Anak Polisi

Anak Polisi
Part 1


Malam itu pukul 20.00 WIB


aku dilahirkan kedunia ini.


aku adalah anak bungsu dari empat saudara.


dengan penuh perjuangan dan rasa sakit yang tak lagi terasa


ibuku menahan sakit demi aku.


malam itu aku lahir tanpa ayahku


karena ayah lagi melanjutkan pendidikan nya demi gelar perwira polisi diluar kota.


'aduhh aduhh ya Allah sakittt' rintihan suara ibuku malam itu.


dirumah sakit ibu hanya ditemani oleh adik lelakinya dan abang pertamaku.


Satu minggu setelah melahirkanku


ibu dibolehkan pulang kerumah.


dua hari kemudian ayah pulang kerumah karena ada libur dari pendidikannya.


dengan tergesa -gesa


keluar dari mobil


' mana -mana anak bungsu ku '


ayah langsung turun dari mobil dan lupa untuk menurunkan barang -barangnya.


ayah datang langsung menggendong ku, mencium, dan memelukku dengan penuh rasa bahagia.


Ibuku tersenyum bahagia karena ayah pulang meskipun hanya beberapa hari.


'mana anak anak yang lain ' tanya ayah kepada ibu.


'mereka bermain kerumah tetangga sebelah ayah'.


'ibu sudah memberikan nama pada anak kita' tanya ayah


'sudah yah' ' jawab ibu


siapa namanya'?


' Uut'


ayah terdiam sejenak


'ayah tidak mau nama anak kita Uut, ayah sudah menyiapkan namanya saat ayah pendidikan' jawab ayah.


' terserah ayah saja ' siapa namanya yang bagus yah?


' karena dia anak perempuan namanya adalah PUSPITA LASTARI'


' apa artinya yah ' tanya ibu


'pusat pendidikan karsat lantas polri' dan dalam bahasa indonesia puspita adalah bunga yang selalu mekar' jawab ayah.


3 tahun berlalu


sekarang usia ku sudah menginjak 3 tahun


setelah kelahiranku sebagai anak bungsu


ayah dan ibuku rezekinya makin berlimpah


pangkat ayah naik


sekarang ia megang jabatan sebagai kapolsek di kota kami


sebut saja kota kecil


'ibu ayah akan berangkat malam ini keluar kota'


'berapa hari ayah pergi' tanya ibu


'paling lama satu minggu bu'


'ayah jangan lupa beli oleh olehnya ' kata kakak kandungku.


ibu sudah tahu kalau ayah selalu sibuk dan fokus terhadap kerjaan nya


karena ibu juga seorang pekerja yaitu seorang guru.


kundel adalah panggilan kecilku


karena kata ibuku


aku adalah anak kecil yang lucu dan pintar memiliki tubuh yang berisi kulit putih bersih mata sipit rambut lurus.


semua menyayangiku karena didalam keluarga akulah anak bungsu /terakhir ayah ibu


jadi aku sangat manja dengan keluarga ku


aku memiliki satu orang kakak laki laki dan 2 orang perempuan.


mereka semua mencintaiku penuh kasih sayang.


tak terasa usiaku sudah 5 tahun


saatnya aku masuk TK..


pada hari itu


saat pendaftaran TK ayah lah yang menemaniku.


aku masuk di TK bhayangkari dikota kecilku


disitu begitu banyak anak anak polisi yang juga masuk.


hari pertama masuk


aku melakukan perkenalan


dan kami bermain bersama teman teman baru


aku sangat takut jika ayah pergi meninggalkanku


tapi ayah tahu ini adalah pertama kalinya anak nya masuk sekolah TK


ayah menemaniku hingga usai kegiatan sekolah


pada saat itu


sekolah TK masuk pukul 07.30 wib


dan selesai 10.00 wib


selesai kegiatan sekolah hari menunjukkan pukul 10.00 wib


waktunya pulang kerumah


dengan mobil hartop nya bewarna hitam


aku digendong ayah naik ke dalam mobil


sambil ayah bertanya 'gimana kundel senang sekolahnya ' senang pa' kundel mau sekolah terus'


'iya anak ayah pintar yang rajin ya sayang 'jawab ayah


' iya ayah'


sesampainya dirumah


aku langsung memeluk ibuku yang kebetulan pada hari itu tidak kerja.


