Whitebeard Cute Son

Whitebeard Cute Son
ℂhapter 8



Ace dan Luffy beserta Dadan berhasil mengalahkan bajak laut Bluejam namun Luffy terluka cukup parah karena pertarungan itu, sedangkan Ace dan Dadan hanya terluka ringan. Ace merasa sangat bersalah, dia merasa lemah tidak bisa membawa Sabo kembali dan membiarkan Luffy terluka. Dia menemani Luffy sebentar mengamati wajah damai adik kecilnya yang sedang tertidur setelah diobati oleh Magra.


Ace sedang merenung di tebing, menghadap ke laut. Menyalahkan dirinya yang lemah dan tidak berguna. Hingga suara teriakkan mengintrupsi lamunanya.


"ACE!! LUFFY!!"


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


"Huh?" Ace menoleh ke asal teriakan itu. Terlihat Sabo sedang berlari dengan pakaian yang kotor dan sobek seperti bekas terkena api.


"SABO?!" seru Ace tidak percaya apa yang dilihatnya. Sabo, saudaranya itu sedang berlari kearahnya.


"ACE!" Sabo berteriak sambil berlari menghampiri saudaranya yang lebih tua beberapa bulan itu.


"Ba..bagaimana bisa kau ada disini? Bagaimaa caranya kau bisa kabur? Jelas jelas pintu gerbang itu ditutup!" Tanya Ace bertubi tubi.


"Tenanglah Ace... akan aku jawab jadi tenanglah!" ucap Sabo menenangkan Ace.


Ace pun mulai tenang dan duduk di kembali, Sabo ikut duduk lalu mulai menjelaskan.


Flashback on


"Kumohon tolong aku! Kedua saudaraku sedang dalam bahaya! Ku mohon bantu aku keluar dari sini!" Sabo memohon kepada pria bertudung itu.


"mengapa kau ingin keluar dari tempat ini? Bukankah disini kau hidup dengan mewah?" tanya pria bertudung itu. Sabo yang tadinya panik menjadi lebih tenang.


"Maaf sebelumnya, nama saya Sabo, saya ingin pergi karna saya muak dengan para bangsawan itu!" ucap Sabo dengan yakin.


"Perkenalkan aku Dragon pemimpin pasukan revolusioner! Ini nomor den den mushi pasukan revolusioner, katakan padaku jika kau ingin bergabung! Sekarang aku akan membantumu" ucap Dragon lalu mengisyaratkan Sabo untuk mengikutinya.


"Terima kasih! Terima kasih banyak! aku akan pikirkan kembali tawaranmu Dragon-san!" jawab Sabo lalu mengikuti Dragon dengan langkah penuh semangat, tidak sabar melihat kedua saudaranya kembali.


Flashback off


"ohhh begitu.... jaaa... kita harus menemui Luffy sekarang!" seru Ace lalu berlari kembali ke rumah bandit Dadan. Sabo pun ikut berlari, ingin cepat mengetahui keadaan adik manisnya itu.


Ace dan Sabo bergegas menuju kamar, mereka mendapati Luffy yang masih tertidur dengan pulas.


Sabo pun berjalan dengan perlahan tidak ingin membangunkan adiknya itu, dia menghampiri Luffy berbaring bersama Ace mengapit Luffy. (Ace di kanan, Sabo di kiri, Luffy ditengah)


Saat mereka ingin memejamkan mata menyusul adik manis mereka ke alam mimpi, Luffy tiba tiba bergerak dan membuka mata.


"Ughhh... Ace-nii?" tanya Luffy yang masih setengah sadar.


"Aku disini Lu" seru Ace memegang tangan Luffy.


"Sabo-nii?!" Tanya Luffy memastikan apa yang dilihatnya. Kakaknya yang diambil oleh para bangsawan itu sudah kembali dan berada dihadapannya saat ini.


Luffy langsung memeluk Sabo sambil menangis.


"Hiks....Sabo-nii...huaaa!" Luffy menangis dipelukan Sabo, Sabo pun hanya bisa membisikkan kata kata manis dan memeluk Luffy lebih erat.


"Aku disini Lu, aku tidak akan pergi lagi" kalimat itu terus menerus Sabo ucapkan untuk menenangkan Luffy.


Ace hanya bisa memasang senyum tipis melihat kelakuan adiknya itu, lalu mendekat dan memeluk Luffy dan juga Sabo.


