Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 47 | Seandainya Aku Yang Pergi Dulu


...----------------...


- Flashback On


"Loh, Danto mana?" Troy berhenti di hadapan Anthony, ayahnya yang sedang berada di rumah sakit. "Danto gapapa kan, istrinya, Claudia?"


Anthony menatap Nanas istrinya, mereka berdua terdiam atas pertanyaan putra mereka, sedangkan Troy dia semakin yakin ada sesuatu yang buruk terjadi pada kembarannya itu.


Seorang dokter keluar dari ruangan UGD dimana Danto dan Claudia ditangani, dokter tersebut menatap Troy, Anthony dan Nanas dengan wajah sedih.


"Kenapa, ada apa dengan adik saya, Dok?" tanya Troy kepada Dokter tersebut.


Dokter itu menatap mereka iba. "Saudara Ardanto McTroy dan Claudia Isac sudah dalam keadaan meninggal dunia, kecelakaan parah membuat mereka mengalami benturan hebat, tapi anak mereka berdua selamat dan sedang mendapatkan penanganan instensif."


Seketika lutut Troy luruh jatuh ke lantai, dia tidak bisa mengekspresikan lagi bagaimana lagi dia sekarang, Dokter itu berlalu dari hadapan mereka semua meninggalkan keluarga itu dalam kesedihan.


"Ini salah Danta, Dad!" Troy yang kala itu masih sangat muda dan baru kuliah tampak tidak bisa menerima semua ini. "Andaikan Danta tidak bertengkar hebat dengan Danto, mungkin dia tidak akan pergi dari rumah dalam keadaan emosi."


Anthony mengusap pundak anaknya itu. "Semua orang sedih Danta, tapi kamu tidak boleh menyalahkan dirinya sendiri, ini semua sudah takdir yang maha kuasa."


"Ini salah Danta!" Troy menutupi wajahnya yang sudah banjir air mata, Nanas dan Anthony langsung menguatkan anaknya sedangkan diri mereka juga tengah terguncang.


Ini semua berawal dari pertengkaran hebat antara saudara kembar Danta dan Danto yang mempermasalahkan bisnis yang mereka kelola bersama mengalami perpecahan, hal itu ******* saat Danta tidak sengaja mengatakan kalimat yang menyakiti hati Danto.


"Dasar adik sialan! Kamu gak sadar yah kalau harusnya kamu itu mati waktu sama kita sekolah menengah atas, kalau saya gak donorin ginjal untuk kamu!"


"Oh jadi Kak Danta ngungkit-ngungkit? Aku juga minta dapat donor ginjal!"


"Jaga ucapan, kamu!"


"Oke fine! Lebih baik aku pergi dari sana, ayo Claudia bawa Allan, kita tinggalkan rumah ini."


Setidaknya begitulah percakapan terakhir dari kedua saudara ini sebelum kecelakaan maut yang menewaskan Danto dan Claudia terjadi, kini semua tinggal penyesalan karena Troy tidak meminta maaf sebelum adik kembarnya pergi untuk selamanya.


Kini Troy berdiri di hadapan box bayi, terbaring disana seorang bayi bernama Allan, anak dari Danto dan Claudia, Troy jelas merasa bersalah atas hilangnya orang tua bayi malam itu.


"Maafkan uncle, Allan, uncle yang salah," Troy meraih jemari kecil itu dan menangis disampingnya. "Uncle janji, Uncle bakal jadi ayah pengganti untuk kamu, jadi Daddy untuk kamu."


- Flashback Off.


Troy berjalan ke arah Gralind yang berada di balkon hotel kemudian memeluk gadis itu dari belakang. "Begitulah Gralind, saya masih menyalahkan diri saya sampai sekarang."


"Harusnya Bapak gausah nyalahin diri Bapak, ini semua sudah takdir dari Tuhan kan?"


Troy terdiam, dia mengecup leher Gralind dan membenamkan wajahnya di pundak Gralind. "Entah, alasan saya betah di Indonesia karena setiap kali saya pulang ke Denmark, luka itu masih sama."


Gralind membalikkan badannya, sehingga kini mereka saling berhadapan, Gralind mengalungkan tangannya di leher Troy.


"Setiap orang punya masa lalu mereka sendiri, aku juga, jadi Bapak gak perlu takut menceritakan hal itu kepada aku," jawab Gralind, Troy tersenyum dan mengecup pipi Gralind. "Aku boleh nanya?"


"Huh?"


"Kenapa Bapak Troy bisa memiliki hutang Budi kepada Om Aksa, sampai kuliah Bapak di biayai mereka," tanya Gralind, Troy tidak tahu harus mulai menjawab darimana, dia membuang muka sejenak.


Gralind paham, Troy mungkin belum bisa bercerita tentang alasan dari titik itu, dan jikalau Gralind berada diposisi Troy, tidak mudah untuk dia berbagi. "Kalau Bapak gak mau jawab sekarang, its oke, aku gak akan maksa, kejujuran Bapak tentang Allan, sudah cukup buat aku lega."


"Saya bukan gak mau ngasih tahu, tapi waktu akan menjawab semua ini, saya akan pastikan akhir cerita kita menjadi akhir balas dendam yang menyenangkan," jawab Troy.


Gralind tersenyum, berbicara soal akhir cerita, Gralind menjadi kepikiran, entah kenapa dia ingin berlama-lama memerankan karakter Gralind si partner dari Troy, tapi sampai kapan mereka akan larut dalam hubungan tanpa status yang jelas.


"Kamu ngantuk?" tanya Troy.


Gralind mengangguk. "Capek di perjalanan, kayaknya Bapak harus kembali ke kamar Bapak."


"Kamu benar, selamat tidur, Gralind," Troy mengecup kening Gralind kemudian berjalan meninggalkan Gralind di balkon kamarnya.


Gralind berjalan masuk ke dalam kamar saat Troy sudah keluar dari kamarnya, Gralind meraih kopernya dan membukanya, dia mengambil sebuah baju yang keliatan terbuka dan berbahan tipis.


"Kayaknya Bapak harus kembali ke kamar, karena akan ada huru-hara malam ini," gumam Gralind melanjutkannnya kalimatnya yang tadi.


...----------------...


Performa mengalami penurunan yang lumayan guys, plis jangan kendor yah likenya ;(


Yuk bisa yuk balikin performa kayak kemarin-kemarin lagi, Mangat likenya biar cepet update!