
Setelah satu minggu berlalu murid murid tunas bangsa kembali bersekolah dan menjalankan pembelajaran seperti biasanya, pagi itu ramon heboh dengan wara wirinya ia yang ketakutan karena PR matematika nya belum selesai dan ia ditegur sama zola ' hei ramon kenapa ya kamu pagi pagi udah seperti kambing kebakaran jenggot'?
'diam lu upil aja yang diurusin udah kalo nggk bisa bantu gak usah bacot!
'idihh ditanyain malah marah, '!
'gak usah bacottttt ngerti gak'
' gakkk hahaha' dan zola meninggalkan ramon
pagi itu lewatlah zizi dan reki mereka baru saja datang ke sekolah dan sambil bicara di pagi itu dengan kesegaran mereka sambil tertawa, sedang asik berjalan menuju kelas ramon teriakin mereka
"zizi reki'?
dan zizi reki menoleh kearah ramon
'kenapa sih lo" tanya reki kepada ramon pagi itu
' kalian udah selesai gak PR matematikanya?
"udah donks ' zizi langsung menjawab
'iya udah siap kita' kenapa kamu gak buat?
" iiii ii iyaa aku nggk buat ni' dengan muka sedihnya mengharap zizi dan reki mau memeinjamkan PR mereka kepada ramon
"hahahahah makanya buat donks dirumah "
serentak zizi dan reki tertawa bersama
dan mereka meninggalkan ramon
'nggk usah dicontohkan kebiasaan dia gak mau belajar nanti' nasehat zizi kepada reki
" iya bener banget' apa sih cuma ngerjain aja kok males..
15 menit lagi bell masuk sekolah akan berbunyi
ada yang masih dikantin dan ada piket kelas, zola melihat ramon membawa tasnya menuju ruang guru, dengan mimik wajah yang agak sedih dan agak kesakitan ia menuju guru kelasnya entah apa yang ia laporkan dan akhirnya ramon menuju gerbang sekolah dan memberhentikan taksi pada pagi itu zola melihatnya menaiki taksi itu.
zola berlari menuju zizi dan reki, 'eh kalian tahu nggak? ramon udah pulang tadi naik taksi aku barusan lihat"?!
"lah kemana tu anak"?
'pulang kali karena nggk buat PR hihihi'
'hmmm hmmmm hmmm'
zola mulai paham ternyata saat ramon wara wiri nggak jelas itu ternyata ia hanya ingin mencontrn PR matematika karena rasa takut ken marah akhirnya ia pura pura sakit dan meminta izin dari sekolahnya pada hari itu juga.
hampir bel masuk berbunyi, polan baru saja datang, hari ini polan sedikit telat karena ia baru saja pulang dari mencari uang ,polan juga dipakai sebagai penari di tempat ayahnya bekerja terkadang polan menyambut kedatangan kapolda kapolres dan kapolsek ditempatnya dengan tarian daerah diprovinsinya.
'tumben siangan polan '? tanya zola
'ia tadi telat bangun saya '
'hoooo alahhhhh'
ting tong tong tong
jam masuk untuk pembelajaran pertama dimulai
siswa siswa agar segera masuk ke kelas
bel pembelajaran pertama sudah bunyi , polan segera duduk dan mengeluarkan buku pelajarannya dan juga PR matematikanya.
polan melihat bangku ramon kosong ia langsung bertanya kepada zola
' zol ramon mana? sakitkah atau izinkah?
'nggk tahu tadi dia datang tapi sekarang sudah pulang tadi aku lihat dia bawa tas dan naik taksi nggk tahu mau kemana'
polan sedikit heran ada apa dengan ramon karena tak biasa nya dia seperti itu.
' ah sudahlah itu semua karena ia tak membuat PR matematika jadi ia takut untuk belajar dijam pertama ini ' cetus zizi
"aduh aduh ramon kenapa sih begitu kan bisa kerja bareng kita kan' jawab polan
'ia maunya gitu tapikan ramon terkadang malas gabung sama kita apalagi untuk belajar kelompok! ampe kucing bertanduk pun ia tetap tak mau dan selalu saja ada alasannya 'cetus zizi dan reki.
'hmm ya sudahlah nanti juga berubah tu anak'
jam pelajaran pertama telah dimulai ibu guru khususnya guru matematika sudah masuk keruangan kelas dan meminta siswa untuk berdoa dan mengumpulkan PR mereka minggu lalu.
Dipinggiran kota ramon tidak pulang kerumah melainkan ia berhenti dipinggir jalan dan menuju hutan kota yang tak jauh dari sekolah mereka, dengan menggunakan tas sekolah dan masih memakai seragam sekolahnya polan duduk di pinggiran ,hutan kota pinus yang indah asri dan sejuk saat berada disana. Ramon menghampiri tukang es yang ada jualan di pinggiran hutan kota
' kamu nggak sekolah dek? tanya si tukang es kepada ramon
' tadi saya sekolah kok pak tapi saya males karena gak buat PR daripada kena marah mending saya pergi saja" jawab ramon
"lah nggak boleh gitu lo nak seharusnya kamu jujur saja deh sama gurumu '
" memangnya apa yang kamu takuti?
