
Aluna mendengar ucapan Vero yang bijak. Wanita cantik itu membenarkan perkataan Vero.
"Tapi, aku takut, Vero. Aku takut dia kembali menyakiti ku! Apa kamu tahu hal apa yang membuat hati seorang wanita sakit?" tanya Aluna dengan suara yang serak.
Wanita itu menatap Vero dengan bola mata yang kembali mengembun. Vero terdiam tak menjawab membuat Aluna kembali melanjutkan perkataannya.
"Hal yang membuat hati wanita sakit dan hancur berkeping-keping adalah ketika ketulusannya tidak di hargai. Dunia wanita akan runtuh ketika pria yang sangat di cintai malah berlaku kasar padanya!"
"Aku akui kalau aku sangat jahat di masa lalu. Aku sering menyudutkan Kinara di sekolah, tapi, aku tidak pernah bermain tangan dengannya!"
"Kalau ini karma, kenapa karma ku sangat berat, Vero … hiks … aku sangat mencintai Andreas, tapi … dia sudah kasar padaku. Dia sudah mengusirku!"
"Bahkan, dia tidak memikirkan keselamatan ku. Tega nya dia mengusirku dari rumahnya pada malam hari. Padahal dia sendiri tahu aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi."
"Dia juga tahu kalau aku sudah tidak lagi memiliki tempat bernaung karena aku sudah benar-benar miskin."
Aluna berkata dengan suara yang serak menahan tangisnya agar tak kembali pecah. Wanita itu teringat bagaimana kejamnya Andreas mengusirnya pada malam itu.
Bahkan, mantan suaminya itu tak merasa iba menatap wajah Aluna yang lebam dan berdarah karena ulah kasarnya.
Untuk pertama kali Aluna melihat Andreas bermain tangan dan sesak nya Andreas bermain tangan padanya.
Pria tampan itu tega menampar Aluna, hingga berdarah.
"Hiks … dia benar-benar mengecewakan ku, Vero." Aluna kembali menangis membuat Vero langsung menarik wanita itu ke dalam pelukannya.
"Benar, ini adalah karma kamu, Luna. Sama halnya seperti adik tirimu itu yang bernama Kinara. Dia juga pasti merasakan hal yang sama dengan mu saat ini, atau bahkan bisa lebih!"
"Bayangkan bagaimana kehidupan nya yang tak dianggap selama belasan tahun oleh kalian. Sedangkan, kamu? Kamu belum juga sampai satu tahun sudah mewek seperti ini!"
"Jadi orang itu harus gentle, Luna. Tidak hanya laki-laki yang harus punya rasa tanggung jawab! Tapi, wanita juga."
"Kamu sudah berani menyakiti hati orang lain, maka kamu juga harus siap ketika hati kamu juga di sakiti!"
"Ingat, Luna. Matahari tak selalu bersinar karena akan ada masa di mana badai datang, sehingga membuat matahari tidak terbit."
"Begitu juga kalau kamu terlalu mencintai seorang makhluk melebihi pencipta-Nya, maka kamu juga akan di uji dengan makhluk itu."
"Sekarang coba kamu renungkan, selama ini apa saja yang kamu cintai melebihi sang pencipta! Harta, jabatan dan orang yang kamu cintai semua telah di ambil kembali oleh Allah!"
"Itu menandakan Allah sedang menegur mu! Dia murka karena kamu salah dalam menjalankan amanah nya."
"Kamu di beri kecantikan, malah kamu gunakan sebagai alat untuk menyombongkan diri kamu."
"Kamu punya harta malah kamu gunakan untuk merendahkan orang lain. Kamu punya jabatan malah kamu pakai untuk menekan orang-orang dibawahmu agar tunduk kepada mu!"
"Stop egois … stop bodoh … stop merasa paling tersakiti, Luna! Dunia ini bukan hanya bercerita tentang mu. Ada manusia lain yang juga di uji, tapi, mereka tidak mengeluh dan manja seperti mu!"
"Hidup ini simpel, Luna. Kalau tidak mau di sakiti maka jangan menyakiti, kalau tidak mau di tipu maka jangan menipu!"
"Masalah yang besar akan terasa kecil bila yang menghadapi nya orang-orang yang punya hati luas. Dan masalah yang kecil akan terasa besar bila yang menghadapi nya orang-orang yang berhati sempit!"
*
*
*
Maaf kalau banyak part Luna … karena seperti biasanya author akan menceritakan cerita tokoh pendamping. Mungkin yang pembaca setia novel author bakal paham😁😁
Bentar lagi author kasih next kilat, jadi please komentar nya juga harus kilat yakk 😁😁🙏🙏🥰🔥
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