
Satu minggu kemudian ....
"Aduh keponakan aunty lucunya! uluh ... uluh ... pakai mewek segala!" ujar Kinar saat tubuh Ghaly menggeliat dalam pangkuannya, bayi menggemaskan itu sepertinya akan mengeluarkan suaranya yang menggelegar.
Benar saja, beberapa detik kemudian suara tangisan Ghaly menggema di ruang keluarga. Ia menelusupkan wajah di dada Kinar untuk mencari sumber kehidupannya. Tangisnya pun semakin kencang saat tidak menemukan puncak dada sang ibu.
"Bawa sini anak gue, Piranha!" ujar Intan seraya menatap Kinar.
"ih ibumu galak ya Ghaly!" ucap Kinar dengan suara yang lirih seraya berdiri dari tempatnya saat ini. Ia berjalan menuju tempat Intan untuk memberikan bayi gemas ini kepada Intan.
Keluarga Pak Gatot tiba di Jombang tadi pagi. Mereka menjenguk Intan tepat ketika acara aqiqoh nanti malam. Berbagai kado sudah disiapkan untuk Ghaly dari keluarga pak Gatot. Sore ini semua orang sibuk bersiap untuk acara nanti malam. Bu Leni pun ikut membantu ummi Sarah menata hidangan di ruang tamu.
Tommy dan istrinya tidak bisa ikut ke Jombang karena banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, mereka hanya menitipkan kado untuk Ghaly. Studio tato sedang ramai dan tidak bisa ditinggalkan lama-lama apalagi saat ini Tommy menghandle dua studio sekaligus.
"Kenapa anak lu namanya Ghaly, Tan? kenapa gak Steve, Bryan, Leon atau Lintang?" tanya Kinar seraya menatap Intan yang menenangkan Ghaly dengan membuka gentongnya.
"Gue gak ikut mencari nama, Kin! Mas Aji yang memberi nama dia dengan Ghaly. Ya ... katanya sih nama Ghaly Majdudin Rafif itu artinya 'Kemuliaan agama yang berharga dan berakhlaq baik'," ujar Intan seraya membenarkan bedong putranya.
"hmmm bagus juga artinya!" Kinar mengangguk-anggukkan kepalanya, "kalau nanti gue punya anak kedua, namanya aku serahin ke ayahnya Ghaly aja lah," gumam Kinar seraya menaik turunkan alisnya.
"harus bayar dulu lah!!" kelakar Intan yang berhasil membuat Kinar tergelak.
Waktu terus berlalu tanpa henti, langit telah berubah menjadi gelap karena sang surya telah kembali ke tempatnya. Satu persatu tamu undangan mulai datang ke rumah kyai Yusuf untuk menghadiri undangan aqiqoh dari Aji.
Rangkaian acara demi acara telah selesai dilaksanakan. Berbagai hidanganpun tersaji di tempatnya. Aroma gulai kambing mulai merasuk di indera penciuman para tamu hingga membuat cacing di perut meronta-ronta karena lapar.
****
Sementara itu, di salah satu rumah sakit jiwa di Surabaya terlihat dua orang perawat sedang sibuk mempersiapkan kepindahan seorang pasien. Mobil ambulance sudah siap membawa tubuh seorang wanita cantik yang terlihat lemah. Dua orang suster mendorong brankar menuju lobby IGD di ikuti seorang pria di belakangnya. Pria itu tak lain adalah Sholeh.
Kondisi kejiwaan Firda dinyatakan sehat setelah mendapat penanganan terbaik dari salah satu Psikiater yang ada di Rumah sakit jiwa ini, hal itu pun tak luput dari dukungan dan cinta yang diberikan Sholeh kepada Firda, ia tak sedikitpun meninggalkan Firda seorang diri selama di rawat di rumah sakit ini. Namun, sejak tadi pagi kondisi Firda mengalami penurunan. Dokter pun menyarankan agar Firda dirujuk ke rumah sakit umum yang ada di Surabaya agar mendapat penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam.
