After You Go

After You Go
8


" Neng ada yang nyari'in tuh ! " teriak seorang pria bergigi tonggos dengan potongan rambut mullet yang sedang tren saat ini . Seorang pria baik hati yang menjadi pemilik bengkel tempat Nana bekerja bernama Mang Jepri


" Suruh ngantri Mang ! Tanggung lagi ngerjain bebeknya dulu ! " sahut Nana tanpa melihat ke arah pemanggilnya , seperti biasanya bengkel tempat ia bekerja selalu saja penuh setiap harinya . Dia mengira jika ada pelanggan yang minta motornya di bereskan terlebih dahulu .


" Tinggal aja nggak apa apa Neng , tuh diurusin dulu calon suaminya ! Ngambek minta putus kalau kelamaan dibiarin .... " lanjut Mang Jepri yang disambut tawa oleh beberapa pekerja lain dan pelanggan yang menunggu ditempat itu .


Nana mengernyitkan dahi ketika mendengar kata ' calon suami ' dari bos bengkelnya . Dia adalah satu satunya montir wanita yang ada di bengkel itu dan semua tahu jika dia masih berstatus single . Banyak dari sesama montir ataupun pelanggan yang ingin mendapat hatinya , tapi Nana masih merasa terlalu muda untuk berpikir lebih serius tentang pendamping hidup . Jalannya masih terlalu panjang untuk mencapai semua cita citanya .


" Apaan sih Mang ... nggak lucu !! "


Tapi kemudian Nana menghentikan pekerjaannya ketika sebuah suara bariton menegurnya , dengan suara sinis . Suara si sombong yang kemarin malam sempat membuat hatinya hampir tersulut emosi .


" Aku mau bicara .... Penting !! "


" Hisshhh ngapain sih itu zombie pake nyamperin segala !! Kurang kerjaan !! " gerutu Nana dalam hatinya , tak mempedulikan tatapan tajam pria yang sudah berdiri di belakangnya . Dia masih punya tanggung jawab untuk menyelesaikan motor yang sedang ia perbaiki .


" Duduk aja Bang ... Nanti encok kalau berdiri terus nungguin Nana ! Bentar lagi juga kelar ... sabar ! "


" Kau ... " sebelum meneruskan kata katanya gadis didepannya sudah memotong perkataannya .


" Bukan cuma Abang yang punya kepentingan yang ' sangat penting ' , ini motor bentar lagi mau dipake ngelamar kerja . Kalau telat bisa berabe hidup orang "


" Ckk ... Ya udah cepetan !! " sahut Dimas tak mungkin menyeret Nama ditengah keramaian seperti ini , bisa bisa ia dikeroyok massa .


Beberapa pelanggan wanita tampak saling berbisik dengan mata yang tak lepas melihat ketampanan pria yang masih mengenakan setelan kerja lengkap itu . Sedang beberapa pengunjung pria melihatnya tidak senang karena pria itu sudah memproklamirkan diri sebagai ' calon suami ' montir cantik kesayangan mereka .


Setelah terlihat selesai Nana datang menghampirinya , dan dengan entengnya gadis itu melewatinya tanpa mengucap sebuah kata padahal sudah cukup lama ia menunggu .


" Hei ... "


" Nana mau mandi sebentar , ntar dibilang nggak bisa jaga kebersihan lagi ! Abang kan lihat tangan Nana penuh oli gini , bau lagi !! "


" Ckk brengsek !! "


Nana masih bisa mendengar sumpah serapah Dimas , tapi dia berusaha mengabaikannya . Dia tetap berjalan ke dalam untuk mengambil baju ganti dan kemudian mandi .


Dimas terkejut ketika seseorang menepuk bahunya , dia melihat seorang pria dengan gigi tonggos duduk disampingnya .


" Anda beneran calon suaminya Nana !? "


" Bukan urusan kamu !!! "


" Kamu lihat tujuh orang pria yang sekarang sedang sibuk dengan memperbaiki motor ?? Kami semua sangat menyayanginya , calon istri kamu itu adalah adik kecil kami . Hormati dia jika kamu juga ingin dihormati , jika memang kamu tidak bisa menghargainya maka anda akan berhadapan dengan saya ... Dengan kami !! " kata pria bernama Mang Jepri yang tadi juga sempat mendengar perkataan Dimas yang sedikit tidak enak di dengar .


