Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 10


Hari ini sienna harus pergi ke kampus untuk memberikan laporan hasil kerjanya selama seminggu kebelakang


"apa kabar sien?" sapa seseorang


"ka-kak axel...??"


Seorang laki-laki yang sulit untuk sienna lupakan,kini hadir didepan mata.


Walaupun rindu yang mendalam tapi sienna berusaha terlihat santai.


"hay sien" sapa tere memeluk axel dari belakang.


"ha-hay re..."sienna sedikit terkejut ketika melihat Tere.


"gimana magang kamu?betah ya di perusahaan itu sampai-sampai ga pernah menghubungi aku?" ucap tere sambil bermanja-manja sama axel.


"bukannya betah re,tapi aku sibuk" sienna mencubit lembut pipi tere.


"bagaimana kalau malam ini kita rayakan" ajak tere


"a-aku masih ada urusan,kerjaan di kantor sengaja aku bawa pulang re.jadi kalian aja ya.oh ya aku mau ke kantor dosen dulu.bye..." karena ga ingin berlama-lama melihat axel dan tere yang umbar kemesraan akhirnya sienna memutuskan untuk segera pergi dari hadapan mereka.


Sementara itu dosen pembimbing yang terlihat sangat puas dengan hasil kerja magang sienna selama di perusahaan, membuatnya ga pernah lepas dari senyum bangga.apalagi setelah mendapat kabar dari manager bahwa sienna berhasil mendapat klien yang super sulit.


"ini prestasi yang sangat memuaskan,selamat ya sienna" ucap dosen bangga


" terimakasih pak"


Selesai melapor hasil magang,sienna kembali ke kelas dan mengikuti beberapa pelajaran lalu kembali ke rumah dan membuka file perusahaan untuk lebih mempelajarinya.


TOK TOK TOK


"SEBENTAR...." teriak sienna yang lalu bangun dari duduknya untuk membuka pintu.


KREEEKK


"ka-kakak...." sienna tertegun melihat axel yang sudah berdiri didepan pintu rumahnya.


"hay sien"


"a-ada apa kak?"


"malam ini sebenarnya aku...aku berulangtaun,apa kamu bersedia merayakannya denganku?" axel memasang wajah memelas.


"ulang taun?apa tere tau?aku akan telepon tere"


Axel menghalangi sienna ketika hendak menelepon tere.


"ga,aku cuma mau merayakannya bersama kamu,masalah tere biar nanti aku jelaskan.aku mohon....ya...." wajah axel semakin memelas.


"tapi..." sienna ragu-ragu untuk menjawab.


"aku kasih waktu lima belas menit untuk ganti baju,kalau ga aku tetpaksa bawa kamu keluar pakai baju tidur itu" ancam axel.


Sienna melihat baju yang dia pakai sekarang.lalu melotot ke arah axel.


"tunggu..." sienna mengangkat kedua tangannya lalu segera berlari kedalam kamar.axel menahan tawa geli ketika melihat tingkah sienna.


Lima belas menit kemudian sienna keluar dengan dress warna putih.tidak perlu berlama-lama make up,selain ga terbiasa dengan make up terlebih sienna juga selalu tampil natural.


Axel memandangi wajah sienna yang terengeh-engeh.


"ayo..." ajak axel sambil mengulurkan tangannya tapi sienna melewatinya begitu saja.dengan kecewa axel menurunkan kembali tangannya.


Merekapun pergi ke sebuah club,untuk makan malam bersama,berkaraoke dan clubbing.


"kenapa?" tanya axel menatap wajah sienna dalam-dalam.


"a-aku..." sienna menenggelamkan wajahnya yang merona karena tatapan axel."aku...hanya ga nyaman dengan situasi seperti ini,kamu adalah kekasih tere dan aku adalah sahabat tere.aku ga mau tere tau dan membuat dia salah faham,sementara kita ga ada hubungan apa-apa?" sienna mencoba menjelaskan.


"Sienna,aku mau tanya sama kamu dan tolong jawab jujur" axel menggenggam tangan sienna,tatapannya benar-benar menusuk hingga ke jantung sienna membuat sienna merasa sesak.


"apa kamu ga pernah menyukai aku sama sekali?" pertanyaan axel membuat sienna terdiam sesaat.


"a-aku...." sienna mencoba menyadarkan dirinya sendiri agar semua ucapannya ga sesuai hati.walaupun hati sienna ingin bilang suka tapi mulutnya ga boleh keluar kata-kata itu.


"ten-tentu saja...aku...ga suka,kak axel itu kekasih tere mana mungkin aku suka" sienna memalingkan wajahnya,mengalihkan pandangannya dari wajah axel.


"apa kamu yakin sien?jawab aku sien...jujur padaku...liat mataku dan katakan kalau kamu memang ga pernah menyukai aku ...?"tatapan Axel semakin menusuk jantung sienna,genggaman tangannya juga semakin erat.


