memeluk Seth ketika Seth tepat dihadapannya.
"Tere...Tere ..."ucapan Sienna terbata.
"aku tau..."jawab Seth memeluk erat dan membelai rambut Sienna.
"ke-kenapa....Tere..."ucap Sienna terputus-putus
"sssttt,sudah...sudah..."
Seinna semakin erat memeluk Seth dan.....
BRUUUKK
Tubuh Sienna lemah dan ga sadarkan diri.
"DOKTER...DOKTER...."teriak Seth memanggil dokter atau siapa saja agar segera datang dan menolong Sienna yang terkulai.
Axel yang melihat itu langsung menghampiri
Seorang perawat dan dokterpun datang Seth segera menggendong tubuh Sienna dan membawanya kedalam ruangan perawatan lalu menidurkannya.axel mengikuti dari belakang.
Dokter memeriksa denyut nadi Sienna dan membuka mata Sienna .
"dia hanya lemah karena syok,biarkan dia istirahat dulu"ucap dokter lalu pergi dari hadapan Seth.
Seth duduk disamping Sienna yang masih belum sadarkan diri sambil memegang tangannya.
Sementara Axel berdiri menyandar di tembok ga jauh dari tempat tidur Sienna.
"jangan pernah hadir dalam hidup Sienna lagi"ucap Seth pelan.
Axel yang mendengar itu langsung berdiri tegak.
"apa?"
"jangan pernah hadir dalam hidup Sienna lagi dan jangan pernah libatkan Sienna lagi,sudah cukup kamu membuat Sienna menderita"ulang Seth
Axel hanya terdiam menatap Seth yang sedang menatapnya dengan tatapan marah.