
" Mau kemana Na !? Tumben nggak berangkat ke bengkel " tanya Lestari yang melihat putrinya sudah berdandan rapi seperti ingin pergi . Tak biasanya Nana mengenakan setelan blouse dan rok panjang seperti ini .
" Mau ketemu sama Abang , kan banyak yang harus disiapin untuk acara besok Bu ! Ya walaupun nggak bakal ada pesta tapi kan tetep aja butuh perencanaan " sahut Nana sambil meraih satu tangan ibunya untuk dibawa ke keningnya . Ya memang sesederhana itu , mereka hanya akan menikah didepan penghulu dengan saksi saksi yang sudah ditunjuk .
Lestari berdecak sedikit kecewa mendengarnya , sebagai seorang ibu tentu saja dia ingin acara pernikahan yang istimewa untuk putrinya . Apalagi Kanaya adalah putri satu satunya ! Tapi apa boleh buat karena baik Nana ataupun Dimas sudah memutuskan akan mengadakan perayaan setelah kondisi Nugraha membaik .
Setelah pamit Nana segera berangkat ke gedung Arkatama sesuai permintaan Dimas , disana nanti mereka akan membicarakan tentang perjanjian pernikahan mereka . Beberapa blok sebelum sampai di gedung Arkatama Nana memutuskan berhenti , dia berpikir untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum menemui calon suaminya karena pembicaraan mereka nanti pasti akan sangat membutuhkan energi .
Sampai di area parkiran sebuah area food court ia melihat seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahunan berlari sendirian tanpa di awasi oleh orang dewasa . Padahal jika dilihat dari penampilannya anak perempuan itu pasti anak orang berada .
Takut anak itu lebih jauh berlari dari keluarganya yang mungkin masih berada di dalam food court akhirnya Nana mendekatinya .
" Hai ... apa aku bisa ikut bermain denganmu anak cantik ?? " sapa Nana hingga membuat anak perempuan itu menghentikan larinya . Anak itu mundur satu langkah ketika melihat Nana yang sudah berada tepat di belakangnya .
" Don't come closer... who are you?? I don't know you !!! "
" M*mpus gue , ternyata anak bule dia !! Hisshhh mau jawab apa gue ini ya , mau sok sokan jawab tapi takutnya salah . Nyesel gue sering bolos pas pelajaran bahasa lnggris . Tapi biarin dehhh ... Itung itung ngelemesin lidah ! " batin Nana bermonolog , baru ia sadari jika anak itu bermata biru .
" l'm Nana , are you alone !? Where is your parents ? Don't playing around here alone because berbahaya ... Eh maksudnya dangerous " kata Nana dengan logat yang masih sangat kaku , walau sudah sering melihat tulisan ataupun konten berbahasa inggris tapi ia belum pernah bercakap cakap langsung dengan orang asing seperti ini .
" Nana ?? Do you mean that you are my new Nanny !? " tanya anak itu berbicara cukup cepat hingga Nana harus memutar otaknya agar bisa mengartikannya dengan cepat .
" No , lm not Neni ... lm Nana ! Kanaya Danurdara name lengkap saya .. Ehhhh !! "
Suara bariton seorang pria membuat Nana reflek menoleh , ia melihat anak perempuan itu berlari dan naik ke gendongannya . Sepertinya pria itu adalah ayah dari anak itu karena mata mereka sama sama berwarna biru gelap . Hanya saja tampang pria itu benar benar bule . Badan tinggi besar , rambut coklat gelap , berkulit eksotis ( mungkin sering berjemur ) dan berhidung mancung . Sungguh pria bule yang sangat tampan !
" Maafkan putri saya , apa dia sudah mengganggu anda Nona !? "
" No ... Ehh tidak ! Tadi saya melihat dia berlari sendirian di sini tanpa ada orang yang mengawasi jadi saya dekati dia , takutnya ada orang jahat lewat . Dia cantik sekali , pasti seperti ibunya " kata Nana sedikit gugup , tak menyangka jika pria bule didepannya bisa fasih berbahasa lndonesia .
