
"Alhamdulillah bayi Anda tumbuh sehat, Nona! Semuanya baik-baik saj. Tubuh Anda juga tidak mengalami dehidrasi berat seperti ibu-ibu hamil seperti biasanya. Semua aman terkendali!" ujar dokter kandungan pada Kinara dan Dirga.
Mereka berdua yang mendengarnya pun tersenyum senang. Dirga terharu langsung menghujani ciuman pada wajah cantik Kinara.
Lalu pria tampan itu menurunkan wajahnya tepat di depan perut Kinara yang mulai buncit. Dirga mencium gemas perut istri tercintanya itu saking bahagianya.
"Anak papa baik-baik di sana, ya! Jangan rewel dan nakal di dalam sana. Kasihan mama tiap hari muntah-muntah, kalau tidak nanti papa gigit telinga nya pas lahir nanti!" ujar Dirga penuh kasih pada calon bayi nya itu.
Kinara terkekeh mendengar ucapan Dirga. Dia merasa sangat bahagia karena kehamilan keduanya saat ini benar-benar di perlakukan seperti seorang istri oleh Dirga.
Dia merasa di jaga, di cintai dan di lindungi oleh Dirga. Sedangkan, Andreas segera membuang wajahnya semenjak dokter menyikapi baju Kinara, hingga perut.
Hatinya terasa sesak dan cemburu melihat keharmonisan keluarga kecil Dirga dan Kinara. Hanya satu kata dan satu perasaan yang ia rasakan saat ini.
Menyesal dan merasa bersalah karena terlalu pengecut saat menjadi suami bagi Kinara maupun Aluna.
Vino yang berada dalam gendongan nya pun memberontak ingin ikut bergabung dengan Dirga dan Kinara.
"Mama, papa … Vino ikut cium dedek nya!" Bocah kecil itu merentangkan tangannya membuat Dirga segera menggendong putra kesayangan nya itu.
Vino tertawa cekikikan saat mengelus perut buncit Kinara membuat Kinara dan Dirga ikut tertawa gemas.
Andreas yang mendengar suara tawa bahagia keluarga harmonis itu pun tak sanggup lagi menahan sesak dalam hatinya.
Entah mengapa pria itu berandai-andai dalam hati. Seandainya bila dia tak menceraikan Kinara!
Seandainya dia tak mengabaikan Kinara dulu!
Seandainya di menyayangi Vino dulu, pasti hidupnya sekarang akan lebih berwarna bersama dengan anak dan mantan istrinya itu.
Atau …
Seandainya dia tak menceraikan Aluna dengan kejam!
Seandainya dia lebih mempercayai Aluna pada malam itu!
Seandainya dia menuruti permintaan Aluna yang ingin pindah rumah!
Pasti saat ini dia juga akan merasakan apa yang Dirga rasakan.
Pasti saat ini dia bisa melihat perkembangan bayi nya yang tumbuh dalam rahim Aluna.
Perbedaan Kinara dan Aluna yaitu Kinara yang meminta cerai dan menolak harta gono-gini.
Sedangkan Aluna di ceraikan dengan cara tak terhormat, dengan kejamnya Andreas tak memberikan harta gono-gini pada wanita itu.
Jahat … dia benar-benar suami yang jahat.
Mata Andreas sudah mengembun. Pria tampan itu tak sanggup lagi menahan rasa sesak dalam hatinya.
"Aku ke toilet dulu!"
Tanpa menunggu jawaban dari Dirga dan Kinara. Pria tampan itu keluar dari ruangan tersebut.
"Itu yang aku rasakan dulu," balas Kinara pelan.
*
*
*
"Anda harus menjaga emosi Anda, Nona. Tidak boleh stres dan temperamen buruk karena Anda pernah mengalami keguguran. Pertumbuhan bayi Anda sangat baik, hanya saja kandungan Anda sangat rentan keguguran karena faktor yang saya jelaskan tadi!"
"Jaga pola makan, jam tidur dan perbanyak konsumsi vitamin, sayur-sayuran serta buah."
"Perbanyak gerakan Anda, Nona. Ibu hamil harus banyak-banyak bergerak, tidak boleh menetap di suatu tempat! Selama gerakan itu tak termasuk olahraga berat! Lakukan olahraga ringan, contohnya berjemur di pagi hari. Dan jalan-jalan tanpa alas kaki di waktu subuh! Itu sangat baik untuk kandungan Anda, Nona!"
Dokter wanita itu menjelaskan semuanya secara terperinci membuat Vero dan Aluna mengangguk kepalanya mengerti.
Ada rasa sedih dalam hati Aluna karena salah satu bayinya tak terselamatkan. Namun, wanita itu berusaha tegar di hadapan Vero.
"Terima kasih, Dok."
Vero mengajak Aluna keluar dari ruangan tersebut. Saat tiba di luar, Vero menahan tangan Aluna membuat wanita cantik itu berhadapan dengannya.
Vero menatap wajah Aluna yang tertutup cadar berwarna hitam. Saat ini wanita itu memakai balutan syar'i lengkap dengan cadar, itu semua karena dia tak ingin di amuk masa.
Aluna menatap Vero dengan mata yang mengembun. Wanita cantik itu ingin menangis karena merasa sedih mendengar penjelasan dokter.
Dia mengira Vero pasti akan menghibur atau memberikan nya pelukan hangat, namun …
"Tatap mataku!" titah Vero serius membuat Aluna menggigit bibirnya menahan tangis.
"Ak–,"
"Ya ampun, Luna. Ada kotoran di mata mu!" ujar Vero membuat Aluna tercengang di balik cadarnya.
*
*
*
**Wkwkwkwk. Pasti malunya gak ketulungan tuh si Aluna 🤣🤣🤣..
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏**
Mampir Juga Ke novel author yang ini ... udah TAMAT 😁 Jangan tertipu dengan judulnya, gak ada pelakor di sini ya ... ceritanya juga gak kalah serunya, dan pasti bikin ketawa 🤣