Simpanan Bapak Kost

Simpanan Bapak Kost
Eps 52 | Harusnya Kau Pilih Aku


,


...----------------...


"Kamu kenapa?" tanya Troy saat Gralind menemuinya setelah kembali dari kamarnya. "Tania atau Albar?"


"Bu Tania," jawab Gralind memasukkan ponselnya ke dalam tas. "Jadi sekarang jalannya, tapi kayaknya Bapak Troy bakal dalam masalah nih."


"Kenapa?"


"Kejutan, Bu Tania sudah melihat bukti kita berhubungan badan," jawab Gralind tanpa berdosa, Troy mengangkat kepalanya pelan. "Kaget?"


"Gak," jawab Troy menarik tangan Gralind mendekat ke arahnya. "Soalnya saya sudah tahu kalau ini rencana kamu." Troy mencubit pelan hidung Gralind.


Gralind hanya membuang napas panjang kemudian tersenyum manis, sangat manis. "Pantainya dekat dari sini, kita jalan aja yah."


Troy mengangguk, mereka berdua berjalan keluar dari area hotel menuju pantai yang akan mereka datangi, sebelum pulang mereka ingin menghabiskan waktu berdua sekarang, tentunya tanpa Tania dan Albar.


Fungsi kehadiran mereka disini kan hanya untuk objek balas dendam, setelahnya mereka tidak dibutuhkan lagi.


Margate Beach, pantai di kawasan kota Brisbane yang mereka akan datangan berjarak sangat dekat dengan hotel mereka, sehingga mereka berdua memilih berjalan kaki ke sana.


"Mendung kayaknya Pak," ujar Gralind menatap langit yang tadinya cerah menjadi sedikit gelap. "Hujan gak yah?"


Troy paham keresahan dari Gralind, dia merangkul tubuh Gadis itu dan mendekatkan dirinya ke arahnya. "Kan ada saya.*


"Maksudnya?"


"Saya kan obat dari rasa trauma kamu," bisik Troy sebelum akhirnya Gralind tidak menjawab lagi karena mereka sudah tiba dijalanan yang berada di pinggir pantai Margate.


Troy menarik tangan Gralind menuju pasir pantai, keduanya menikmati suasana di pantai disertai semilir angin yang menerpa wajah mereka.


"Enak yah, mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya," Troy menarik Gralind untuk duduk di atas pasir. "Setelahnya kita kembali ke urusan masing-masing."


Gralind menarik lututnya dan menyandarkan kepala di lutut itu. "Kenapa bilang begitu?"


Troy tidak langsung menjawab, dia tersenyum dan menatap lurus ke arah laut. "Setelah anniversary saya dan Tania, itu akan menjadi balas dendam terakhir kamu, dan kamu bakal pergi dari hidup saya."


DEG, Berat untuk diakui tapi sudah itu jalannya, mereka berdua kan hanya berkerjasama untuk balas dendam, jadi sudah sewajarnya ada perpisahan.


"Gatau, musuh kita masih banyak, Om Aksa juga belum beres, tapi kalau sampai one day kita bakal benar-benar berpisah, aku harap kita berpisah dalam keadaan baik," jawab Gralind tersenyum dan meraih tangan Troy kemudian menaruh telapak tangan Troy ke wajahnya. "Kita disini bukan untuk saling mencintai."


Hening, tidak ada jawaban, Troy bangkit berdiri, dia melepas jaket dan kaosnya membiarkan dirinya bertelanjang dada. "Mau ikut?"


"Ngapain?"


"Berenang," jawab Troy, Gralind menggeleng. "Yaudah kamu disini saja yah." Gralind mengangguk.



DRT!


Gralind melirik ponselnya, sebuah sambungan telepon masuk ke dalam ponsel Gralind, Klik! Gralind menekan tombol menerima panggilan.


"Ada apalagi, Noy?"


"Lo dimana?" tanya Vinoy kepada Gralind. "Ada Bapak Kost lo gak disitu."


Tik!


Gralind menatap tangannya yang basah karena air yang jatuh setitik. "Ada, emang kenapa?"


"Gue baru dapat satu fakta baru."


"Apa?"


Tik!


Gralind mengangkat kepala menatap langit, ia melirik sekitar. "Hujan." Gralind sudah bersiap diri untuk ini, dia menundukkan kepala dan memeluk lututnya sendiri.


"Bapak Kost lo itu terlibat dalam kasus penabrakan Mama lo, dia ada di mobil yang sama dengan mobil yang nabrak waktu itu." Gralind tidak bisa mendengarkan kalimat ini karena dirinya sudah mulai kehilangan kesadaran. "Gralind!?"


Tidak ada jawaban dari Gralind, Vinoy yang merasa bahwa Gralind hilang koneksi mematikan sambungan telepon tersebut membuat Gralind.


Tut.


Perlahan hujan mulai turun dengan pelan namun berujung cukup deras, Gralind merasakan dirinya akan berpindah ke dimensi lain rasa traumanya, tidak mendengarkan apapun lagi, sampai dia merasakan tubuhnya di peluk oleh seseorang. "Bapak Troy?"


"Jangan, kamu harus bisa melawan," bisik Troy menggendong Gralind, ia membawa Gralind menuju laut, membiarkan tubuh mereka basah oleh hujan. "Lepaskan semua."


"Tapi-"


Gralind tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Troy langsung mencium bibir Gralind, membuat Gralind hanya pasrah dan tidak melawan. "Lepaskan saja."


Gralind menghela napas panjang, ia memejamkan mata dan kini tidak sadarkan diri, Troy hanya bisa memeluk tubuh Gralind dan membiarkan tubuh mereka terendam air laut. "Jika suatu saat kamu tahu kalau saya terlibat dalam luka terbesar kamu, apakah kamu sanggup membalaskan dendam kamu kepada saya?"


...----------------...


Setiap orang punya rahasia kan?


Tapi percaya deh aku gak akan merusak karakter Bapak Troy, ada banyak kejutan.