
"Di-dia ... "
Jantung Wita berdegup dengan kencang. Wajahnya pun sudah pucat pasi. Tenggorokannya tercekat. Bahkan untuk menelan ludah saja ia kesulitan.
Apa yang ia lihat kini sungguh sangat mengejutkannya. Ia seperti bermimpi. Bagaimana bisa wanita yang sudah mati berpuluh tahun yang lalu tiba-tiba berdiri di hadapannya.
Tawa berderai dari wajah cantik di hadapannya itu. Aska tampak kebingungan. Ia tidak mengenal wanita yang kini sudah berdiri di samping ayahnya itu.
Wan...