
Malam itu pukul 20.00 WIB
aku dilahirkan kedunia ini.
aku adalah anak bungsu dari empat saudara.
dengan penuh perjuangan dan rasa sakit yang tak lagi terasa
ibuku menahan sakit demi aku.
malam itu aku lahir tanpa ayahku
karena ayah lagi melanjutkan pendidikan nya demi gelar perwira polisi diluar kota.
'aduhh aduhh ya Allah sakittt' rintihan suara ibuku malam itu.
dirumah sakit ibu hanya ditemani oleh adik lelakinya dan abang pertamaku.
Satu minggu setelah melahirkanku
ibu dibolehkan pulang kerumah.
dua hari kemudian ayah pulang kerumah karena ada libur dari pendidikannya.
dengan tergesa -gesa
keluar dari mobil
' mana -mana anak bungsu ku '
ayah langsung turun dari mobil dan lupa untuk menurunkan barang -barangnya.
ayah datang langsung menggendong ku, mencium, dan memelukku dengan penuh rasa bahagia.
Ibuku tersenyum bahagia karena ayah pulang meskipun hanya beberapa hari.
'mana anak anak yang lain ' tanya ayah kepada ibu.
'mereka bermain kerumah tetangga sebelah ayah'.
'ibu sudah memberikan nama pada anak kita' tanya ayah
'sudah yah' ' jawab ibu
siapa namanya'?
' Uut'
ayah terdiam sejenak
'ayah tidak mau nama anak kita Uut, ayah sudah menyiapkan namanya saat ayah pendidikan' jawab ayah.
' terserah ayah saja ' siapa namanya yang bagus yah?
' karena dia anak perempuan namanya adalah PUSPITA LASTARI'
' apa artinya yah ' tanya ibu
'pusat pendidikan karsat lantas polri' dan dalam bahasa indonesia puspita adalah bunga yang selalu mekar' jawab ayah.
3 tahun berlalu
sekarang usia ku sudah menginjak 3 tahun
setelah kelahiranku sebagai anak bungsu
ayah dan ibuku rezekinya makin berlimpah
pangkat ayah naik
sekarang ia megang jabatan sebagai kapolsek di kota kami
sebut saja kota kecil
'ibu ayah akan berangkat malam ini keluar kota'
'berapa hari ayah pergi' tanya ibu
'paling lama satu minggu bu'
'ayah jangan lupa beli oleh olehnya ' kata kakak kandungku.
ibu sudah tahu kalau ayah selalu sibuk dan fokus terhadap kerjaan nya
karena ibu juga seorang pekerja yaitu seorang guru.
kundel adalah panggilan kecilku
karena kata ibuku
aku adalah anak kecil yang lucu dan pintar memiliki tubuh yang berisi kulit putih bersih mata sipit rambut lurus.
semua menyayangiku karena didalam keluarga akulah anak bungsu /terakhir ayah ibu
jadi aku sangat manja dengan keluarga ku
aku memiliki satu orang kakak laki laki dan 2 orang perempuan.
mereka semua mencintaiku penuh kasih sayang.
tak terasa usiaku sudah 5 tahun
saatnya aku masuk TK..
pada hari itu
saat pendaftaran TK ayah lah yang menemaniku.
aku masuk di TK bhayangkari dikota kecilku
disitu begitu banyak anak anak polisi yang juga masuk.
hari pertama masuk
aku melakukan perkenalan
dan kami bermain bersama teman teman baru
aku sangat takut jika ayah pergi meninggalkanku
tapi ayah tahu ini adalah pertama kalinya anak nya masuk sekolah TK
ayah menemaniku hingga usai kegiatan sekolah
pada saat itu
sekolah TK masuk pukul 07.30 wib
dan selesai 10.00 wib
selesai kegiatan sekolah hari menunjukkan pukul 10.00 wib
waktunya pulang kerumah
dengan mobil hartop nya bewarna hitam
aku digendong ayah naik ke dalam mobil
sambil ayah bertanya 'gimana kundel senang sekolahnya ' senang pa' kundel mau sekolah terus'
'iya anak ayah pintar yang rajin ya sayang 'jawab ayah
' iya ayah'
sesampainya dirumah
aku langsung memeluk ibuku yang kebetulan pada hari itu tidak kerja.
