Anak Polisi

Anak Polisi
SMA


Tak terasa sudah tiga tahun lamanya polan bersekolah di SMP tunas bangsa dan ia sudah lulus dengan nilai yang baik kebetulan tahun ini ia masuk SMA negeri 1 dikotanya, tentunya polan memiliki teman baru, guru baru dan mata pelajaran yang baru serta lebih dewasa dari sebelumnya, tentu nya juga teman teman yang baru yang berbeda dari teman SMP yang lalu, saat ini polan berusia 15 tahun tentu nya akan menginjak 17 tahun tanpa terasa hari terus berlalu dengan cepat,


pagi yang cerah cuaca yang sejuk pemandangan yang indah risa teman polan tetangga dekat rumahnya juga bersekolah yang sama dengan polan, mereka saling support dan senang karena bersekolah ditempat yang sama.


"risa " hayoo barengan aku , polan menawarkan risa untuk pergi bersamanya, dengan tidak menolak risa pun langsung menuju kerumah polan karena jarak rumah mereka hanya ada dua rumah yang berhadapan wajar kalau bisa saling lihat dan teriakan, risa berlari menuju rumah polan, ayah risa yang melihat anaknya berlari tentu heran dan memanggil anaknya ' risa kamu mau kemana, ayo berangkat nanti terlambat sahut ayah risa'


risa menjawab kembali "ayah risa hari ini barengan polan ya, risa pengen banget naik mobil gede ini pasti keren" ayah risa yang melihat putrinya kesenangan pun terus diam dan mengiyakanlah permintaan putrinya.


masuk kedalam mobil risa dan polan siap duduk di belakang dan pak supir pun sudah siap


'hayo non kita let's go' gogo pak supir kami siap '


setiap pagi bercanda dengan supirnya sambil nyemil sarapan, "risa ini buat kamu hayo makan' polan menawarkan sarapan nya kepada risa ' dan risa menolak karena perut nya kekenyangan, sudah sarapan dirumah, sarapan polan pagi itu ada 3 sandwich kesukaannya, ya polan tetaplah pada dirinya meskipun ia seorang anak jendral tapi ia tetap tidak sombong bermain dengan orang orang yang kelas ekonomi rendah karena kedua orang tua nya megajarkannya untuk tidak sombong dan terus menjadi manusia yang baik sepanjang masa, tibalah polan dan risa di sekolah mereka yang baru, hari ini adalah MPLS masa perkenalan lingkungan sekolah, polan semangat dan seperti biasanya anak anak SMA itu keren keren sesuai prestasinya masing masing, hari pertama masuk polan senang banget karena banyak kenalan dengan teman teman baru, polan masuk kelas X 1 SMA wali kelas nya adalah ibu tari yang cantik supel dan setiap pelajarannya di mengerti oleh anak anak didiknya. Karena hari pertama sekolah kelas polan haru memperkenalkan diri masing masing didepan kelas, tentunya polan merupakan anak yang sudah biasa tampil didepan umum, serunya hari pertamanya sekolah keceriaan polan tampak hingga ia pulang sekolah, pukul 12.30 siang waktunya pulang sekolah pak supir sudah menjemput polan, ditempat parkir depan sekolahnya polan menunggu risa tak lama kemudian risa datang dan memberi coklat untuk polan ' ini buat kamu tadi aku dapat banyak dari teman kelas ku' oh iya Terima kasih sahut polan karena jurusan polan dan risa berbeda mereka tetap sama sama tidak memilih teman karen mereka adalah anak yang netral dan supel, risa masuk kelas X 7 , kelas nya bakal menuju IPA beda dengan polan kelas X 1 polan akan menuju IPS, apapun pilihan nya bagi mereka pelajaran dan menuntut ilmu adalah hal penting yang tak bisa diganggj gugat, sambil menikmati coklat yang diberikan risa mereka menunggu pak supir yang tak kunjung datang, akhirnya mereka berfoto foto berdua dibawah pohon didekat parkir mobil


'ughh lama sekali pak supir, kita selfie dulu ya risa tanpa menolak risa langsung mau karen sejatinya anak perempuan memang suka selfie, 10 jepretan akhirnya pak supir datang buru buru polan memasukkan hpnya kedalam tas tanpa melihat lagi hasil fotonya, 'itu pak supir hayo kita masuk risa nanti aku kirim potonya ya, kita mau makan siang dulu nanti mampir direstaurant tenang saja aku yang traktir kok '. ajak polan untuk risa tentunya risa mau banget makan siang bareng anak jendral polisi yang baik hati dan tak sombong, naik lah polan dan risa ke dalam mobil jemputannya, sekitar 1 menit perjalanan polan menawarkan risa mau makan apa? dan direstaurant mana? tentunya risa tidak memilih terserah kepada polan saja, dan akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang di restaurant Jepang


ada beberapa lelaki menundukkan kepala nya di hadapan para konsumen yang datang tentu nya mengharapkan mereka akan kembali lagi untuk mengonsumsi makanan mereka dan memiliki relasi lebih banyak lagi,akan tetapi tidak ingin berlaku pada ibu tua yang menunduk kan kepalanya dua kali dihadapan para peneliti makanann, ia duduk disudut paling ujung karena hanya ingin terlihat oleh orang yang sudah mengantar kan nnya direstaurant itu.


