
Berkali kali Dimas mengabaikan panggilan Nisa melalui ponselnya , selain masih lemas ia juga sedang tidak mood bertengkar dengan Nana nantinya . Tapi lama kelamaan hatinya menjadi tidak tega juga , dia berpikir mungkin saja kekasihnya ingin memberitahukan hal penting untuknya . Dan akhirnya ia mengangkat panggilan itu .
" Ya sayang , ada apa ?? "
" Kangen kamu ... "
Dimas mendesah kasar ketika mendengar suara manja itu , sebenarnya ia juga merindukan Nisa tapi ada janji yang harus ia tepati . Tapi bukannya ini hanya pembicaraan melalui ponsel ?? Mereka tidak saling bertemu ataupun kontak fisik itu artinya dia tidak melanggar janjinya .
" Aku juga sangat merindukan kamu sayang , tapi bukankah aku sudah mengatakan jika seratus hari ke depan kita harus membatasi hubungan kita . Setelahnya kita akan berjuang bersama ! Suaramu terdengar tidak bersemangat ... kenapa ?? "
" Tom memberikan sinetron kejar tayang di tv XX untuk Reni . Kau sangat tahu jika Reni selalu mengincar posisiku ! Dia juga ingin jadi anak emas ... Dia ingin terlihat lebih unggul dariku !! Bisakah kau menghubungi produsernya untuk membatalkan kerjasamanya dengan si sok kecantikan itu ?? Tak apa jika yang memerankan artis lain ... tapi bukan dia !! Aku benci dia !!! "
Dimas menghela nafasnya , sudah berkali kali ia membantu Nisa untuk mendapat peran yang diinginkan . Tapi bukan berarti semua keinginan gadis itu bisa tercapai dengan mudah . Jika saja ini menyangkut tentang bisnis mungkin ia bisa dengan mudah menolong , tapi dunia Nisa berbeda dengannya .
" Akan aku usahakan , tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun jika temanmu bermana Reni itu sudah resmi terikat kontrak dengan sinetron yang tadi kau sebutkan "
" Kau memang yang terbaik !! Aku semakin mencintaimu , bisakah malam ini kita bertemu di apartemenku ?? Aku off malam ini ... pleaseee !! "
" Aku usahakan ... "
KLEKKKK ...
Dimas menutup panggilan dengan mengepalkan dua tangannya , dilemparnya ponsel miliknya ke atas ranjang . Dulu ia mengira jika ia sudah membantu kekasihnya mendapat apa yang diinginkan maka Nisa akan merasa puas . Tapi empat tahun ini semua yang ia lakukan nyatanya tak pernah cukup . Nisa tak pernah puas dengan popularitas yang sudah ia capai sekarang .
Setelahnya dia keluar kamar dan mengetuk pintu yang ada disampingnya , pintu yang merupakan pintu kamar Nana . Berkali kali mengetuk tapi gadis itu tak kunjung membuka pintunya . Akhirnya ia ke lantai bawah , mungkin saja gadis itu sedang ada di suatu tempat untuk mengerjakan sesuatu .
Setelah berputar mencari istrinya tak kunjung bertemu ia akhirnya memutuskan untuk duduk santai di taman belakang . Suasana disana sangat sejuk karena banyak koleksi tanaman hias mananya dan kolam ikan milik papanya .Tapi kemudian dia diam ditempatnya ketika melihat apa yang ada didepannya .
Disana tepatnya dipinggir kolam terlihat Nugraha sedang duduk bersama menantunya . Mereka tampak sedang bicara santai dan kadang tertawa bersama . Dimas terkejut karena tak ada konfirmasi apapun tentang kepulangan kedua orang tuanya .
" Kau bisa lihat kebahagiaan papamu kan ?? Hanya dengan berbicara dengannya saja wajahnya sudah secerah mentari pagi .... "
" Mama ... "
Darwati ternyata sudah berdiri di belakangnya , wanita itu berdiri dengan mengarah pandangan yang sama .
" Kemarin papamu berkeras untuk pulang karena mengetahui jika permintaannya sudah kau penuhi . Mama tahu kau tidak mencintainya , tapi dunia akhirat Mama tidak akan terima jika kau menyakitinya !! Mungkin papa tidak akan tahu , tapi mama adalah wanita yang sudah mengandungmu . Mama tahu semuanya tentangmu !! Termasuk artis picisan itu ... "
" Mah !!! " sanggah Dimas tak suka jika Nisa diremehkan . Bagaimanapun mereka sudah membangun hubungan selama empat tahun lamanya .
" Awalnya Mama belum begitu mengenal Nana ataupun keluarganya , Mama tahu pribadi seorang Ramlan hanya dari cerita Papamu . Tapi sekarang Mama yakin jika mereka orang orang baik , mereka menyerahkan putri mereka demi kebaikan papamu . Nana adalah hidup mereka tapi dengan ikhlas Ramlan dan Lestari menyerahkannya padamu ! Mereka tidak mengenalmu ... Tapi mereka percaya kami bisa menjaga Nana dengan baik "
" Tidak semua yang terlihat seperti yang Mama kira .... " sinis Dimas yang mengingat jika Nana akan meminta satu permintaan yang akan dia kabulkan . Dia yakin gadis itu akan meminta sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya .
" Dan Mama akan katakan hal yang sama denganmu , tidak semua yang kau lihat seperti yang kau kira !! Waktu yang perlahan akan menunjukkan semua padamu "
Setelah berkata seperti itu Darwati berjalan ke arah suami dan menantunya . Dimas tidak heran dengan karakter ibunya yang kuat karena wanita itu adalah mantan agen negara dulunya . Sayangnya semua yang diketahui wanita itu selalu tersimpan rapat untuk dirinya sendiri , mungkin sudah terbiasa dengan kebiasaannya dulu yang bisa menyimpan misi misinya sendiri tanpa terkecuali .
Dan wanita yang biasanya pendiam itu mampu tersenyum lebar ketika berada di dekat istrinya , entah apa yang mereka bertiga bicarakan tapi kelihatannya mereka sangat bahagia .
Andaikan saja Nisa bisa berada di posisi itu mungkin kebahagiaannya akan menjadi lengkap . Dimas akan bahagia dengan hidupnya ...