Anak Polisi

Anak Polisi
Briptu


setelah larut malam bersama dengan keluarga polan, pinem dan zola pulang ke rumah mereka sesampainya dirumah mereka menemukan ibu nya sudah tidur pulas sambil menunggu didepan pintu, " ibu ibu bangun kenapa tidur disini dingin lo'


' nggk apa apa nak ibu menunggu kalian'


padahal jarak rumah polan dan zola tidak begitu jauh hanya beda 200 meter dari simpang rumah mereka,tapi ibunya selalu menunggu dengan ketabahan dan kesabaran , mereka bermain bersama hingga larut malam akan tetapi disisi lain mereka belajar bersama,


setelah pulang kerumah tidak ada lagi pembahasan tentang hal yang harus mereka jalanin yang mereka tahu hanya lah bermain bermain dan bermain bersama hingga lelah tubuh yang tak berujung


pagi hari waktunya sekolah telah tiba polan bersama rekan nya bermain bersama layaknya anak anak yang baru saja asyik bermain dengan teman teman nya, dalam konsep pembelajaran yang dilakukan di sekolah polan, ada beberapa anak yang akan di tes dan diikutkan dengan kegiatan yang berkaitan dengan cita cita mereka masing masing , kegiatan tersebut ada beberapa pilihan seperti cita cita menjadi seorang dokter, polisi, guru, chef, perawat, tukang jahit, dan karyawan swasta.


hari ini ada guru baru yang baru saja masuk dan mengajar di sekolah polan guru itu berasal dari pulau Jawa dan ditugaskan untuk kegiatan ekstrakurikuler mereka,nama guru itu adalah pak Rano, usianya masih muda sekitar 25 tahun dan masih single belum menikah.


setelah jam pelajaran dilaksanakan, kegiatan ekstrakurikuler berlangsung pada pukul 13.30 siang,waktunya setelah siswa siswa pulang sekolah, ada 25 siswa yang mengikuti kegiatan perkembangan cita cita termasuk polan dan teman teman lainnya


zola , raka dan zano mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mereka memilih menjadi dokter sedangkan polan dan ika memilih menjadi polisi karena orang tua mereka polisi, dan mereka juga ikutan seperti itu.


pelajaran mereka telah usai, disisi lain keluarga polan menjadi handal taulan diwarga mereka karena mereka adalah keluarga yang harmonis yang dahulu pernah pindah dari luar kota ke kota yang lainnya


ayah polan seorang perwira polisi yang juga supel dalam warganya ia juga seorang ketua rukun tetangga dirumah nya alias pak RT


malam itu tiba, jumat malam sabtu dimana semua warga rt dirumah polan sedang tidur lelap, dan tepat pukul 01.00 malam terdengar suara wara wiri knalpot motor hingga teriakan teriakan yang sangat mengganggu, mendengar itu ayah polan dan tetangga Nya keluar rumah dan mereka melihat ada beberapa pemuda remaja memegang samurai panjang dan bahan tajam lainnya sekira 10 motor mereka memasuki kawasan perumahan polisi, bahkan mereka tidak tahu kalau perumahan yang mereka ganggu adalah perumahan polisi melihat seperti itu ayah polan langsung menelpon beberapa anggota polisi yang bertugas pada hari itu mendengar kabar dan panggilan telepon itu, anggota kepolisian yang sedang piket malam itu segera menuju rumah polan beserta anggota lainnya dengan membawa perlengkapan penangkapan, 3 unit mobil dibawa dengan 30 anggota polisi lainnya, ayah polan juga segera menelpon penjaga malam agar tetap berhati hati dan menutup gerbang utama agar mereka tidak bisa keluar, terang saja setelah beberapa remaja itu menghancurkan tanaman warga dan beberapa properti seperti pagar rumah, mereka segera menuju pintu utama, entah apa tujuan mereka semua memasuki kawasan perumahan polisi


"angkat tangan kalian segera, letakkan senjata tajam kalian jika ada yang melawan maka kami akan lepaskan tembakan, melihat dan mendengar itu semua remaja meletakkan sajam yang mereka bawa dan meresahkan semua warga sekitar, sedikitpun tidak ada yang melawan diujung jalan paling depan ada ayah polan yang sedang berjaga dan siap melepaskan satu tembakan jika remaja itu melawan akhirnya mereka semua diamanakan setelah diamankan dan di tangkap lalu diborgol, mereka duduk sambil letakkan tangan dikepala dan segera di bawa ke kaplosek terdekat untuk dimintai keterangan, ayah polan kembali kerumah dan siap mengambil mobil dinas untuk dibawa ke polsek terdekat, sesampainya disana ayah polan memanggil salah satu dari anak remaja tersebut dan menanyakan apa motif mereka melakukan kejahatan dan meresahkan warga sekitar, dengan tatapan tajam ayah polan remaja lelaki itu tidak mau menjawab, ia hanya menunduk kedinginan


ayah polan terus bertanya dengan nada yang sederhana sama sekali tidak ada ketakutan malahan seperti bawaan nya yang tenang dan damai, setelah ditanya sekali lagi remaja itu menjawab, bahwa ia di suruh oleh kepala geng nya untuk mengganggu orang orang di jalanan katanya jika ada orang dijalan kepala nya dilibas saja sampai mati biar orang orang tahu kalau mereka adalah preman besar yang paling ditakuti semua orang, mendengar penjelasan dan pengakuan dari remaja itu ayah polan tertawa besar diikuti oleh rekannya, "oh maaf ya nak bapak tertawa? memangnya kamu punya cita cita menajdi preman besar?


remaja itu menatap tajam kembali kearah ayah polan dan mengatakan kalau cita cita ia ingin menjadi dokter!


