
Kinara melepaskan ciuman tersebut saat dirinya sadar bahwa mereka sedang berciuman di depan umum. Janda muda itu tersipu malu saat semua orang menatap ke arahnya.
Kinara segera memeluk erat tubuh Dirga berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah padam bak kepiting rebus.
“Aku malu, Kak!” Kinara berkata pelan membuat Dirga terkekeh kecil.
Pria tampan itu mengecup puncak kepala Kinara berkali-kali saking gemasnya pada tingkah laku calon istrinya itu.
“Kenapa harus malu hemm? Toh, kita sebentar lagi akan menjadi suami istri. Jadi, buat apa malu?”
Pria tampan itu mengusap pipi Kinara yang merona malu.
Wanita cantik itu tersenyum kecil mendengar perkataan Dirga. Mereka pun langsung berganti pakaian karena pakaian yang mereka kenakan itu sudah pas di mata mereka, sesuai dengan keinginan mereka.
“Kita ke mana lagi sekarang?” tanya Dirga merangkul pinggang Kinara posesif setelah keluar dari butik.
“Bagaimana kalau kita nonton? Sudah lama kita tidak menikmati waktu berduaan!” ajak Kinara manja seraya melingkarkan tangannya di pinggang Dirga.
“Baiklah, apa pun akan aku lakukan untuk calon mama nya baby El ku ini!” Dirga menarik hidung mancung Kinara membuat gadis cantik itu terkikik geli.
Janda muda itu merasa sangat bahagia bisa memiliki pria seperti Dirga.
Sosok pria yang begitu menghargai wanita dan begitu menyayangi putranya tanpa alasan.
Apalagi setelah Kinara sadar bahwa Dirga adalah dokter yang telah menolong Vino saat sakit dulu. Sungguh, Kinara berpikir bahwa mereka memang sudah di takdirkan Bersama.
Dirga melajukan mobilnya menuju mall besar yang berada di Jakarta, mereka segera masuk ke dalam mall tersebut lalu mencari bioskop besar dan mewah. Dirga memilih film romantis karena tahu Kinara tak suka film horor.
Dirga bukanlah pria norak tang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan memanfaatkan keadaan. Toh, kalua Dirga ingin memeluk dan mencium Kinara dia tinggal melakukannya tanpa harus melakukan hal yang menurutnya norak itu.
Kinara meneteskan air matanya ketika menonton ending film yang mereka tonton itu. Sangat sedih menurut Kinara.
“Kenapa nangis hemm?” tanya Dirga lembut membawa calon istrinya itu ke dalam pelukannya.
Para penonton lainnya sudah pergi meninggalkan ruangan gelap itu, tersisa Kinara dan Dirga yang masih berpelukan di dalamnya. Kinara menangis sesegukan membuat Dirga dengan sabar mengusap punggung calon istrinya itu dengan lembut.
“Andai realitanya ada laki-laki seperti itu. Maka, setiap rumah tangga akan awet dan adem, karena prinsip yang pria itu pegang adalah menikah hanya sekali seumur hidup. Menjadikan istrinya sebagai ratu, begitu juga sebaliknya. Menikah karena cinta bukan karena fisik dan harta! Saling menguatkan satu sama lain di kala badai menerpa!”
“Tapi … tapi … hiks … realitanya tidak ada pria yang setia seperti tokoh pria itu. Banyak pria sekarang yang memandang wanita hanya karena fisik dan harta saja!”
Kinara menangis sesegukan dalam pelukan Dirga. Hati gadis itu merasa terenyuh setelah menonton film romantis tersebut yang berjudul ‘Cinta Sejati’, di mana dalam film itu menceritakan sepasang suami istri yang saling mencintai karena Tuhan.
Saling menerima kekurangan setiap pasangannya tanpa ada kata mengeluh dan menuntut agar bisa menjadi seperti yang mereka inginkan. Sikap tokoh wanitanya yang baik dan lembut serta pria nya hangat dan baik.
Bila dia merasa kesal di film itu dia akan memilih pergi guna menenangkan hati dan pikirannya sejenak karena tak ingin menyakiti hati sang istri dengan kata-kata kasarnya.
“Mungkin aku tidak bisa sempurna seperti pria yang ada dalam film itu. Akan tetapi, aku akan berusaha menjadi pria itu agar kamu juga bisa bahagia seperti wanita itu! Satu kelebihan ku dari kecil sampai dewasa seperti sekarang yaitu aku setia!” Dirga berkata lembut membuat hati Kinara menghangat.
Kinara melonggarkan pelukannya lalu menatap lembut Dirga. Dia membelai rahang tegas Dirga.
“Aku juga akan berusaha menjadi seperti tokoh wanita itu, memiliki karakter lemah lembut dan hangat agar aku bisa menjadi seperti rumah untukmu! Karena sebaik-baik istri adalah istri yang bisa menjadi rumah untuk anak dan suaminya!” balas kinara lembut membuat hati Dirga berbunga-bunga.
Pria tampan itu kembali mendekap erat tubuh Kinara lalu melabuhkan ciumannya berkali-kali di puncak kepala Kinara.
“I love you, Janda ku!”
“I love you too, Duda ku!”
*
*
*
Nah, udah triple up ini ... mau dua lagi gak?🤭🤪🤪
Kalau mau ayo vote di kolom komentar dan perorang wajib like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️