Anak Polisi

Anak Polisi
masuk universitas ghaib


No......


brakkkk suara hentakan wajan jatuh dari dapur belakang


Elisa yang sedang tidur terbangun karena suaraa itu, ia menuju lantai bawah untuk melihat


ternyataa hanya ada seekor kucing yang berlari menyentuh wajan dan wajan pun jatuh tak tentu arah Elisa heran dengan semua itu namun ia tetap berada pada posisi berdiri tegak dengan wajahnya yang cantik dan manis


ibunya menuju dapur dan melihat


"ada apa ini??


" tidak ada apa apa bu!


ya sudah lah lanjut saja ibu, biar elisa yang bersih kan semua


" kenapa mbo? kenapa ini bisa jatuh?


"nggk tahu non kucing berlari menangkap takut kali'


hah!? terkejutnya Elisa mendengar rumahnya ada tikus..


pikiran Elisa menyebutkan kalau ia harus membeli racun tikus untuk membunuh semua tikus yang ada di rumah nya..


Elisa menuju teras rumah, baru membuka pintu dan terlihat polan sedang bermain sepeda,


" polannnn"


Elisa memanggilnya


polan berhenti sejenak


kenapa Elisa?


olahraga ya


dah tahu nanya!


"polan kamu ambil universitas mana?


'belum tahu sih , ayah dan ibuku mau masukan aku tes polisi, liat ntar deh


" oh ya lanjut deh polan '


ntar berkabar aja ya


siaap


Elisa dan polan satu komplek walaupun mereka berbeda Sekolah tetapi tetap lah teman bermain bersama disatu komplek maupun arisan sekedar hangout


setelah membereskan rumah Elisa pergi ke pasar untuk berbelanja karena di rumahnya Elisa hanya tinggal bertiga bersama ibu dan ART nya, ayah Elisa sudah 2 tahun meninggal, ia anak yang baik selalu membantu kerjaan orang tua untuk tetap bertaha hidup meskipun harta warisan dari ayah nya cukup namun Elisa tetaplah anak yang pekerja keras sama seperti polan


dipasar ia menemukan brosur yang berserakan tertulis disana 'PENDAFTARAN KULIAH GRATIS"


Elisa mengambil nya satu dan disimpan nya didalam tas, Elisa melanjutkan perbelanjaan nya menuju tempat ikan dan sayuran


pasar tradisional merupakan pasar pilihan keluarga sehat selain harga terjangkau sayuran nya juga segar segar dan sehat sehat dan juga bisa dipakai dalam satu minggu


kembali kerumah nya Elisa menemukan ibunya sedang batuk batuk dan Elisa segera memberikan minuman untuk ibunya, uhukkk uhukk uhukkk ibunya terus batuk dan mengeluarkan darah Elisa sangat cemas dan segera menelpon dokter, tak lama kemudian dokter nya datang karena rumah dokternya tidak jauh dari rumah Elisa, setelah diperiksa ibu Elisa mengalami kanker paru sudah stadium 4 dan benar benar baru tahu karena ibunya tidak pernah mau untuk diperiksa dan sekarang usia ibunya menginjak 60 tahun Elisa hanya bisa menangis mendengar penjelasan dokter


setelah diberi obat ibunya Elisa tertidur, dokter hanya berpesan


"jaga ibu kamu baik baik, karena ia tak mau dirawat"


saat ibunya tertidur pulas elisa memandang wajah ibunya dengan penuh iba karena teringat masa kecil nya hingga dia besar saat ini, Elisa merasa trauma karena baru dia tahun ayahnya meninggalkan dia dimuka bumi ini namun Elisa merasa takut jika ibunya harus pergi pula


yang ia lakukan hanyalah berdoa dengan Tuhan agara ibunya diberi kesehatan


"Tuhan aku mohon padamu berilah umur panjang untuk ibuku agar aku bisa mengabdi kepadanya disisa umur ku pula"


sambil menangis Elisa mengela air matanya agar tak terlihat sedang menangis


"ell elll uhuk uhuk uhuk," terdengar suara rintihan ibunya memanggil nama elisa, elisa menjawab langsung memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang


"el ibu mau tidur ya, kamu beraktifitas saja"


sambil batuk ibunya mengeluarkan darah dari mulutnya dan menarik nafas yang hanya tinggal setengah setengah


elisa mengambil tisu dan membersihkan darah dari mulut ibunya, ibunya masih tersenyum menghadapi anaknya


Sambil mencium kening anak nya


ibunya menyuruh elisa segera memasakan makanan kesukaan


elisa sibuk memasak dan ibunya tidur dikamar


selesai memasak Elisa istirahat lalu segera mandi karena tubuh nya berbau bawang


sekitar satu jam Elisa siapa kembali melihat ibunya kekamar, Elisa menatap wajah ibunya heran dalam hati ia berkata "mengapa wajah ibunya putih tanpa darah? tidur sambil tersenyum dengan ketenangan yang begitu indahhh"


ia menggerakkan tubuh ibunya


"bu bu bu " tapi ibu nya tidak merespon sama sekali tubuh ibu Elisa sangat dingin bagaikan salju


Elisa memeluk ibunya bahkan tidak mendengar suara nafas ibunya Elisa mulai panik dan memanggil ART nya, art nya pun segera memanggil tetangga nya dan kebetulan di depan rumah Elisa ada dokter didalam komplek nya


beberapa menit kemudian dokter datang dan segera memeriksa ibunya Elisa


"maff ya el, ibu kamu sudah amfal! beliau sudah tiada?


mendengar dokter berbicara seperti itu Elisa langsung syok dan menangis


" ibu ibuuuuuuuuuuu masakan kesukaan ibu sudah masak ibu janji akan makan setelah el masakk ibuuuuu!!! art nya lalu memeluk Elisa dengan kesedihan yang teramat dalam


tetangga Elisa memanggil warga dan menghubungi keluarga el, bahkan polan pun hadir saat itu ia kaget kalau ibu temannya sudah tiada


kerumuman orang sudah hadir dirumah Elisa untuk segera menyiapkan pemakaman ibunya


Elisa lemah tak berdaya dalam ocehannya ia masih menyebut nama ibunya


"bu ibuu kenapa cepat pergi bu? el sendiriann Buu,


" ibuu janji kan Elisa akan melanjutkan kuliah ibuuuuuu'elisa teriakk sambil menangis


polan memeluk erat temannya itu dan semua tetangga pun juga ikut menangis melihat gadis yang hidup dg ibunya itu kini ia hanya tinggal sendirian bersma ART nya..


setelah beberapa jam pemakaman disiapkan, ibunya segera akan dimakam kan yang tak jauh dari komplek tempat ia tinggal


semua acara pemakaman sudah selesai


warga kembali ke rumah seperti biasanya tradisi doa tetap dilanjutkan malam hari hingga 7 malam berturut -turut


Elisa merasakan sedih yang teramat dalam teman teman sekolah nya berdatangan untuk ngelayat dan memberi semangat untuk Elisa agar tetap kuat meskipun kedua orang tua sudah tiada


dengan hati yang masih sangat lemahhh


Elisa berdiam diri dan ia seperti nya tertidur karena kelelahan setelah menangis


rumahnya seperti biasa saja tak ada orang bahkan kembali seperti biasa


el melihat ibunya masih ada iya pun kembali menggosok matanya karena tidak percayaa kalau ibunya masih hidup dan melakukan aktivitas seperti biasa


"apa yang kamu lihat el? ini ibu ayo bangun segera mandi sarapan kamu sudah ibu siapkan!