'ibu ibu ibuuu kundel punyaa temen baruu yang buuuanyakkkk'


'emangnya kundel sudah hapal nama nama temennya disekolah ' tanya ibu?


'hehe' belum bu, kundel cuma ingat namanya Devi dan zoya mereka baik banget sama kundel bu'


' iya, kundel harus baik sama semua orang dan sama ibu guru harus hormat dan jangan lupa setiap bertemu dengan orang yang lebih tua kundel harus mencium tangannya'


'iya ibu '


Setiap pagi


aku selalu diantar sekolah oleh ibu dan ayah atau terkadang kakakku yang nomor 2 yang mengantarkanku..


tak terasa sekarang usia ku menginjak 10 tahun


sekarang aku kelas 5 SD


aku sudah tidak mau lagi dipanggil kundel


karena takut teman teman disekolah mengejekku


aku bersekolah di tempat ibuku mengajar


walaupun aku anak seorang guru


aku tidak boleh sombong dan songong


karena ibu selalu berkata


bahwa aku adalah anak murid yang rajin pintar penurut dan sama seperti murid murid lain nya


tidak ada yang istimewa


tetap mendapatkan hukuman kalo tidak membuat PR ataupun malas belajar


tetapi aku tidak seperti itu


aku tetap masuk ranking 10 besar


lumayanlah ya kan


membuat ibuku bangga dan juga bahagia dengan prestasi prestasi yang aku dapatkan


Pada saat itu


ayah kembali pindah tugas diluar kota


tetapi ibu sudah betah tinggal di kota kelahiran ayah, yah kota kecil yang aku sebutkan


kakak perempuan ku yang nomor 2 dan nomor 3 mereka ikut ayah pindah keluar kota


aku dan abang ku tetap dan menetap di kota kecil kami


karena saat itu abang ku sedang kuliah


kakak perempuan ku yang nomor 2 sudah bekerja di kota tempat ayah bertugas


sedangkan kakak perempuan ku yang nomor 3 nasih menjalani kuliah keperawatan


adil sih


jadinya kita tinggal bertiga masing masing


berkumpul seminggu sekali


karena ayah dan kakakku selalu pulang ke kota kecil kami kalau sudah waktunya weekend


dari tempat ayah bertugas menuju kota kecil kami sekitar 5 jam


ayah dan ibu bertemu seminggu sekali terkadang 3 minggu sekali


bahkan kalo ayah sibuk


hanya sebulan sekali


jika rindu ayah


aku selalu meminjam hand phone ibu ku


untuk menelpon ayah dan kakak perempuan ku


Aku jatuh sakit badan ku panas kepala ku pusing


ibu membawaku berobat kepuskesmas tak jauh dari lokasi tempat ibu bekerja


Saat diperiksa aku hanya terdiam pasrah karena kepalaku sangat pusing


setelah diperiksa kata dokter aku terlalu banyak minum es dan makan mie


ternyata emang benar adanya aku suka makan mie dan minum es


menuju jalan pulang kerumah


ibu berkata dengan lembut


' tari besok besok jangan minum es lagi ya satu lagi jangan makan mie terlalu banyak'


'iya ibuu' jawabku lemass


sesampai dirumah


' bu aku rindu ayah rindu kakak'


'iya nanti ibu telpon ayah ya nak'


' sekarang tari istirahat dulu ya sayang'


' janji ya bu, tari bobo dulu '


'ya sayang' jawab ibu


sekitar pukul 16.00 WIB


aku sudah terbangun dari tidurku


'ibu telpon ayah sekarang '


' ya sebentar '


tanpa rasa kesebaran


aku langsung mengambil HP ibu


aku langsung menelpon ayah


kringgggg kringggg kringggg


Berbunyi berdering dari handphone ibu


' halo assalamualaikum bu'


' Walaikum salam, ayah ayah ini tari'


' oh anak ayah kenapa sayang'?


