
"Gurararararara! Selamat datang di keluarga ini!" Seru Shirohige dengan senyuman terukir di wajahnya. "Jangan mengambil cucu cucuku Edward Newgate!!" seru Garp tak terima yang mengundang tawa dari keluarga besar itu
❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎
Beberapa bulan telah berlalu, sifat protektif dari saudara serta papanya Luffy itu masih belum berkurang. Bukannya berkurang mereka malah tambah proktetif kepada adik dan anak bungsu mereka itu.
Pagi ini mereka dihadapkan dengan pemandangan Luffy yang sedang bersemangat mendengar kabar yang dikatakan oleh papanya itu. Ya kabar yang sangat baik untuk Luffy namun tidak untuk Marco. Akagami no Shanks, idola sang adik manisnya itu akan datang untuk bertemu dengan ayahnya. Entah apa yang ingin disampaikan oleh si rambut merah itu kepada ayahnya.
"Lu-chan!, aku tau kamu sedang bersemangat tapi bisakah kamu duduk dengan tenang? Aku pusing melihatmu bergerak kesana kemari!" Seru Ace geram melihat tingkah adik bungsunya yang tidak bisa diam itu.
"Benar Lu-chan! Setidaknya tenanglah sebentar, yoi!" Seru Marco lelah melihat tingkah adiknya yang teralu bersemangat seperti mendapatkan hadiah.
Tak lama setelahnya Luffy mulai tenang.
Beberapa jam telah berlalu dengan Luffy yang sedang tidur di pangkuan Shirohige, lelah menunggu waktu berlalu. Red Force sudah berada di samping Moby ****.
"Izin naik Shirohige!" Teriak sang kapten.
"Izin diberikan" jawab Shirohige.
Shanks berjalan naik ke atas kapal dengan mengeluarkan Haoshoku Haki, banyak anggota bajak laut Shirohige yang berada di dek kapal tumbang, tidak kuat menahan tekanan itu.
"Hentikan haki mu akagami, kau bisa membangunkan Lu-chan yoi!" Marah Marco membuat Shanks menghentikan Haoshoku Hakinya dan melirik ke arah Marco.
"Komandan divisi pertama, Marco The Phonix, Bergabung dengan kru ku Marco!" Ajakan Shanks ditolak mentah mentah oleh Marco.
"Buahahahaha ngomong ngomong siapa Lu-chan? " tanya Shanks
Shirohige yang mendengar pertanyaan Shanks langsung membangunkan Luffy, Luffy yang merasa tubuhnya diguncang perlahan membuka mata. Luffy mengucek matanya lalu menguap sambil merentangkan badannya yang agak kaku karena posisi tidurnya.
Saat pandangan Luffy mulai fokus ia melihat Shanks sudah berada di dek kapal. Luffy langsung turun dari pangkuan papanya dan berlari ke arah Shanks.
"SHANKS!!" Teriakan Luffy membuat Shanks yang awalnya mencari orang bernama Lu-chan yang disebut oleh Marco itu menoleh ke arah Luffy yang memanggilnya.
"MY BABY ANCHOR" teriak Shanks lalu menghampiri Luffy dan memelukknya.
"Apa kau merindukanku bayi jangkar?" Tanya Shanks membuat Luffy memanyunkan bibirnya.
"Aku memang merindukanmu Shanks, tapi aku bukan bayi jangkar!" Seru Luffy marah.
"Lu-chan bagaimana kalau kita biarkan si Akagami berbicara dengan oyaji dulu, setelah mereka selesai kau bisa bercerita dengannya. Bagaimana yoi?" Ajakan Marco tersebut membuat Luffy manis kita ini berpikir sebentar lalu mengikuti Marco menjauhi kedua Yonkou itu.
"Jadi?" Tanya Shirohige menaikan sebelah alisnya.
"Apa saja yang harus aku lakukan sebagai Yonkou?" Tanya Shanks sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Jujur ia bingung harus melakukan ala sebagai yonkou, menjaga pulau kekuasaannya? Apakah hanya itu?.
"Kau datang kesini hanya untuk itu bocah?" Tanya Shirohige tidak percaya pada bocah didepannya itu.
"Dahahahaha tidak juga, sudah lama kita tidak minum bersama pak tua" tawa Shanks.
Pada akhirnya mereka berbicara tentang yonkou dan bernostalgia sambil minum bir.
ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎
"hei pak tua! biarkan Lu-chan menginap dikapalku malam ini" Shanks mengajukan permintaan yang cukup sulit untuk dituruti. mana mungkin mereka akan mengijinkan adik serta anak kesayangan mereka menginap di kapal pemabuk satu itu.
Selama berada di kapal Shanks, Luffy benar - benar menghabiskan waktunya bercerita tentang kesehariannya kepada kru kru kapal disana. kru yang baru bergabung pun tidak merasa canggung berkat sifat hangat serta bersahabat Luffy. Disisi lain kedua brocon kita aka Ace dan Sabo sendang merajuk karena ayah mereka mengijinkan Luffy menginap dikapal Shanks.
