Whitebeard Cute Son

Whitebeard Cute Son
ℂhapter 7



Disisi lain Luffy sudah tergantung di atap dengan badan beserta tangannya diikat oleh tali. Luffy sedang dipukul menggunakan sarung tangan berduri. Bodohnya Luffy imut kita dia tidak bisa berbohong untuk mengatakan dimana hasil curian Ace dan memgatakan bahwa dia manusia karet.


Petinggi bajak laut itu sudah tidak tahan dan mengacungkan pedang ingin memiting kepala Luffy,tapi tiba tiba...


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


Saat pedang itu ingin memotong kepala Luffy, salah satu petinggi Bluejam sudah dipukul menggunakan pipa oleh Ace. Sabo, dengan pisau lipat yang dia curi dari salah satu anggota disana langsung melompat untuk memutuskan tali yang menggantung Luffy. Keadaan Luffy sudah parah dengan darah yang mengalir keluar dari kepala dan tubuh penuh luka. Tapi pertanyaannya bagaimana bisa Ace dan Sabo mengetahui kalau Luffy belum memberitahu para bajak laut itu? ...


flashback on


Sabo tengah berlarian menelusuri hutan, setelah ia tau bahwa Luffy, bocah manis itu masih belum membocorkan dimana tempat harta karun mereka. Sabo yang mengetahui itu langsung berlari untuk memberitahu Ace tentang hal ini.


"ACE!! ACE!!" teriak Sabo dari bawah pohon, Ace langsung turun dan bertanya mengapa Sabo berteriak.


"Luffy!!, bocah itu masih belum memberitahukannya" ? Ace yang mendengar itu kaget dan mereka langsung berlari untuk menyelamatkan Luffy.


flashback off


Luffy tengah menangis sambil memegang topi jerami kesayangannya itu, Ace terlihat kesal dengan tangisan Luffy sedangkan Sabo


heran mengapa Luffy tidak memberitahu diamana tempat harta karun mereka.


"Diamlah!! Aku benci suara tangisanmu!" marah Ace


"terima ...hiks... kasih sudah ...hiks...  menolongku!" seru Luffy yang masih mencoba menetralkan  nafasnya.


"HAH!" teriakan Ace membuat Sabo sadar dari lamunannya dan menghentikan Ace agar tidak memukul Luffy.


"Sudahlah Ace dia hanya berterima kasih" seru Sabo


"lagipula kenapa tidak kamu beritahu saja sih tempat harta karunnya, bajak laut bluejam adalah bajak laut yang kejam. Mereka bisa membunuh tanpa pandang bulu. Bagaimana kalau kamu mati tadi!" seru Ace heran dengan tingkah Luffy.


"karna ...hiks... jika aku memeberitahunya kau tidak akan ...hiks... mau berteman denganku Ace-nii" seru Luffy


"aku tidak ingin sendirian, keluargaku jauh dari sini, kakek juga jarang datang, aku juga tidak bisa kembali ke Desa Fosha, aku juga tidak menyukai bandit, kalau aku tidak bersama kalian aku akan sendiri, SENDIRIAN LEBIH MENYAKITKAN DARI PADA TERLUKA!" Jawaban Luffy membuat Ace dan Sabo tercengang. Satu hal yang mereka sadari dari perkataan Luffy, bocah manis itu hanya kesepian.


"jadi kau ingin aku hidup?" pertanyaan Ace membuat Sabo terkejut.


"Tentu saja!" jawab Luffy tanpa ragu


Ace terkejut dengan jawaban Luffy. Ace kembali teringat akan perkataan orang orang yang mengatakan bahwa dia tak pantas untuk hidup. Kata kata Luffy selanjutnya bukan hanya membuat Ace ingin menangis tapi membuat Sabo merasa bahagia karena diterima.


" Ace adalah Ace dan Sabo adalah Sabo, aku tak peduli apa yang dikatakan orang atau siapa orang tuamu" Luffy menunjukan senyum termanisnya.


"Ace dan Sabo memiliki kegelapan yang suram aku tak ingin Ace dan Sabo merasakan kegelapan itu jadi aku ingin membuat kalian bahagia" Ace terharu begitu pula dengan Sabo.


"Apa sekarang Ace-nii dan Sabo-nii menerimaku?" Luffy bertanya dengan penuh harap terlihat dimatanya.


