
Nana memeluk erat guling yang ada di depannya , ia merasa guling yang ia dekap berukuran lebih besar dari biasanya . Rasanya lebih hangat dan beraroma lebih wangi , dan Nana menyukainya !
Dengan masih memejamkan mata ia mengeratkan rengkuhannya dan semakin membenamkan wajahnya di permukaan guling yang sangat lembut itu . Hingga perlahan matanya terbuka karena samar mendengar suara seseorang yang sepertinya tidak asing ditelinganya .
Mungkin karena nyawanya belum terkumpul menjadikan Nana bahkan tidak menyadari jika seorang pria sedang intens melihatnya . ...