"Oyaji kenapa mengijinkan Luffy menginap di kapal si akagami sih ?!" pertanyaan Ace diangguki oleh Sabo yang sama sama sedang ngambek.
"Biarlah Luffy menginap malam ini, sudah lama dia tidak bersama si pemabuk itu yoi!" Marco menjawab mewakili ayah kesayangan mereka itu.
"Ada apa dengan mu marco? biasanya selain kami kau yang paling tidak bisa jauh dari Lu-chan" seru Sabo heran dengan jawaban marco yang mengijinkan Luffy menginap.
"aku baik, hanya saja aku tidak ingin Lu-chan demam karena teralu memikirkan si akagami itu" Marco masih megingat dengan jelas kala adik bungsunya itu demam karena memikirkan Thatch yang pergi menjalani misi selama beberapa hari.
ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎
keesokan harinya mereka sampai di pulau terdekat, salah satu pulau milik Shirohige. Mereka berencana tinggal dan berkeliling kota dan desa disana selama beberapa hari sebelum kembali berlayar lagi.
Saat ini dikapal Shanks sedang ada dilema, mereka ingin membangunkan Luffy untuk sarapan namun tidak tega melihat wajah imut anak itu saat tertidur. Pada akhirnya Benn mau tak mau membangunkan Luffy, ia takut Luffy sakit jika melewatkan sarapannya.
"Lu-chan ayo bangun, sudah waktunya sarapan" Benn mencoba menggoyangkan badan Luffy perlahan, namun Luffy tetap tidak mau bangun.
"Lu-chan jika kau masih tidak mau bangun, sarapan mu akan dihabiskan oleh kapten loh!" pernyataan Benn membuat Luffy langsung bangun dari dunia mimpinya itu.
"JANGAN MAKAN SARAPANKU!!" teriak Luffy terbangun lalu langsung dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari menuju ruang makan. "SHANKS JANGAN MAKAN SARAPANKU!!" teriakan Luffy menggelegar disepanjang lorong.
ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎
"Marcoooo!! kapan Lu-chan kembali?" Marco dari tadi sudah kesal mendengar pertanyaan serta rengekan Ace dan Sabo yang menanyakan kapan Luffy kembali, rengekan mereka terdengar seakan akan adik kesayangan mereka itu tidak akan kembali. jelas jelas Luffy berada tepat disebelah kapal mereka. mereka hanya perlu menunggu Luffy selesai sarapan lalu menjelajah di pulau bersama.
"Benn apakah kita sudah mendekati pulau? aku ingin cepat cepat berpetualang bersama Ace-nii dan Sabo-nii" pertanyaan Luffy membuat Benn teringat untuk memberitahu kalau mereka sudah sampai di pulau.
"kita sudah sampai di pulau ja-" belum selesai kata kata Benn sudah dipotong dengan teriakan antusias dari Luffy.
"BENARKAH!! KITA SUDAH SAMPAI!!"
"Benar Lu-chan jadi sekarang habiskan sarapan lalu akan ku antar ke kakakmu" seru Benn, Luffy pun langsung dengan cepat melahap makanan yang ada di depannya seperti mesin penghisap debu.
ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎
"LU-CHANNNNN!!!!" teriakan yang bisa di dengar sepanjang pelabuhan berasal dari brocon tercinta kita, Ace dan Sabo. "apa kau merindukan kami?" tanya Sabo yang dibalas anggukan dan pelukan oleh Luffy. "tentu saja Ace-nii, Sabo-nii!"
"anak anak ayo kita menjelajah ke kota yoi!" seru Marco memanggil mereka bertiga. tentu saja trio ASL dengan senang hati berlari menghampiri Marco.
"apa kita akan berpetualang bersama marco-nii?" Luffy menatap Marco sambil memiringkan kepalanya.
'ughhh Lu-chan teralu manis' batin Marco tak tahan dengan wajah manis Luffy. "maaf Lu-chan tapi aku harus membeli keperluan di kapal" seru Marco merasa kesal tidak bisa menghabiskan waktu bersama Luffy.
"ohhh baiklah Marco-nii aku bersama Ace-nii dan Sabo-nii saja" Luff pun langsung berlari bersama Ace dan juga Sabo menjelajah berpencar menjauhi rombongan Marco.
"hei kira kira hal menarik apa ya yang ada di pulau ini?" tanya Ace kepada 2 saudaranya itu.
"entahlah, lebih baik kita mengawasi Lu-chan! kau tau sendiri dia adalah magnet nya masalah" seru Sabo. Ace hanya menganggukan kepalanya namun sepertinya ada yang aneh.
"hei Sabo! apa Luffy ada dibelakangmu?" tanya Ace mulai merasa tidak enak karena Luffy tidak menanggapi percakapan mereka tadi. dan betul saja pada saat Sabo berbalik mengecek Luffy dia tidak mengikuti mereka berlari.
"Ehhhh! dimana Lu-chann?!"
❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