Scandal With Kakak Ipar

Scandal With Kakak Ipar
psycho


Tatapan mata yang tajam tanpa kelembutan sedikit pun,menatap ke arah sosok gadis bercadar yang datang dengan menggunakan motor matic.


gadis bercadar itu tidak lain dan tidak bukan adalah sosok Aulia,dia berjalan dengan gamis berwarna hitam cadar dan juga jilbab yang berwarna senada.


“assallamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.”gumam Aulia sangat lirih.


“wa'allaikum sallam,kenapa kau yang datang bukan Anita?.”


“aku benar-benar minta maaf kakak ipar,tapi aku dikirim oleh kak Anita sejak tadi.”jelas nya.


“oh,kenapa bukan dia yang datang?apa dia sedang dipingit sekarang?.”tanya Dante beruntun,dia menatap bingung ke arah perempuan yang sejak tadi menundukkan pandangan nya.


Ting.


Dante merogoh saku celana bahan yang sedang dipakai oleh nya.dia menatap ke arah layar ponsel yang mengeluarkan sebuah notifikasi dari pesan Anita.


Dante,maaf aku harus mengirim saudari ku kesana.ada satu hal yang harus kita perbaiki dari kamar bulan madu kita,Aulia akan membantu mu dia sudah ku suruh membawa sesuatu.


Dante hanya mengangguk kan kepala nya pelan,lalu dia sesegera mungkin mengajak Aulia untuk mengekor.


“ini adalah kamar nya,Anita sudah menghubungi ku dia bilang ada sesuatu yang belum selesai dari kamar bulan madu ini.”


Aulia mengangguk dia masuk ke dalam kamar hotel tempat dimana Dante dan Anita akan menikmati malam pertama mereka setelah halal menjadi sepasang suami dan istri.


“aulia,kau bisa mengurus semuanya sendiri kan?aku harus mengurus beberapa hal di bawah.”pamit Dante.


“iya,saya bisa mengurus semua nya sendiri anda tidak perlu khawatir.”aulia mengangguk.


hufhhh,aku heran kenapa kedua nya sangat berbeda seharusnya kan tidak terlalu berbeda bagaimanpun mereka adalah kakak beradik.


Dante membatin dalam hati,dia menatap sendu kedepan.setelah itu dia langsung berjalan beberes langkah menunju lift,tombol lift di tekan tapi baru saja hendak melangkah masuk sebuah tusukan di leher nya membuat Dante pingsan di tempat.sebuah obat bius yang memiliki dosis lumayan besar.


Rendy mengulas senyum Devils, dia adalah seorang psycho yang memiliki kemampuan merentas kamera cctv.jadi apa yang sedang dilakukan oleh nya tidak dapat tertangkap kamera sedikit pun.


hah,kasihan sekali kau Dante sebenar nya aku tidak mau hal ini terjadi.aku tidak mau melukai mu tapi ya bagaimana lagi,kau dicintai oleh wanita yang membuat ku terobsesi dengan tubuh nya.jadi mau tidak mau aku harus melukai mu.


Rendy menggelengkan kepala nya pelan,sebenar nya dia tidak mau melukai Dante karena bagaimanapun laki-laki itu tidak tau menahu dengan apa yang terjadi.lalu ia memapah tubuh tegap milik Dante untuk sesegera mungkin di bawa oleh nya kedalam kamar.


Tok.


Tok


Siapa ya?apa mungkin kakak ipar mengutus seseorang untuk membantu pekerjaan ku?.


Aulia menghela nafas,dia sedikit ragu untuk membuka pintu.tapi mau tidak mau Aulia harus membuka nya.


“kaka.....”


Brugh.


Tubuh Aulia tiba-tiba langsung pingsan saat jarum yang berisi obat bius menusuk di leher nya,membuat nya kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.


Setelah meletakan tubuh Dante di atas ranjang lalu melucuti pakaian milik laki-laki itu.rendy beralih ke arah tubuh mungil Aulia,sang pemilik mata masih terpejam dengan sangat erat.