Risa dan polan duduk di kursi sebelah nenek tua yang ada disudtmut sebagai siswa yang memiliki adab ia segera menunjukkan kesopanan nya terhadap orang yang lebih tua, nenek itu tersenyum sambil menyeduh teh hangatnya sesekali ia menghirupkan minumannya di depan mata ia sendiri...


polan dan risa terus berbicara sambil tertawa entah apa yang mereka bahas, sambil menunggu pesanan datang mereka berfoto foto kembali direstaurant itu.. engle yang bagus ya polan jawab risa setelah melihat hasil foto mereka berdua di restaurant itu.


beberapa menit kemudian pesanan makanan datang dengan aroma yang sedap yang menggugah selera, beserta minuman yang sejuk dan hangat, tersedia semua mereka menyantap makanan dengan nikmat nya lalu mereka menghabiskan makanan tanpa sisa nenek tua disudut memperhatikan dengan penuh tatapan yang tajam lalu mereka berada pada posisi yang seharusnya mereka menghadap kedepan, polan merasa ada yang aneh di dalam restaurant itu tapi ia tak mau ambil pusing karena baginya ia menikmati makanan Jepang yang terkenal di kotanya saat itu.


satu jam berada direstaurant rasanya nikmat sekali dan menikmati makanan jepang yang segar tak lupa pula dengan buah buah nya yang segar


mereka pulang dan membungkus makanan untuk dibawa pulang dan memberi pak supir yang mana pada saat itu pak sopirnya sedang berpuasa. setidaknya makanan itu untuk dia berbuka puasa sore hari


mereka pulang menuju rumah masing2 diantar pak supir pada saat itu polan ngantuk dan tertidur didalam mobil


perjalanan sekitar 2 jam an lebih karena kemacetan dijalan yang akan mereka lewati selama pulang kerumah sekitar pukul 16.00 sore adalah waktunya para orang orang pekerja pulang kerumah pastinya jalanan macet


pukul 17.0 mereka sampai dirumah dengan lelah nya, saling bye bye bertemu untuk besok,


dirumah ayah dan ibu polan sudah menunggunya


ditanya makan apa polan bercerita semuanya


polan menghela nafas ia lelah dan segera masuk kamar. sebelum mandi sore polan membuka kembali hapenya ia melihat lagi poto poto yang ia jepret tadi siang, ada beberapa poto yang ia kaget melihatnya


ada sosok perempuan muda yang ikut dalam sesi poto tersebut menggunakan pakaian yang sama cuma beda nya wajahnya sangat pucat tak berdarah, polan penasaran dibuka nya kembali, perempuan itu seolah memberi isyarat kepada mereka bahwa dia ada disana bersama mereka,


polan tak heran lagi karena ia tahu sudah pasti sosok itu adalah makhluk ribuan tahun yang ingin diakui keberadaannya, tetap saling menghormati karena ciptaan Tuhan


hari berlalu polan tertidur sebelum jam makan malam tiba, ibu polan dan ayahnya heran mengapa anak gadis mereka tidak turun ke bawah


meminta tolong bibi agar memangilnya ternyata setelah di lihat polan tertidur dan belum melepaskan pakaian sekolahnya, didalam tidurnya polan bermimpi bertemu dengan perempuan yang masuk dalam potonya, perempuan itu menyebutkan namanya adalah Winda yang mati tertembak oleh perang tentara pada saat itu, Winda adalah korban tentara jepang mati karena tertembak senapan perang dan dilindas oleh mobil tempur tentara, pada saat itu ia menggunakan pakaian sekolah menuju kerumah tanpa diketahui jenazah nya hancur tak terlihat tertimbun didalam tanah, 'non non 'bibi baru memanggil polan ' polan kaget jatuh dr tempat tidur hah ia tak sangka kalau hari sudah malam, ' non ibu bapak meminta turun kebawah makan malam sudah disiapkan mereka menunggu non'


'baiklah bi sebentar lagi saya turun saya mandi dulu'


sambil mandi dialam bawah sadar nya polanelihat sosok Winda didalam kaca lalu Winda menyiramnta sambil berkata 'pergi kamu makhluk halus jangan ganggu aku'


setelah bersiap mandi polan menggunakan baju tidurnya dan turun ke bawah untuk makan malam bersama ayah ibunya..