Elisa terdiam dan ia sangat terkejut dengan semua ini ia segera memeluk ibunya secara erat seolah tak ingin melepas pelukan dari ibunya


" ibunya mencium kening Elisa '? dan bertanya


kamu kenapa sayang?


sambil menangis Elisa memeluk ibunya dan berkata kembali


" ibuuu ibuuu jangan pergi jangan tinggalkan el bu, el tak bisa hidup tanpa ibu"


ibunya tertawa terbahak bahak


"hahaha" sayang ibu ada didepan kamu ibu tidak kemana - mana kok, udah ayo sarapan "


"ayo el sini makan? kamu kan janji akan pergi sama polan pagi ini, bukankah kalian akan mendaftar keuniversitas??


" ia bu, elisa melanjutkan makan nya, dan sembari mencubit pipinya


"auuh" sakittt!!!


"lah kamu kenapa lagi sih el? tanya ibu Elisa


" gak papa bu"


didalam hati elisa berkata ternyata aku hanya mimpi kalau ibu meninggal


elisa melanjutkan makannya dan setelah selesai ia langsung mandi dan siap siap akan pergi


"titttttt tittttt tittttt' suaraa klanson mobil polan datang dan berhenti tepat didepan rumah polan


" elll ayooo" teriakkk polan memanggil el karena mereka berdua sudah janji akan daftar ke Universitas terbuka dan unggul di kota mereka


el segera masuk mobil polan


mereka sudah menyiapkan berkas berkas pendaftaran


el bercerita dengan polan kalau ia mimpi ibunya meninggal, polan hanya tersenyum dan meminta el untuk terus berdoa yang terbaik


didalam perjalanan yang ramai tiba tiba didepan lampu merah macett total pak supir pun terpaksa harus melambatkan gas mobil nya


"kenapa itu pak? tanya polan


macet non kita tunggu saja


" bisa telat kita ini el"


'ya nggak lah ,daftar nya sampe sore"


"oh iya iya lupa aku' hehe


Elisa semangat kuliah karena ibunga menginginkan anaknya menjadi seorang insinyur dimasa depan sama seperti almarhum ayahnya


beberapa jam kemudian mereka sampai di Universitas yang dituju segera turun dari mobil mereka segera memasukkan berkas dan mendapatkan kartu yang mana kartu itu harus di awa apabila mereka kembali lagi


anehnya universitas yang mereka daftar kasir ataupun penerima berkas mereka tidak berbicara samaa sekali tapi seolah olah sudah tahu tujuan dari polan dan Elisa


"polan kamu lihat nggak? kenapa universitas ini sedikit aneh??? orang orangnya juga aneh? benerkan kalau ini adalah universitas yang kita tuju?


" iya aku tahu kok" udahlah biarin saja kita cukup diam yang penting berkas kita masuk dan lulus'


"tapi polan bukannya ayah kamu meminta kamu mengikuti jejaknya menjadi polisi?


polan melirik el,


sambil berkata, " dulu sih ia tapi sekarang ibu dan ayahku hanya meminta agar aku menjadi seorang guru, makanya aku daftar sekolah pendidikan guru ini


"oh iya deh yang penting kita diterima dulu ya'


" iya semoga saja


polan menuju administrasi dan ingin bertanya setelah mendapatkan nomor mereka harus kemana lagi?


akan tetapi orang2 di dalam ruangan itu aneh aneh dan menatap tajam wajah polan dan el, mereka memberikan kertas putih kepada mereka berdua untuk ditulis


polan dan el mengambil kertas itu dan membacanya diluar ruangan tepat dibawah pohon beringin yang rindang


mereka berdua terkejut saat melihat ada note yang menyebutkan bahwa el harus menjadi insyinyur dan polan harus menjadi guru


"lah kok ini maksudnya apa ya? hebat ya kampus ini tebak el, sudah tahu tujuan kita hahaha..


