Anak Polisi

Anak Polisi
Bunuh diri 30 tahun yang lalu


Tahun ajaran baru sekolah sebentar lagi akan datang, polan akan melaksanakan Ujian akhir untuk kelulusan dibangku sekolah dasar, sekarang polan duduk di kelas enam SD diusia nya yang 11 tahun polan mulai memilih untuk bersekolah dimana dan akan masuk apa.


ayah polan menginginkan polan untuk masuk pesantren di Yogyakarta tetapi bertentangan dengan ibunya yang hanya menginginkan polan bersekolah didalam kota agar selalu dekat dengan ibu dan keluarganya.


'Ma sekarang daripada kita berdebat polan mau masuk apa,? lebih baik tanyakan saja sama dia setelah lulus SD ini ia memilih masuk apa,. "


'iya ayah terserah polan, tapi ibu akan tetap menyuruh polan untuk bersekolah biasa saja didalam kota'


ayah hanya terdiam dan menyertu


'ya sudah terserah ibu saja'


polan dipanggil oleh ibunya diruangan keluarga


'polan kemari sayang '


'sebentar ya ma polan masih mengerjakan tugas'


mendengar jawaban polan ibunya sabar menanti anaknya, ibunya hobi sekali menonton sinetron, setelah selesai makan malam ibunya segera membuka televisi selain mendengar berita berita penting, ibunya juga punya sinetron yang ia ikuti dari awal hingga akhir.


satu jam berlalu ibu polan masih menunggu kedatangan polan, akan tetapi polan tak kunjung datang ke ruangan keluarga untuk menghampiri ibunya, karena anaknya tak kunjung datang ibu polan segera menyusul anaknya ke lantai dua karena kamar polan di lantai dua bersebelahan dengan kamar abangnya.


'hadewh hadewhh anak ibu,kira ibu belajar sampe larut ' ternyata tertidur didepan meja belajar nya, "?


(ibu polan tersenyum dan memeluk anaknya)


ibu membisikkan dengan lembut ketelinga polan


'anakku sayang bangun polannnnn'


polan kaget 'hah ibu maafin polan bu, polan ketiduran disini'


'iya nak tidak apa apa'


'ayah mana bu?


'ayah keluar kota ada tugas'


'"oh iya bu abang udah berangkat ya keluar kota"?


"belum besok dia berangkat bersama teman-teman nya '.


" hmm berarti kita tinggal berdua ya bu'


"iya tapi kan tidak kesepian ada bibi, pak supir, dan paman pembersih taman..


' iya benar bu " (tersenyum )


karena melihat anaknya terlalu lelah ibu polan tidak menanyakan apa yang ia ingin tanyakan, ia menyuruh anaknya untuk istirahat karena sebentar lagi polan akan ujian jadi ia harus full belajar untuk kelulusan nya bulan depan.


setelah menemani polan tidur dan menyelimuti anak nya tak lupa pula ibunya menghidupkan pembasmi nyamuk ibunya keluar kamar polan kembali duduk diruang keluarga.


ibu polan mengambil handphone dan menelpon anaknya yang perempuan dua orang, satu jam mengobrol dengan kedua kakak polan akhirnya ibu polan mematikan telpon.


"aduh kepala ku pusing' tiba tiba kepala ibu polan pusing karena kelelahan tetapi karena obat sudah ada disediakan ibu polan ia segera meminum nya lumayan sedikit hilang pusing kepala ibu.


pukul 05.00 subuh polan sudah terbangun segera melaksanakan ibadah subuh bersama ibunya dan bibi pembantu rumah tangga nya polan, polan sangat sayang dengan bibinya karena dari kecil bibi selalu bersama dengan polan, bagi polan bibi sudah seperti orang tua nya sendiri karena masa kecil polan ada bersama bibi, saat ibu nya pergi bekerja polan selalu diasuh dengan bibi diajarkan mandiri seperti orang tua nya mengajarkan anak nya.


