Whitebeard Cute Son

Whitebeard Cute Son
ℂhapter 10



"hei kira kira hal menarik apa ya yang ada di pulau ini?" tanya Ace kepada 2 saudaranya itu.


"entahlah, lebih baik kita mengawasi Lu-chan! kau tau sendiri dia adalah magnet nya masalah" seru Sabo. Ace hanya menganggukan kepalanya namun sepertinya ada yang aneh.


"hei Sabo! apa Luffy ada dibelakangmu?" tanya Ace mulai merasa tidak enak karena Luffy tidak menanggapi percakapan mereka tadi. dan betul saja pada saat Sabo berbalik mengecek Luffy dia tidak mengikuti mereka berlari.


"Ehhhh! dimana Lu-chann?!" 


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


"ACE LU-CHAN MENGGHILANG!!" teriak Sabo panik.


"SABO!!! BAGAIMANA KAU BISA KEHILANGAN LUFFY?!" teriak Ace tak kalah panik dari Sabo.


"apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ace bingung antara mencari Luffy atau mengabari saudara serta ayahnya tentang Luffy.


"Kita kabari oyaji dan yang lainnya dulu saja, biar lebih cepat mencarinya!" usul Sabo.


"benar sih tapi itu akan memakan waktu, lebih baik kita cari dulu disekitar sini bagaimana?" usulan Ace disetujui oleh Sabo.


Butuh waktu cukup lama untuk menemukan Luffy, entah berada dimana adik kesayangan mereka ini berada. pikiran mereka sudah berkecamuk, berimajinasi Luffy  diculik slave traders (pedagang budak), atau diculik om om pedo, atau terluka parah. Ace dan Sabo dengan cepat menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran buruk mereka. 


"LUFFY!!! LUFFY!!" Ace dan Sabo terus berteriak namun tidak ada balasan. mereka juga sudah mulai pasrah sampai pada akhirnya mereka mendengar suara yang familiar. 


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


mari kita kembali ke beberapa menit sebelum Ace dan Sabo panik saat Luffy menghilang. 


Luffy saat itu masih berlari mengikuti kedua kakaknya yang hanya berebeda usia 3 tahun itu. awalya ia fokus mengejar kakaknya hingga sesuatu menarik perhatiannya. Luffy melihat sekumpulan orang dewasa yang sedang membawa banyak anak anak  yang tangannya di ikat. Luffy yang masih anak anak itu berpikir mereka sedang bermain permainan. 


pada awalnya Luffy hanya memperhatikan mereka dari jauh, Luffy heran jika mereka hanya bermain tapi kenapa para orang dewasa itu memperlakukan anak anak yang diikat dengan kasar. mereka juga menodongkan senjata. Luffy yang pada awalnya berpikir mereka sedang bermain mengurungkan niatnya untuk bergabung.


'Sebenarnya apa yang mereka lakukan? kenapa mereka kasar sekali dengan anak anak itu? dan juga mengapa tangan anak anak itu diikat?' Luffy bertanya tanya dalam hatinya.


pada akhirnya Luffy memutuskan untuk tidak bergabung dan pergi menjauh dari tempat itu. tapi ternyata keberuntungan tidak memihak Luffy kali ini. salah satu dari orang dewasa yang megang senjata itu ternyata sudah berada di belakang Luffy. 


"apa yang anak kecil sepertimu lakukan disisni huh?" orang itu bertanya sambil mengangkat Luffy layaknya anak kucing.


ternyata mereka adalah slave traders, Luffy tidak tahu soal slave traders dan pekerjaan kelam dunia bawah. tapi insting Luffy mengatakan bahwa dia sedang dalam bahaya. 


"HEI!!TURUNKAN AKU!!" teriakan cempreng Luffy menggelegar. 


"Hei siapa anak itu?!" boss slave traders itu. 


"tidak tahu boss, saya hanya memergokinya sedang mengawasi kita!" seru anak buahnya yang memegang Luffy.


