
"Luna, tunggu!" Vero buru-buru turun dari mobilnya mengejar Aluna yang lebih dulu masuk ke dalam rumah.
Aluna tidak memperdulikan panggilan Vero, wanita itu berlari menuju kamarnya, hingga tanpa sadar kakinya menginjak baju gamis nya sendiri, membuat Aluna hampir terjatuh.
"Akk …"
Namun, Vero terlebih dahulu menangkap pinggang wanita itu.
"Astaghfirullah, Luna … kenapa main asal lari sih? Macam di drama India aja. Ingat di dalam perut kamu itu ada calon bayi mu, kalau sampai dia kenapa-kenapa aku tenggelam kan kau di rawa-rawa biar di makan buaya!" sentak Vero dengan suara yang cukup tinggi membuat Aluna yang tadinya menahan tangis langsung pecah tangisnya.
"Hiks … bentak aja aku terus! Marahin aku sepuas kamu, kalau perlu pukul aku juga!" teriak Aluna memukul dada bidang Vero membuat pria itu merasa bersalah.
"Iya, maaf … aku gak bermaksud buat bentak kamu. Tapi, kamu sendiri yang minta di bentak! Aku khawatir kalau sampai tadi aku gak dapat nolongin kamu, sudah pasti kamu dan calon bayi mu tadi kenapa-kenapa!" jelas Vero menarik wanita itu ke dalam ke dekapan nya.
Dia tahu Aluna menangis bukan karena di bentak olehnya, melainkan karena bertemu dengan Andreas. Selama ini Vero sering berkata pedas dan Aluna tak pernah menangis, hanya kesal dan marah saja.
"Kenapa dia mencari ku, Vero? Kenapa dia terlihat seperti merindukan ku? Hiks … padahal malam itu dia sangat kejam padaku. Dia menuduh ku, menamparku bahkan mengusirku tanpa belas kasih!"
"Padahal dulu dia sendiri yang berjanji akan memperlakukan aku sebagai ratunya, tapi, nyatanya aku tak lebih dari alas kaki nya yang bisa ia injak-injak!"
Aluna t rusak dalam pelukan Vero, hatinya benar-benar sakit ketika melihat Andreas yang tampak merindukan nya. Bahkan, mantan suaminya itu terlihat sangat kurus dan penampilan nya juga tak terurus.
Kenapa Andreas terlihat sangat menyedihkan? Bukankah seharusnya dia bahagia karena telah bebas dari Aluna.
Vero tak berkata sepatah katapun, dia ingin memberikan Aluna waktu untuk meluapkan perasaan nya sendiri.
Sebab, untuk pertama kalinya Aluna menceritakan kisah pelik nya bersama Andreas dulu. Selama ini Vero hanya tahu perceraian Aluna dan Andreas seperti perceraian biasa.
"Aku benci perasaan ini, Vero. Saat melihatnya tadi aku ingin berlari memeluknya, padahal dia sudah berulang kali mengecewakan ku! Tapi, kenapa perasaan cinta ini masih ada?"
"Karena hati itu bukan milik kita, Luna. Dia hanya ada di tubuh kita, tapi, yang mengendalikan kepada siapa hati kita berlabuh itu bukan diri kita sendiri. Allah lah yang Maha membolak-balikkan hati manusia! Cinta dan rindu adalah dua hal yang tidak bisa manusia kendalikan!"
Aluna mendongak, wanita cantik itu menatap Vero dengan matanya yang sudah berair.
"Tapi, aku benci perasaan ini, Vero. Aku ingin melupakannya, tapi, semakin aku mencoba untuk melupakan Andreas, semua kenangan indah bersama dia hadir kembali dalam pikiran ku!" ujar Aluna dengan suara yang tersendat karena menangis.
"Berapa lama kamu menjalin hubungan dengan Andreas?" tanya Vero seraya menuntun Aluna duduk di sofa.
Wanita cantik itu masih tak mau jauh dari Vero. Dia masih memeluk pinggang Vero erat karena saat ini Aluna benar-benar butuh sandaran.
"Berapa kali dia menyakiti atau mengecewakan mu?" tanya Vero lagi membuat Aluna terdiam sejenak. Wanita cantik itu mencoba mengingat kembali berapa kali Andreas menyakiti dan mengecewakan nya.
"Satu kali saat dia mengkhianati ku karena sudah meniduri Kinara adik tiri ku dan setelah kami menikah, dia sering mengabaikan ku. Selebihnya tidak ada!" jelas Aluna membuat Vero tersenyum simpul.
Pria tampan itu menghapus sisa-sisa air mata yang berada di pipi Aluna dengan lembut.
"Kita manusia terkadang lucu, seringkali mengingat satu kejahatan manusia lain dan melupakan seribu kebaikan nya. Kamu sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengannya dan baru satu kali dia mengkhianati mu, di tambah setelah menikah dia bersikap acuh padamu!"
"Itu sudah membuat kamu membencinya! Bukankah masa-masa indah kalian lebih banyak daripada masa menyedihkan? Lalu kenapa kamu bersikap seolah-olah lebih banyak masa menyedihkan daripada masa-masa indah?"
"Ingatlah, Luna … jangan mau jadi manusia bodoh yang memutuskan hubungan dengan manusia lainnya hanya karena satu persoalan!" tegas Vero membuat Aluna bungkam.
*
*
*
Bener kata Vero, jangan sampai karena satu persoalan kita memutuskan tali hubungan dengan saudara kita.
Buat yang dukung Vero dan Luna atau Andreas dan Luna! Percaya aja sama author … karena setiap alur sudah author pikirkan dan seperti biasanya, author akan sisipkan pesan moral di dalamnya.
Meski judulnya tema novel ini Balas Dendam.
Author tidak mengutamakan Dendam, melainkan keikhlasan setiap tokoh di dalamnya. Author lebih mengutamakan saling memaafkan 😁🥰
Semoga kakak semua tetap setia di novel author ya ❤️🌹
Love you all … semangat puasa 💪💪
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