polan diajarkan mengaji dan sholat lima waktu, berbuat baik sedekah dan berpuasa karena keluarga polan menganut agama Islam


hampir 20 tahun sudah bibi bekerja dengan keluarga polan, mungkin bibi sekarang sudah lelah dan ingin mengundurkan diri, kata bibi ia ingin pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga mungkin karena usia nya juga yang tak muda lagi tenaga sudah tak ada lagi


mau tidak mau keluarga ibu dan keluarga polan melepaskan bibi untuk pergi pulang kampung berat rasa hati mereka sedih tiada tara, karena permintaan bibi sendiri bukan karena ada apa apa akhirnya keluarga polan melepaskan kepergian bibi dengan berat hati, pecahlah tangisan polan dan ibunya, mobil bus sudah datang menjemput bibi berpelukan lah mereka untuk saling melepas rindu.


Polan berkata sambil menghela tangisannya, 'besok kalau ada waktu polan akan jenguk bibi ya kesana, bibi juga harus kasih kabar dan datang kesini meski kita tak sama sama lagi' hikkkks hikkksss hiksssss. "


'iya nona polan bibi akan kasih kabar doakan saja bibi panjang umur'


dan bibipun menaiki bus dan melambaikan tangan ke mereka semua,termasuk tetangga tetangga polan yang lainnya yang juga sudah menjadi bagian dari keluarga menurut bibi


Satu minggu berlalu polan sudah siap untuk melaksanakan Ujian kelulusan setelah ujian selesai dilaksanakan polan diperbolehkan untuk tidak sekolah, hingga menanti ijazah dan hari kelulusan nya.


saat santai dirumah ibu polan bertanya kepadanya


"polan setelah lulus SD ini kamu mau melanjutkan kemana? '


polan hanya terdiam dan dia bingung mau jawab apa


'polan bingung bu polan maunya masuk pesantren di Yogyakarta soalnya teman teman polan banyak yang masuk pesantren disana'


" hmm jadi polan mau ninggalin ibu sendiri?


'ibukan ada ayah sama abang"?


'iya tapi bagi ibu tanpa polan rasanya ibu sepi nak, bagi ibu polan masih sangat kecil jika jauh dari ibu"?


polan hanya terdiam karena usia nya yang baru 11 tahun ia tak bisa mengambil keputusan apa apapun bagi polan apa yang terbaik bagi orang tuanya ia akan mengikutinya.


ibu dan ayah berbincang berdua dan bercerita kalau polan sangat ingin masuk pesantren, ayah sangat menyetujuinya, tapi ibu menolak sangat berat hatinya jika polan kecil harus jauh dari nya.


hasil perbincangan kedua suami istri itu memutuskan kalau polan anak bungsu mereka akan dimasukkan ke sekolah negri pemerintahan yang tak jauh dari rumah mereka, keesokan harinya ayah mulai bertanya untuk mendaftarkan anaknya masuk kesekolah ditahun ajaran baru nanti.


hampir tiga minggu menanti, tak terasa hasil kelulusan akan segera diberikan ke anak anak kelas 6 SD, polan dan teman teman nya sudah siap menanti didepan kelas masing masing untuk menerima amplop kelulusan atau tidak lulusnya.


akhirnya amplop diberikan satu persatu sesuai urutan nama masing masing, saat tahu hasilnya lulus teman teman polan dan polan sumringah berbahagia loncat sana sini ada yang sujud syukur karena tahu jawaban mereka adalah kelulusan mereka semua bahagia pada saat itu, disela sela kebahagiaan anak anak kelas 6 SD polan melihat anak anak yang murung tapi bukan teman kelasnya atau di yang bersekolah ditempat polan.


anak itu menuju belakang sekolah dan diikuti oleh polan


"hei kamu siapa namanya? kenapa kamu murung"


saat dihampiri oleh polan anak itu menangis dengan menggunakan seragam sekolah yang sama persis dengan yang dikenakan polan.


polan mendekati anak itu, polan mengulurkan tangannya dan berjabat tangan agar saling berkenalan terasa oleh polan tangann anak itu sangatlah dingin dan pucat


'kamu anak mana? kenapa kamu kemari? " polan bertanya kepada anak itu


"aaa aaa akkuu aaa aku kemari karena kamu bisa melihat aku" jawab anak itu


polan terkejut tapi dengan gayanya yang tenang


"berarti kamu bukan manusia? "


'iya aku sudah mati 30 tahun yang lalu saat sekolah ini masih sangat jelek"


"apa penyebab kamu mati ' tanya polan kepada anak itu?