Disisi lain Grey terminal sudah terbakar hangus. Tempat itu sudah menjadi debu, bau hangus manusia beserta puing puing bangunan terasa bergitu menyengat.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Disisi lain dari ketiga saudara itu, Dadan sedang mencoba menghubungi Garp dan meminta Garp mengamankan para bocah itu agar mereka tidak menjadi incaran lagi, mengingat celestial dragon akan datang mengunjungi pulau itu. (Gt bukan si tulisannya ?)


"Ayolah!! Angkat Garp!" seru Dadan mulai panik ketika Garp tidak menjawab panggilan den den mushinya.


*Pururururu pururururu*


*kachaa*


"Halo Garp disini!" seru Garp


"Ini Dadan!" seru Dadan.


"Ohhh Dadan!! ada apa?" tanya Garp heran. Tidak biasanya wanita itu memanggilnya lewat den den mushi.


"Cucumu dalam masalah Garp! Lebih baik kau bawa mereka pergi dari sini!" Dadan berkata dengan panik.


Garp yang mendengar bahwa cucunya dalam masalah langsung meminta libur pada Senny (alias Sengoku) dan menghubungi Shirohige, menjelaskan keadaan Luffy yang dikatakan sedang dalam masalah itu.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


kapal Shirohige sudah berada di paradise, untungnya tidak teralu memakan waktu yang lama dari dunia baru ke paradise karna mereka baru berlayar dari Fishman Island menuju paradise.


Bajak laut Shirohige tentu saja sangat cemas mendengar anak serta adik bungsu mereka sedang dalam masalah. Tapi apa daya mereka tidak bisa teralu menarik perhatian atau angkatan laut akan mengirim orang untuk mengawasi mereka. Walaupun mereka bisa memgatasi mereka tapi mereka tidak ingin Luffy menjadi incaran jika angkatan laut mengetahui bahwa Luffy, anak manis itu, anaknya Shirohige.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Beberapa hari telah berlalu setelah kejadian kebakaran di grey terminal . Luffy sudah mulai pulih hanya saja dengan brocon Ace dan Sabo, Luffy masih belum bisa ikut berburu alhasil Luffy hanya menemani kakaknya itu berburu dengan duduk di batu besar dan melihat kakaknya berlatih dan menunggu kakaknya berburu.


Disisi lain Garp sudah sampai di Dawn Island, ia bergegas turun dari kapal dan pergi menemui cucu manisnya itu.


"Luffy-chan! Jii-chan mu datang!" Garb berteriak memanggil Luffy berharap cucu manisnya itu akan berlari dan memeluknya.


"Jii-chan?! kau sudah kembali! apa kita akan kembali ke kapal papa?" tanya Luffy sambil memiringkan kepalanya seperti anak anjing.


"Ya kita akan kembali tapi kali ini kamu akan pulang bersama kakakmu!" seru Garp.


"ehhh?! Nii-chan akan ikut?" tanya Luffy tak percaya, kakak kakaknya akan ikut ke kapal?, itu adalah sebuah kabar baik, mereka akan tetap bersama dan Sabo juga bisa pergi jauh dari keluarga bangsawannya itu.


"Jaa.. sekarang kamu bertahu kakakmu itu agar segera berkemas dan kita akan pergi sekarang!" seru Garp membuat Luffy berlari mencari kakaknya dan Garp berjalan mencari Dadan meminta penjelasan tentang cucu cucunya yang dikatakan dalam masalah itu.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


"NII-CHAN!!" teriak Luffy memanggil kakak kakaknya yang sedang berburu. Karena suara cempreng nan menggelegar punya Luffy, para brocon itu segera berlari mencari keberadaan adik manis mereka itu.


"Ada apa Lu? apa kamu terluka?!" "Apa kamu lapar?! mana yang sakit?!" Pertanyaan Ace dan Sabo membuat Luffy bingung.


"Aku tidak terluka nii-chan tapi aku lapar!" Jawaban Luffy membuat Ace dan Sabo ingin kembali berlari mencari daging untuk adik manisnya itu. Sebelum mereka berlari Luffy menarik tangan kakaknya itu dan melanjutkan perkataannya.


"Ohh Aku punya kabar baik nii-chan!" seru Luffy dengan penuh semangat dan jangan lupakan senyum 'D' nya itu.


