
Karena saat itu tepat di jam makan siang, jalanan jadi sedikit padat merayap. Berbarengan juga dengan anak-anak pulang dari sekolah membuat jarak yang seharusnya bisa ditempuh selama 25 menit, jadi sedikit lebih lama.
Tangan Samudera sudah sedingin es. Ia gugup dan juga cemas. Kenangan masa lalu kembali berkelebat di benaknya membuat Samudera menggenggam erat-erat setir kemudi agar kewarasannya tetap terjaga. Ia tak mau nyawa anak dan istrinya terancam karena kecerobohan dirinya yang tak mampu mengontrol pikiran buruknya.
"Astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim,...