" Selowww Mang .... tarik sisss !! "


Tiba tiba Nana sudah muncul dengan wangi sabun yang menguar , dan kata kata fenomenal itu langsung mendapat sahutan dari para pelanggan sekaligus montir ...


" Siippp !! Nggak usah marah marah Mang , memang Nana yang kelupaan kalau ada janji sama dia . Nana yang salah ! Ya sudah Nana pamit dulu ya , besok lembur deh buat gantiin hari ini " kata Nana mencoba menenangkan suasana yang terasa memanas antara zombie tampan menyebalkan dan atasannya .


" Nggak usah , pergi aja sono ! Hati hati , bilang kalau dia nanti macem macam sama kamu ! "


" Udah jinak dia sih Mang " kata Nana sambil tertawa .


Sampai di parkiran Nana dibuat kagum dengan mobil sport yang di bawa ' calon suaminya ' ini . Lambo berwarna hitam pekat yang dimatanya beribu kali lebih tampan dari pria yang akan membawanya .


" Ciihhh dasar udik !!! "


" Ya kan Abang tahu kalau Nana memang berasal dari kampung , lain kali jangan bawa beginian kalau enggak ingin kebanting . Situ kaya raya ... yang numpang rakyat jelata !! Ya udah biar Nana enggak ngotor ngotorin jok gimana kalau kita bicara disana saja , mumpung sepi " tunjuk Nana kesebuah warung kecil yang ada tak jauh dari bengkel .


" Terserah ... " sahut Dimas mengikuti langkah Nana yang menyeberang jalan menuju sebuah warteg yang tidak terlalu besar . Kebetulan warung itu juga sedang sepi pembeli .


" Mbak Susi es kopi dua !! ' teriak Nana pada salah seorang pelayan , tidak mungkin mereka hanya duduk numpang berbicara tanpa membeli apapun .


" Siap cantik ! Nggak makan sekalian !? "


" Sementara minum dulu Mbak , lagi ada meeting sebentar sama Tuan Muda " sahut Nana yang ditanggapi tawa oleh pelayan warung bernama Susi itu . Bagi mereka Nana adalah gadis yang selalu menyenangkan , wataknya yang rendah hati dan gampang bergaul membuat gadis itu disukai semua orang .


" Ngomong gih ... "


" Papa sakit dan sekarang sedang dirujuk ke Singapura ... "


" Hahh ... Om Nugrah sakit ?? Yang bener ?? "


" Dia sakit karena ingin kita segera menikah , Papa ingin kita segera menikah ... secepatnya !! Tapi kau sangat tahu jika kita tidak bisa melakukannya . Kau bukan tipeku , dan kau sendiri juga bilang jika aku bukan tipemu "


Nana terdiam , ada rasa sedih ketika mendengar pria yang menjadi sahabat baik bapaknya sedang sakit . Dan mungkin lumayan parah karena sampai harus di rujuk berobat ke luar negeri .


" Terus apa yang bisa Nana lakukan agar bisa menolong Om Nugrah ??! "


" Lusa kita menikah ... "


" APA ??!!!!!! "


" Nggak usah ge er , kita memang akan menikah resmi karena tidak mungkin kita menikah bohongan . Papa dan Mama pasti murka jika mengetahuinya ! Kita hanya akan menikah selama seratus hari "


" Orang gila !! Ogahh ... Abang pikir Nana gadis apaan ?? "


Nana langsung beranjak dari duduknya bahkan sebelum es kopi yang ia pesan datang . Dia merasa Dimas sedang tidak waras karena bisa bicara seperti itu , bagaimana bisa pria itu mempermainkan sebuah pernikahan . Tapi langkahnya terhenti ketika sebuah tangan menarik lengannya .


" Aku mohon , ini tentang nyawa papaku !! "