'ayah kapan pulang (sambil menangis)'


' besok ayah pulang ya nak, sekarang ayah masih kerja'


' ayah pulang malam ini aja, tari demam yah'


ayah ku kaget lalu membujuk ku


' jangan nangis sayang ayah, sabar dulu ya satu hari pagi besok ayah berangkat '


' janji ya yah'


' iya anakku 'mana ibu?


dan kuberikan handphone ibuku kepadanya


ayah lanjut berbicara dengan ibu


aku masuk kedalam kamar


sambil meneruskan tangisanku


badan ku pada saat itu lumayan turun panasnya


aku merasa tak butuh apa apa


kecuali ayah ada didekatku bersama ibu juga


pagi tlah tiba


aku teriak memanggil ibu


'ibu ibu '


'ya sayang'


'mana ayah '


'ayah belum datang sayang' sabar yahh siang ini ayah berangkat'


dengan wajah murung aku hanya terdiam lesu


'hmm' ya bu tari akan menunggu'


ibu memberiku obat tepat waktu agar demam panasku segera turun


setelah minum obat aku tertidur


malam pun tlah tiba


terdengar klanson mobil ayah ku berbunyi didepan pagar


tiinnnnn...... tinnnn.... tinnn...


aku yang sedang tertidur langsung terbelalak mata dan keluar dr kamarku dan berlari membuka pintu


sambil teriak kegirangan (penuh bahagia)


'yeyeyey ayahh datang ayah datang'


dari luar pintu pagar ayah sudah tersenyum melihatku


tak terasa lagi demam panas ku


terasa langsung sehat dan segar


karena bahagianya ayah datang


ayahku turun dari mobil


langsung memelukku erat dan mencium kening pipiku


' anak ayah rindu ayah ya sayang'


'iya yah, tari rindu ayah'.


ibu senyum melihat kami berdua


'ayah mandi dulu ya sayang '


' ya ayah jawabku'


malam berlarut aku tertidur di samping ayah ku


hingga pagi menjelang


ibu sudah menyiapkan makanan pagi untuk sarapan kami


'WAhhh wahhhh aku suka nasi goreng'


bahagia karena ibu sudah memasak nya untuk kami


makasih ya ibuku sayang ' (sambil memeluk ibuku)


'mau kemana hari ini kita jalan'? tanya ayah


terserah ayah saja tari ikut ayah


oke baiklah hari ini kita jalan jalan ke kebun binatang


' pukul 2 siang berlanjut dengan penuh bahagia hatiku ini '


ayah membawa tari menuju kebun binatang didalam nya terdapat macam macam hewan buas yang dilindungi..


kebahagiaan terus berlanjut menjadi suka bahagia


tari selalu dimanja ayah nya hingga ia menginjak sekolah menengah pertama...


12 tahun sudah usia tari sekarang


masih menetap di kota yang sama


tari dan ibunya masih tinggal dirumah dan atap yang sama pula


'ibu ibu hari ini hari pertama ku masuk sekolah '


'iya sayangku, semangat ya sekolahnya' tak perlu diantar lagi karena tari sekarang kundelnya ibu udah remaja ' jawab ibunya tari


' iya ibu jangan diantar lagi karena tari sekarang sudah menjadi gadis remaja, malu kalau diantar dan ditunggu terus terusan'


kringgggg kringggg kringgg (telpon rumah berbunyi)


'halow ' jawab tari


'selamaat pagi anak ayah'


hari ini anak ayah masuk sekolah ya


semangat ya sayang'


'ya ayah doakan tari semangat belajar nya '


karena tari mau menjadi seperti ayah dan ibu


menjadi guru atau polisi hihihi


' makanya tari sekolah yang rajin ' celoteh ayah didalam telepon '


pagi pukul 07.00


tari sampai disekolah, hari pertama masuk sekolah


tari masih menggunakan pakaian sekolah Dasar


karena pada hari itu adalah hari pengenalan lingkungan sekolah '


'hei kamu'


(tari menoleh')


'iya kamu yang menoleh ' (seorang anak perempuan)


'sini baris sama aku, '


tari bertanya sm anak perempuan itu


'nama kamu siapa' ?


'kenalin namaku zoya aku dari SD 45 banjar' (sambil menjulurkan tangannya)


' kenalkan juga namaku tari!. dr SD 150


teman teman tari sangat bahagia karena dia anak yang baik dan sopan sangat supel dengan teman teman yang lainnya


hati pertama masuk sekolah tari sudah sangat akrab dengan teman teman sekolah nya


bermain dan belajar bersama


rumah tari sangat dekat dengan sekolah SD baru dia


sekitar 15 menit sampe


mulai hari itu dan seterusnya tari terkadang berangkat sekolah dan pulang sekolah barengan dengan teman temannya