"YA...AKU SUKA SAMA KAMU,AKU BAHKAN GA BISA MELUPAKAN SEMUA YANG TERJADI KETIKA BERSAMA KAMU,A-AKU"Sienna terdiam sesaat"aku...cinta sama kamu kak.....huhuhu...." teriak Sienna disusul tangis sienna yang pecah seketika.semua orang yang ada di klub seketika melihat ke arah mereka berdua.


Dengan segera axel memeluk sienna erat membiarkan sienna menangis dalam pelukannya.


"a-aku ga bisa melupakan kamu,tapi aku juga takut...takut tere tau.aku mohon biarkan aku melupakan kamu kak.aku mohon jangan pernah temui aku lagi,a-aku mo-mohon....hiks hiks...." sienna semakin ga bisa menahan perasaannya yang sudah dia pendam selama ini dan malam ini semua bisa dia katakan langsung pada axel.


"aku minta maaf sien,harusnya dari awal aku bilang sama tere kalau aku suka sama kamu" axel ikut meneteskan air mata.


PROK PROK PROK


"ooohh....jadi gitu?bagus...." tiba-tiba tere ada dibelakang sienna sambil bertepuk tangan kencang.wajahnya penuh dengan amarah.


"te-tere...." ucap sienna dan axel hampir bersamaan.mereka berdua benar-benar terkejut melihat kehadiran tere.


"jadi selama ini kekasihku dan sahabatku berselingkuh?sudah berapa lama kalian bermain dibelakangku?...JAWAAAAABBB......" tere berteriak sambil menggebrak meja.


"KALIAN...KALIAN MANUSIA GA PUNYA HATI,AKU BENCI SAMA KALIAN....AKU BENCI......AAARRRGGGHHH....." tere berlari.


"RE...." sienna berusaha mengejar tere yang berlari keluar club disusul axel.


Orang-orang yang awal memuji kini jadi mencibir Sienna dan Axel.


"re tunggu,aku bisa jelaskan" sienna berusaha mencegah tere dengan menarik tangannya.


"CUKUP SIEN,KALAU KAMU MEMANG SUKA SAMA AXEL AMBIIIILLLL.....AKU GA BUTUH LAKI-LAKI DAN TEMAN YANG GA SETIA SEPERTI KALIAN" nada bicara tere masih tinggi,tere juga menepis tangan sienna kencang.


"re...dengerin aku dulu" axel mencoba menjelaskan pada tere bahwa memang dari awal dia menyukai sienna bukan dirinya,tere yang menganggap diantara mereka ada hubungan padahal axel ga pernah bilang "ya" axel hanya bilang "jalani aja dulu" dan tere juga yang memutuskan untuk tinggal bersama axel bukan axel yang meminta,toh selama ini yang axel rasakan adalah tere selalu banyak aturan,selalu bertanya ketika axel pulang larut.sayangnya axel ga diberi kesempatan sedikitpun untuk menjelaskan.


"dengerin kamu?UNTUK APA?KAMU UDAH NYAKITIN AKU,KAMU UDAH BUAT AKU KECEWA DAN JANGAN SALAHKAN AKU KALAU AKU BAKAR RUMAH SIENNA DAN AKU BAKALAN BUAT SIENNA MATI APAPUN CARANYA.FAHAAAMMM...." ancaman tere sambil menunjuk pada sienna.Membuat sienna yang mendengarnya sedikit terkejut.


"RE...." sienna balik sentak tere karena ga terima dengan ancaman tere.


"APA....?TAKUT HAH....CUUIIIHH....." emosi tere semakin menjadi sampai-sampai meludah dihadapan sienna.


PLAAKKK


Sebuah tamparan dari tangan axelpun mendarat di pipi tere.perbuatan axel itu tentu saja membuat sienna terkejut.


"KAK...."


Axel baru tersadar setelah melihat sienna menatapnya.


"re dengerin aku...." sienna masih berusaha menenangkan tere yang masih memegangi pipinya.


"AARRGGGHHH.......ANJING KALIAN....." teriak tere lalu berlari dan masuk ke dalam mobil.


"REEE......aku minta maaf re....hiks hiks hiks...."


Selama ini sienna sudah bersusah payah menjauhi axel,menyibukan diri dengan mengambil tugas magang walau belum waktunya,mencoba mencintai beryl walau kisah cintanya kandas begitu saja,sienna sudah berusaha menolak ajakan axel walau pada akhirnya selalu kalah,sienna sudah berusaha melupakan axel walau sulit baginya dan selama ini sienna merasakan sakit di hatinya ketika axel dan tere selalu umbar kemesraan dihadapannya,melupakan orang yang dicintai bukanlah hal yang mudah bagi sienna.akankah tere mengerti?