
Pagi-pagi sekali, sebelum bersiap ke rumah sakit, Samudera terlebih dahulu menyempatkan membantu Ariana bersiap ke sekolah. Saat masuk ke kamar Ariana, tampak gadis kecil itu sedang murung sambil menatap foto sang bunda.
"Ana," panggil Samudera lirih. Samudera tersenyum sendu melihat anaknya yang menahan rindu pada sang ibu sambung. Andai saja ia bisa menyadari kesalahannya lebih awal, mungkin semua takkan terjadi seperti ini.
"Ayah, bagaimana kabar bunda? Kenapa bunda belum juga pulang? Kata ayah, bunda akan pulang kalau Ana sudah tidak sakit lagi? Tidak bersedih lagi, tapi ... kenapa sampai ...