tap tap tap


kaki polan terdengar menuju tangga bawah


makan malam selesai


polan bermanjaan dengan ayah ibunya didepan kolam berenang menikmati angin malam yang sejuk, sambil bercerita apa yang terjadi dengannya satu harian ini


masih berputar dalam cerita cita cita polan


ayah berpesan agar polan mengikuti jejak ayahnya sedangkan ibu berpesan agar mengikuti jejaknya


tetapi mereka tidak memaksa polan, karena kenyamanan dan ke bahagiaan anaknyalah yang utama,.


setelah bersama menikmati kehangatan keluarga nya polan menuju kamar atas dan segera tertidur


tetapi polan teringat dengan mimpinya sore itu , dan polan berniat ingin bertemu makhluk itu jika ia muncul kembali.


sebelum tidur polan berbicara dengan dirinya sendiri ' wahai diri inikah kelebihanmu dari Tuhan hidupmu tak lepas dari ribuan makhluk ghaib yang hanya ingin urusannya diselesaikan sedangkan aku hanyalah gadis yang hanya ingin menuntut ilmu, apapun itu akan aku lakukan dengan keikhlasan agar sampai pada titik kebaikan ' hoammm selamat malam


celetekan suara lampu terdengar karena polan mematikan lampu nya saat ingin tidur, alam mimpi mulai mengganggu nya masuk kembali hantu Winda yang melekat dipotonya ia melanjutkan kembali apa yang terjadi padanya, dalam mimpi itu Winda hanya ingin polan tahu kalau restaurant Jepang yang ia makan siang bersama risa adalah keturunan dari keluarga nya, dan nenek tua yang duduk di sudut sekitar usia 100 tahun itu adalah ibunya, ia hanya ingin menyampaikan salam dan rindu bahwa anaknya tidak gentangan lagi...


polan terbangun dan duduk teriak karena kaget lalu menghidupkan lampu, air minum yang selalu tersedia disamping lampu tidurnya ia buka dan ia minum satu teguk...


dengan keringat yang bercucuran polan duduk sejenak dan mengambil nafas sambil termenung, memikirkan apa yang harus ia lakukan besok.


polan melanjutkan tidur nya, hingga pukul 05.00 pagi ia kembali terbangun untuk segera melaksanakan ibadah subuh dan segera mandi


jam 06.00 polan sudah siap mandi dan menuju meja makan, untuk sarapan pagi


'ibu ayah tidak kerja? 'tidak nak ayah hari ini mau berangkat keluar kota mau menjemput kakakmu meri ' oh?!


seperti biasa polan diantar oleh supirnya


tepat hari ini adalah hari sabtu, ibu polan libur untuk mengajar tetapi polan tetap bersekolah dan pulang seperti biasanya, pagi itu tanpa risa polan berangkat sendiri dengan pak supirnya, didalam tas polan telah tersedia air minum 2 kotak ia berniat ingin memberikan kepada Winda ,.


polan sampai disekolah, bersama teman temannya pagi itu ia menuju lokasi belakang kelasnya disana ada pohon yang amat besar, polan menunjukkan poto nya dengan risa tentunya risa sangat takut dan tak berani ia meninggalkan polan sendirian dan menuju kekelasnya


' udh ah polan aku takut' y udh kamu masuk kelas ya nanti aku susul '


polan menunggu didepan pohon itu sambil memanggil aura dari makhluk yang masuk kedalam mimpinya.


' hei jika benar namamu Winda ayo tunjukkan wujudmu apa yang ingin kau katakan padaku apa yang bisa aku bantu dari keinginanmu?


lama menunggu mahkluk itu tak kunjung keluar akhirnya bel masuk berbunyi polan berlari menuju kelasnya,.


didalam kelas polan kembali duduk kebetulan tempat duduk polan disamping jendela yang bisa menembus ke arah pohon besar belakang kelasnya, setelah tiga puluh menit pelajaran dimulai, polan melihat ke arah luar jendela tak disangka ia melihat Winda sedang berjalan di pinggiran pintu jendela itu sambil menunduk, karena reflekanya polan berteriak ' Winda Winda hei winda lihat aku kemari kamu'


guru dan teman teman nya langsung melihat kearah polah bu guru bertanya ' kenapa kamu polan?


'eh nggak papa bu guru ' 'hmm ada ada saja kamu '! y udah lanjutkan tugasmu, iya bu jawab tegas polan.


polan pergi melanjutkan pelajarannya hingga siang hari..


tapi ia tak juga menemui Winda hanya lewat sekitaran jendela saat ia belajar pagi tadi.


Arwah arwah gentayangan yang hadir dalam benak polan sulit untuk ia lupakan karena hampir setiap saat jika arwah itu ingin kan dia menemuinya maka ia akan hadir tanpa izin, namun hal itu sudah membuat polan menjadi terbiasa dengan apa yang ia lihat yang tahu tentang polan adalah ayahnya, ayahnya sangat tahu jika polan sangat bisa berinteraksi dengan makhluk makhluk tak sakat mata, karena tergantung usia entah usia keberapa ia akan bisa melepas kan nya untuk tidak melihat makhluk makhluk itu..