" ayah polan mengelus kepala remaja itu sambil berkata mengapa kamu menajadi preman seperti ini?


" ia karena sekolah ku sudah putus ibu bapak ku sudah meninggal, jadi yang aku lakukan sekarang apapun ku lakukan asalkan menghasilkan uang


setelah diinterogasi semua ada beberapa remaja yang dilepaskan dengan syarat tetap hukuman jalan jika dalam tiga puluh hari mereka mengulangi kesalahan yang sama, salah satu remaja tersebut disangu oleh ayah polan sedikit uang untuk kebutuhan makannya, setelah urusan semua selesai ayah polan dan beberapa rekan polisi lainnya yang tidak piket malam mereka kembali kerumah masing -masing, sekira pukul 02.30 malam ayah polan menuju rumah diperjalanan pulang ayah polan bersama supirnya melewati beberapa jembatan besi yang besar dijembatan kedua ia melihat ada seorang lelaki berseragam polisi dengan pangkat briptu sedang berdiri di tepi jembatan, melihat itu ayah polan meminta supirnya untuk mundur kembali karena ayah polan ingin melihat dan sekedar bertanya bukan karen sesama polisi melainkan karena jiwa sosialnya yang tinggi terhadap masyarakat, dan mundurlah mobil ayah polan tadi tepat berada diposisi polisi tersebut, ayah polan yang santun serta sederhana menegur lelaki berseragam itu, "hei selamat malam bapak briptu boleh tahu namanya, maaf saya menggangu anda?


lelaki itu tetap saja menatap ke bawah jembatan yang dialiri sungai yang sangat deras, untuk kedua kalinya ayah polan menegurnya 'maaf saya menggangu anda boleh saya tahu nama anda' dan untuk kedua kalinya pula lelaki berseragam itu tidak menoleh akhirnya ayah polan memegang pundaknya untuk melihat wajahnya, terang saja ayah polan kaget beserta sopirnya yang juga ikut turun menemani, "hah? kamu kan yang dinas di Polsek sebelah timur kan? tanya ayah polan, lelaki itu menangis sejadi jadi nya seperti nya ia terkena depresi berat dan ingin melakukan bunuh diri dibawah jembatan itu, ayah polan menarik lelaki itu tertulis namanya di sebelah kanan bajunya lelaki itu bernama FERdy atau disebut BRIptu Ferdy,'maaf briptu Ferdy? saya hanya ingin anda baik baik saja jangan lah melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan anda polisi anda mengayomi masyarakat? masalah apa yang menimpa Anda hingga berat sekali seperti ini? pertanyaan ayah polan membuat briptu Ferdy menangis makin jadi , ayah polan meminta supirnya untuk mengambil air minum didalam mobil dan segera diberikan ke briptu Ferdy agar lebih tenang, setelah air minum di ambil ayah polan menegakkan air itu ke mulut briptu Ferdy, setelah minum briptu Ferdy menarik nafas panjang dan sedikit reda, dan ia menceritakan semua masalah nya dengan ayah polan kebetulan briptu Ferdy juga mengenal ayah polan karena ia adalah polisi yang juga memiliki jabatan dikota tersebut, ia cerita semua tentang beban hidupnya, ternyata istri nya berselingkuh dan semua gajinya sebagai anggota polisi habis tak tersisa oleh istrinya, anak nya meninggal kena tabrak akibat ulah istrinya dan istrinya kabur entah kemana, mendengar curhatan hati sang briptu ayah polan turut prihatin dengan semua itu, ia memberi semangat dengan briptu Ferdy, agar tetap kuat karena tak boleh seorang polisi lemah hanya karena wanita, setelahnya briptu ferdy di ajak pulang kerumah ayah polan untuk menginap beberapa hari agar sedikit tenang dan pikirannya, akhirnya briptu mau mengikuti dan masuk kedalam mobil sang Jendral, sekira pukul 04.00 subuh ayah polan dan rekannya sampai dirumah, dibukakanlah pintu oleh penjagaa rumah, ibu polan sudah menunggu dan bertanya siapa yang dibawa ayah polan kerumah mereka tanpa banyak tanya ibu polan sudah tahu semua nya, karena ibu polan menjaga etika dan adab terhadap suaminya agar tidak terlalu berlebihan, setelah siap semua briptu Ferdy dipersilakan masuk kamar tamu untuk istirahat, ibu polan tidak lagi tidur karena waktu sudah mau masuk subuh dan sholat subuh serta menyiapkan masakan dan pekerjaan di pagi hari, polan pun terbiasa bangun subuh barengan ibunya untuk melaksanakan sholat jamaah, karena polan terlahir dari keluarga islam yang dididik secara disiplin dan mandiri dan menjaga ibadah nya dengan baik.


menunjukan pagi hari pukul 06.30 waktunya polan diantar berangkat kesekolah hari ini polan bersama dengan ibunya, hari ini polan sangat bahagia dan girang karena ada kegiatan ekstrakurikuler dengan pak rano polan mengikuti cita cita pilihan untuk menjadi seorang guru karena polan ingin mengikuti jejak ibunya menjadi seorang guru yang teladan dan pandai sabar dan penyayang, 'polan nanti pulang pukul berapa? (tanya ibu polan) ' polan pulang pukul 15.00 sore Bu karena polan akan ikuti kegiatan ekstrakurikuler hari ini, " ya sudah nanti dijemput sama pak sopir ya ' oke bu'.


polan turun dari mobil dan menuju gerbang sekolah, didepan gerbang sekolah ia disambut oleh guru gurunya setiap pagi karena rutin untuk menjalankan salaman pagi dengan guru guru disekolah nya. polan menuju kelas dan segera memulai pelajarannya pada hari itu.