
Di ruangan remang sebuah rumah sakit, Tania tertidur diatas ranjang pas pengangkatan janin-nya yang gugur, dia harus menerima pahitnya karma karena semua harta-hartanya sudah lenyap semua.
"Ah! Aku benci sama kamu Gralind!" Tania memukul nakas di sampingnya dengan keras membuat nakas itu bergetar. "Aku benci sama kalian!"
DRT! Suara pintu di dorong membuat Tania menatap ke arah sumber suara itu, dan dia mendapati sosok pria yang dia cari selama ini.
Abraham berjalan ke arah Tania, ia duduk di kursi yang ada di samping ran...