
Nana melihat ke arah jam dinding , sudah hampir jam makan malam tapi Dimas belum juga pulang ke apartemen . Padahal sengaja ia duduk diruang tamu agar bisa langsung menyatakan rasa terima kasihnya . Bagaimanapun dia sangat senang ketika mengetahui bengkel tempatnya bekerja bukan lagi tanah sengketa antara Mang Jepri dan ibu tirinya .
" Hisshhh lama banget sih , keburu lapar ini sih kalau terus disini " gumam Nana yang mulai merasakan jika perutnya sedang berdemo minta di isi .
Akhirnya gadis itu beranjak menuju dapur , ia mengambil ayam ungkep kiriman ibu mertuanya yang tadi sore di bawa Mang ...