" aku bunuh diri karena pada saat itu aku tidak lulus sekolah aku takut dimarahin ibuku" hikss hiksss hiksss


polan terkejut dan menarik nafasnya


"apakah kamu menyesal? "


'ya aku sangat menyesal karena aku tidak diterim bumi ternyata setelah mati baru aku tahu bunuh diri itu tidak boleh'


'jadi apa yang harus aku bantu untukmu?


"bisakah kamu mencari keberadaan orang tua ku, tolong sampaikan ke mereka kalau aku ingin minta maaf agar aku bisa mati dengan tenang"


"baiklah sebisa mungkin aku akan bantu kamu'?


'Terima kasih ya anak baik' haha haha haha


lalu setelah perbincangan mereka berdua, anak itu menghilang tak tahu kemana perginya.


polan sudah dijemput oleh sopirnya didalam mobil ada ibu polan, dengan gembira polan memberi amplop kelulusannya kepada ibu


'ibuuuuuu ibuuuuu polann lulus, " bahagianya polan saat itu.


ibu memeluk polan dan memberikan kado untuk anaknya, pak sopir pun memberikan hadiah coklat kesukaan polan untuk nya, sebagai tanda hadiah karena dia telah lulus dari sekolah dasar.


"' kringggg kringgg kringggg' 'halo sayang? "


'ayah ayah polan sudah lulus kita harus merayakan nya"


' iya sayang tunggu ayah pulang kita rayakan sama sama ya'


setelah selesai menelpon ayah nya, polan lanjut menelpon kakak perempuan nya kak eka dan kak meri memberi tahu kalau ia lulus dari sekolah dasarnya dengan nada gembira , kak eka dan kak meri nya janji akan kekota minggu depan dan membawa hadiah untuk adik bungsunya yang sudah lulus Sekolah Dasar.


Malam hari ayah pulang dari tugasnya, dirumah telah di suguhkan segelas cangkir kopi dengan ibu, seperti biasa ibu menyambut kedatangan ayah dan melepaskan sepatu ayah., begitu harmonisnya keluarga ini dan selalu bahagia.


satu bulan berlalu,liburan telah usai karena polan dan keluarga nya tidak kemana mana mereka dirumah saja menghabiskan waktu bersama dan memikirkan polan yang sibuk untuk mendaftar Sekolah menengah pertama dan bersykurnya polan diterima dalam rayon sekitar rumahnya


polan bersiap menjadi siswa baru dan menjalani ospek (masa orientasi siswa sekolah) pada hari pertama masuk sekolah setelah perkenalan polan dan teman temannya harus memakai kaos kaki beda warna dengan rambut dikuncir dua untuk perempuan dan untuk laki laki memakai karung goni dari karungan beras dijadikan topi dan memakai tas dari kresek, anak anak siswa baru SMP harus mengelilingi semua sekolah dan berkenalan dengan guru-guru mereka, polan adalah anak yang berbakat ia tak malu malu untuk bernyanyi dan menari didepan teman -teman barunya.


pada saat diminta untuk adu bakat polan selalu duluan maju dari teman baru nya, zola adalah teman baru polan,zola seorang anak perempuan berasal dari sekolah dasar di kabupaten ia akrab saat pertemuan pertama dengan polan bahkan sekarang mereka satu kelas dan duduk di bangku yang sama.


polan tak mengerti dengan cinta monyet ataupun cinta anak SMP dimasanya, polan mendapatkan salam dari kakak kelasnya dan juga teman sebaya nya yang kelas nya berbeda, tapi polan hanya tersenyum dan malu malu karena dia belum mengerti apa sih mereka pake suka suka sama polan.


jam pulang sekolah telah tiba seperti biasa polan dijemput oleh supirnya dan sudah ditunggu didepan sekolah nya, pada masa nya polan merupakan anak orang berada karena beberapa temannya tidak seberuntung dia bisa diantar jemput dengan menggunakan mobil.


sesampainya dirumah polan bercerita dengan ibunya, "bu bu polan ada yang kirim kirim salam dari kaka kelas polan yang laki laki " mendengar anaknya bercerita ibunya tersenyum bahkan ibunya tidak ada marah sama sekali.


"sayangku polan kan udah SMP itu namanya polan makin besar'


" gak ah males jadi besar, polan masih anak bayi ibu aja'"!


"ya polan, kalau ada yang salam bilang aja Walaikum salam karena polan tidak boleh berpacaran dulu"!


'ya bu polan tahu itu polan masih kecil jika harus berpacaran diumur sekarang. "!


'iya sayang jawab aja baik baik jangan sakiti hati orang lain ingat pesan ibu ya'


" siap ibuku sayang"!


polan anak perempuan yang kalau ada apa apa selalu bercerita sama ibunya, hampir satu tahun berlalu polan segera akan naik kekelas dua SMP pada saat itu raportnya ia meminta ayah nya untuk mengambilnya, ayah nya sudah siap akan mengambil raport nya akan tetapi karena ada tugas yang harus dijalankan lebih dulu, polan menunggu lama ayahnya sehingga raport teman temannya sudah diambil oleh orang tua mereka tetapi ayah polan tak kunjung datang, setelah pukul 11.00 siang barulah polan melihat mobil ayahnya diparkiran alangkah senang nya hati polan saat ayahnya tiba,


"ayah ayah sini sini, " polan berlari mengejar ayahnya dan memeluk ayahnya,


"dimana kelas adex" ? tanya ayah polan


"di ujung sana yah'


'ayo kita kesana'


masuklah ayah polan kekelas polan


dan sedikit ada perbincangan dengan ibu guru polan ibu rita namanya, ibu rita menceritakan kepada ayah polan kalau polan adalah anak yang sangat pintar dan cerdas ia mendapatkan rangking satu dan menjadi siswa terfaforit tahun ini.


mendengar ucapan ibu rita betapa senangnya hati ayah polan karena tahu anaknya akan bersekolah dengan baik, ayah menerima raport dari ibu guru,


'polan salam ibu gurunya'?


"ya ayah '!


setelah menyalam gurunya polan pergi untuk pulang ke rumah bersama ayahnya,


didalam mobil polan bercerita dengan ayahnya ia melihat anak sebaya dia yang sudah meninggal 30 tahun lalu agar ia bisa membantunya untuk bertemu ibu anak itu kejadian setahun lalu, tapi sampai hari ini polan belum bisa menemui orang tua anak itu dan ia pun tidak pernah menampakkan dirinya dengan polan


ayah menasehati polan


'anakku kamu bukan lah anak biasa kamu diberi kekuatan dan kelebihan yang orang lain tidak memilikinya, selagi polan bisa untuk membantu maka bantulah tapi pesan ayah jangan sombong jangan dipaksain bantulah mereka semampunya"


polan balik bertanya dengan ayahnya "yah mengapa polan diberi kelebihan seperti ini, mengapa anak anak yang lain tidak? "


"itulah anakku Tuhan punya tujuan atas kehendaknya gunakan dengan baik apapun pelajaran yang kamu dapat, jangan pernah tinggalkan adab dan ilmu ya sayang teruslah menjadi anak yang baik dan selalu membanggakan kedua orang tua dan keluarga'!


'iya ayah polan siap laksanakan"


dan setelah 1 jam perjalanan mereka sampai dirumah