"BAWA KEMARI!" perintah boss nya itu. 


sampe di hadapan boss nya, Luffy langsung diturunkan. Luffy hanya memandang ke atas karena perbedaan tinggi mereka.


"hei nak! mengapa kau mengawasi kamu huh?!" tanya boss itu. Luffy tentu saja dengan jujur mejawab "hanya tertarik, ku pikir kalian sedang bermain, tapi kenapa anak anak itu diikat?" tanya Luffy polos. Para slave traders disana tertawa terbahak bahak mendengar ucapan polos Luffy. 


"hei nak, dengar, kami bukan orang baik kau tau. kami tidak sedang bermain, kami akan menjual anak anak itu" pernyataan boss itu membuat Luffy kaget. 


'mereka akan menjual anak anak itu? itu kah alasan mereka diikat? agar mereka tidak melarikan diri? lalu apa aku juga akan dijual?' Luffy sudah mulai panik. 


"aku tidak akan menjual mu, lagipula kau baru berusia 5 tahunan bukan jika dilihat dari ukuran tubuhmu, tapi..." ucap boss itu, Luffy hanya mendengarkannya. 


'apanya 5 tahun aku sudah mau umur 8 tahun kau tau' batin Luffy kesal dikira anak umur 5 tahun.


"tapi... kalau diperhatikan, wajahmu manis juga. jika kau aku jual aku akan untung besar" Luffy membeku ditempat, wajahnya sudah pucat pasi. pikiran Luffy sudah berkeliaran kemana mana, sudah tidak bisa berpikir jenih. 


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


karena terikan Luffy yang kencang membuat Ace dan Sabo langsung mendengarnya. jarak mereka tidak begitu jauh hingga kedua kakaknya bisa mendengar teriakannya itu. 


"Hei Ace! itu suara Luffy bukan?" Sabo memastikan apa yang dia dengar benar benar teriakan adik kesayangannya. 


"iya Sabo itu suara Luffy, ayo cepat kita cari!" Ace dan Sabo langsung berlari menuju dimana Luffy berada. tak lama kemudian mereka menyaksikan pemandangan yang membuat mereka marah.mereka melihat Luffy yang diikat tangannya dan mereka bahkan langsung menyadari orang orang yang mengikat adiknya itu slave traders. 


"Hei lepaskan adikku!" seru Ace dan Sabo bersamaan.


"NII-CHAN!" teriak Luffy meminta pertolongan. 


" diamlah bocah" seru boss itu dan menendang luffy hingga jatuh. Ace dan Sabo tentu saja marah dan langsung menendang boss nya itu. berani sekali dia menyakiti Luffy pikir mereka.


"HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAJAR 2 BOCAH ITU!" perintah boss pada anak buahnya. para anak buah nya langsung menyerbu Ace dan Sabo, beruntung Ace dan Sabo membawa pipa mereka sebagai senjata. mereka dengan sigap melawan para slave traders itu. 


beruntung bagi mereka tidak ada pengguna buah iblis dan pengguna haki. Ace dan Sabo sama sama menyerang secara membabi buta dan melupakan pertahanan mereka. disisi lain Luffy sedang mencoba membebaskan ikatan ditangannya dengan salah satu belati milik slave traders yang sudah pingsan. Disaaat Luffy sedang mencoba membebaskan diri, boss dari slave traders sedang menggerutu, dia kesal anak buahnya kalah dengan dua bocah itu. 


"huh dasar anak buah tidak berguna, melawan bocah saja tidak bisa" kesal boss dari slave traders itu, dia pun mengambil pedangnya dan ingin menebas Ace yang sedang fokus bertarung dan sedang lengah. Luffy yang mendengar itu dengan cepat memotong tali ditangannya dan berlari menuju Ace. 


Sabo yang jaraknya lumayan jauh dari Ace telah menyelesaikan petarungannya, Sabo berniat membantu Ace namun saat berbalik untuk mencari saudaranya itu, Sabo melihat boss dari slave traders yang sudah ingin menebasnya.


"ACEEEEE!" Sabo pun berteriak untuk memperingatkan Ace. saat Ace berbalik mencari sumber suara yang memanggilnya, ia sudah dihadapkan dengan pedang yang akan menebasnya. Waktu seakan berjalan dengan lambat.


sedetik kemudian yang dilihat Ace bukan lagi pedang yang tajam melainkan Luffy yang memandangnya dengan senyuman. Semua bagaikan slowmotion hingga pedang itu mengenai punggung Luffy dan menebasnya, tidak cukup dalam untuk meninggalkan bekas, namun cukup untuk membuat Luffy kehilangan banyak darah, secara Luffy masih anak anak. 


Ace yang melihat Luffy jatuh ke pelukannya dengan luka penuh darah pun kaget.


'Darah!!Luffy!!' batin Ace. seakan ada gelombang yang menyesakkan menghampiri para slave traders, mereka pun pingsan karena tekanan itu. Sabo pun sadar dari kagetnya dan menghampiri kedua saudaranya. Ace mencoba membangunkan Luffy dengan menepuk nepuk pipi adiknya itu.


"hei Luffy bertahanlah!!" sangat jelas tercetak di wajah Ace kekhawatiran dan panik. 


"Ace cepat kita harus membawanya ke kapal" seru Sabo, Ace dengan sigap. sebelum mereka pergi dari tempat itu, suara dari balik pohon membuat mereka ngehentikan langkah mereka. 


"dia tidak akan selamat jika dia tidak ditangani sekarang" seru orang itu. Ace dan Sabo pun mulai panik.


"lalu apa yang harus kita lakukan, kami tidak mengerti tentang medis!" seru Ace marah bercampur panik dan khawatir.


"aku bisa mengobatinya" seri orang itu lalu keluar dari balik pohon.


"bagaimana kami bisa yakin jika kau bisa?? kami bahkan tidak mengenalmu!!" tempramen Ace sudah tidak terkendali. kali ini Sabo menenangkan Ace dan meminta Ace untuk percaya. Mereka sama sekai tidak memiliki banyak waktu yang tersisa sekarang. nyawa adik kesayangan mereka sedang diujung tanduk. 


"jika kamu bisa menolong adikku, aku mohon tolong bantu kami!" Sabo memohon sambil menunduk. orang itu lalu mendekati Luffy dan mengobati Luffy. orang itu cukup sibuk dengan beberapa perban dan alat alat medis lainnya. 


saat ini sudah tidak ada kerutan di wajah Luffy, tandanya Luffy sudah tidak merasakan sakit.


"Adikmu sudah stabil sekarang, kamu bisa membawanya pergi!" ujar orang itu lalu membereskan barang barangnya dan pergi dari sana. 


"tunggu!" ucapan Ace menghentikan langkah orang itu, dia menolehkan kepalanya dan mengangkat alisnya seakan bertanya ada apa.


"bisakah kau tinggal sebentar, setidaknya sampai Luffy bangun?" tanya Ace, sebenarnya dia tidak ingin berlama lama di dekat orang itu, hanya saja dia tidak ingin melihat Luffy menangis dan merengek karena tidak melihat orang yang menyelamatkannya. 


"kami tidak ingin mendengar Lu-chan menangis dan merengek karena tidak melihat orang yang mengobatinya" lanjut Sabo. Orang itu mengangguk dan duduk di depan Ace dan Sabo. 


"perkenalkan aku Sabo, ini saudara ku Ace dan yang tadi kau obati adikku Luffy" tangan Sabo terulur untuk berjabat tangan dengan orang itu. Orang itupun mengulurkan tangannya untuk menerima uluran tangan Sabo. "namaku.......


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


...«🇹 🇧 🇨 »...