
...----------------...
Gralind berjalan di koridor hotel mengunakan sebuah jubah panjang berwarna putih dengan rambut tergerai, di sampingnya ada petugas hotel yang sudah dia sewa tadi, mereka siap melaksanakan rencana berikutnya.
"I will distract Mr. Troy, and you can take Tania away from this room." Gralind menatap petugas room service itu membuat sang petugas mengangguk setuju.
Gralind membuka pintu kamar Troy dan Tania, kamar itu tampak sepi, Mata Gralind menilik ke dalam kamar, dan menemukan Tania tertidur di ranjang, Gralind berjalan ke arah Tania dan tersenyum di hadapannya.
"Kau terlalu bodoh untukku, kalian pikir rencana seperti ini bisa menjebak aku, sudah cukup main-mainnya, Tania, mulai malam ini, kau akan merasakan bagaimana jadinya jika Takdir di permainkan," bisik Gralind di telinga Tania. "Oh, disana, Bapak Troy."
Gralind menatap ke arah balkon, dimana Troy berdiri tidak menyadari kehadiran mereka, Troy tampak mengusap wajahnya sendiri, seperti sedang kacau balau.
Gralind menatap Tania yang tidak sadarkan diri, kemudian mendesah malas memberi kode, Petugas Room service itu membopong tubuh Tania dari ranjang dan membawanya keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Gralind dan Troy yang berada di balkon.
Setelah kepergian petugas tersebut, Gralind berjalan pelan menuju balkon untuk menemui Troy. "Bapak?"
Troy yang terpanggil mengangkat kepalanya yang masih pusing. "Gralind?"
Gralind tersenyum, dia berjalan ke arah Troy dan mengalungkan tangan di lehernya. "Bapak, lelah?" Gralind munafik sekali atas pertanyaannya. Semua orang yang ada disini sudah lelah atas perjalanan empat belas jam. "Tapi itu bukan urusanku kan, kan Bapak sendiri yang milih Brisbane sebagai destinasi kita."
"K-Kamu, ngapain disini?"
Gralind mengangkat jarinya memainkan pipi Troy, berjalan ke deretan brewok tipis disana membuat Troy menelan ludah, saat jari Gralind memaksa masuk ke mulutnya melewati bibir Troy.
"Come here," bisik Gralind menarik kerah baju Troy untuk masuk ke dalam kamar, sesampainya di depan ranjang, Gralind langsung mendorong tubuh Troy sehingga Troy terjatuh dh ranjang. "Ready?"
"Maksudnya?"
Gralind tidak menjawab, dia menatap ke arah handuk yang melilit pinggang Troy, ia menariknya pelan, membuat benda tumpul milik Troy mengacung menantang.
Gralind menunduk, meraih benda itu dan mulai memainkannya, Troy yang dalam pengaruh obat perangsang merasakan gairahnya meningkat drastis.
"Ah-"
"Tahan dulu, Bapak gak mau kan melewatkan menu utamanya?" Gralind berdiri, dia melepaskan ikatan di jubahnya dan melepaskan jubah tersebut.
Dan Troy kembali menelan ludah, saat Gralind kini didepannya berdiri dengan pakaian tipis hampir tembus pandang.
Gralind merangkak diatas ranjang, menindih tubuh Troy dan menatap Troy dari atas. "Siap, Bapak?"
Gralind tidak menunggu jawaban Troy, dia yang agresif secara tiba-tiba membuat Troy yang pada dasarnya linglung kehilangan kepercayaan dirinya, aroma sabun beraroma mint milik Troy dan parfum rose Gralind memenuhi keduanya.
"Kamu mau menyerahkan keperawanan kamu malam ini?"
Gralind tersenyum. "Memang itu rencananya, kenapa harus jauh-jauh kesini, jika bukan untuk itu."
"Dan Bapak akan menyerahkan keperjakaan Bapak malam ini," jawab Gralind.
