After You Go

After You Go
3


Dimas ternyata mengajak Nisa pergi ke sebuah toko perhiasan yang paling ternama di kota ini . Dia sudah merencanakannya sejak lama , jika dia akan mengikat Nisa agar hubungan mereka jelas .


" Kamu mau beli perhiasan buat oleh oleh sayang ?! Tante Darwati beruntung punya anak laki laki perhatian banget " kata Nisa yang sebenarnya bersorak dalam hati , jika Dimas ingin membeli untuk mamanya berarti dia mempunyai kesempatan untuk meminta satu perhiasan yang di inginkannya .


Tapi Dimas tidak menjawab , mereka terus berjalan masuk hingga ke sebuah ruangan privat yang khusus disediakan pihak toko untuk pembeli istimewa . Sehari sebelumnya Dimas sudah menghubungi pihak toko jika hari ini akan berkunjung . Dan tentu saja pria muda itu sangat di istimewakan karena tak ada yang tidak tahu tentang pengusaha muda pewaris tunggal keluarga Arkatama .


" Selamat datang Tuan Dimas , ada yang bisa kami bantu ? " seorang pria dengan gerakan sedikit feminis yang merupakan manajer toko datang melayani mereka di dampingi oleh dua wanita yang merupakan pelayan toko .


" Cincin ...aku butuh sepasang cincin "


" Maaf tapi cincin yang anda maksud adalah cincin pertunangan , cincin pernikahan atau cincin couple biasa ? "


Nisa tertawa kecil ketika Dimas mendengus kasar mendengar pertanyaan dari sang manajer toko . Walau begitu hatinya bertanya tanya untuk apa Dimas membutuhkan sepasang cincin .


" Cincin tunangan .... "


" Waaahhhh selamat Tuan Dimas dan Nona Nisa , saya bahagia menjadi saksi pertama yang mengetahui rencana kalian ini . Kalian pasangan serasi !! Sangat serasi , pengusaha ternama dan artis cantik adalah pasangan sangat ideal !! Saya tinggal sebentar , saya akan bawakan koleksi terbaik yang dimiliki toko ini ... salah satu dari kalian ikut aku dan satunya ambilkan minum untuk Tuan Dimas dan calon tunangannya ! " ujar sang manajer sambil beranjak dari duduknya dan mengajak salah satu wanita dibelakangnya untuk mengikutinya .


" Jadi kau mengajakku kesini untuk memilih cincin pertunangan kita ? Kau tidak pernah membicarakan hal ini padaku , aku bahkan belum menyetujui pertunangan itu . Aku tidak bisa terikat pada siapapun saat ini Dim , kau tahu salah satu poin kontrak kerjaku adalah mengharuskan aku tetap berstatus single ! " rengek Nisa yang tak bisa membayangkan jika karirnya akan merosot turun hanya gara gara dia memakai cincin pasangan dengan Dimas .


Semua orang tahu jika Dimas adalah kekasihnya , tapi jika publik mengetahui dia sudah bertunangan maka akan dipastikan pamornya menurun . Bukankah tidak akan ada orang yang memuja wanita yang sudah berstatus calon istri orang lain ? Para fans di luar sana pasti menantikan kisah kisah cintanya yang berliku .


" Sudah empat tahun aku menunggu , ini bukan pernikahan ... Aku hanya mengikatmu agar kau bisa lebih menjaga dirimu dan orang orang diluar sana juga bisa lebih menghormatimu " tegas Dimas karena akhir akhir ini ia merasa konsep pemrotetan yang dilakukan oleh kekasihnya terlalu berani . Dia tahu karena terus memantau kekasihnya dengan diam diam .


Dia sudah memperingatkan manajer Nisa agar mengambil job dengan konsep yang tidak terlalu vulgar tapi sang manajer mengelak . Manajer Nisa berkilah jika Nisa sendiri yang menginginkan pekerjaan itu . Dimas juga tahu jika semalam gadisnya berpesta di sebuah klub malam . Sengaja ia berpura pura tidak tahu agar Nisa tidak merasa diawasi atau dikekang olehnya .


Dan semalam orang orangnya yang membawa Nisa kembali ke tempat inapnya karena manajernya masih sibuk berpesta . Hampir saja ada orang yang ingin. memanfaatkan keadaan Nisa yang waktu itu mabuk berat


" Apa maksudmu ? Kau pikir aku tidak bisa menjaga diriku sendiri ? "


" Kau tahu jawabannya , jangan lagi datang ke pesta pesta seperti semalam . Jangan lagi menyentuh minuman keras karena kau tidak terbiasa , itu hanya akan membahayakan dirimu sendiri !! "


DEGGHHHH ...


" Aku hanya memastikan milikku baik baik saja , aku mencintaimu ... kau seharusnya paham hal itu "


" Paham ?? Kau yang seharusnya paham ! Sejak awal aku sudah mengatakan semua resiko pekerjaanku dan kau selalu berkata akan mendukungku !! Kau sendiri yang mengatakan kau akan bahagia jika aku merasa bahagia . Aku tidak mau cincin tunangan itu !! Maksudku tidak sekarang "


Pertengkaran mereka terhenti ketika manajer toko masuk dengan sebuah kotak cukup besar , dan seorang wanita membantunya untuk menata koleksi cincin berlian di atas meja . Jika saja bukan untuk pertunangan Nisa akan kalap memilihnya karena semua koleksi yang ada di depannya sangat istimewa . Ada banyak warna berlian yang menyilaukan matanya .


" lni semua koleksi cincin terbaik di toko kami , anda sekalian bisa memilihnya "


Sang manajer salah tingkah dengan menatap dua wanita di belakangnya , tampaknya suasana terasa sedikit memanas karena baik Dimas ataupun Nisa hanya diam seribu bahasa . Tapi kemudian dia bisa bernafas lega ketika Dimas menunjuk ke arah sebuah cincin pasangan dengan model sederhana dengan taburan berlian kecil diatasnya .


Dimas terpaksa memilih salah satu koleksi karena tak mungkin ia keluar dari toko dengan tangan kosong . Dia menghargai pihak toko yang sudah menerima reservasinya kemarin . Dipakai atau tidak setidaknya dia sudah mempunyai cincin jika suatu saat Nisa berubah pikiran .


" Perfect ... Ini adalah pilihan terbaik karena ini adalah cincin termahal koleksi kami . Taburan berlian dua puluh empat karat membuatnya terlihat sangat elegan . Tunggu sebentar kami akan membungkusnya "


Setelah membayar sepasang kekasih itu segera pergi meninggalkan toko . Ketika sampai di mobil Dimas memberikan satu cincin pada Nisa .


" Simpan ini ! Aku antar kau ke lokasi pemotretan sekarang karena aku juga ada meeting sekarang .... "


" Kau marah !? "


" Tidak , aku hanya sedang sibuk " sahut Dimas datar , sedang menahan diri agar emosinya tak meledak saat ini juga .


" Jika kau memang tidak marah makan katakan kau mencintaiku "


" Ckk ... "


" Sekarang ! "


" Aku mencintaimu "