Ace dan Sabo bertukar bertukar pandangan sebelum mereka mengangguk tanda setuju menerima Luffy. Luffy tentu saja bahagia Luffy langsung tersenyum lebar membuat kedua mata bulat itu menyipit.


"Sebenarnya aku anak seorang bangsawan, aku... aku... aku kabur dari sana. Aku tidak tahan dengan mereka!" Sabo mengaku, Ace dan Luffy hanya memasang wajah tidak peduli seakan hal itu bukan masalah besar.


"Ada apa dengan wajah itu? aku baru saja mengatakan bahwa aku anak bangsawan!!" Seru Sabo heran.


"karna Sabo adalah Sabo!" Luffy menjawab dan Ace mengngguk menyetujui hal itu. Sabo hanya bisa tersenyum bahagia.


"Tapi kita punya masalah sekarang" Sabo berkata dengan serius membuat Luffy memiringkan kepalanya bingung.


'Ughhh.. dia teralu imut' batin Ace dan Sabo mempertahankan wajah serius mereka.


"Bluejam pasti tidak akan diam mengetahui kita mengalahkan salah satu petingginya!" Pernyataan Sabo membuat kedua raven itu mengangguk setuju.


"Kita pasti mati!" "Yups kita pasti mati!" ucap  Ace dan Luffy sambil mengangguk. Seakan ada lampu yg menyala dikepala Luffy, dia mengusulkan sesuatu.


"Bagaimana kalau Sabo-nii tinggal bersama kita Ace-nii?" usulan Luffy membuat Ace mengangguk setuju.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Matahari sudah bersinar terang dilangit, para bandit sudah bangun, Dadan pergi memeriksa kedua bocah yang tinggal di rumahnya itu. Seketika tubuh Dadan membeku melihat ada anak lain yang tidur disamping Luffy.


"Huh? Ace Luffy! Ace Luffy! Ace Luffy! HAH SIAPA DIA ACE LUFFY!" Teriakan Dadan membuat ketiga bocah itu bangun, Luffy meracau sebentar lalu bergeser memeluk Ace dan Ace mengeratkan pelukannya.


"Oh kau pasti Dadan! Aku Sabo, aku akan tinggal disini mulai sekarang!" Sabo berucap dengan senyum yang menghiasi wajahnya itu.


"Oh kau temannya Ace yang tinggal di Grey Terminal kan? HAH APA TINGGAL DISINI? TIDAK BISA!" Ucap Dadan tak setuju menambah satu bocah lagi. Sabo langsung memberikan mata angjingnya agar Dadan luluh dan benar saja Dadan hanya bisa menghela nafas menyetujui.


"Apa yang terjadi pada Luffy-chan?" tanya Dadan khawatir dengan bocah manis itu.


Sabo pun langsung menceritakan semua kejadiannya, Dadan yang mendengarnya marah, bagaimana bisa ada yang lolos setelah melukai si manis Luffy.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Beberapa hari telah berlalu setelah ketiga bocah itu memutuskan untuk tinggal sendiri. Mereka membuat rumah pohon tak jauh dari rumah para bandit.


Ace mencuri sake milik Dadan dan membawanya ke dekat tebing.


"Hei jika kita meminum sake ini kita akan menjadi saudara!" Pernyataan Ace membuat Luffy berteriak kegirangan mendengar kata saudara. Mereka berteriak saudara sebelum meminum sake itu.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Ace dan Sabo tengah panik saat ini, bagaimana mereka tidak panik saat bangun mereka mendapati Luffy, adik kecil mereka bertingkah selayaknya anak umur 3 tahun. Luffy berbicara tidak begitu lancar dan selalu ingin digendong, entah apa yang membuatnya seperti itu. Dua hari Ace dan Sabo berburu tanpa Luffy dan mereka sedang mencari apa penyebab Luffy bertingkah seperti itu.


Saat mereka tengah bingung ,Garp sudah sampai dan menjenguk cucunya yang manis itu.


"Ada apa dengan kau Ace? dan kau siapa bocah pirang? dimana Luffy-chan?" tanya Garp berturut turut.


"Emmm.. ah itu... ini Sabo dan emm soal Luffy... itu dia tiba tiba bertingkah seperti anak umur 3 tahun" ucap Ace gugup sedangkan Sabo sudah panik setengah mati saat menyadari orang tua didepannya ini adalah kakek dari Ace dan Luffy.