"Kamu yakin?"
"Sangat yakin," Gralind membantu Troy melepaskan kaos Troy, membuat Troy full tanpa sehelai benang apapun.
"Baiklah," Troy bangkit dan menindih balik tubuh Gralind. "Permainan dimulai."
*
Ah!
******* saling bersahutan lolos begitu saja dari mulut dua insan yang sedang sama-sama melepas hal terbesar dalam hidup mereka.
Gralind tampak mendes*h pelan saat Troy mulai menggerakkan badannya diatas tubuh gadis itu, sudah hampir setengah jam mereka bermain, keringat sudah bercucuran. "Tatap saya, Gralind!"
"Ah!"
"Kamu suka?"
"Ehm!"
"Kamu suka!" Troy mempercepat gerakannya membuat Gralind mengangguk. "Jika itu yang kamu, mau, baiklah."
Troy mengangkat tubuh Gralind dan menggerakkan benda miliknya dalam posisi berdiri, membuat Gralind terhentak ke atas. "Saya mau keluar."
Dan-
"ARGH!" Troy mengangkat kepala menatap langit-langit kamar melepaskan sisa-sisa kenikmatan yang dia capai.
Troy melepaskan Gralind ke atas ranjang, tidak mempedulikan sekitarnya lagi, Troy masih berdiri tegak melepaskan semuanya.
Gralind menutup mata pelan, dia tidak tahu kondisi sekitar sedang bagaimana sekarang, ia hanya menghela napas pelan saat ia merasakan tubuh besar Troy tidur di sampingnya.
Gralind membuka sebelah matanya dan menatap ke arah Troy, Troy tersenyum kemudian mengecup pipi Gralind.
"Terimakasih, selama dua tahun menikah dengan Tania, saya tidak pernah diberikan hak seorang suami, baru kamu wanita pertama yang saya masuki," bisik Troy pada Gralind. "Saya cinta Kamu, Gralind."
Gralind tersenyum, dia meraih baj UU nya kemudian memakainya, dia mengusap wajah Troy yang tampak mulai tertidur.
"Terimakasih kembali, Bapak Kost-ku, aku juga mencintaimu." Sayangnya hal itu tidak didengar oleh Troy yang sudah tidur kelelahan.
Gralind bangkit setelah berpakaian, dia menatap dirinya di cermin setelah pertempuran yang pertama kali merenggut status keperawanannya itu, bukannya sedih, dia malah senang, karena satu langkah lagi, dia akan benar-benar memiliki semuanya.
Mungkin kalian tidak tahu 'awalnya' apa sebenarnya niat dibalik senyum miris penuh kemenangan Gralind di depan cermin itu, tapi Gralind berharap semua memahaminya.
"Mama, sebentar lagi, dendam kita akan terbalaskan, Gralind berjanji akan merenggut kebahagiaan miliknya, Gralind pastikan dia akan merasakan sakitnya, Ma," ujar Gralind menatap foto Ibunya yang ada di ponselnya.
Gralind kembali berjalan ke arah Troy, dia menatap Troy dalam kemudian tersenyum, Gralind mengeluarkan sebuah testpack yang dia curi dari Tania.
"Aku tidak sabar menunggu huru-hara besok hari, selamat tidur, Bapak Kost," ujar Gralind menaruh testpack itu di nakas kemudian berjalan keluar dari kamar hotel menuju kamarnya sendiri.
...----------------...
Akhirnya kalian bisa lihat part lengkap adegan yang ada di prolog yah (Bab pertama)~ Tapi ini gak seberapa sih, masih banyak hal yang kita semua belum tahu, tidak semua karakter menyimpan kejujuran di dalam hatinya, bahkan jika itu tokoh utama sekalipun.
Tapi sepanjang banyak rahasia terungkap semakin banyak pula masalah yang selesai, tapi setiap penyelesaian.
Like! Kalau Likenya bagus, authornya juga semangat update!