"males saja karena guru saya tak sebaik itu sedikit dikit hukuman hukuman dan hukuman tanpa ia tahh apa kesusahan siswanya'!
'nggk gitu lo nak semua guru itu baik sama seperti orang tua dirumah.
Ramon mendengar nasehat tukang es pinggir jalan itu dengan tatapan yang sinis ia merasa bukan melihat tukang es akan tetapi manusia aneh tua yang seperti iblis entah apa tatapan Ramon terhadap tukang es tersebut setelah mengambil es nya ia bergegas pergi dan segera lari dari tukang es itu
Ramon duduk dibawah pohon besar sendirian sambil menikmati es yang ia beli tadi, tiba tiba ada seorang wanita sebaya dengan nya menghampiri Ramon kaget sekaget kagetnya, sampe keselek minumnya
"ssiiiii apaa kamu" sambil terbata bata Ramon bertanya kepada wanita itu
wanita itu tersnyum dan tertawa seolah olah bahagia sekali saat melihat ramon kaget akan kehadirannya
"aku adalah penghuni pohon ini"
ramon pelongok karena kebingungan dan melihat ke arah atas pohon sambil berpikir kok pohon ini rumahnya
"maksud kamu apa?
" pohon ini rumah kamu? tanya ramon heran
dan wanita itu menjawab
"iyaa, aku sudah lama menjadi penghuni pohon ini sekitar 200 tahun lalu "!
ucapannya membuat ramon tambah bingung
" hahaha kamu kok bingung sih " y udh gak usah pusing, skr hayo kita bermain?
"gak mau ah aku tak suka sebelum kenal sama kamu!
dan wanita itu berkenalan dengan ramon menyebut namanya
"panggil saja aku melati"
'baiklah melati sekarang kita temenan ya' ujar ramon
"setujuuuu "
akhirnya mereka bertemanan dan bermain bersama tanpa ramon tahu kalau melati adalah makhluk penghuni pohon besar setelah 200 tahun lalu. setelah sore hari ramon kembali kerumah nya
baru sampai dipintu rumah nya ramon langsung dipeluk ibunya
'anakku kamu kemana nakk!!? (sambil menangis memeluk ramon
ramon hanya terdiam dan bilang kalau dia lagi bermain sama teman barunya itu pun hanya sebentar
'ibu ramon memeluk nya dengan erat bahkan keluarga nya yang lain ayah dan teman teman sekolah nya
polan datang bersama zola dan reki
polan langsung menghampiri ramon dan bertanya
'kamu kemana saja ramon?
"aku ya bolos sekolah saja karena tidak membuat PR matematika ya sudah aku bermain dengan melati teman baru ku ' ramon duduk dan diberi minum oleh ibunya serta makanan.
'ramon kamu tahu tidak kalau kamu sudah menghilang satu minggu '?
'iya ramon semua kluarga mu sudah mencemaskanmu"
ramon terheran heran yang ia rasakan ia hanya pergi satu hari dan bermain dengan melati sekitar setengah hari bukan satu minggu
'satu minggu???
"aku cuma pergi setengah hari tidak selama itu kok! (ramon berkeras kalau dia pergi hanya setengah hari)
polan mendekatinya
'hei ramon kamu mandi dulu trus jangan lupa ibadah' nanti kita cerita lagi!
akhirnya ramon mandi dan berganti baju, ibunya sudah sangat senang dengan kehadirannya meminta agar teman teman nya tidak pergi dulu dan tetap lah dirumah sampai ramon menceritakan apa yang terjadi dengannya.
sekitar 20 menit ramon sudah siap mandi dan diberi makan oleh orang tua nya
ramon duduk bersama teman temaNnya
yang ia ingat ia belum membuat PR matematika dan pergi untuk bolos sekolah sendirian
tapi yang terjadi ia malah hilang satu minggu hingga pencarian dirinya sudah dilakukan dimana mana bahkan ditempel kalau dia adalah anak yang hilang.
hanya polan yang mengerti
setelah sedikit tenang, polan mulai perlahan bertanya dengan ramon
apa yang kamu lakukan selama setengah hari itu ramon? tanya polan
'yang aku ingat aku hanya bermain di bawah pohon besar yang indah banyak bunga bunga terus aku minum es karena kehausan dan aku melihat ada cahaya merah aku keluar dari taman itu dan pulang kerumah ini sudah itu saja?
"yang benar ya tidak ada lagi selain itu?