" polan tertawa terbahak bahak dan disusul oleh el,


"pantas saja ya el kampus ini favorit kayak kampus ghaib yang pernah aku temui dulu"


"mimpi kamu" hahaha


merek berdu tertawa sambil membaca syarat syarat perkuliahan mereka


mereka merasakan lapar akhirnya mencari kantin


masih dalam posisi yang sama dikantin mereka juga menemukan orang orang aneh yang tidak berbicara apa apa bahkan melirik merekapun dengan mata yang tajam


pesanann mereka pun cuma di beri kertas putih dan sebuah pena merah , lalu diletakkan di hadapan mereka agar segera memesan makanan


polan dan el berbisik


"lagi lagi kita ketemu orang orang aneh'


iya bener banget, udah pesen aja dulu makanan nya " aku udh laper "cetus polan!


sambil meilahat orang sedang memasak makanan dikantin, merek berdua mencoba untuk mengaktifkan handphone mereka masing masing niatnya untuk membuat video


tapi dari arah depan ada seorang karyawan yang juga bekerja dikantin itu memarahi mereka dengan menyebut "hei matikan handphone kalian, ini bukan ranah kalian" polan dan el terkejut lalu bertanya kepada pemuda yang menegur mereka


"sudah tak usah banyak tanya ikuti yang saya katakan jika kalian tak ingin celaka"


polan dan el saling tatapan dengan penuh keheranan


mereka mengikuti apa yang disebut oleh karyawan itu


"hmm sebenarnya ada apa ini polan?


" entahlah kita ikuti saja"


polan sudah merasa tak enak hatinya dengan semua ini seolah olah semua nya seperti mimpi tapi ini nyata


el menikmati makanan yang ia makan


el segera menghabiskan makanannya dan membayar makanan yang mereka makan


el dan polan langsung menaikki lantai dua dari kampus yang merek daftar, tetapi lagi lagi el hanya terdiam dan masih merindukan ibunya dia berbicara dengan polan 'aku merindukan ibuku polan' lah ibu kamu kan dirumah? "ia entah mengapa aku merindukannya ia sangat inginkan agar lulus nya aku dikampus ini hmmm!


mereka berdua saling berdoa dan meminta agar lulus disini


'ayo lihat ini di lantai dua Ini ruangan ya bagus bagus ruangan dosen nya juga bagus bagus sejuk dan indah banyak buah buahan '


polan dan el saling tatapan kembali


mereka heran sebenarnya ini tempat apa!


mereka terus berjalan menuju ruangan berikutnya karena setiap ruangan berbeda mungkin sekitar 100 ruangan


tetapi mereka tidak tahu tempat apa karena penasaran dengan apa yang mereka jajahi akhirnya mereka terus berjalan hingga keruangan ujung el dan polan heran dan sangat terkejut diruangan yang paling ujung itu adalah dosen nya sangat mirip dengan ibu el yang sudah meninggal dunia


el terdiam lemas seolah olah ia benar benar melihat ibunya kembali tapi yang el tahu ibunya sudah tiada, ibu itu tersenyum melihatnya saat el ingin mendekatinya ruangannya seolah dibatasi dengan dinding kaca el hanya melihat ibu yang mirip dengan ibunya melambaikan tangan seolah olah hilang dan pergi tanpa memberi aba aba apapun


el menangis tersedu sedu ia sangat ingin memeluk ibunya yang ada diruangan yang dibatasi dinding kaca itu


polan memegang tangan el agar tidak larut dalam tangis nya 'sudah sudah el ayo kita pergi ayo el!


saat merek berdua ingin turun ke lantai satu sayangnya lantai satu terbakar dan akhirnya mereka melompat dan jatuh pingsan terutama el


"hiks hiks hiks" syaar tangisan teedengar


el el el bangun bangunn ek teriak polan


setelah sadar ternyata el hanya pingsan dan mimpi ibunya


ia melihat kiri dan kanan rumah nya ternyata ibunya benar benar sudah tiada


akhirnya polan memeluk el sambil menangis el menyebutkan kepolan kalau ibunya ingin sekali el kuliah di kampus yang sama dengan polan


polan terus memberi sabar dengan el


bahwa nya mereka akan janji kuliah ditempat yang sama


el akhirnya menerima apa yang terjadi sebenar nya, dan ternyata didalam pingsannya el sudah masuk kekampus ghaib yang tak pernah ada didunia nyata


karena terlalu sedihnya ia pingsan lalu masuk ke alam mimpi