"Ini berkas-berkas dan surat rujuk dari rumah sakit ini, Pak. Jadi, nanti Bapak tinggal menyerahkan ke dokter jaga IGD ya, Pak!" ucap seorang perawat saat menyerahkan amplop besar bewarna coklat kepada Sholeh.
"Iya, Bu! terima kasih," ucap Sholeh sebelum masuk ke dalam ambulance untuk menemani istrinya.
Penyesalan besar telah dirasakan Sholeh sejak Firda masuk rumah sakit jiwa. Ia terus menyalahkan diri atas hal besar yang menimpa istri pertamanya itu. Ia pun semakin sedih kala mendengar kabar bahwa anak-anaknya sering menangis mencari Firda.
"Maafkan aku, Maaf!" gumam Sholeh dengan kepala yang tertunduk ketika rasa itu mulai membelenggu jiwanya.
Setelah menempuh perjalanan berpuluh-puluh menit, akhirnya ambulance yang membawa Firda sampai di rumah sakit umum Surabaya. Firda segera dikeluarkan dari ambulance dan didorong masuk menuju IGD. Sholeh pun menyerahkan berkas titipan dari perawat rumah sakit sebelumnya kepada dokter jaga IGD.
Serangkaian pemeriksaan telah dilakukan, tinggal menunggu hasil dari laboratorium. Firda pun sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Beberapa alat medis terpasang di tubuhnya.
Firda mengerjapkan mata ketika merasakan nyeri di ulu hatinya. Ia mendesis karena menahan rasa sakit yang hebat. Sekilas ia menatap jarum jam yang berhenti di angka dua dini hari. Tangannya meraba kepala Sholeh yang sedang terlelap dengan posisi duduk di sisinya.
"ada apa? apa ada yang sakit?" tanya Sholeh setelah menegakkan tubuh, ia berdiri sambil menatap Firda dengan sorot mata khawatir.
"Nyeri Bi ... di sini rasanya nyeri sekali!" rintih Firda seraya mengusap perut atasnya.
Sholeh segera menekan tombol nurse call agar perawat jaga segera masuk ke ruangan istrinya dan benar saja, beberapa menit kemudian, dua orang perawat masuk ke dalam ruangan, mereka membawa troly berisi obat-obatan pasien.
"Tahan sampai sepuluh menit ya, Bu. Obatnya akan bereaksi setelah berada dalam tubuh selama sepuluh menit," ucap salah satu perawat yang baru saja memasukkan obat lewat infus Firda.
Setelah menyelesaikan tugasnya, perawat tersebut keluar dari ruangan. Kini tinggal lah sepasang suami istri yang sama-sama diam dalam pikiran masing-masing.
"Bi ... boleh saya minta sesuatu kepada Abi?" tanya Firda seraya menatap Sholeh.
"Katakan saja, Ami menginginkan apa?" tanya Sholeh seraya mengusap pipi sang istri.
"Ami harap Abi mau mengabulkan permintaan Ami," gumam Firda dengan suara yang lirih.
Sholeh hanya diam setelah mendengar ucapan Firda. Entah mengapa perasaannya menjadi tak karuan ketika melihat sorot penuh harap dari mata sang istri. Namun, pada akhirnya Sholeh pun menganggukkan kepala saat Firda menatapnya.
"Ami ingin sekali bertemu dengan Nida," ucap Firda yang membuat Sholeh membelalakkan mata karena Firda ingin bertemu dengan istri keduanya, "Tolong Bi, kali ini saja bawa Nida kemari. Ada yang harus Ami sampaikan kepada dia!" Firda memohon kepada Sholeh.
๐นTerima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka โฅ๏ธ๐๐น
โโโโโโโโโโโโโโโโ
Hallo semua๐๐aku mau ngasih kalian rekomendasi karya keren nih๐kepoin kuy๐
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท