Anak Polisi

Anak Polisi
Cinta pertama polan


kembali menuju bangku kelas bersama teman teman setelah usai berlibur seminggu untuk menenangkan pikiran dan bathin nya polan dan teman teman nya ceria bersama seperti biasa nya akan tetapi ada yang berbeda dengan hari ini karena di sekolah polan ada anak baru yang pindah dari luar kota.


tuk tuk suara sepatu ibu guru Jenny menuju kelas mulai terdengar seluruh siswa dengan sunyi duduk manis menunggu kedatangan guru mereka bersama seorang pria tampan semua mata tertuju padanya..


Tukkkkk.... suara sepatu terhenti didepan pintu semua mata tertuju bukan kepada ibu Jenny tapi kepada anak baru yang akan masuk ke kelas polan ya kelas XII begitulah waktu berlalu begitu cepat polan sudah akan menginjak usia 17 tahun,.


" Selamat pagi anak anak " pagii bukkkk kelas XII MENJAWAB serentak


"hayo sini berdiri dulu didepan kamu kenalan dengan teman teman kamu ya?


anggukkan kepalanya yang sopan


" anak anak ini ada teman baru kalian beliau ini pindahan dari Bandung, yang mau tanya tanya langsung sama orang nya ya' sambil tersenyum ibu Jenny mempersilahkan untuk perkenalan diri nya


melambaikan tangan


" Haii selamat pagi semua" pagiiii brooo ,..


"kenalkan nama saya padlan pindahan dari SMA Bandung, karena saya ikut orang tua saya yang pindah tugas disini" Terima kasih kalau ada pertanyaan langsung saja ya'


dengan tegas anak baru bernama padlan memperkenalkan dirinya.


" bagi nomor handphone nya donk ' ocha menggoda padlan, teman teman nya pada heboh " cieee cieee ' ada juga yang bertanya udah punya pacar gak? rumah nya dimana? dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan dari teman kelas nya '


ibu Jenny menepuk meja dengan mistar panjang nya


" sudah sudah ya anak anak kita lanjutkan dulu pelajarannya '


"padlan hayo silahkan duduk '


padlan menuju kursi yang akan dia duduk, ia bersebelahan dengan polan dan kiano.


padlan melemparkan senyuman begitu juga polan


" duhhh ganteng maksimall ini' cetusss selma


polan hanya menggelengkan kepala


dan mereka melanjutkan pelajaran matematika nya bersama ibu Jenny pagi itu.


dalam pelajaran yang sedang berlangsung polan memandang padlan sambil berkata didalam hati, " ganteng juga anak ini tak salah banyak yang suka " didalam hati polan bertanya tanya, lah kenapa ia mulai suka melihat lawan jenis nya satu ini oh tidak tidak polan dia hanya teman kamu kamu disini belajar agar bisa menjadi polisi wanita melanjutkan cita citanya seperti ayahnya..


sedang termenung, ocha menegur polan..


' hei heiii polan hayoo keluar jajan gak?


polan kaget 'hah'


'ih kamu mikirin apa sih polan? gak pernah pernah kamu gini? tanya ocha


'eh iya gak papa kok , lagi mau menung saja'


"ah aneh kamu, hayo kita kekantin '


polan tersenyum menghadap padlan, dan padlan juga melempar senyuman ganteng nya.


polan bersama ocha menuju kantin, perjalanan dikantin ocha cerita, " hei polan ganteng ya sipadlan tipe aku banget lho"!


"ya biasa saja bagi aku ganteng sih tapi kan kita belum tahu sifat aslinya kayak apa' intinya cukup berteman saja lah'


" ih kenapa sampe nanya sifat sih polan? aku kan cuma bilang kalau dia ganteng gak tanya sifat jangan jangan kamu suka ya sama padlan hayoo jujur " ocha menggoda polan


" gak lah biasa aja tahuu', eh kenapa kita bahas anak baru itu sih udah hayo beli makanan nanti bell masuk lagi'


" iya ayo ayo '


polan dan ocha menuju kantin dan bercengkrama bersama teman teman nya yang lain sambil menikmati makanan mereka dan salah satu teman nya melihat ke arah kelas polan


" eh lihat deh anak baru yang kalian katakan ganteng itu bawa bekal lho dia, ihh so sweet banget kesehatan aja dijaga nya apalagi pacarnya nanti'


teman teman polan melihat sedangkan polan pura pura tidak tahu


" eh benar benar, jangan dia anak mami lagi " hahahaa teman teman polan tertawa bareng


" sudah sudah nggak urus anak baru itu hari ini aku lihat sekolah kita heboh karena dia " jawab rezi "siapa sih dia cuma karena kegantengan nya saja kok semua heboh "


" huss udah ah biarkan saja " terang polan


setelah membeli makanan dikantin sekolah polan ocha dan teman lainnya masuk kedalam kelas mereka karena waktu bel masuk akan berbunyi sebentar lagi "


padlan duduk manis sambil menulis, dan menuju kepadlan ocha memberanikan diri mendekatinya


" Hai padlan? kamu lagi apa


padlan tersenyum manis, "saya lagi menulis puisi "


"oh kamu suka puisi ya, berarti kamu tipe lelaki Roman juga yah" hihi


padlan tersenyum manis "iya" jawab padlan


"kamu suka puisi gak?


" suka donks,


" nanti saya buat kan puisi untukmu "


"kringgg kringgg "waktunya jam belajar masuk


bel sudah berbunyi untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya..


polan masih tak ingin berbicara dengan anak baru itu mungkin karena polan masih merasa malu malu....


tibalah jam pulang tiba siswa menunggu jemputan mereka masing-masing didepan pintu pagar, polan dijemput oleh supirnya, polan masih termenung dan ia masih merasa ada yang aneh pada diri nya sendiri entah perasaan apa yang merasukinya hari ini tak seperti biasanya, polan biasanya sangat berani berbicara dengan siapapun tapi tidak kali ini, polan merasa ada yang aneh pada dirinya sendiri tapi ia pun tak mengerti apa yang ia rasakan didalam perjalanan ia hanya termenung tanpa kata sambil melihat jalan,... pak supir menyapa non polan "non non??? " ehh iya pakk? "ada non? cerita sama bapak non punya masalah yah?


" hehe nggak ada apa apa kok pak"?


"biasanya non nggak pernah seperti ini pasti ada sesuatu kalao non udah termenung"


" ih beneran deh nggk ada apa apa kok pak"!


"iya deh non"


bapak supir melanjutkan perjalanan nya menuju rumah.


setelah sampai dirumah, polan turun dengan wajah yang lelahlelah langsung masuk kamar.


ibu polan sudah berada dirumah dan mengajak polan untuk makan siang tetapi polan agak nggan dan langsung menuju kelantai dua


"polan mau bobo siang ma, polan mengantuk "


"hmm y udah sayang setelah bangun jangan lupa makan ya"


"ya ma polan udah makan juga kok"


sambil menatap anak nya yang agak sedikit aneh, ibu polan membiarkan saja anaknya masuk kamarnya


tak lama berselang datang lah pak supir


"maaf Bu menganggu waktunya saya cuma mau kasih tahu, non polan tidak seperti biasanya bu!


" kenapa dia pak?


" kurang tahh bu waktu ditanya malah temenung tanpa kata, jawaban nya cuma bilang aku nggak papa "


" iya ya pak itu saya suruh makan saja menolak"


" mungkin lagi banyak tugas ya bu"?


" bisa jadi, udahlah pak nanti kalau udah enakan polan biasanya akan bercerita sendiri "


sore hari itu polan turun dari lantai dua kamarnya ia duduk di depan rumahnya yang luas ia mencelupkan kakinya ke dalam kolam berisi ikan, ibu datang menghampiri nya


"polan sayang udah makan belum?


" udah kok mama" kamu kenapa hari ini sedikit kurang riang ibu lihat?


"hehe nggak papa ko bu, aku baik baik saja.


" hmm ya sudah ibu tak mau anak ibu kenapa kenapa ya, kalau ada apa apa beri tahu ibu!


"siap bos laksanakan"!


" ihh kamu, ya udah ibu nanti mau pergi acara buayangkari hari ini sama ayah, kamu dirumah aja ya"!


"iya bu"


hari pun telah malam, polan pun telah bersiap menelpon temannya, karena akan mengajak untuk makan di luar sekedar minum kopi, pak supir malam siap mengantar polan kemanapun pergi


polan mengajak riza untuk duduk di kafe karena riza yang bisa pergi malam ini, polan pergi dan minta izin sama ibu nya dan ayahnya, dibolehkan akan tetapi tidak boleh pulang dari jam 11 malam


karena ini malam minggu polan meminta kebebasan jam pulang karena kan dia diantar oleh pak supir juga, ayah mengizinkan nya, tapi ibu nya agak berat


mengikuti kehendak anak bungsunya ibu membolehkan polan pulang hingga larut malam dengan syarat dijaga oleh pak supir


polan dan riza sampai di cafe yang sudah mereka bicarakan sebelum nya , polan hobi berkumpul bersama teman temannya sekedar minum dan bercerita dengan teman teman nya, sedang asyik menikmati minuman dan berbicara dengan riza seperti biasa namanya perempuan suka dengan selfie selfie, awalnya polan biasa saja saat mendengar penyanyi yang berada live music, tak sengaja polan membalikkan badannya ya ia melihat padlan anak baru yang baru masuk di kelas nya tadi siang.


polan kaget dan jantungnga berdegup kencang tanpa sengaja ia pun heran tanpa bicara seolah mulut nya semua terkunci tanpa kata.


Riza menegurnya,


"polan kenapa kamu?


" nggak papa?


"memangnya siapa penyanyi itu kamu kenal ya?


" dia anak baru yang tadi masuk kelas aku


"ohh, bagus ya suaranya, orangnya juga ganteng kok polan "!


" ah biasa aja, di sekolah juga anak anak pada sibuk"


setelah satu lagi selesai dibawakan padlan tibalah MC malam itu memberi sambutan dan mengucapkan Terima kasih pada owner cafe sudah mau menyumbang kan sebuah lagu untuk pada konsumen cafe nya malam itu


"tuann padlan, pebisnis muda yang sukses dan masih berstatus anak sekolah" MC memberikan tepuk tangan


dan banyak yang berjabat tangan dengan padlan dan meminta poto poto bareng dia, karena padlan adalah lelaki yang tak sombong dan baik hati


polan melihat padlan dengan tatapan tajam, sambil menikmati kopi, sedang penuh tatapan padlan melihat ke arah polan, padlan berdiri dan menghampiri polan


padlan mengulurkan tangannya kepolan dan riza


"hei kamu yang satu kelas sama aku kan?


" iya " polan mengulurkan tangannya


itu adalah pertama kalinya tantan padlan dan tangan polan bertemu


"y udah lanjutin yah semoga kamu selalu menyukai menu menu cafe kita disini"


"ya Terima kasih ya tuan , kami suka lo nongkrong disini " jawaban tegas riza


padlan meninggalkan tempat duduk mereka seolah pucuk dicinta ulampun tiba,polan bingung dengan hatinya dan setelah bertemu dan melihat polan hatinya tenang


"polan kamu kok bahagia sekali ya setelah berjabat tangan sama tuan ganteng "?


" hehe nggak lah biasa aja, tapi wangi juga ya tangannya"!


"ehh hati hati lo, nanti kamu bisa jatuh cinta sama tuan pebisnis muda itu"


"hmmm nggak lah riza dia kan teman aku satu kelas baru juga satu hari "


"ya kita lihat saja nanti, kalau kamu jadian sama dia, HAHAHA!


asyik menikmati kopi dan cemilan riza dan polan asyik dan larut dengan kenikmatan malam minggu mereka, haripun sudah menunjukkan pukul 11.00 malam dan pak supir masih menunggu mereka diparkiran karena perintah ibu polan


"non sudah pukul 11.00 mari kita pulang non, nanti saya disalahkan ibu karena membawa non polan larut malam"


polan menarik nafas dan mengikuti apa yang dikatakan pak supir


pulanglah mereka kerumah dalam perjalanan malam itu,. sampai dirumah ibu dan ayah polan belum datang


riza malam itu menginap dirumah polan dan bersegera mereka mengganti baju tidur untuk istirahat karena mereka juga lelah


"kringggg kringggg" handphone riza berdering ternyata ibunya menelpon menanyakan ke adaan nya


seperti orang tua pada umum nya mereka merindukan dan mengkhawatirkan anak mereka


riza mengangkat telpon ibunya dan jelas saja ia mengatakan menginap di rumah polan malam itu tanpa sepatah kata yang sama ibunya mematikan telpon


riza menarik selimut, polan hanya tersenyum melihat temannya sangat mengantuk dijam 1 malam, polan masih termenung memandang langit berbulan yang indah di luar teras di lantai dua kamarnya


sepertinya ia mulai memikirkan padlan yang ia sendiri tak mengerti padahal baru satu hari ia melihat nya bahkan malam ini seolah mereka sudah lama bersama dan saling kenal tapi polan lupa itu dimana dan kapan


akhirnya polan menepuk dada nya dan mencubit pipinya, sembari berkata "polan ini hanyalah khayalan semu kamu jangan begini ini hanyalah pikiran bodoh yang seharusnya kamu hilangkan hayo fokus polan fokusss ahhhhhhrttt"


huhh huhh huhhh


riza terbangun dengan nafas ngos ngosan


"polannn kamu belum tidur"?


" belum riza, kenapa kamu terbangun?


"nggak papa, aku mimpi buruk rasanya jatuh dari atap yang sangat tinggi seperti kelelahan "


" ya sudah lanjutkan tidur mu, besok bisa bantu kesiangan karena besok kita libur sekolah"


"hoammm selamat malam polan"


"malam"


trettttt terdengar suara pagar rumah polan terbuka dan ia melihat kebawah ternyata penjaga rumah nya membuka kan pagar karena ayah dan ibu polan baru pulang kerumah


polan merasa rindu dengan kedua orang tuanya ia langsung turun tangga, dan menghampiri ayah dan ibunya, polan memeluk ayah ibunya


"lah ada apa anak ayah kok belum tidur udah larut malam gini"


"belum ayah polan sengaja menunggu kalian pulang"


"riza udah tidur ya sayang!?


" udah bu?


' ayah ibu polan bingung nih"?


"kenapa bingung "? serentak ayah dan ibu menjawab


" polan selalu memikirkan anak baru yang baru saja bersekolah di sekolah ku dan ia sekelas denganku"


"ganteng nggak cie cie??? ibu menggoda polan


polan pun menjawab ia


" kamu sedang jatuh cinta ya sayang'? ayah kembali menggoda sambil tersenyum


"ihh ayah ibu kok godain polan sih"


"eh itu anak manis ibu ayah senyum2 berarti benar ya yah?


" iyaa bisa jadi" hehe


"y udah hari udah larut ayo tidur lagi sayang' ayah dan ibu mau istirahat juga


polan menuju kembali ke lantai dua kekamarnya, polan adalah anak yang terbuka dengan kedua orang tua nya apapun yang ia rasakan ia ceritakan kepada mereka


malam itu polan tidur di samping riza karena kasur nya yang besar cukup untuk enam orang jadi sangat nyaman untuk mereka berdua tertidur pulas


pukul 08.00 pagi


kicauan burung merdu merayu rayu irama indah, polan terbangun riza terbangun, mereka langsung mencari ponsel mereka masing masing dan serentak melihat ada permintaan pertemanan di akun sosial media mereka, ternyata cafe yang mereka datangi semalam say hello kepada mereka berdua di akun sosial media ,


meminta alamat karena akan mengirim kan bingkisan ucapan terima kasih karena sudah datang ke cafe mereka


riza memberikan nya tanpa pikir panjang benar itu akun asli ataupun hanya akun palsu


polan hanya menggelengkan kepala terserah dengan riza saja


akhirnya riza yang memberikan alamat lengkap polan di akun itu


suara ibu polan dan bibi sudah terdengar didapur bawah untuk memanggil mereka agar breakfast bersama, tak lama kemudian polan dan riza segera mandi dan siap siap menuju sarapan pagi


sedang sarapan pagi dengan keluarga besar mereka, security masuk kedalam rumah dan memberikan bingkisan bucket bunga atas nama polan dan riza,


"dear tak tak" maaf saya menganggu sarapan pagi kalian semua ya, ini ada titipan dari gojek untuk nona polan dan teman "


bergegas kembali security keluar


"terima kasih ya pak" taroh saja saja dimeja sana, pinta polan


ibu dan ayah polan bingung juga siapa yang memberikan bingkisan itu takutnya ada apa apa karena keluarga mereka adalah keluarga polisi yang mana polisi selalu banyak musuhnya dan dibenci penjahat


bersyukurnya ibu polan dan ayah nya pagi itu bahwa yang dikirim kepada anak nya adalah benar bucket bunga dan coklat


polan tidak mempedulikan itu dari siapa yang tahu hanyalah riza bahwa itu adalah dikiriman dari cafe yang mereka datangin semalam


hari ini benar benar hari libur yang ingin mereka nikmati untuk tidur dan istirahat


karena besok sudah masuk waktu sekolah kembali


polan termenung saja ia tahu bahwa perasaan nya kali ini tidak lah main main yang ia rasakan adalah jatuh cinta pertama dengan anak baru dikelas nya, tapi ia tak akan mau mengungkapkannya karena ia tahu bahwa sekolah adalah nomor satu yang harus dilaksanakan dengan baik


senin telah tiba kembali waktunya bersekolah datang, pak supir sudah menunggu didepan mobil untuk mengantar non polan dan ibu


seperti biasanya polan bersemangat untuk pergi ke sekolah di pagi hari bersama ibunya


sesampainya disekolah mobil polan diparkir di area rest parkir dan ada mobil yang datang pula ternyata itu adalah anak baru padlan yang juga diantar pagi itu oleh sopirnya dan didalam sopirnya ada papa nya, kebetulan ibu polan melihat dan mengenal bapak padlan


"itu bapak sambo nggak ya"?


" kenapa bu" tanya polan?


"itu yang di sebelah kita, teman ayah waktu sama sama diasrama "


"oh ibu kenal ya? dia anak baru di kelas polan"?


" ia kenal" sebentar ibu mau menyapa nya?


Dan ibu polan turun dari mobil, menemui papa nya padlan mereka saling berjabat tangan karena lama tak bertemu, ternyata papa polan baru pindah dikota yang sama dengan keluarga polan tetapi beda satu unit dengan ayahnya, mereka tak menyangka bisa bertemu kembali dan akhirnya bertukar alamat dan nomor handphone, papa polan bercerita bahwa ini adalah sahabat lamanya, dan mereka senang bahwa mereka bisa saling sapa lebih dekat setelah nya polan masuk kekelas bersama padlan


dan pagi itu juga polan digandeng oleh padlan polan kaget dan sangat dag dig dug berdebar jantung nya lalu ia melepas kan genggaman tangannya


"eh benaran ya orang tua kita sahabatan " tanya padlan


"iya mereka sudah lama tak bertemu "


"wah senang banget ya sekarang kitapun juga sahabatan ya" pinta padlan seraya memberikan gelang yang ia pakai ketangan polan


"oke " jawab polan senang


mereka masuk kedalam kelas barengan, dan icha temannya mereka satu kelas, bertanya


"eh polan kok bisa kamu barengan sama ganteng nya aku"


"tanya saja sama dia"


hanya diam tanpa berani bertanya


polan tidak lah ingin war wer wor ia selalu manjaga jati dirinya karena ia makin dewasa dalam berpikir dan bersikap,


jam masuk sudah dimulai


ibu guru sudah masuk setelah siap menjalankan aktifitas pagi seperti biasa jika pagi siswa pada diam kurang semangat biasa ada yang sudah sarapan dan ada yang belum sarapan


ibu guru hanya mengingatkan jika tinggal satu semester lagi akan dilaksanakan ujian sekolah ujian kelulusan agar semua siswa belajar dengan baik agar semua lulus dengan nilai yang murni


jam istrahat parlan mendekati polan ya memang baru beberapa hari yang lalu ia masuk sekolah tapi ia merasa sudah sangat dekat dengan polan terang saja pebisnis muda pemilik cafe


siang itu saat ditaman padlan mengungkap kan isi hatinya kepada polan perempuan yang ia sukai, tahulah ya rasanya menjadi polan saat ia mendengar ucapan itu dimana lelaki yang menjadi rebutan bintang sekolah menyatakan cinta kepada nya tanpa ragu


polan terasa mau pingsan akan tetapi didalam hatinya sangat lah bahagia, ia tidak menjawab sampai kelulusan tiba tapi padlan tetap menunggu nya sampai ia menjawab


itulah rasa cinta pertama polan tidak ada lelaki yang berani menyatakan cinta kepada nya kecuali padlan, inilah cinta pertama polan di sekolah