"kabar baik apa Lu-chan?" tanya Sabo yang di setujui oleh Ace dengan anggukan.


"Lu pernah bilang kalau setahun di pulau ini Lu akan kembali ke papa Lu kan?" tanya Luffy yang diangguki oleh Ace dan Sabo.


"nah Lu akan kembali hari ini!" ucap Luffy gembira namun tidak dengan Ace dan Sabo, mereka tidak rela adiknya yang imut itu pulang dengan cepat.


"Tapi Lu tidak akan kembali sendiri, kali ini ji-chan bilang kalian akan ikut!" Luffy menunjukan senyum 'D' nya yang mengalahkan cahaya matahari itu.


"EHHHHH?!" "BENARKAH?!" teriak kedua kakak protektif itu, yang di balas anggukan oleh Luffy. Mereka mulai melompat kesana kemari dengan girang lalu mulai membereskan barang barang mereka, tentu saja mereka tidak akan melupakan harta karun yang mereka kumpulkan.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Ketiga saudara ASL itu sedang bersenandung ria dalam perjalanan ke Desa Fossa dimana Garp berada. Saat dalam perjalanan Luffy merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan akan datang namun ia mencoba menepisnya seakan akan itu hanya perasaannya saja. Tak lama berjalan ternyata mereka dihadang oleh sekumpulan bandit. Ketiga saudara itu langsung dalam posisi bertarung dengan Ace didepan serta Sabo dan Luffy yang berada di sisi kanan dan kirinya. Saat Ace dan Sabo bertarung dengan boss dari bandit itu, salah satu anak buah bandit yang masih setengah sadar itu menodongkan belati kecil ke arah Luffy menjadikan ia sebagai sandera.


Ace dan Sabo lengah saat itu, Luffy dengan sigap menginjak kaki bandit itu namun karena reflek bandit tersebut lumayan cepat, belati yang tadinya berada di leher anak manis itu berpindah menusuk bahu kanannya. Tusukan lumayan dalam untuk seukuran anak umur 7 tahun. Kedua kakak Luffy kaget melihat pemandangan didepannya itu. Ace begitu marah hingga tak sadar membangkitkan Haki Raja atau Haoshoku Haki. Disisi lain Garp merasakan ada gelombang haki yang kuat langsung berlari mencari ketiga cucu kesayangannya itu. Saat sampai di lokasi dimana ketiga cucunya itu berada, Garp dibuat terkejut dengan keadaan ketiga cucunya, Ace dengan nafas yang terpatah patah dengan Sabo yang sedang berusaha mencegah darah keluar lebih banyak dari bahu Luffy, dan Luffy yang terlihat sangat kesakitan.


Garp langsung menggendong Luffy untuk membawanya ke dokter. "Sabo! kau bawa Ace dan temui aku di desa!" perintah Garp setelah itu menghilang dari hadapan Sabo. Sabo segera menggendong Ace dan membawanya ke desa.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Disisi lain, bajak laut Shirohige sedang panik dan khawatir. Vive card punya Luffy terbakar belum lagi dengan Luffy yang tidak mengangkat den den mushi nya.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


"Luka tusukan pada bahunya sudah dijahit, memar pada tangan dan kakinya juga sudah diobati. Jangan biarkan sia bergerak teralu banyak dan jangan lupa untuk mengganti perbannya setiap hari" seru sang dokter saat keluar dari kamar tempat Luffy di operasi.


Luffy masih tidur karena obat bius, sedangkan Ace dan Sabo di penuhi oleh perban. Mereka merasa bersalah karna tengah lengah saat bertarung dan membiarkan adik kesayangan mereka itu terluka. Garp yang melihat kedua cucu tertuanya itu sedang merasa bersalah langsung memberikan tinju cinta di kepala mereka.


"OWWWW!" teriak Ace dan Sabo secara bersamaan.


"Apa apaan kau jiji!" seru Ace marah dengan Sabo yang menganggukan kepala tanda setuju.


"Berhenti merasa bersalah bodoh! Memangnya Luffy mau melihat kondisi kalian seperti itu. Makan, mandi, istirahat dan berlatihlah lagi. Jadi kalian bisa melindungi adik kalian itu dengan kondisi yang baik." Ceramah Garp panjang kali lebar.


Kedua kakak Luffy itu langsung memakan makanan mereka yang sudah disiapkan oleh Makino.