“ren Lo gila kok lama banget sih!.”seorang gadis berpakaian super seksi datang.


”waajhhh gue yakin di balik tubuh tertutup nya dia pasti sangat seksi,madam pasti suka sama yang bening-bening."


“diem Lo lakuin perintah gue sekarang,jangan di tunda secepat nya ini harus selesai.”


perempuan berpakaian super mini itu hanya mampu mengangguk kan kepala nya pelan,mulai melucuti pakaian milik Aulia.setelah memastikan semua nya selesai,mereka langsung berhamburan pergi.


bom akan segera meledak.


*****


Pagi hari.


“Astagfirullah di mana Dante?dia seharus nya sudah bersiap-siap akad nikah akan segera dilaksanakan tapi di mana laki-laki itu?.”Mama mengomel panjang lebar begitu tidak mendapati keberadaan anak nya di dalam kamar.


“mah kenapa lama sih?dimana Dante?.”


“tidak tau pah mama saja bingung kemana anak itu pergi."mama mengomel.


“kalian semua cepat cari keberadaan dante sekarang?aku tidak mau anak itu membuat masalah dan mencoreng nama baik keluarga kita.”Papa memberikan perintah dengan suara yang nyaring. dia tentu tidak akan membiarkan Dante mencoreng nama baik keluarga mereka.


“Maaf Tuan besar semalam tuan dante semalam pergi.beliau bilang akan pergi ke hotel untuk menemui c calon istri nya dan sampai pagi ini beliau belum pulang.”satpam rumah mendekat.


“dante Astaga anak itu,padahal dia kan baru dipingit.”Mama berdecak dalam hati.


”Mah Sudahlah, namanya anak laki-laki.Mungkin dia sudah tidak tahan ingin bertemu dengan seorang kekasihnya, daripada Mama marah-marah sekarang lebih baik Mama mencari Dante! susul dia di hotel papa takut dia akan membuat masalah.”


mama hanya mengangguk kan kepala nya pelan.dia tidak bisa melakukan hal lain selain menuruti keinginan dari suami nya untuk mencari keberadaan putra kesayangan mereka yaitu Dante.


dengan menggunakan mobil pribadinya mama menyusul, ke sebuah hotel di mana acara pesta pernikahan akan dilaksanakan.


dan benar saja setelah mengechek di resepsionis,Dante memang datang dan menginap di kamar yang akan digunakan olehnya dan Anita untuk malam pertama.


anak muda memang ada-ada saja,hufhh andai dante tidak cinta mati pada perempuan murahan itu mungkin aku akan berfikir ulang kalau mau menerima nya sebagai menantu.


jujur di dalam lubuk hati terdalam mama,Mama Kurang menyukai sikap wanita yang menurug nya terlalu bebas dalam berpacaran.


tapi mau bagaimana lagi jika Sang putra sudah terlalu cinta mati kepada perempuan yang berstatus sebagai artis itu.


mama melangkah dengan gerakan santai menuju ke kamar dimana Dante kabar nya beristirahat.


ceklek.


pintu nya kok tidak di kunci.


mama curiga bukan main melihat pintu kamar tidak di kunci padahal beliau tau Dante bukan lah tipe anak yang ceroboh di antara anak-anak yang lain Dante adalah yang paling teliti dalam segala hal.


“danteeeer!!!.”


mama memekik histeris melihat pemandangan di hadapan nya,dimana sang putra tengah terlelap bersama seorang perempuan di balik selimut tanpa busana.


pakaian berceceran,termasuk sebuah gamis dan cadar yang sudah tidak berbentuk lagi.


mama terdiam,lutut nya terasa sangat lemas sekarang, perempuan paruh baya itu memandang sendu ke arah putra kebanggaannya yang dalam satu hari sudah menghancurkan kehormatan nya sebagai seorang ibu.