" Ya tentu saja ... Nama putri saya Leika , ibunya memang sangat cantik !! Tapi dia sudah menjadi bidadari surga "
" Jadi ??? ... Maaf "
" Tidak apa apa ... istri saya meninggal setelah melahirkan Leika . Anda juga sangat cantik Nona Kanaya , senang bisa bertemu dengan gadis sebaik anda . Apa saya boleh sekali lagi merepotkan anda ? Tadi Leika meminta saya berhenti di tempat ini , dia ingin makan roti isi tuna seperti yang selalu pengasuhnya dulu berikan untuknya . Apa di sini ada makanan semacam itu !? "
" Nanny , do you want to carry me !? " celetuk anak itu hingga Nana mengurungkan niatnya untuk berjalan terlebih dahulu .
" Neni .. Neni ... ini anak kupingnya buntet kali ya ! Di bilang Nana juga " batin Nana .
" Pakai bahasa lndonesia sayang , sudah Papa katakan untuk memakai bahasa lndonesia jika sedang ada di negara Grandpa . Kita sekarang tinggal disini , jadi biasakan untuk memakai bahasa itu "
Setelah menemukan apa yang di cari anak bernama Leika itu Nana langsung pamit karena khawatir Dimas terlalu lama menunggunya . Alhasil ia hanya membeli dimsum agar bisa cepat memakannya . Tanpa ia sadari jika langkahnya tadi sempat membuat pria bule yang ia temui tidak bisa melepaskan pandangan darinya .
" She's beautiful .... "
*
" Sampai ibunya pingsan ?? Kalian memang sama sama gila , bisa bisanya elo punya ide mempermainkan sebuah pernikahan !! ltu nggak adil buat Nana , lah elo jadi duda mah nggak banyak ngaruhnya . Elo masih punya Nisa ... Elo masih jadi CEO Arkatama . Terus Nana dapat apa ?? Cuma status janda ... tega banget sumpah elo !! "
Siang itu Dimas menceritakan semuanya pada Devan karena hanya pada sahabatnya itu dia terbiasa berkeluh kesah . Dia menceritakan semua tanpa terkecuali berharap Devan bisa memberi masukan yang bisa menyelesaikan masalahnya .
" Di akhir nanti gue sudah janji untuk mengabulkan satu permintaan darinya , gue bakal kabulkan apapun yang dia minta " sahut Dimas yang tak mau Devan menyangka jika ia hanya memanfaatkan Nana, ada timbal balik yang harus ia bayar .
" Yakin Nana akan minta uang atau semacamnya dari elo !? "
" Sekitar empat atau lima bulan ke depan ia akan mendaftar kuliah teknik di Bandung . Dan aku yakin dia pasti sedang butuh banyak suntikan dana . Gaji menjadi montir di bengkel kecil tidak akan cukup untuk membiayai kuliahnya . Elo enggak lupa kan bilang sama resepsionis bawah buat nganter dia kalau sudah datang ke sini !? Takutnya nyasar kalau nyari sendiri , srudak sruduk banget anaknya !! "
Devan terkekeh mendengarnya , rasanya penasaran untuk segera melihat seperti apakah gadis kecil yang akan dinikahi atasannya itu . Gadis istimewa yang akan segera menyandang gelar Nyonya Muda di keluarga Arkatama .
TOKKKK ... TOOKKKK
" Masuk ... " seru dua pria muda itu hampir bersamaan . Dan sang sekretaris berdiri diambang pintu bersama seorang wanita muda dengan dandanan sangat sederhana .
" Assalamualaikum ... "
" Oh God .... manis sekali dia !! " lirih Devan yang membuat dia harus menerima satu pukulan di bahunya .
" Jaga mata elo !!! "