Beberapa hari telah berlalu, Luffy sudah sadar namun masih dalam kondisi yang lemah. Luffy masih belum bisa bertarung dan terlalu banyak menggerakan tangan kananya. Garp telah membawa barang barang ASL bersaudara itu. Ace dan Sabo juga selalu berada di samping Luffy memastikan mereka selalu ada jika Luffy membutuhkan sesuatu. Saat ini ASL dan Garp sedang berasa di kapal angkatan laut berlayar menuju dimana titik temu mereka dengan Bajak Laut Shirohige.


1 minggu telah berlalu, waktu yang cukup panjang untuk mereka sampai ke titik temu. selama perjalanan, Luffy hanya bisa menonton kedua kakanya berlatih. Di sisi lain, Marco dan anggota baja laut Shirohige mulai merasa tenang pasalnya vive card Luffy perlahan sudah kembali ke bentuk semula.


ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎ꨄ︎


Dari jarak yang dibilang lumayan jauh, Ace dan Sabo dapat melihat kapal bajak laut berbentuk paus mengunakan teropong. Dari jauh Sabo dapat melihat bayangan seperti burung berwarna biru menghampiri mereka. Luffy yang berada di dapur bersama Garp memakan setumpuk daging merasakan kehadiran Marco, langsung berlari keluar menuju dek kapal. Marco yang sedang dalam wujud phonix nya langsung berubah dan berlari memeluk Luffy.


Ace dan Sabo yang tadinya berada diatas tiang layar langsung turun kebawah, menarik Lufffy secara perlahan mengingat luka di bahunya. "siapa kau?" seru Ace, Sabo memasang posisi seperti melindungi Lufffy dan Luffy yang bingung mengapa kedua kakaknya itu menariknya dari Marco. Marco yang diberi tatapan tajam oleh Ace dan Sabo hanya menaikan satu alisnya lalu menjawab "Aku kakaknya Lu-chan yoi!".


Tak butuh waktu yang lama kapal angkatan laut itu sampai di sebelah MobyDick. Garp langsung memerintahkan anak buahnya untuk membawa barang barang ASL, sedangkan Luffy digendong oleh Marco dan Ace serta Sabo yang mengikuti dibelakagnya.


"Yoo Lu-chan aku merindukanmu!!" seru Thatch yang berlari menuju Marco lalu merebut Luffy dari gendongannya. "apa kau merindukanku?" tanya Thatch penuh harap.


"tentu saja aku merindukanmu! aku juga merindukan kalian semua!" seru Luffy disertai senyuman manisnya itu. 'ughh silau' batin mereka. Luffy lalu turun dari gendongan Thatch dan menghampiri papa nya (alias Shirohige) lalu memeluknya dengan erat. "aku merindukan papa" "papa juga Lu-chan" seru Shirohige lalu membiarkan anak bungsunya itu berlari menjauh dan kembali menggandeng 2 anak laki laki yang terlihat lebih tua darinya.


Shirohige hanya bisa mengangkat satu alisnya menunggu anak manisnya itu memperkenalkan mereka. "papa! kenalkan ini Ace-nii dan Sabo-nii, mereka kakak baru Lu" seru Luffy bersemangat sedangkan Ace hanya terpaku di tempat dan Sabo yang menunduk memberikan salam ala bangsawan "sebuah kehormatan bertemu dengan anda tuan".


"Gurararararara! Selamat datang di keluarga ini!" Seru Shirohige dengan senyuman terukir di wajahnya. "Jangan mengambil cucu cucuku Edward Newgate!!" seru Garp tak terima yang mengundang tawa dari keluarga besar itu.


❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎❦︎


𝚑𝚊𝚒 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛𝚜


𝙼𝚊𝚊𝚏 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚞𝚙 𝚌𝚑𝚊𝚙𝚝𝚎𝚛 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 3 𝚋𝚞𝚕𝚊𝚗


𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚔𝚊


𝙳𝚒𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚌𝚑𝚊𝚙 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊


𝚋𝚝𝚠 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚝𝚒𝚔 𝚍𝚒 𝚔𝚘𝚕𝚘𝚖 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛


^^^𝚃𝚑𝚊𝚗𝚔 𝚢𝚘𝚞 ^^^


^^^𝚁𝙲𝚑𝚎𝚛𝚛𝚢_^^^