
PERINGATAN!! BAB INI KHUSUS UNTUK DI BACA SAAT MALAM HARI SETELAH BERBUKA PUASA!!
*
*
"Lebih cepat, Sayang!" Dirga mer*mas dua bukit kembar yang menggoda jiwa laki-laki nya.
Pria tampan itu memainkan puncak yang berwarna pink tersebut membuat Kinara semakin mempercepat tempo permainan nya.
Wanita cantik itu tak dapat berpikir jernih, hanya gairah kepuasan yang ingin segera dia tuntaskan pada saat ini juga.
"Hubbie … aku mau sampai!" Kinara berkata serak dengan nafas yang tersengal-sengal. Wanita cantik itu hampir capai ke puncak cakrawala.
"Tunggu aku, Sayang!" Dirga memajukan pinggulnya membantu gerakan Kinara yang perlahan melemah.
Wanita cantik itu berteriak histeris karena merasakan kenikmatan yang luar biasa karena ulah Dirga.
Tubuh wanita itu bergetar hebat menandakan dirinya telah sampai pada puncak. Dirga segera mengambil alih, pria tampan itu membalikkan posisi Kinara menjadi di bawahnya.
Pria tampan itu mempercepat tempo permainannya, hingga tak berselang lama Dirga pun sampai pada puncak.
Pria tampan itu ambruk ke samping tubuh Kinara. Dia belum melepaskan penyatuan nya itu karena Dirga ingin bibit nya benar-benar di resap oleh rahim Kinara.
Pria tampan itu sangat ingin memiliki anak secepatnya dari Kinara. Pasti akan sangat menyenangkan bila menjadi seorang ayah yang benar-benar.
Dia ingin merasakan bagaimana riweh nya mengurusi istri mengidam saat hamil. Dia juga ingin merasakan suasana tegang bercampur harus saat Kinara melahirkan nanti.
Ah … membayangkan nya saja sudah membuat Dirga bahagia. Pria tampan itu tak sabar ingin cepat-cepat merasakan sensasi tersebut.
Bukan berarti Dirga tak menyayangi Vino dan Baby El. Mereka tetap bagian terpenting dalam hidup Dirga.
"Semoga bibit nya tumbuh baik di dalam sana ya, Sayang!" ujar Dirga lembut seraya melepaskan penyatuan mereka.
Pria tampan itu membawa Kinara masuk ke dalam pelukannya. Berulang kali Dirga menghadiahkan ciuman di puncak kepala Kinara guna meluapkan kasih sayangnya.
"Semoga iya, Hubbie. Karena aku sedang dalam masa subur!" balas Kinara tak kalah lembut membuat Dirga bahagia.
Pria tampan itu mengeratkan pelukannya seolah Kinara adalah barang berharga yang tak boleh berada jauh darinya.
"I love you!"
"Love you too."
Keduanya pun kembali mengulangi pergumulan panas itu tatkala Dirga kembali menginginkan nya.
Itu semua karena cintanya pada sang suami tak kalah besar dari cinta Dirga untuknya. Kinara sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi istri yang tak di anggap.
Rasanya benar-benar menyesakkan. Betapa bersyukurnya dia menikah lagi dengan sosok pria nyaris sempurna seperti Dirga.
Penyayang, lembut, perhatian dan berwibawa. Kinara menilai Dirga hampir sama dengan Andreas karena kedua pria itu sangat berbakti pada kedua orang tua.
Namun, yang berbeda adalah Dirga paham akan prioritas nya. Tetap prioritas utama Dirga adalah orang tua. Akan tetapi, pria tampan itu dapat mengimbangi dua prioritas tersebut dengan baik.
Tak sekali pun Kinara merasa tersinggung dengan sikap Dirga yang terkadang lebih mementingkan orang tuanya, karena orang tua Dirga juga merupakan sosok mertua idaman.
Kinara ingin menjadi istri yang baik dan patuh pada permintaan suami selama itu tidak menyimpang. Dia benar-benar menjaga Dirga agar tak bosan padanya.
Kata orang banyak penyebab perceraian di lingkungan orang kaya karena tak dapat nafkah batin yang cukup.
Mendengar hal itu Kinara merasa takut. Alhasil dia tak pernah menolak permintaan Dirga.
"Ah … Hubbie."
"Ah … Sayang!"
Lagi dan lagi keduanya sampai pada puncak. Melihat raut wajah kelelahan Kinara membuat Dirga langsung memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Tidurlah, Sayang! Sudah malam," bisik Dirga lembut penuh perasaan.
"He'um." Kinara hanya berdehem pelan, wanita cantik itu begitu cepat terlelap karena terlalu lelah.
Dirga pun ikut terlelap mengikuti jejak Kinara pergi menuju alam mimpi.
*
*
*
Mantan Duda dan Janda makin hot aja ya, Bun🤭🤭
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