
"Kau ... " seru Triani dengan mata terbelalak.
"Akhirnya kita bertemu lagi," ucap laki-laki itu dengan seringai di sudut bibirnya.
Melihat keberadaan laki-laki yang pernah menjadi selingkuhannya itu seketika gemuruh di dada Triani menyeruak.
"Pergi sana, bajingaan! Jangan dekat-dekat!"
"Tidak usah berpura-pura bego. Kau tahu bukan, dulu hubungan kita sebatas bersenang-senang, jadi lebih baik menyingkir karena kau sudah tidak menarik lagi di mataku."
Mendengar kalimat yang bernada penghin...