'ibu ibu ibuuu kundel punyaa temen baruu yang buuuanyakkkk'
'emangnya kundel sudah hapal nama nama temennya disekolah ' tanya ibu?
'hehe' belum bu, kundel cuma ingat namanya Devi dan zoya mereka baik banget sama kundel bu'
' iya, kundel harus baik sama semua orang dan sama ibu guru harus hormat dan jangan lupa setiap bertemu dengan orang yang lebih tua kundel harus mencium tangannya'
'iya ibu '
Setiap pagi
aku selalu diantar sekolah oleh ibu dan ayah atau terkadang kakakku yang nomor 2 yang mengantarkanku..
tak terasa sekarang usia ku menginjak 10 tahun
sekarang aku kelas 5 SD
aku sudah tidak mau lagi dipanggil kundel
karena takut teman teman disekolah mengejekku
aku bersekolah di tempat ibuku mengajar
walaupun aku anak seorang guru
aku tidak boleh sombong dan songong
karena ibu selalu berkata
bahwa aku adalah anak murid yang rajin pintar penurut dan sama seperti murid murid lain nya
tidak ada yang istimewa
tetap mendapatkan hukuman kalo tidak membuat PR ataupun malas belajar
tetapi aku tidak seperti itu
aku tetap masuk ranking 10 besar
lumayanlah ya kan
membuat ibuku bangga dan juga bahagia dengan prestasi prestasi yang aku dapatkan
Pada saat itu
ayah kembali pindah tugas diluar kota
tetapi ibu sudah betah tinggal di kota kelahiran ayah, yah kota kecil yang aku sebutkan
kakak perempuan ku yang nomor 2 dan nomor 3 mereka ikut ayah pindah keluar kota
aku dan abang ku tetap dan menetap di kota kecil kami
karena saat itu abang ku sedang kuliah
kakak perempuan ku yang nomor 2 sudah bekerja di kota tempat ayah bertugas
sedangkan kakak perempuan ku yang nomor 3 nasih menjalani kuliah keperawatan
adil sih
jadinya kita tinggal bertiga masing masing
berkumpul seminggu sekali
karena ayah dan kakakku selalu pulang ke kota kecil kami kalau sudah waktunya weekend
dari tempat ayah bertugas menuju kota kecil kami sekitar 5 jam
ayah dan ibu bertemu seminggu sekali terkadang 3 minggu sekali
bahkan kalo ayah sibuk
hanya sebulan sekali
jika rindu ayah
aku selalu meminjam hand phone ibu ku
untuk menelpon ayah dan kakak perempuan ku
Aku jatuh sakit badan ku panas kepala ku pusing
ibu membawaku berobat kepuskesmas tak jauh dari lokasi tempat ibu bekerja
Saat diperiksa aku hanya terdiam pasrah karena kepalaku sangat pusing
setelah diperiksa kata dokter aku terlalu banyak minum es dan makan mie
ternyata emang benar adanya aku suka makan mie dan minum es
menuju jalan pulang kerumah
ibu berkata dengan lembut
' tari besok besok jangan minum es lagi ya satu lagi jangan makan mie terlalu banyak'
'iya ibuu' jawabku lemass
sesampai dirumah
' bu aku rindu ayah rindu kakak'
'iya nanti ibu telpon ayah ya nak'
' sekarang tari istirahat dulu ya sayang'
' janji ya bu, tari bobo dulu '
'ya sayang' jawab ibu
sekitar pukul 16.00 WIB
aku sudah terbangun dari tidurku
'ibu telpon ayah sekarang '
' ya sebentar '
tanpa rasa kesebaran
aku langsung mengambil HP ibu
aku langsung menelpon ayah
kringgggg kringggg kringggg
Berbunyi berdering dari handphone ibu
' halo assalamualaikum bu'
' Walaikum salam, ayah ayah ini tari'
' oh anak ayah kenapa sayang'?