"Ahhh sudah mulai yaa" jawab Garp dengan santai membuat Ace dan Sabo bingung.


"Kau sudah mengetahuinya jiji?" tanya Ace.


"panggil aku ji-chan!" Garp memberi tinju cintanya pada Ace dam Sabo.


"kenapa aku juga kena pukul?" tanya Sabo tidak terima. "Ohh selamat datang di keluarga Sabo" seru Garp bahagia.


"ughh iya akan aku jelaskan mengapa Luffy bisa seperti itu!" seru Garp membuat Ace dan Sabo mengangguk dengan patuh dan memasang telinga untuk mendengarkan penjelasan dari Garp.


"jadi seperti ini Luffy mengalami little space, yang aku tahu itu turunan dari ibunya!" Jelas Garp singkat membuat kedua bocah itu bingung.


"little space apa itu?" Tanya Sabo biingung.


" itu kondisi dimana orang itu akan bersikap seperti anak kecil, dalam kasus Luffy dia kana bertingkah seperti anak umur 3 sampai 5 tahun walaupun sekarang umurnya sudah7 tahun. Ayahnya mengatakan itu akan berlangsung selama seminggu. Lalu sudab berapa lama dia mengalami Little Spacenya?" Jelas Garp panjang lebar membuat kedua kakak  Luffy mengangguk paham.


"sudah dua hari Luffy mengalami Little Spacenya" jawab Ace


"berarti tinggal 5 hari lagi! Nahh jadi kalian saja yang akan berlatih. Aku akan nermain dengan Luffy-chan ku yang manis!" Ucap Garp berbunga bunga.


"HAH? PELATIHAN APA MAKSUDMU JIJI?" teriak Ace dan Sabo bersama.


"Tentu saja pelatihan klian agar menjadi angakatan laut yang kuat!" Seru Garp memberi tinju cinta kepada mereka berdua lalu menggendong cucu manisnya itu dan menyeret kedua kakaknya untuk pelatihan nerakanya.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Seminggu telah berlalu, Luffy sudah kembali normal seperti anak umur 7 tahun pada umumnya. Namun masalah mereka belum selesai. Saat mereka sedang mencari baramg di Grey Terminal, orang tua Sabo membayar bajak laut Bluejam untuk membawa Sabo kembali.


"Ace-nii kita harus membawa Sabo-nii kembali!" Rengek Lufy pada kakak pertamanya itu.


"Aku tahu itu Luffy tapi kita harus memperingati orang di Grey terminal juga tentang kebakaram itu!" Jawab Ace


"Oh iyaa! Ayo kita minta bantuan Dadan saja Ace-nii!" Ide Luffy bagaikan penyelamat saat itu.


Pada akhirnya mereka pergi menemui Dadan dan memintanya membantu mengungsikan orang orang yang tinggal di Grey Terminal.


setelah mengungsikan orang orang, Dadan memanggil Garp menggunakan den den mushi.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Luffy dan Ace kini telah berlari di Grey Terminal ingin mengambil Sabo kembali. Saat namun mereka dihadang oleh para bajak laut Bluejam. Ace dan Luffy mencoba melawan mereka hingga Luffy hampir tertebas oleh pedang, disinilah Ace membangkitakan Haki rajanya. Para bajak laut itu masih dalam keadaan kaget yang membuat Ace dan Luffy memanfaat keadaan dengan menghajar mereka.


Tak lama Dadan pun datang dan membantu Ace serta Luffy. Disisi lain Sabo masih terjebak dan tak bisa pergi menemui saudaranya hingga seorang pria bertudung datang dan Sabo yang pasrah itu meminta bantuan pria bertudung itu.


Ace dan Luffy beserta Dadan berhasil mengalahkan bajak laut Bluejam namun Luffy terluka cukup parah karena pertarungan itu, sedangkan Ace dan Dadan hanya terluka ringan. Ace merasa sangat bersalah, dia merasa lemah tidak bisa membawa Sabo kembali dan membiarkan Luffy terluka. Dia menemani Luffy sebentar mengamati wajah damai adik kecilnya yang sedang tertidur setelah diobati oleh Magra.


Ace sedang merenung di tebing, menghadap ke laut. Menyalahkan dirinya yang lemah dan tidak berguna. Hingga suara teriakkan mengintrupsi lamunanya.


"ACE!! LUFFY!!"


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


...«🇹 🇧 🇨 »...