" eh ada polan aku bertemu dengan seorang perempuan bernama melati ia menemaniku bermain selama setengah hari itu, dia bilang dia sudah 200 tahun menunggu pohon dan rumahnya disana'!
setelah mendengar penjelasan ramon polan tersenyum dan paham apa maksud cerita dari ramon
polan mulai menjelaskan,
"baiklah untuk semua dengar ya '
" sebenarnya ramon sudah masuk di alam ghaib tanpa ia sadar kalau ia sudah terjebak dan bermain di alam sana bersama teman baru nya' iyakan ramon (sambil tertawa)
ramon hanya terdiam dan tersenyum saja tanpa kata
'oke aku lanjutin '
antara alam ghaib dan alam nyata dunia kita durasi waktunya memang berbeda seperti halnya ramon ia merasa baru menghilang satu harian tapi sebenarnya ia telah hilang satu minggu, biasanya setelah ini ramon akan merasakan sakit yang cukup lama karena memorinya sudah terkuras habis, mendengar tutur polan yang cukup memahami hal hal mitos dan ghaib keluarga ramon hanya terdiam dan meyakinkan bahwa semuanya hanyalah kejadian yang akan membuat nyata dalam hidup nya
kurang lebih sekitar satu jam berlalu setelah berbincang dengan saudaranya dan teman teman nya, ramon benar benar tertidur dengan pulas badannya sedikit panas ibunya segera mengkompres kepalanya dengan air hangat dan memberinya obat untuk segera diminum ternyata polan lebih tahu apa yang akan terjadi dengan temannya.
karena bagi polan jika manusia sudah bermain dengan makhluk lain akan merasakan sakit yang cukup lama. setelah selesai menjenguk ramon polan dan teman lainnya segera pergi dan pulang ke rumah masing masing karena besok akan melanjutkan sekolah lagi dan belajar lagi.
setelah sampai di rumah, polan menceritakan semua kejadian yang dialami temannya ramon kepada ayah ibunya , ayah polan menanggapi dengan senyuman karena ayahnya tahu jika anaknya memiliki sedikit kelebihan untuk hal hal yang diluar nalar manusia.
pagi hari telah tiba seperti biasa polan berangkat ke sekolah diantar oleh supirnya sesampainya di sekolah polan melihat ramon juga masuk sekolah dan sudah duduk di bangku sekolahnya dengan temennung , polan menyapa nya
'hei ramon kenapa kamu sudah masuk sekolah?
' gak apa apa aku udah sehat dan enakan kok '
"secepat itukah?
'iya polan ' ada yang ingin aku ceritakan sama kamu.
" apa itu?
"kamu tahu kan aku sudah menghilang satu minggu sedangkan aku hanya pergi satu hari, aku sudah dekat dengan melati ia teman yang baik rasanya aku sedih berpisah dengannya ingin bertemu lagi tapi aku tak tahu caranya?
polan terdiam sejenak dan memberi tahu ramon
'ramon dengar kan aku '
'makhluk ghaib itu kamuflase mereka bermacam macam bentuk bukan itu saja tapi mereka memiliki banyak tipu daya untuk mengambil energi manusia karena kamu sudah merasa sangat dekat dengannya melati jadi kamu merasa kesepian sebenarnya sukma kamu sudah hampir diambil nya agar tinggal dengan alam dia, jadi seharusnya kamu bersyukur bisa keluar dari alam nya dia"
mendengar nasehat polan ramon hanya terdiam dan tetap termenung tak lama kemudian ia menjawab nasehat dari polan
' kenangan itu begitu indah polan satu minggu serasa satu hari ingin mengulang nya lagi'
"sudahlah itu hanyalah impian belaka mu ramon! kembalilah ke aktivitas biasa mu perbanyak ibadahmu agar selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha esa"
'iya '
mereka mulai belajar kembali bersama guru mereka dan memulai aktivitas seperti biasanya
zola dan reki ada janji ingin bermain kerumah polan untuk kerja kelompok sore ini mereka diantar oleh kakaknya zola pinem namanya, kak pinem adalah seorang psikolog lulusan s2 Amerika, dia sangat menyayangi adiknya zola karena zola merupakan anak yang pintar, ayah zola juga seorang polisi sama bekerja dengan ayah polan tidak heran mereka juga selalu dekat bersama .
kak pinem telah tiba dirumah polan, melihat rumah polan yang indah penuh bunga bunga dan pohon hijau membuat kakak pinem betah berdiam lama lama disana.
"sudah lama tidak menikmati suasan asri seperti ini tante, di Amerika hanya melihat gedung yang tinggi tinggi '
ibunya polan tersenyum sambil mempersiapkan minuman dan makanan yang hangat untuk polan dan pinem
'iya pinem, ini polan dan oom kamu suka banget mereka berkebun menghabiskan waktu bareng ntar juga kalo anak anak tante kumpul bareng mereka juga akan BBQ an disini bakar bakar ayam sambil karaokean kumpul keluarga gitu "!
"iya tante asyik banget disini'
sedang asyik bicara ayah polan datang baru pulang kerja langsung keruang belakang dan melihat ada pinem
' lah ini anaknya bapak nya didepan " hahaha
canda ayah polan ke pada pinem
'John John liat ni anak lu ada di rumah gue "
ayah pinem dan zola menuju ruang belakang dan kaget melihat anaknya
'lah kok pada kumpul disini sih?
' eh ayah, ayah tu yang ngapain ke sini tanya zola "
'ayah kan baru pulang kerja dan akan pergi lagi kerja sama ayahnya polan '
'lah sama donks zola disini juga kerja kelompok kakak pinen yang anter "
dan akhirnya mereka tertawa bareng sambil menikmati minuman hangat buatan ibu polan hingga larut malam.