'ayah kapan pulang (sambil menangis)'
' besok ayah pulang ya nak, sekarang ayah masih kerja'
' ayah pulang malam ini aja, tari demam yah'
ayah ku kaget lalu membujuk ku
' jangan nangis sayang ayah, sabar dulu ya satu hari pagi besok ayah berangkat '
' janji ya yah'
' iya anakku 'mana ibu?
dan kuberikan handphone ibuku kepadanya
ayah lanjut berbicara dengan ibu
aku masuk kedalam kamar
sambil meneruskan tangisanku
badan ku pada saat itu lumayan turun panasnya
aku merasa tak butuh apa apa
kecuali ayah ada didekatku bersama ibu juga
pagi tlah tiba
aku teriak memanggil ibu
'ibu ibu '
'ya sayang'
'mana ayah '
'ayah belum datang sayang' sabar yahh siang ini ayah berangkat'
dengan wajah murung aku hanya terdiam lesu
'hmm' ya bu tari akan menunggu'
ibu memberiku obat tepat waktu agar demam panasku segera turun
setelah minum obat aku tertidur
malam pun tlah tiba
terdengar klanson mobil ayah ku berbunyi didepan pagar
tiinnnnn...... tinnnn.... tinnn...
aku yang sedang tertidur langsung terbelalak mata dan keluar dr kamarku dan berlari membuka pintu
sambil teriak kegirangan (penuh bahagia)
'yeyeyey ayahh datang ayah datang'
dari luar pintu pagar ayah sudah tersenyum melihatku
tak terasa lagi demam panas ku
terasa langsung sehat dan segar
karena bahagianya ayah datang
ayahku turun dari mobil
langsung memelukku erat dan mencium kening pipiku
' anak ayah rindu ayah ya sayang'
'iya yah, tari rindu ayah'.
ibu senyum melihat kami berdua
'ayah mandi dulu ya sayang '
' ya ayah jawabku'
malam berlarut aku tertidur di samping ayah ku
hingga pagi menjelang
ibu sudah menyiapkan makanan pagi untuk sarapan kami
'WAhhh wahhhh aku suka nasi goreng'
bahagia karena ibu sudah memasak nya untuk kami
makasih ya ibuku sayang ' (sambil memeluk ibuku)
'mau kemana hari ini kita jalan'? tanya ayah
terserah ayah saja tari ikut ayah
oke baiklah hari ini kita jalan jalan ke kebun binatang
' pukul 2 siang berlanjut dengan penuh bahagia hatiku ini '
ayah membawa tari menuju kebun binatang didalam nya terdapat macam macam hewan buas yang dilindungi..
kebahagiaan terus berlanjut menjadi suka bahagia
tari selalu dimanja ayah nya hingga ia menginjak sekolah menengah pertama...
12 tahun sudah usia tari sekarang
masih menetap di kota yang sama
tari dan ibunya masih tinggal dirumah dan atap yang sama pula
'ibu ibu hari ini hari pertama ku masuk sekolah '
'iya sayangku, semangat ya sekolahnya' tak perlu diantar lagi karena tari sekarang kundelnya ibu udah remaja ' jawab ibunya tari
' iya ibu jangan diantar lagi karena tari sekarang sudah menjadi gadis remaja, malu kalau diantar dan ditunggu terus terusan'
kringgggg kringggg kringgg (telpon rumah berbunyi)
'halow ' jawab tari
'selamaat pagi anak ayah'
hari ini anak ayah masuk sekolah ya
semangat ya sayang'
'ya ayah doakan tari semangat belajar nya '
karena tari mau menjadi seperti ayah dan ibu
menjadi guru atau polisi hihihi
' makanya tari sekolah yang rajin ' celoteh ayah didalam telepon '
pagi pukul 07.00
tari sampai disekolah, hari pertama masuk sekolah
tari masih menggunakan pakaian sekolah Dasar
karena pada hari itu adalah hari pengenalan lingkungan sekolah '
'hei kamu'
(tari menoleh')
'iya kamu yang menoleh ' (seorang anak perempuan)
'sini baris sama aku, '
tari bertanya sm anak perempuan itu
'nama kamu siapa' ?
'kenalin namaku zoya aku dari SD 45 banjar' (sambil menjulurkan tangannya)
' kenalkan juga namaku tari!. dr SD 150
teman teman tari sangat bahagia karena dia anak yang baik dan sopan sangat supel dengan teman teman yang lainnya
hati pertama masuk sekolah tari sudah sangat akrab dengan teman teman sekolah nya
bermain dan belajar bersama
rumah tari sangat dekat dengan sekolah SD baru dia
sekitar 15 menit sampe
mulai hari itu dan seterusnya tari terkadang berangkat sekolah dan pulang sekolah barengan dengan teman temannya