
Huekk.
"Kita ke rumah sakit ya, Sayang! Sekalian periksa kandungan kamu!" Dirga mengusap lembut tengkuk Kinara guna membantu istri tercintanya itu mengeluarkan cairan bening.
Sebulan yang lalu Kinara pingsan di atas panggung saat dirinya sedang melakukan catwalk di atas panggung. Dirga sangat panik dan segera membawa istrinya itu ke rumah sakit.
Dokter mengatakan bahwa Kinara sedang hamil. Dirga tak mampu berkata-kata lagi, pria tampan itu hanya bisa meneteskan air mata bahagia nya.
Akhirnya tak akan lama lagi darah dagingnya sendiri akan lahir. Semenjak saat itu Kinara vakum dari dunia modeling atas perintah Dirga yang tak ingin Kinara kelelahan.
"Iya, Hubbie. Aku nurut sama kamu saja!" Kinara berucap pelan, wanita cantik itu terlalu banyak mengeluarkan cairan bening dari mulutnya.
Sehingga, membuat dirinya merasa lemah. Entah mengapa kehamilannya saat ini begitu parah morning sickness nya. Padahal saat hamil Vino dulu tidak terlalu parah.
Namun, Kinara benar-benar menikmati momen ini karena Dirga memperlakukan nya seperti seorang ratu. Mungkin calon bayinya ingin bermanja-manja dengan Dirga.
"Ya, sudah sekarang aku mandikan kamu dulu!" Dirga tersenyum lembut lalu menggendong Kinara membawa wanita cantik itu ke dalam bathtub yang telah berisikan air hangat.
Kinara tak menolak sedikit pun atas perhatian Dirga yang berlebihan itu. Karena Kinara ingin sekali menikmati di manjakan oleh suaminya.
Mungkin wanita lain akan merasa kesal bila memiliki suami yang over protective dan posesif seperti Dirga. Akan tetapi, bagi Kinara itu adalah anugerah terindah.
Karena dia paham betul bagaimana rasanya di abaikan oleh suami sendiri. Itulah sebabnya, Kinara lebih memilih suami posesif dan protektif seperti Dirga.
Bersama dengan Dirga dirinya merasa terlindungi. Berbeda saat bersama dengan Andreas dulu, dia selalu merasa was-was karena takut di jahati oleh orang-orang sekitar.
Ah … Kinara langsung membuang jauh-jauh pikiran yang membawa nya ke masa lalu.
Dia tak ingin kembali dendam pada Andreas karena bagaimanapun mereka berdua telah baikan.
"Kamu gak ikutan mandi, Hubbie?" tanya Kinara lembut pada Dirga yang sedang serius menggosok punggung nya.
"Aku nanti saja, Sayang. Setelah memandikan kamu baru aku mandi!"
"Kenapa tidak sekalian saja?"
"Tidak boleh. Nanti kamu terlalu lama dalam air dan itu tidak baik untuk kamu dan anak kita!" tegas Dirga membuat Kinara tersenyum lebar.
"Kamu benar-benar sayang sama aku ya, Hubbie?" Pertanyaan bodoh muncul dari bibir Kinara membuat Dirga terkekeh geli.
"Kamu ini! Apa gak ada pertanyaan lain?" Dirga mencubit pipi Kinara membuat wanita cantik itu cemberut.
Dirga yang melihatnya pun tersenyum kecil. Dia merupakan seorang dokter spesialis anak, namun, keahlian Dirga tak di situ saja. Dia juga memiliki sertifikat psikologi.
"Aku benar-benar sayang kamu melebihi diriku sendiri! Sejak bertemu dengan kamu, prioritas ku adalah bisa membuat mu tersenyum setiap saat! Jika kamu bertanya tentang cinta, tentu saja aku mencintaimu."
"Semua yang ada padamu aku suka. Termasuk Vino juga! Aku mencintaimu apa adanya, Sayang. Saat ini dan di masa depan aku akan selalu mencintaimu! Tapi, bila suatu saat aku bersikap seperti tak mencintaimu maka saat itu aku sedang …"
Kinara menggigit bibirnya berusaha menahan diri agar tak berteriak kegirangan karena mendengar kata-kata manis penuh cinta dari Dirga.
"Sedang apa?" tanya Kinara penasaran menoleh ke belakang.
"Sedang kerasukan setan!" lanjut Dirga membuat Kinara tertawa.
Begitulah hari-hari keduanya di isi dengan canda dan tawa. Tuhan benar-benar adil, dia memberikan badai pada Kinara di masa lalunya. Namun, Tuhan juga yang mengirimkan pelangi setelah badai itu hilang.
Pelangi Kinara yaitu Dirga. Suaminya yang senantiasa menghibur nya di kala sedih dan meluruskan nya di kala salah.
Dirga benar-benar sosok suami yang menuntun Kinara dalam kebaikan.
"Kak Andreas belum bawa pulang Vino ya, Hubbie?" tanya Kinara pada Dirga yang sedang mendudukkan dirinya di atas ranjang.
"Belum, Sayang. Mungkin sebentar lagi!"
"Apa kamu gak khawatir kalau kak Andreas akan membawa Vino dari kita?" tanya Kinara penuh kecemasan membuat Dirga tersenyum kecil.
"Sayang … jangan pernah berprasangka buruk pada manusia ataupun Allah. Karena segala sesuatu itu akan terjadi sesuai prasangka kita! Aku percaya pada Andreas. Kesalahannya di masa lalu sangatlah besar dan itu sudah membuat dirinya sadar dan berubah!"
*
*
*
Seperti biasa di cerita novel author pasti peran pendamping nya juga akan author ceritakan. Jadi, jangan heran kalau author tidak dominan menceritakan peran utama nya.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir Juga ke Karya Temen Author 🥰🙏